![[Duda] Siasat Merebut Istri Orang](https://asset.asean.biz.id/-duda--siasat-merebut-istri-orang.webp)
Suara gelak tawa Marcel hari ini membuat Ozan terhenyak. Pria itu menghentikan aktivitasnya sejenak, dia menatap lekat wajah bahagia Marcel saat naik perosotan. Hari ini mereka memutuskan untuk jalan-jalan Ozan membawa Marcel pergi ke mall dan ke kebun binatang.
Baru kali ini dia melihat Marcel tertawa lepas saat bersamanya. Setelah pulang dari kebun binatang, mereka mampir ke mall untuk makan malam, namun Marcel mengajak sang ayah naik ke lantai tiga – lantai khusus zona permainan anak-anak.
"Ck, anak itu … umurnya sudah hampir delapan tahun, tapi masih saja main perosotan. Lalu sekarang dia mandi bola," celetuk Ozan pelan dengan nada kesal.
Padahal dalam hatinya ada rasa senang, karena berhasil membuat Marcel tersenyum. Dia hanya teringat pada dirinya sendiri di masa lalu amatlah menderita. Jangankan main, berbincang dengan kedua orang tuanya saja dia jarang, kecuali masalah pekerjaan dan pelajaran saja.
Lainnya tidak. Kadang Ozan bingung apakah benar dirinya anak kedua orang tuanya? Pernah terpikirkan olehnya kalau Ozan hanyalah anak pungut atau anak musuh orang tuanya. Bahkan, Ozan pernah melakukan tes DNA, nyatanya Ozan benar-benar anak kandung mereka.
Setelah Ozan telusuri. Kedua orang tuanya juga dibesarkan oleh orang tua yang kasar. Punya trauma besar bila bertemu dengan kakek dan nenek Ozan.
Ozan paham, kalau dia hanyalah korban keegoisan kedua orang tuanya yang juga terluka, namun bukannya mengobati luka mereka malah mewariskan luka itu padanya.
Kembali lagi pada Ozan dan Angel. Gadis itu menoleh ke arahnya saat mendengar Ozan bersuara.
"Inner child nya belum bahagia, Pak. Selama ini Den Marcel sangat jarang keluar rumah, kecuali sekolah. Biasanya dia hanya main bersama saya. Ibu kerja, bapak juga kerja. Den Marcel cukup kesepian, tapi Den Marcel berusaha untuk mengerti kalau orang dewasa memang sibuk," jelas Angel menatap bocah tampan yang diasuhnya itu dengan iba.
__ADS_1
Dia sendiri merasa kalau kehidupan Marcel sangatlah tragis. Dia tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup dari kedua orang tuanya. Ditambah hubungan Ozan dan Freya sangatlah buruk.
Dia yakin kalau anak sekecil itu punya trauma mendalam.
"Katakan pada ibunya agar tidak usah bekerja lagi. Saya bisa menafkahinya,* ujar Ozan dingin membuat bulu kuduk Angel merinding.
Dia mengusap tengkuknya yang tak gatal lalu kembali melirik Ozan yang tetap menatap lurus ke depan. Memperhatikan Marcel yang asik mandi bola bersama balita lainnya.
"Saya tidak berani, Pak. Lebih baik bapak saja yang bilang. 'kan, Bapak suami ibu," tolak Angel secara halus. Mana berani gadis muda itu berkata hal yang sangat tidak sopan pada Freya.
Ozan mendengus kesal. Pria itu menggenggam tangan Angel secara mendadak membuat gadis itu terhenyak saat tangan besar dan lembut itu membuat telapak tangannya menghangat.
"Pak." Angel berusaha melepaskannya, nun Ozan semakin mengeratkan genggaman tangannya.
"Bagaimana kalau kamu jadi istri saya?" tanya Ozan dengan raut wajah serius tanpa dosa.
Degg.
__ADS_1
Tubuh Angel mematung. Dia menelan ludahnya kasar. Tidak percaya kalau majikannya bisa berkata demikian.
"Pak … bapak sadar apa yang baru saja bapak katakan? Tolong jangan berbicara yang aneh-aneh, kalau ada orang yang mendengar. Saya akan dicap sebagai gadis tak bermoral, karena merebut suami orang," tegur Angel dengan nada pelan namun terdengar tegas membuat Ozan menarik sudut bibirnya.
Pria itu menaikkan alisnya sebelah. Lalu menarik Angel mendekati ke arahnya. Bibirnya bergerak pelan di dekat telinga Angel, membisikkan sesuatu membuat tubuh gadis itu merinding.
"Saya ingin kamu menjadi simpanan saya. Tidak ada penolakan!" bisik Ozan pelan lalu mengecup daun telinga Angel membuat gadis itu tersentak.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️
__ADS_1