![[Duda] Siasat Merebut Istri Orang](https://asset.asean.biz.id/-duda--siasat-merebut-istri-orang.webp)
Seorang pria berpakaian serba hitam memasuki sebuah bangsal VVIP. Dia melihat seorang pria terbaring lemah di atas brankar rumah sakit. Banyak alat medis terpasang di tubuhnya.
Dari cara dia masuk dan melangkah sudah jelas dia punya niat jahat. Seseorang menyuruhnya untuk membunuh pria tersebut. Sempat ragu untuk menerima tugas ini, namun bayaran yang akan dia dapat amatlah banyak.
"Huff … manusia benar-benar lebih kejam daripada iblis, bahkan lebih hina dari binatang. Harimau saja tidak akan memakan anaknya sendiri, tetapi manusia rela membunuh darah dagingnya sendiri demi nama baiknya tetap baik."
Pria itu bergumam dalam hati. Perlahan tangannya bergerak guna membuka alat bantuan pernafasan Ozan.
Benar, pria lemah itu adalah Ozan. Pria yang sebentar lagi akan dibunuh dan hanya tinggal nama saja.
Pria berpakaian serba hitam itu tersenyum kecil. Dia menyeringai kejam saat berhasil membekap mulut Ozan. Akan tetapi, hanya beberapa detik pemilik bulu mata lentik itu terbuka. Dengan gerak cepat Ozan melawan.
Jarinya langsung menekan alarm bahaya yang terpasang di jari tengahnya.
Pembunuh bayaran itu terkejut bukan main saat melihat Ozan sadar. Tak menyangka kalau pria yang dinyatakan koma itu sadar.
Apakah Ozan memang sudah lebih dulu sadar dan selama ini berpura-pura koma?
"Siapa kamu?!" tanya Ozan dengan nada dingin setelah berhasil melawan pembunuh bayaran itu.
Pria itu tidak menjawab. Dia berniat kabur dari sana setelah Ozan menekan alarm bahaya. Tetapi, tangannya dicekal erat oleh Ozan. Terjadi perlawanan dari pihak pembunuhan bayaran, sehingga membuat Ozan terjatuh ke lantai.
Setelah berhasil membuat Ozan jatuh. Pria itu memutuskan keluar dari ruangan. Tak berselang lama beberapa orang berseragam putih masuk ke dalam ruangan.
Mereka terkejut melihat Ozan sudah sadar dan malah jatuh tengkurap di lantai.
"Ya Tuhan," pekik mereka.
Lalu membantu Ozan naik ke atas brankar. Pria itu mengepalkan tangannya erat. Rasanya dia ingin segera pulih dan mengejar pria jahat yang berniat membunuh dirinya.
__ADS_1
Ozan pun penasaran siapa dalang dibalik kejadian ini.
"Siapa dia? Kenapa dia ingin melenyapkan ku? Apakah dia salah satu musuhku? Tapi, selama ini aku selalu menjaga hubungan baik dengan orang-orang, kecuali Freya."
"Apa jangan-jangan Freya berniat membunuhku dengan cara mengirim pembunuh bayaran. Kalau dipikir-pikir ada benarnya, tapi Freya bukan orang seperti itu."
Banyak sekali tanda tanya besar dalam pikirannya. Namun, mata Ozan terasa berat. Perlahan dia menutup rapat matanya. Keadaannya belum sempat pulih total.
"Atau …."
"Mama dan papa …."
Setitik air mata keluar dari sudut mata pria itu. Rasa sakit pada fisiknya tidak sesakit rasa sesak dalam dadanya.
"Pak Ozan! Apa Anda mendengar saya?"
"Pak Ozan?"
"Siapkan alat single chamber pacemaker!" titah sang dokter cepat.
*
*
Di sisi lain, seorang pria berpakaian hitam itu berhasil keluar dari rumah sakit. Dia bersembunyi di dalam truk sampah miliknya.
"Sial! Kenapa tidak mengatakan kalau targetku sudah sadar dari koma nya!" umpatnya kesal.
Pria itu mendapatkan telepon dari orang yang menyewa jasanya.
__ADS_1
"Saya gagal! Target telah sadar dari koma."
*
*
Di sebuah rumah mewah. Pria paruh baya itu mengumpat kesal. Dia murka saat tahu kalau orang suruhannya telah gagal membunuh Ozan.
"Pikirkan cara agar bisa mengirimnya ke alam baka, aku tidak ingin ketika dia keluar dari rumah sakit. Dia ikut berkhianat padaku. Tunjukkan kalau kau memang pembunuh bayaran handal!" tegasnya dengan nada dingin.
Seseorang yang tak sengaja mendengar pembicaraan pria itu pun menutup mulutnya tak percaya.
"Apa yang kamu lakukan di situ, Angel?" tanya seorang pelayan membuat tubuh gadis itu membeku.
Pria paruh baya itu terhenyak. Dia segera menutup teleponnya. Lalu tersenyum miring saat teringat sosok bernama Angel. Seorang gadis manis yang ditaksir oleh anaknya.
"Sepertinya aku mendapatkan umpan yang bagus," gumamnya pelan.
*
*
Guys, maaf author belum bisa crazy up. Sumpah, baru tahu kalau besok lebaran. Author kira lusa, jadi banyak hal yang author kerjakan guna menyambut lebaran idul Adha.
Btw, mohon maaf lahir dan batin yah, kakak semua. Mohon maaf selama berkarya ada kata-kata yang salah 🙏❤️
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️