![[Duda] Siasat Merebut Istri Orang](https://asset.asean.biz.id/-duda--siasat-merebut-istri-orang.webp)
Sehari setelah Ozan sadar dari koma. Jimmy langsung mengajak pria itu berdiskusi. Tidak hanya Ozan, tetapi juga Mark sebagai perwakilan Freya. Wanita itu trauma bertemu dengan Ozan.
"Bagaimana keadaannya?"
Ozan membunuh keheningan membuat Jimmy dan Mark menatapnya penuh arti. Jujur saja hati kecil Ozan merasa bersalah pada Freya, karena hampir membunuh wanita itu.
Sekarang otaknya sudah dingin.
"Dia sangat membencimu." Mark membalas dengan nada dingin. Dia menatap tajam Ozan yang kini menundukkan kepalanya.
"Lebih baik mati daripada harus berhadapan dengan orang tuaku. Tentu saja mereka akan menganiaya kami berdua sampai mereka puas. Mati hanya sakit sebentar. Kalau disiksa sakitnya lama."
Ozan masih mengingat kekejaman orang tuanya. Dia tidak mau Freya juga merasakan apa yang dia rasakan selama ini.
Alasan seperti itu diambil berdasarkan rasa takut yang berlebihan. Sehingga, pria itu tidak bisa berpikir jernih.
Mark ingin marah, namun teringat kondisi psikis Ozan yang juga terganggu akibat pola asuh orang tuanya.
"Pak, apakah Anda mau saya penjarakan kedua orang tua Anda?"
Jimmy bertanya dengan serius membuat Ozan terhenyak. Dia menatap Jimmy dengan sorot mata berbinar, namun hanya sesaat. Sorot matanya meredup, teringat kekuasaan ayahnya.
"Kamu tidak akan bisa, Jim. Mereka punya kuasa di atasku. Banyak tikus kantor yang menjalin kerja sama dengannya."
Ozan memberi alasan. Dia meragukan tawaran Jimmy. Tahu betul bagaimana kuasa yang dimiliki oleh orang tuanya. Koneksi di mana-mana.
__ADS_1
Jimmy memberikan tablet pada Ozan. Pria itu mengernyitkan dahinya tak mengerti.
"Lihatlah, Pak. Apa yang sudah terjadi saat Anda koma."
Jimmy memberi perintah. Membuat Ozan langsung membaca berita di layar tablet itu. Terkejut sekali mengetahui fakta keluarganya sedang disorot oleh media.
Tak hanya itu saham perusahaan sang ayah telah merosot.
Belum lagi ada kabar berita tentang riwayat psikologisnya.
Dia juga menonton konferensi pers Jimmy bersama Mark. Membenarkan semua yang dikatakan oleh Mark maupun Jimmy terkecuali satu hal.
"Aku gila?"
"Hanya dengan itu Anda terbebas dari hukuman penjara. Percuma Nona Freya tidak menuntut Anda, karena berita ini telah viral. Akan banyak sekali musuh Anda yang memaksa polisi untuk meringkus Anda segera."
"Syarat satu-satunya agar orang tua Anda mendapatkan hukuman adalah dengan car ini. Anda harus mengikuti cara kami dengan cara pura-pura gila untuk sementara waktu. Agar publik iba dan bersatu untuk melengserkan kedudukan Pak Amir dari posisinya. Sehingga perusahaan jatuh ke tangan Anda sepenuhnya."
"Bila Bapak tidak ingin bekerja sama. Maka Pak Amir pasti akan terus menekan bapak agar mau membantah tuduhan saya kalau beliau dan istrinya tidak bersalah."
"Pilihannya cuma dua, Pak. Bergabung dengan kami agar orang tua Anda mendapatkan hukuman. Kedua, teruslah menjadi boneka orang tua Anda sampai mati! Terdengar kejam memang karena saat ini Anda berniat menghukum orang tua Anda sendiri. Tetapi, sebagai anak yang tersakiti. Ada kalanya kita harus berperan sebagai algojo untuk orang tua kita! sendiri!"
Jimmy menjelaskan semuanya. Alasan dirinya terpaksa mengatakan di depan publik kalau Ozan gila. Agar Ozan tidak mendapat hujatan dan perusahaan pria itu punya peluang untuk terus bertahan.
Ozan terdiam sejenak. Dia merenungi perkataan Jimmy. Selama ini orang tuanya sudah kelewatan.
__ADS_1
Inilah kesempatan baginya membalas mereka dan hidup Ozan aman.
Pria itu kembali menatap Mark.
"Apa Freya benar-benar memaafkan ku? Dia tidak berniat menjebloskan ku ke penjara?" tanya Ozan ragu.
Mark menghela nafas berat.
"Dia ingin memasukkan mu ke penjara. Tapi, kesempatan untuk menjebloskan kedua orang tuamu cuma datang satu kali seumur hidup. Ini adalah waktu yang tepat. Lagi pula, Freya bilang kamu juga korban kekejaman orang tuamu. Sehingga karaktermu terbentuk seperti ini … mungkin dia bisa memaafkannya, tetapi untuk melupakan, Freya tidak bisa. Itulah mengapa dia tidak menjebloskan mu ke penjara. Tapi, dia bilang … tolong jangan hadir dalam hidupnya lagi, karena saat melihat wajahmu. Dia bisa melihat masa lalunya yang menyedihkan!"
Mark menyampaikan pesan Freya dengan berat hati. Tanpa sadar Ozan meneteskan air matanya. Segera pria itu usap agar Mark dan Jimmy tidak melihatnya.
"Baiklah, aku setuju. Kamu benar, Jim. Sudah saatnya aku berperan sebagai algojo. Bukan sebagai korban!"
*
*
Btw Ozan itu masih perjaka yah. Di malam pertama itu Freya yang jelasin kalau dia udah gak perawan biar Ozan gak kecewa.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
__ADS_1