[Duda] Siasat Merebut Istri Orang

[Duda] Siasat Merebut Istri Orang
Skandal Menyebar


__ADS_3

Mark terkekeh kecil. Dia tidak akan mudah terpancing dengan manusia sejenis Ozan.


"Terserah apa yang Anda katakan. Saya tidak peduli! Tujuan saya mengajak Anda bertemu untuk menyampaikan kalau saya akan mengambil istri Anda. Daripada Anda menjadikannya samsak tinju. Lebih baik saya ambil untuk saya jadikan teman hidup!" cetus Mark dingin membuat Ozan mengepalkan tangannya erat.


"Saya tidak akan mengizinkan Anda merebut istri saya!" tandas Ozan dingin tak membuat Mark gentar. Pria itu malah meraih gelas kaca berisikan jus jeruk. Ia goyangkan gelas tersebut pelan, lalu meminum jus tersebut dengan anggun.


"Saya tidak pernah meminta izin pada Anda. Jadi, bersiap-siaplah untuk menjadi duda!" ujar Mark dengan nada sarkas.


Pria itu tersenyum penuh arti. Layaknya manusia berwujud iblis yang senang memainkan mangsanya.


Tanpa Mark sadar Ozan tersenyum samar. Saking samar, Mark tidak dapat melihatnya. Entah apa yang dipikirkan oleh pria itu. Dia tersenyum saat seseorang mengatakan ingin merebut istrinya.


"Dengan senang hati saya akan menunggu perubahan status saya."


Mark terhenyak, dia menatap lekat wajah Ozan. Mencari-cari makna dari perkataan pria itu. Ada rasa aneh dalam hatinya saat melihat Ozan sangat santai.


Apa jangan-jangan Ozan menyepelekan dirinya?


Ataukah, Ozan juga ingin lepas dari pernikahannya dan Freya?


Masih banyak teka-teki yang belum terpecahkan. Benar kata Freya, Ozan terlalu misteri untuk mereka maknai.


"Pria ini … sangat berbahaya," batin Mark pelan.


*


*


Dua hari setelah pertemuan Ozan dan Mark. Sosial media digemparkan dengan kabar perselingkuhan Mark dan Freya. Entah bagaimana kabar itu tercium media, yang jelas keadaan rumah besar Ozan benar-benar kacau.


Ozan hilang kendali. Dia bertengkar dengan Freya. Ketakutan dan kekhawatiran mendominasi diri Ozan, sehingga pria itu benar-benar seperti monster yang sedang marah besar.


"Ozan … a … aku bisa jelaskan semuanya …."


Freya bersuara serak. Dia berusaha menghentikan Ozan yang sedang menghancurkan barang-barang di dalam rumah. Marcel kembali terguncang, dia melihat sang ayah mengamuk.


"Papa …."

__ADS_1


Marcel ingin mendekati sang ayah, dia akan bermohon agar sang ibu tidak dipukul lagi.


"Menjauh, Marcel! Masuk ke dalam kamar?!" bentak Ozan dengan nada tinggi membuat bocah tampan itu terhentak.


Dia tak sanggup menahan tangisnya. Usianya yang masih kecil, belum bisa mengontrol emosinya. Dia sangat takut melihat sang ayah murka.


"Papa … jangan pukul mama lagi."


Marcel tetap kukuh. Dia ingin mendekati Ozan, sedangkan Angel berdiri membeku melihat keadaan ruang tamu sudah seperti pesawat pecah. Dia juga membaca berita perselingkuhan Freya dan Mark.


Apakah Ozan sangat terpukul?


Apa pria itu sangat mencintai istrinya. Sehingga, marah besar saat tahu Freya selingkuh?


"Papa …," panggil Marcel dengan suara serak.


Ozan meraih apa saja yang ada didekatnya. Lalu ia lemparkan ke arah Angel yang berdiri saja.


Suara pecahan kaca terdengar nyaring. Untung saja Angel bisa menghindar, bila tidak kepalanya dapat dipastikan bocor, karena ulah Ozan.


Dia menatap Ozan dengan sorot mata kecewa bercampur takut. Ada luka tak berdarah di dalam hatinya.


Suara teriakan Ozan menyadarkan Angel dari lamunan pendeknya.


"Sedang apa kau berdiri di sana, sialan?! Kau ku gaji bukan untuk melamun. Bawa Marcel masuk ke dalam kamarnya!" teriak Ozan memberi perintah yang tak bisa dibantah.


Ozan tidak bisa berpikir jernih. Bila sedang marah dia tidak pandang bulu. Semuanya dibentak dan dicaci, kecuali orang tuanya.


"Baik, Pak."


Angel langsung menarik Marcel. Membawa paksa bocah kecil itu masuk ke dalam kamar, meninggalkan Ozan dan Freya di ruang tamu.


Freya memundurkan langkahnya saat Ozan mendekat. Mungkin dia bisa membalas Ozan bila pria itu mencoba menyakitinya. Akan tetapi, mentalnya sudah terpukul lebih awal saat berita perselingkuhannya terungkap.


Dia merasa takut, bersalah dan khawatir.


"Ozan …."

__ADS_1


"Kamu tahu, Freya. Selama ini aku berusaha menjadi anak yang patuh dan baik di depan publik agar keluargaku terlihat sempurna. Aku tidak berobat ke rumah sakit meski nyaris mati agar media tidak tahu aku sakit apa dan nama keluargaku tetap baik! Lalu apa yang kamu lakukan, huh?! Kamu telah membuat perjuanganku selama ini sia-sia, Freya?! Sia-sia?!"


Suara teriakan Ozan menggelegar. Netra merahnya mengeluarkan cairan bening. Dia amat terpukul dengan berita perselingkuhan Freya. Bukan cemburu atau patah hati.


Melainkan sakit hati, karena perjuangannya selama ini telah sia-sia. Skandal Freya dapat membuat nama baik keluarganya tercoreng. Belum lagi harga saham bisa merosot.


"Ozan … maaf … aku tidak tahu kalau hubunganku dengan Mark tercium publik. Aku minta maaf!" Freya menangis sesenggukan. Dia menangkup kedua tangannya di depan dada. Meminta maaf pada Ozan atas apa yang terjadi.


"Apa permintaan maafmu bisa melindungi kita dari amukan orang tuaku, huh?! Apa dengan maafmu bisa membuat orang-orang di luar sana berhenti menggunjing rumah tangga kita?!"


Ozan mengacak rambutnya. Rasa takut menggerogoti jiwanya membuat Ozan tidak bisa berpikir jernih.


Mata Freya melebar sempurna saat Ozan mengambil pecahan kaca. Pria itu menggenggamnya erat membuat tangan Ozan mengeluarkan cairan kental berwarna merah.


"Dari pada menanggung amukan kedua orang tuaku. Lebih baik kita berdua mati saja agar kita bisa tenang," ujar Ozan pelan dengan sorot mata kosong.


Degg.


Freya memundurkan langkahnya. Dia menggelengkan kepalanya cepat. Wanita itu gemetar ketakutan saat melihat Ozan menatap kosong dirinya. Pria itu berjalan mendekatinya.


Ozan benar-benar takut pada orang tuanya, sehingga pria itu lebih memilih bunuh diri dari pada berhadapan dengan orang tuanya.


"Ozan, bunuh diri bukan solusi," kata Freya berusaha mengembalikan kewarasan Ozan.


"Bunuh diri adalah solusi, Freya. Kita bisa tidur tenang selamanya. Mama dan papaku tidak akan bisa menyakiti kita lagi, karena dunia kita telah berbeda dengan mereka," balas Ozan tersenyum tulus untuk pertama kalinya di hadapan Freya.


Freya seolah terbius dengan senyuman Ozan tanpa sadar kalau Ozan hendak menancapkan beling tersebut ke lehernya.


"Mari mati bersama."


*


*


Mau lagi? Komentar tembus 50, author langsung up lagi 🌹❤️


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2