[Duda] Siasat Merebut Istri Orang

[Duda] Siasat Merebut Istri Orang
Hancur Hati Freya


__ADS_3

Sudah seminggu berlalu sejak penolakan Freya. Hari-hari yang dilalui ibu muda itu bersama Mark sangat canggung dan dingin. Mark tak lagi hangat seperti dulu. Dia lebih cuek dan hanya peduli tentang pekerjaan. Walaupun keduanya sempat mengobrol, tetap saja yang diobrolkan seputar pekerjaan.


Timbul tanda tanya dalam hati Freya, apakah selama ini Mark hanya gimmick saja? Karena setelah hari itu sikap Mark sangatlah berubah.


Ataukah, rasa cinta Mark untuk Freya telah pudar. Sungguh, hati Freya sedang dilanda dilema. Dia tidak suka suasana canggung antara dirinya dan Mark. Ingin memulai pembicaraan, namun tak ada yang bisa diobrolkan. Karena memang dia tidak tahu banyak tentang Mark.


"Semoga kerjasama kita sukses, Tuan Mark!" Seorang pria paruh baya menjabat tangan Mark.


Suara pria itu membuat Freya tersadar dari lamunan pendeknya. Saat ini mereka sedang membicarakan keuntungan kerjasama antara perusahaan Mark dan perusahaan pria di hadapannya ini.


"Aamiin." Mark ikut mendoakan.


Keduanya memilih mengobrol ringan untuk sejenak, karena telah lama tak berjumpa. Kebetulan pria paruh baya itu adalah teman ayahnya.


"Sekarang kita tidak harus bicara formal lagi, karena pembicaraan tentang kerjasama telah selesai. Bagaimana kabarmu, Mark?" tanya pria tua bernama Lee Hyun Jin itu.


"Baik, Paman. Paman sendiri bagaimana? Apa sakitnya telah sembuh total?" tanya Mark ramah.


"Seperti yang kamu lihat, Mark. Paman sudah sehat, tahun lalu setelah mendapatkan pendonor ginjal, paman sudah tidak sakit lagi. Makanya, Paman bisa handle perusahaan paman tanpa harus diwakilkan kalau ada rapat seperti saat ini."


Lee Hyun Jin bercerita banyak hal pada Mark. Pria itu menjadi pendengar yang baik, Freya sesekali melirik Mark yang sama sekali tidak peduli dengannya. Ada rasa kesal dalam hati, dia benar-benar merasa diabaikan.


Perubahan sikap Mark membuat hatinya sakit. Dia ingin Mark yang dulu, sering mengajaknya bercanda. Berbeda dengan sekarang Mark sangatlah kaku.


"Ada apa denganku? Bukannya ini yang aku inginkan, hubungan atasan dan bawahan. Tidak lebih dari itu? Lantas, kenapa aku tidak suka … kenapa hati aku sakit saat Mark mengabaikan ku? Kenapa aku cemburu saat melihat Mark tersenyum pada banyak orang, sedangkan padaku dia hanya tersenyum samar atau bahkan cuek," batin Freya bertanya-tanya.


Dirinya benar-benar merasa seperti hanya bawahan saja. Tidak lebih dari itu.


Hati wanita memang sulit ditebak, lain di mulut lain di hati. Sama seperti Freya, di mulut ingin hubungan atasan dan bawahan. Namun, di hati ingin diperlakukan lebih dari itu.


Jantung Freya berdegup kencang saat mendengar pertanyaan Lee Hyun Jin pada Mark.


"Kamu kapan menikah?" tanya Lee Hyun Jin serius menatap anak sahabatnya.

__ADS_1


Mark yang ditanya tersenyum tipis. Dia meneguk jus jeruk di hadapannya terlebih dahulu, setelahnya dia menjawab pertanyaan Lee Hyun Jin.


"Saya belum tahu, Paman," jawab Mark membuat Freya menghela nafas lega.


Tanpa sadar wanita itu sangat senang karena Mark belum punya rencana menikah.


"Belum tahu, berarti sudah punya calon, dong. Cuma belum tahu kapan pastinya kamu menikah," tebak Lee Hyun Jin membuat Mark terkekeh kecil.


Berbeda dengan Freya yang terhenyak. Dia terkejut mendengarnya, benar seperti yang dikatakan oleh Lee Hyun Jin. Belum tahu bukan berarti belum punya calon.


"Calon sih sudah ada, Paman. Sangat banyak bahkan. Tapi, ya gitu … belum tahu kapan mau menikah."


"Tapi, rencana ada, 'kan?" tanya pria paruh baya itu lagi.


"Tentu saja ada, Paman. Saya juga pengen punya istri. Cuma belum ada waktu yang pas. Jadwal saya selama tahun ini penuh. Mungkin tahun depan," jawab Mark ambigu membuat dada Freya sesak tak karuan.


Wanita itu mencengkram erat ujung rok hitam nya. Ada rasa aneh dan sakit menjalar dalam hatinya. Dia tidak suka mendengar Mark akan menikah.


"Kok sakit ya? Padahal seharusnya aku tidak boleh sakit, karena salah sendiri kemarin kenapa nolak dia. Tapi, mendengar dia mau menikah dengan yang lain, kok aku tidak suka?".


"Emang calon nya siapa? Orang mana? Siapa orang tuanya? Orang tuanya punya perusahaan berapa? Dia kerja sebagai apa?"


Lee Hyun Jin sudah seperti polisi yang sedang mengintrogasi penjahat. Mark yang mendengarnya hanya bisa tersenyum geli, karena sahabat ayahnya memang sangatlah kepo orang nya.


Berbeda dengan Freya yang mendengarnya malah kesal sendiri. Walau tak dipungkiri ada rasa sakit dalam hati, karena dari pertanyaan Lee Hyun Jin sudah pasti calon Mark harus kaya.


"Paman sudah kayak polisi saja, banyak nanya!" celetuk Mark membuat Lee Hyun Jin tertawa kecil.


"Paman cuma sayang dan peduli sama kamu. Jangan sampai kamu menikah dengan orang yang salah. Pastikan bibit bebet bobot nya jelas. Jangan hanya nilai wajah cantik dan sifat lugu dan kamu sudah jatuh cinta. Perempuan itu ada dua jenisnya, yang pertama lugu yang kedua palsu! Paman sarankan kamu cari istri yang berasal dari kalangan kita. Agar kamunya tidak capek mengurus perusahaan sendiri."


"Kalau nanti kamu punya istri dari kalangan kita. Sudah pasti istri kamu di masa depan bakal bangun kamu mengurus perusahaan. Dia juga tidak akan mata duitan, karena sedari kecil sudah di sodorin duit sendiri. Bukan duit orang lain! Kalau kamu pilih gadis yang berasal dari kasta rendah, kamunya bakal capek. Bisa jadi dia juga mengincar harta kamu saja. Ya, walaupun tidak semuanya! Kamu tahu, 'kan, bagaimana cerita rumah tangga paman yang pertama?"


Lee Hyun Jin berbicara panjang lebar, menasehati Mark agar pria itu tidak salah pilih pasangan. Di akhir kalimatnya terdapat pertanyaan.

__ADS_1


"Tahu … istri pertama paman bawa kabur aset berharga paman dan meninggalkan paman saat bangkrut," jawab Mark serius teringat cerita dari sang ayah, bagaimana tragisnya kehidupan Lee Hyun Jin.


Lee Hyun Jin rela menentang orang tuanya untuk menikahi gadis lugu berasal dari kasta rendah. Dia mengira bisa hidup bahagia dan sang istri benar-benar tulus mencintainya.


Nyatanya di tahun ketiga menikah, perusahaan Lee Hyun Jin nyaris gulung tikar dan istrinya memilih membawa kabur semua aset berharga.


Sejak saat itu Lee Hyun Jin punya kesan tidak baik dengan gadis yang berasal dari kasta rendah.


"Paman harap kamu bisa ambil pelajaran dari kisah paman. Cinta boleh, tapi jangan buat! Sampai-sampai kesalahan dan kekurangan wanita yang dicinta tidak terlihat. Jangan sampai kamu menyesal kayak paman dulu."


Lee Hyun Jin kembali menasehati Mark. Pria itu mendengarnya dengan baik tanpa bantahan sedikitpun.


Kemudian Lee Hyun Jin menoleh ke arah Freya. Dia baru sadar kalau ada orang lain selain dirinya dan Mark di sana.


"Kalau kamu bagaimana? Sudah menikah?" tanya Lee Hyun Jin seraya menaikkan alisnya sebelah.


"Sudah, Pak," jawab Freya sopan.


"Aaa ….sayang sekali. Padahal kamu kelihatan cocok jadi istri Mark," ujarnya membuat Freya dan Mark tersedak ludah.


*


*


Tenang … Freya tetap sama Mark. Cuma si Freya lagi tarik ulur karena tidak mudah menerima cinta Mark apalagi dia punya suami.


Bab nya panjang loh 🥺 biasanya ini 2 bab. Tapi author jadikan 1 bab.


Mau lagi nggak?? 😍😍


Jangan lupa kopi nya yah 🙏🌹


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2