![[Duda] Siasat Merebut Istri Orang](https://asset.asean.biz.id/-duda--siasat-merebut-istri-orang.webp)
Jimmy mendatangi rumah Ozan. Dia berulang kali menghubungi Angel, namun gadis itu tak kunjung menjawab panggilannya. Merasa aneh, karena tidak biasanya Angel begini. Segera pria itu turun dari mobilnya.
Saat ini dia telah berada di depan pintu rumah mewah Ozan. Segera dia masuk tanpa permisi seperti biasanya. Semua pelayan yang sedang bekerja menunduk hormat ke arah Jimmy.
"Selamat datang, Pak Jimmy."
Jimmy tersenyum kecil seraya menganggukkan kepalanya pelan.
"Terima kasih atas sambutannya, Feng. Saya datang kemari untuk membawa Angel pergi menemui Pak Ozan. Apakah dia masih di sini?" tanya pria itu cepat.
Wajah Feng berubah pucat. Dia tahu betul di mana Angel berada saat ini. Mereka semua ingin menolong gadis muda itu, namun takut pada sosok Amir yang amat berkuasa dan kejam.
"Tuan Amir sedang menunggu Anda di ruang kerja beliau, Pak."
Feng menjawab singkat membuat Jimmy tersentak. Dia merasakan sesuatu yang tak beres. Pasti suatu hal telah terjadi pada Angel.
Tanpa banyak tanya, Jimmy segera beranjak menuju ruang kerja khusus Amir. Pria berkacamata itu tahu betul perangai Amir seperti apa. Pasti ada udang dibalik batu.
"Apa yang dilakukan si Tua Bangka itu sekarang?"
Jimmy bertanya-tanya dalam hati. Berharap sesuatu yang buruk tidak menimpa Angel.
__ADS_1
Pintu ruangan dibuka olehnya. Dia menyapa Amir yang telah duduk di kursi kebesarannya.
"Selamat sore, Tuan."
Jimmy memasang senyuman ramah seperti biasanya. Namun, Amir hanya diam saja. Pria itu memasang wajah dingin.
"Seperti yang telah ku duga, kamu memang tidak punya rasa malu. Setelah mengkhianatiku, kamu masih berani datang kemari!" desis Amir dengan nada dingin.
Senyuman tipis terbit dari wajah pria itu. Tentu saja dia akan berkhianat demi bisa menumpas kejahatan Amir dan istrinya.
Ozan butuh keadilan. Tuannya butuh kebebasan seperti manusia normal lainnya.
"Saya datang kemari untuk menjemput Angel. Bukan untuk berdebat dengan Anda, Tuan!" tandas Jimmy dengan mental baja.
"Semakin hari kamu semakin berani melawanku. Entah siapa bekingan mu, tapi keberanian mu saat ini pantas diacungi jempol!"
Amir berkata dengan nada sinis menyindir Jimmy. Tentu saja pria tua itu tahu kalau Mark berdiri di belakang Jimmy.
Saat ini dia tidak bisa menyentuh Jimmy, karena pria itu berada dalam perlindungan Mark. Masalahnya kekayaan dan kekuasaan Mark saat ini lebih tinggi darinya
Mungkin bila dulu sebelum skandal ini datang. Amir bisa dengan congkak menendang Mark dari jabatannya sekarang.
__ADS_1
Belum juga pengajuan Jimmy di konferensi pers lalu telah membuat harga sahamnya turun drastis. Saat ini perusahaan benar-benar berada di ambang batas.
Ditambah Minggu depan Amir harus menjalani pemeriksaan atas kasus kekerasan terhadap anak.
"Di mana Angel?" tanya Jimmy datar tanpa memperdulikan sindiran Amir.
Amir menatap sinis pria itu. Dia melempar beberapa lembar foto ke arah Jimmy. Pria itu melihat ke foto yang berserakan di lantai.
Mata Jimmy nyaris keluar dari tempatnya ketika melihat Angel terbaring lemah dengan luka memar sekujur tubuhnya.
Darah keluar dari telinga dan hidung gadis itu.
"Angel," lirih Jimmy terkejut. Dadanya terasa sesak melihat pengasuh kesayangan Ozan terluka parah.
"Bersihkan namaku, maka gadis itu akan selamat!" titah Amir dengan kejam tanpa perasaan.
*
*
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️