
Malam puncak Festival
Ini adalah tahun kedua sobatpintar mengadakan acara penyambutan tahun ajaran baru. Berbeda dengan tahun lalu acara yang digelar dengan megah dengan menghadirkan artis-artis muda ternama. Acara itu pun di siarkan secara langsung di empat stasiun TV nasional.
Tapi tahun ini, acara yang di usung sobatpintar benar-benar berbeda. Mereka membuat acara bertajuk Festival pelajar sobatpintar. Acara yang di isi dengan berbagai lomba-lomba akademik, sains dan kreatifitas. Meskipun ini sebuah perlombaan tapi tetap mengusung konsep yang menghibur dan mendidik. Festival ini seperti pesta untuk para pelajar. Reward untuk pengguna sobatpintar. Semuanya berkesempatan berpartisipasi baik online maupun offline di seluruh Nusantara.
Sobatpintar juga mengandeng para influencer agar bisa menfaatkan media sosial mereka untuk meramaikan acara ini.
Tiga hari sudah acara berlangsung. Jangan ditanya berapa lama persiapan acara ini. Hanya dua minggu. Bahkan Kanya merelakan suaminya yang hampir pulang larut malam demi suksesnya acara ini.
Mungkin para pengguna yang menanti acara tahunan sobatpintar sedikit kecewa karena tidak dapat tayang di TV tahun ini. Mungkin saat ini, di waktu yang sama aplikasi bimbel nomor satu itu yang tayang di seluruh TV nasional.
Tapi apa para generasi muda hanya fokus pada layar televisi. Tentu tidak! Mereka pasti lebih memilih menghabiskan waktu dengan layar ponsel. Terbukti sejak hari kedua penonton konten yang di buat sobatpintar meroket naik.
Kanya yakin sesuatu yang dibuat dengan ketulusan tanpa ada tujuan lain, akan mendapatkan jalannya sendiri dari yang Maha Kuasa. Terbukti saat ini, acara puncak hari ketiga. Penonton live di media sosial sudah melebihi target team kreatif.
Terlebih dalam malam puncak festival pelajar sobatpintar menghadirkan beberapa artis muda. Salah satu ada aktor muda yang menjadi brand ambassador baru.
Selain menjadi aktor, ia juga menjadi penyanyi, model yang sedang melambung. Dibalik kesuksesan ia tak pernah melupakan pentingnya pendidikan. Terbukti ia juga berprestasi di bidang akademik hingga mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan S2 di Stanford University.
Kanya berpikir brand ambassador Sobatpintar sekarang jauh lebih baik dari pendahulunya Gareta Cornelia.
Sekarang Kanya dan dua sahabatnya Raisa dan Liliana menempati duduk di barisan paling depan. Acara malam puncak Festival pelajar Sobatpintar di gelar di auditorium.
"Saya juga nggak menyangka dari aplikasi ini lahir bibit-bibit masa depan yang cemerlang. Karena saya yakin setiap anak punya kelebihan dan potensi masing-masing. Siapapun berhak punya hak untuk mendapatkan ilmu lebih di luar pendidikan formal. Setiap anak berhak mengapresiasi kreatifitas di luar pendidikan formal. Di sobatpintar para pelajar kita di ajak untuk sharing, bermain, dan banyak hal yang mungkin menjadi daya ingat anak lebih tajam. Merasa rindu akan belajar, merasa bahwa belajar bukan lagi tuntutan tapi kebutuhan. Dan siapapun dari kalangan apapun, mereka mendapatkan kebutuhan belajar yang sama!" Suara Abian mengema di langit-langit. Riuh tepuk tangan mengema di seluruh auditorium.
Sebelum malam puncak pengumuman pemenang berbagai kompetisi. Acara di awali dengan talking dengan founder sekaligus CEO sobatpintar.
"Luar biasa itu sebabnya sobatpintar sudah di unduh lebih dari Lima juta kali di tahun kedua," seru MC pria yang begitu semangat yang mendapat sambutan lagi dari audience.
"Satu lagi. Pada dasarnya semua anak itu pintar, tidak ada yang namanya anak bodoh. Karena terkadang ada anak memang tidak ahli dalam satu hal, dalam akademi misalnya. Namun mereka pasti memiliki keahlian pada bidang lain. Misalnya, si A kurang ahli dalam bidang matematika, tapi si A ini ahli dalam ilmu verbal atau bahasanya bagus. Disinilah yang dinamakan kecerdasan anak itu berbeda-beda. Kita tinggal mengali potensi yang ada dalam diri anak. Albert Einstein said, Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid".
Suara tepuk tangan lagi-lagi mengema di penjuru audiotarium.
"Ada pengguna sobatpintar yang begitu menarik perhatian kita semua. Dia masih kelas 4 SD, dia bukan berasal dari keluarga yang mapan atau berpendidikan tinggi, bukan juga dari keluarga pekerja pemerintah. Dia bahkan berjualan keripik singkong untuk bisa tetap berlangganan di sobatpintar. Tapi dia bisa memenangkan kompetisi sains tingkat nasional dengan menciptakan cream penyamar bekas luka dari kulit ari singkong sisa jualannya. Dia memaafkan bahan yang ada di sekitarnya. Sudah di pastikan Rahmat akan kita kawal beasiswa sampai penguruan tinggi!"
__ADS_1
Suara riuh tepuk tangan memenuhi auditorium. Selain Rahmat ada dua lagi pengguna Sobatpintar dari desa yang sukses memenangkan olimpiade. Ketiga anak berbakat itu di tampilkan di layar monitor besar di belakang sofa Abian dan MC.
"Sorry gue telat." Galang langsung muncul di samping Kanya.
"Kebiasaan!" omel Raisa.
"Tadi ketiduran! Demi Kanya yang lagi hamil nih, Gue sampai cancel puluhan jadwal pemotretan. Gue belain begadang buat pastikan konten dari temen-temen gue rame."
"Iya Galang makasih. Ikhlas Kan," sewot Kanya.
Galang termasuk fotografer yang punya banyak kenalan dan teman para influencer ternama. Ia juga salah satu orang yang ikut mengandeng para influencer kenalnya untuk ikut meramaikan festival pelajar sobatpintar.
"Ya, sudah dengarin suami loh ngomong!" Galang mengalihkan ketiga sahabat melihat kembali ke arah panggung.
"Kalau kita semua boleh tahu nih Kak Bian, selain untuk ikut serta memajukan pendidikan di negeri ini. Ada motivasi lain Kak Bian kembali ke tanah air dan menciptakan aplikasi luar biasa ini," tanya MC Wanita.
Bian langsung melihat ke arah Kanya. Senyum nampak mengembang di bibirnya. Lalu pria itu menunduk menahan senyumnya agar tetap terlihat elegan.
"Karena gadis manis yang selalu di bully di sekolah karena di anggap bodoh dan miskin." Suara Bian mengema di langit audiotarium.
Seluruh auditorium tercengang dan diam kali ini ikut menyimak.
"Mereka juga tidak tahu, kalau gadis manis yang di anggap bodoh itu membagikan buku dan perlengkapan sekolah setiap minggu untuk anak-anak di daerah pinggiran kota."
"Mereka juga tak akan pernah tahu bagaimana gadis itu membela siswa anak petugas kebersihan yang di bully karena dituduh mencuri."
"Dan meraka tak akan pernah tahu gadis yang mereka anggap miskin dan bodoh itu adalah anak pemilik ritel ternama di negeri ini yang bahkan rela masuk ke dalam parit hanya demi mengambil boneka cucu kakek pedagang asongan yang jatuh."
Mata Kanya berkaca-kaca terharu, kembali ke memori beberapa tahun silam, apa sedetail itu suaminya mengamatinya dulu. Bahkan Bian seolah tahu semua kegiatan selama masa sekolah. Padahal itu kejadian sudah berlalu bertahun-tahun lalu.
"Kak Bian, siapa nih Gadis manis itu," MC cowok mengoda Bian.
Wajah Bian merona malu, Kanya bisa melihat suaminya menunduk salah tingkah seperti anak SMA yang ketahuan baru jadian.
"Kak Bian siapa sih, Saya siap berguru pada suhu yang sudah meluluhkan lantah hati seorang Abian baskara. Sampai menjadi motivasinya mendirikan aplikasi hebat ini," canda MC wanita itu ikut mengoda Abian.
__ADS_1
"Kak Kanya! Kak Kanya! Kak Kanya," tebak audience teriak kegirangan seolah ikut tersentuh kisah Bian.
"Gadis manis itu ..." Bian menjeda kalimatnya dengan menahan senyum.
Tiba-tiba layar besar dibelakang Bian menampilkan wajah Kanya yang tersorot kamera. Kanya melotot langsung menutup wajahnya malu, audience semakin ricuh memberikan sorakan.
"Dia gadis manis itu," Bian menunjuk layar besar dibelakangnya dengan senyum lebar kali ini.
Jangan di tanya seramai apa suasana di dalam audiotarium.
"Cieh! Nggak nyangka Gue ternyata Kanya benar-benar true love CEO kita," oceh Galang.
"Kayaknya ada sesuatu yang akan membuat festival ini akan lebih viral!" seru Liliana girang langsung mengetik sesuatu di ponselnya.
"Jangan mecem-macem Li," lirik Kanya melotot.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung .........
Bakalan ada apa di part selanjutnya guys!
__ADS_1
Jangan lupa komen like bagi gift ya 😘😘😘
Loph gede-gede dari Ei😘