![[Duda] Siasat Merebut Istri Orang](https://asset.asean.biz.id/-duda--siasat-merebut-istri-orang.webp)
Pesta pernikahan Mark dan Freya berjalan lancar. Lima hari pasca kebenaran terungkap. Orang tua Mark menggelar resepsi mewah. Banyak tamu kelas atas berbondong-bondong menghadiri pesta pernikahan Mark dan Freya.
Senyuman tulus terpasang dari wajah keduanya. Mereka tidak menyangka bila waktu berlalu cepat. Perasaan baru kemarin mereka menjalin hubungan gelap. Sekarang sudah terang-terangan menikah.
Rahasia nasib orang memang tidak ada yang tahu, kecuali Sang Pencipta. Marcel ikut bahagia memiliki keluarga baru. Perlakuan yang dia dapat sangatlah istimewa.
Sehingga rasa cemburu di masa lalu ketika melihat keluarga Cemara telah tiada.
"Akhirnya selesai juga," gumam Mark lalu menghela nafas panjang.
Begitu banyak tamu yang datang, sehingga pria itu lelah berfoto dan melayani mereka semua.
"Gigi aku kering dari tadi senyum," imbuhnya lagi membuat Freya tersenyum geli.
Saat ini mereka berdua sedang berada di kamar pengantin. Aroma lavender menyeruak masuk ke dalam indera penciuman mereka berdua.
"Kamu mandi duluan atau aku?" tanya Freya serius membuat Mark terhenyak.
Pria itu menaik turunkan alisnya sebelah. Lalu menatap sang istri dari atas sampai ke bawah.
"Kalau bisa mandi berdua, buat apa harus memilih siapa dulu yang mandi hemm …!"
Mark menatap istrinya lekat. Membuat Freya tersipu malu. Suaminya memang sangat suka membuatnya salah tingkah.
"Apaan sih, Mark. Kamu jangan macam-macam," sentak Freya pura-pura galak seraya menyilangkan kedua tangan di depan dada.
Mark tak menghiraukan aksi malu-malu kucing istrinya. Dia malah semakin gencar menggoda sang istri.
"Aku cuma satu macam, Manis." Mark menarik pinggang sang istri. Merangkulnya dengan erat lalu mengecup daun telinga Freya.
Alhasil, gairah terpendam dalam tubuh Freya mencuat ke permukaan. Wanita itu menggigit bibirnya tak berdaya. Sangat mudah memancing gairah Freya. Terlebih lagi wanita itu menaruh hati padanya.
__ADS_1
"Mark," desis Freya pelan.
Mark menarik bibirnya ke atas. Tersenyum simpul melihat tanggapan tubuh Freya saat mendapatkan sentuhan bibir tebalnya.
"Apa hemm?" Mark menghembuskan nafas ke telinga Freya. Menciptakan sensasi panas di dalam darah Freya.
Freya melenguh pelan. Dia mencengkram erat lengan sang suami. Tangan nakal Mark bergerak membelai punggung Freya yang terekspos.
"Aku sudah tidak tahan lagi. Lebih baik besok saja kita mandi berdua."
Setelah mengatakan itu Mark membungkam mulut Freya. Keduanya berciuman panas. Saking panasnya, alat pendingin ruangan tak membuat keduanya kedinginan.
Saling memberi kepuasan guna mendapatkan kenikmatan bersama. Suara merdu mendayu-dayu keduanya saat mendapat puncak berhasil membuat cecak yang merayap di dinding menjadi malu-malu.
Awalnya Freya merasa rendah diri, karena tubuhnya dipenuhi banyak bekas luka oleh perbuatan Ozan di masa lalu. Namun, kata-kata Mark selalu menggetarkan jiwanya.
"Frey, kamu sangat nikmat, Sayang."
"Mark."
"Bersama."
Tubuh keduanya terguncang hebat saat merasakan puncak kenikmatan yang baru saja mereka dapatkan. Tersenyum lega, karena menjalin hubungan badan di dalam ikatan yang halal.
Mark memeluk erat tubuh istrinya. Tak pernah bosan menghadiahkan kecupan manis di kening Freya. Wanita itu tersenyum dengan mata tertutup.
"Terima kasih, karena sudah mau menikah dengan janda sepertiku," ujar Freya dengan suara pelan.
"Kamu janda bukan sembarang janda, Frey. Sama seperti aku yang duda … duda bukan sembarang duda. Kita sama-sama masih hot," balas Mark dengan nada bercanda membuat Freya tertawa kecil.
Keduanya pun terlelap dalam keadaan saling berpelukan.
__ADS_1
*
*
Seorang pria berkacamata sedang berhadapan dengan pria paruh baya. Keduanya tampak berbincang hal serius, atau lebih tepatnya pria paruh baya datang untuk meminta bantuan.
"Tolong, Jim. Saya cuma minta 5 Miliar untuk suntik dana ke perusahaan saya." Pria paruh baya itu menatap Jimmy penuh harap.
Jimmy menatap pria itu datar. Raut wajahnya tanpa emosi, sejak Ozan masuk rumah sakit jiwa. Dialah yang mengelola perusahaan Ozan agar tetap amanah.
"Sejak Nona Freya bercerai dengan majikan saya. Maka Anda sudah tidak punya hak untuk meminta tolong pada saya atau majikan saya!" balas Jimmy dengan nada tegas.
"Kalau mau. Minta saja pada menantu Anda," imbuh Jimmy lagi seraya tersenyum samar membuat pria paruh baya itu tersentak.
Ya, seperti tebakan kalian. Kalau pria paruh baya itu adalah ayah angkat Freya yang dulunya tega menjual Freya ke keluarga Pratama.
Mereka adalah penjahat sesungguhnya, karena telah membawa Freya masuk ke dalam neraka dunia.
*
*
Yuhuu … kisah Freya dan Mark hampir tamat.
Kira-kira kalau author triple up apa kakak semua mau kerja sama? Misal setiap hari aku triple up dan bab nya panjang2 kakak, bunda dan emak2 semuanya mau komentar di setiap bab? Minimal 100 kata.
Serius … komentar pembaca itu seperti amunisi buat author.
Jawab di kolom komentar yah.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️