(Im)perfect Couple

(Im)perfect Couple
Bab 38


__ADS_3

Saling Melengkapi


Kanya memandangi langit-langit kamarnya. Ia tak menyangka akan bertemu dengan Gareta. Apa ia ceritakan masalah pada suaminya? Rasanya tidak perlu! Itu hanya akan menambah ketegangan suaminya dan Gareta.


Ucapan Gareta banyak sedikit mempengaruhi pikiran Kanya. Sungguh ia ingin membantu suaminya melakukan sesuatu selain memberi pelukan hangat.


Tapi apa yang bisa ia lakukan? Kanya kembali menenggelamkan wajahnya di guling. Kembali berpikir dengan kapasitas otaknya yang dangkal untuk berusaha berbuat sesuatu untuk suaminya.


Karena jenuh dan tak bisa berpikir terlalu keras. Kanya memperhatikan ponselnya. Ia melihat akun Instagram miliknya yang sudah lama tak ia kunjungi.


Ia mengabaikan ratusan notifikasi. Kanya malah ingin melihat feed lama yang tak ia buka. Tenyata dari feed yang Kanya lihat. Hanya feed pernikahan Kanya lah yang mendapat banyak like dan komen. Tapi jangan ditanya mungkin hanya 99,91 persen berisi komentar negatif. Kenapa perbedaan feed yang satu dan yang lain sangat kentara.


Mungkin pernikahan kami memang menghebohkan para netizen ababil di negeri ini.


Tentu saja perbedaan aku dan Mas Bian Sangat mencolok sekali. Ribuan komentar langsung membanjir di feed tentang pernikahan kita.


Mungkin jika dalam komik akan muncul tanda bola lampu di atas kepala Kanya. Hanya melihat feed foto pernikahan Kanya mendapatkan ide yang di anggap cemerlang. Diterima atau tidak oleh Bian itu urusan belakangan. Ia harus menyampaikan ide ini pada suaminya. Rasanya sudah tak sabar menunggu suaminya pulang.


.


.


.


.


"Mas teh," Kanya menyodorkan teh kepada Bian yang berada di ruang kerja. Setelah sampai rumah, suaminya mandi, makan dan langsung ke ruang kerja lagi.


"Sini," Bian menepuk kursi di sampingnya.


Kanya sudah paham kode yang diberikan suaminya langsung mendekat duduk di samping suaminya.


Bian memutar kursi menghadap ke arah Kanya. Di elusnya perut sang istri yang masih rata itu dengan lembut.


Geli! Tapi Kanya suka jika Bian mengelus perutnya. Ini membuat hatinya tenang.

__ADS_1


"Kay, kamu masih ingat Rahmat?" tanya Bian disela kegiatannya mengelus perut Kanya.


Kanya mengangguk, tentu ia sangat ingat Rahmat. Anak dari keluarga tidak mampu yang berjualan keripik singkong demi berlangganan menjadi pengguna sobatpintar.


"Dia ciptakan masker penghilang bekas luka dari kulit ari singkong untuk lomba sains tingkat SD. Ia memaafkan limbah kulit singkong jualannya."


"Oh ya, keren Mas." Kanya takjub tentu.


"Rencananya tim sobatpintar akan bawa ke laboratorium IPB untuk penelitian lebih lanjut. Setelah itu kemungkinan besar akan bisa dikembangkan untuk kepentingan produksi." Cerita Bian dengan semangat.


Kanya bisa melihat sedikit raut bahagia di wajah suaminya. Mungkin berita dari Rahmat ini sedikit memberi hiburan untuk suaminya yang tengah berada dalam masalah di kantornya.


"Mas, Kanya punya pendapat. Tapi digunakan atau tidak itu terserah Mas," seru Kanya jadi tak yakin.


"Oh ya! Apa?" balas Bian.


"Kenapa kita nggak memanfaatkan sosial media. Sekarang hal yang kecil saja bisa besar dan diketahui semua orang karena sosial media. Bahkan video kontroversi durasi pendek selebriti saja bisa menyebar dengan cepat dan jadi bahan pembicaraan. Kita hanya butuh satu kata Mas, Viral!" seru Kanya semangat.


Bian masih menatap Kanya menyimak pendapat istrinya.


"Kita bisa gandeng para selegram dan influencer. Kita buat mereka ikuti meramaikan acara yang di buat sobatpintar, kita buat konten-konten kreatif yang melibatkan mereka hingga konten kita Viral! Kita buat trending di Twitter! Kita buat fyp di tiktok! otomatis akan ikut trending juga di Instagram, YouTube, Facebook. Media dan televisi pasti juga ikut menayangkan tanpa perlu kita meminta untuk di liput Mas."


Kelihatannya Kanya saja yang terlalu berapi-api menyampaikan idenya. Bian tampak biasa saja!


Tentu saja! mungkin team kreatif sobatpintar bisa menciptakan ide-ide yang lebih berbobot dari ide Kanya.


"Nggak perlu dipakai juga nggak apa-apa kok Mas, Kanya cuma ngungkapkan ide aja," balas Kanya.


Bian mengangguk-ngangguk serius kali ini. "Kenapa tak terpikir oleh Mas ya," balas Bian.


"Apa itu Mas," tanya Kanya.


Bian meraih kedua tangan Kanya dan menggenggamnya.


"Kamu memang penyejuk Mas saat rapuh Kay, kamu selalu bisa melengkapi kekurangan Mas." Kanya terbengong mendengar perkataan suaminya.

__ADS_1


"Aku," lirih Kanya masih bengong.


"Kelebihanmu untuk kekuranganku Kay. Kelebihanku untuk kekuranganmu. Kita ada untuk saling melengkapi kan."


Kanya ikut tersenyum lebar melihat suaminya yang terlihat jauh-jauh lebih cerah.


"Ide kamu luar biasa Sayang, Mas pernah terpikir untuk mengandeng selebgram atau influencer. Tapi sama sekali tak terpikirkan untuk menjadikan Viral."


"Mas setuju?" tanya Kanya Ragu.


Bian mendekatkan dengan Kanya, senyum lebar menghiasi sudut bibirnya. "Kita akan buat event yang akan menjadikan sobatpintar Viral."


Kanya memeluk Bian yang kembali bersemagat. Ia tak menyangka ide kecilnya diterima dengan baik dan menumbuhkan lagi semangat suaminya.


Tidak ada masalah tanpa solusi. Tuhan sudah mengatur semuanya.


Kanya sadar, di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan.


Begitu juga dengan pasangan, pasti akan menemukan setiap kekurangan dengan seseorang yang terlihat sempurna sekalipun. Namun, kekurangan inilah yang menjadi kunci agar pasangan lebih peka, saling mengerti, dan melengkapi satu sama lain.


Benar kata Bian, Tugas kita adalah saling melengkapi dan menyempurnakan. Menutupi kelemahan pasangan dengan kelebihan.


"Mas, jika sobatpintar tidak bisa membuat acara live di TV, kita masih bisa live di Instagram, tiktok, YouTube. Gratis!" ucap Kanya semangat mengepalkan tangan.


"Kita akan buat semua orang membicarakan sobatpintar!" Bian mengecup Kanya. "Terimakasih kasih sudah menjadi istri yang tepat untuk Mas Kay."


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2