[Duda] Siasat Merebut Istri Orang

[Duda] Siasat Merebut Istri Orang
Aku Benci Kamu, Mark!!


__ADS_3

Bagaikan gerakan slow motion. Peluru pistol Amir menembus dada Marcel. Bocah yang tadinya diam saja memantau sekitar itu hanya bisa mematung saat Amir menembaknya.


"Tidak!!" teriak Mark berlari ke arah Marcel berusaha untuk menggapai tubuh calon anak tirinya.


"Aaag …!" Marcel berteriak kesakitan setelahnya dia memuntahkan seteguk darah. Hanya hitungan detik tubuh bocah itu ambruk ke lantai.


Polisi yang bertugas di sana langsung menjalankan tugas mereka untuk menembak Amir sesuai prosedur. Banyak peluru menembus jantung Amir membuat pria paruh baya itu meninggal di tempat. Dia jatuh ke lantai dengan bersimbah darah.


Suasana menjadi riuh. Mark berusaha menyadarkan Marcel, pikirannya buntu. Rasa bersalah menggerogoti hatinya, seolah merasakan Dejavu waktu dirinya menemukan Freya nyaris kehilangan nyawa.


Sekarang dirinya juga gagal melindungi Marcel yang berada di depan mata. Pria itu menangisi kegagalannya, pikiran Mark kalut, sehingga pria itu tak mampu berpikir jelas.


"No, Sayang … Marcel bangun, Nak. Bangun …! Aagh … aku gagal melindungi kalian lagi!" Mark menumpahkan tangisnya seraya memeluk tubuh Marcel.


Jimmy dan Angel berhasil diselamatkan. Suara teriakan Angel terdengar histeris saat melihat anak kecil yang dia rawat selama ini bersimbah darah di dalam pelukan Mark.


"Marcel!" teriaknya histeris lalu mencoba berjalan cepat meski tertatih menuju Marcel. Namun, baru tiga langkah gadis itu sudah jatuh pingsan.


Polisi langsung menolong Angel. Begitupun dengan Jimmy yang tak kalah terkejut. Akan tetapi, bawaan pria itu memang sangat tenang. Terlebih lagi dia juga mantan dokter.


Segera dia menghampiri Mark. Lalu menarik Marcel yang berada di pelukan pria itu.


"Dia masih hidup. Kita harus segera bawa ke rumah sakit!" Jimmy berkata dengan nada tegas, setelah memeriksa nadi Marcel.

__ADS_1


Tak lupa dia merobek kemejanya lalu ia tekan luka Marcel guna mencegah pendarahan.


Jimmy langsung menggendong Marcel. Dia tahu pasti Mark terguncang melihat musibah yang menimpa Marcel.


Pada sore itu rumah mewah Ozan menjadi bulan-bulanan media. Kabar duka dari keluarga Ozan kembali menghiasi sosial media.


*


*


Freya tak bisa menahan tangisnya saat mengetahui sang anak celaka. Dia baru saja melihat berita kematian Amir. Saat ini wanita itu sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit.


"Sayang, tolong jangan tinggalkan mama … kamu harus kuat. Kalau kamu nggak kuat, mama juga nggak bisa pura-pura kuat lagi," gumam Freya pelan di sela-sela tangisnya.


Dia amat menyayangi putra semata wayangnya. Saat ini dia marah, sangat murka pada Mark, karena pria itu gagal menjaga putranya. Padahal, Mark telah berjanji akan menjaga putranya.


Di dunia ini cuma Marcel keluarganya.


*


*


Suara derap langkah membuat Mark menoleh ke kanan. Dia melihat Freya berlari ke arahnya. Mark langsung berdiri, dia ingin menjelaskan semuanya pada Freya.

__ADS_1


"Sayang aku …."


Ucapan Mark terpotong saat Freya lebih dulu menampar pipinya. Suara kulit bertemu kulit terdengar nyaring.


"Aku benci kamu! Pembohong … kamu pembohong! Katamu janji akan menjaga Marcel dan aku. Nyatanya kamu gagal menjaga anakku! Pembohong … dasar pembohong … aku benci sama kamu. Aku benci!" teriak Freya histeris membuat hati Mark seperti ditusuk sembilu tajam.


Wanita yang dia cintai kini membencinya atas kesalahan yang dia perbuat. Mark sadar dirinya salah. Dia pantas dimaki.


"Maaf," lirih Mark menatap Freya dengan mata berair.


"Aku nggak akan maafin kamu kalau sesuatu yang buruk terjadi pada anakku!" desis Freya penuh penekanan seraya menunjuk wajah Mark.


Suara pintu terbuka mengalihkan atensi keduanya. Segera mereka mendekati sang dokter.


"Bagaimana keadaan putra saya, Dok? Dia baik-baik saja, 'kan?" tanya Freya parau penuh harap.


"Mohon maaf …."


*


*


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰.


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2