[Duda] Siasat Merebut Istri Orang

[Duda] Siasat Merebut Istri Orang
Permintaan Freya


__ADS_3

"Mari kita mati bersama."


Ozan mengangkat tangannya ke atas. Ingin menancapkan pecahan kaca ke leher Ozan. Freya terdiam, dia terlalu terkejut melihat Ozan tersenyum tulus untuk pertama kalinya.


Bagaikan video slow motion. Pelayan yang sedari tadi menonton ikut berteriak guna menyadarkan Freya.


"Ibu, awas!" teriak para pelayan.


Freya tersadar dari lamunan pendeknya. Wanita itu langsung menghindar membuat Ozan menggeram kesal. Pria itu murka, karena gagal melukai Freya.


"Kita harus mati, Freya. Kalau tidak mama dan papa akan menyakiti kita berdua!" sentak Ozan dengan cepat. Raut wajah pria itu tampak pucat pasi. Dia mat ketakutan seperti anak kecil yang tersesat di tengah hutan.


Sorot matanya penuh luka dan rasa kecewa. Freya menggelengkan kepalanya cepat.


"Kamu gila, Ozan. Kamu harus ke rumah sakit jiwa!" tukas Freya lalu berlari cepat menuju kamarnya.


Ozan yang melihatnya tak tinggal diam. Pria itu segera berlari kencang mengikuti Freya dari belakang. Suasana menjadi tegang seperti film thriller. Ozan berlagak seperti psikopat dan Freya adalah korbannya.


Wanita itu terus berlari. Salam keadaan seperti ini seolah kamar Freya sangat jauh.


Mungkin karena rasa takut membuat kamarnya terasa jauh.


"Freya?! Jangan lari kamu?!"


Suara Ozan menggelegar. Pria itu layaknya monster buas yang baru saja lepas dari kandang. Dia memburu mangsanya, karena terasa lapar.


Gemetar tungkai Freya tak dihiraukan. Wanita itu terus berusaha agar segera sampai di kamarnya.


Saking takutnya Freya tak mampu menangis lagi. Air matanya segan untuk turun sekarang.

__ADS_1


"Jangan kejar aku, Ozan! Kalau kamu mau mati … maka mati saja sendiri. Jangan ajak aku!" balas Freya di sela-sela ketakutannya.


Pintu kamar Freya telah tampak. Wanita itu menjulurkan tangannya ke depan guna meraih gagang pintu.


Begitupun Ozan di belakang. Dia ingin meraih rambut Freya.


Hap.


Freya berhasil meraih gagang pintu, namun Ozan juga berhasil meraih rambut Freya.


"Akkk … lepas, Ozan! Lepas!" teriak Freya panik.


Nyatanya Ozan tidak mau melepaskannya. Pria itu menjambak rambut Freya membuat kepala wanita itu menengadah.


"Dunia terlalu kejam, Freya. Alam kubur lebih menenangkan," bisik Ozan pelan di telinga istrinya.


Bulu kuduk Freya merinding. Wanita itu berusaha berpikir keras, gerakan refleks Freya bergerak cepat. Dia menyikut perut Ozan membuat pria itu meringis kesakitan.


Ozan menarik tangannya kembali. Freya tidak menyia-nyiakan kesempatan kabur. Dia langsung membuka pintu kamarnya, tak lupa wanita itu mengunci pintu kamar agar Ozan tidak bisa masuk.


"Freya buka pintunya." Ozan mengerti pintu kamar Freya dengan sangat kencang.


Wanita itu menutup mulutnya. Dia amat ketakutan, seperti sedang dikejar oleh penjahat di film.


"Tuhan … bagaimana ini?" Freya bermonolog pada dirinya sendiri.


Suara dering ponsel membuat Freya tersadar. Dia segera meraihnya dan bersyukur sejenak saat melihat nama yang tertera di atas layar.


"Mark," gumamnya pelan.

__ADS_1


Segera dia menekan tombol hijau. Panggilan terhubung antara dirinya dan Mark.


[Halo baby]


Belum sempat Mark menyelesaikan ucapannya. Freya lebih dulu menyela.


"Mark …tolong aku! Tolong aku, Mark!" ujar Freya cepat dengan nada panik.


*


*


Mark langsung bangkit dari sofa. Dia terkejut mendengar suara panik sang pujaan hati. Terdengar seperti sedang menahan tangis dan ketakutan.


"Baby, tenanglah … jelaskan padaku apa yang terjadi," pinta Mark lembut dengan nada tenang.


Meski hatinya sedang kacau, Mark haru tetap berlagak tenang agar Freya tidak semakin panik.


[Mark … Ozan menggila … dia ingin membunuhku. Mark, tolong aku! Datanglah ke rumah … Ozan … dia … akkkk!]


"Baby?!" panggil Mark keras saat panggilan berakhir secara paksa.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰 🥰

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2