![[Duda] Siasat Merebut Istri Orang](https://asset.asean.biz.id/-duda--siasat-merebut-istri-orang.webp)
Rapat keluarga diadakan secara mendadak. Semua orang berkumpul, termasuk Freya dan Mark. Keduanya bertanya-tanya dalam hati, mengapa kondisi ruangan sangatlah dingin. Terlebih lagi raut wajah Jack yang tidak ramah sekali.
Biasanya pria itu akan berbicara banyak hal. Namun, mengapa malam ini tampak tegang dan seperti orang yang menyimpan amarah besar.
Sorot mata Jack memindai Freya dan Mark secara bergantian. Bulu kuduk keduanya berdiri, seperti bertemu dengan hantu saja.
Menelan ludah kasar dan berkeringat dingin tentunya.
"Apa yang terjadi? Kenapa papa terlihat sangat marah?"
Begitulah kira-kira pertanyaan dalam hati mereka berdua.
"Apa kalian berdua tidak merasa pernah melakukan kesalahan?" tanya Jack dengan suara dingin.
"Sebagai manusia, tentunya kamu pernah melakukan kesalahan, Pa."
Mark menjawab dengan bijak. Mewakili jawaban dari Freya. Wanita itu menganggukkan kepalanya setuju.
Kali ini dia serahkan pada Mark, karena Freya tidak tahu harus menyikapi Jack seperti apa. Mereka baru mengenal satu sama lain beberapa hari yang lalu. Takut salah jawab membuat hubungan keduanya renggang.
"Yang papa maksud bukan kesalahan sebagai manusia. Tapi, kesalahan sebagai orang tuanya Marcel?!" sentak Jack dengan nada tinggi. Pria itu bahkan menggebrak meja dengan sangat keras.
Terkejut Freya beserta penghuni dalam ruangan tersebut. Entah apa yang telah terjadi, sehingga membuat Jack marah besar.
Ekspresi wajah Freya dan Mark menjadi pucat pasi. Mereka bingung dengan pertanyaan Jack.
__ADS_1
"Maksud papa kami berdua telah salah, karena membuat Marcel tertembak kemarin. Bukannya, kami sudah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi waktu itu," tukas Mark dengan hati-hati. Dia mengira Jack marah, dikarenakan kejadian beberapa hari yang lalu.
Jack menarik nafasnya dalam. Lalu menghela nafasnya berat. Dia memijat keningnya yang berdenyut nyeri.
"Kalian berdua memang pasangan yang cocok," gumam Jack pelan.
Mark tersenyum kecil mendengarnya. Dia mengira sang ayah sedang memuji dirinya dan Freya.
Tak tahu saja Jack marah besar padanya.
"Freya, apa kamu tidak ingat wajah pria yang menanam benih ke dalam rahimmu delapan tahun yang lalu?" tanya Jack serius membuat Freya terhenyak.
Untuk apa Jack membuka masa lalunya?
Freya menggelengkan kepalanya lemah. Dia tidak ingat apa-apa.
"Tato ular kecil, bukan?" Jack bertanya untuk memastikan membuat Freya mengangguk kepalanya.
Dia bingung, dari mana Jack mengetahui hal tersebut. Padahal, selama ini dia selalu menyimpan rapat rahasia itu. Bahkan, Mark saja tidak tahu.
Jack tersenyum sinis. Dia menatap Mark yang tampak kebingungan.
"Buka pakaian mu, Mark!" titah Jack membuat Mark terkejut bukan main.
"Untuk apa, Pa?" protes Mark.
__ADS_1
"Buka sekarang, atau papa yang paksa buka!" titah Jack tak ingin dibantah.
Mark hanya mampu menelan ludahnya kasar. Dia tidak punya pilihan lain, segera saja dia membuka kemaja yang dia pakai. Lalu berdiri di depan sang ayah, membelakangi Freya.
"Lihat baik-baik, Freya. Apakah tato ini yang kamu lihat?!"
Jack berbicara dengan nada tegas seraya menunjuk ke arah punggung Mark. Terdapat tato ular yang amat sangat kecil. Jujur Mark ketakutan, karena dalam keluarganya tidak ada yang punya tato.
Dulu waktu kuliah, Mark pernah ikut organisasi hitam. Dia terpaksa memakai tato ini guna sebagai tanda pengenal bahwa dia salah satu organisasi tersebut.
Namun, setelah ketahuan Jack. Mark dipaksa keluar.
Kembali lagi pada Freya. Wanita itu menutup mulutnya tak percaya, seolah merasakan Dejavu.
"Ti … tidak mungkin," gumamnya terbata-bata.
Mark adalah pria itu.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️