(Im)perfect Couple

(Im)perfect Couple
Bab 5


__ADS_3

"Sudah semua Kay," tanya Bian usai memasukan koper milik Kanya di kap belakang mobil.


"Sudah Mas," balas Kanya.


"Ayo masuk," Bian melangkah menuju kursi kemudi. Kanya tentu saja langsung mengikuti langkah Bian. Apa yang diharapkan, Bian membukakan pintu untuknya. Jangan bermimpi Kanya! Dia saja ingin cepat-cepat ingin pergi menjauhi keluarga. Tentu saja supaya bebas tak berpura-pura lagi seolah bahagia dengan pernikahannya.


Kanya langsung duduk di samping bangku kemudi HRV warna merah. Ya, mobil Bian hanya HRV keluaran tahun lalu. CEO di novel Kanya mana ada yang mau pakai mobil seperti itu, minimal mobilnya supercar sekelas Lamborghini yang suara knalpotnya bisa menyebabkan polusi suara.


Kanya yakin, Bian bukan tak mampu membeli mobil semahal hayalannya. Sobatpintar sudah menjadi aplikasi belajar yang paling di cari saat ini, sudah di pastikan pundi rupiah ikut mengalir dengan deras. Tapi Lelaki penuh perhitungan seperti Bian pasti lebih senang mengalihkan uangnya untuk investasi masa depan daripada harus menuruti tuntutan gaya hidup. Sejenak ada sedikit rasa bangga di hati Kanya meskipun pernikahannya masihlah sangat jauh dari kata harmonis apalagi romantis.


"Nggak apa-apa kan besok aku mulai kerja?" tanya Bian memecah suara Isyana Sarasvati di stereo mobilnya.


"Nggak apa-apa," jawab Kanya santai. Lagipula apa bedanya Bian tetap bersama Kanya atau tidak, hubungan mereka masih jalan di tempat.


"Tahun ajaran baru pasti ada perubahan kurikulum, aku tuntut team untuk lebih kreatif lagi dalam membuat video pembelajaran," sanggah Bian memperkuat pernyataan sebelum.


Kanya hanya manggut-manggut saja, ia harus mengerti seorang Abian pasti sangat sibuk, apalagi lelaki itu berusaha menarik minat belajar masyarakat dengan mengembangkan dengan baik aplikasinya.


Beberapa menit kemudian mobil Bian memasuki kawasan perumahan. Kanya memang sudah tahu kalau Bian sudah tinggal terpisah di rumahnya sendiri sejak setahun terakhir. Diusianya yang masih 25 tahun sudah banyak hal sudah Bian capai, sangat berbeda dengan Kanya yang masih jadi beban hidup keluarga hingga usia 24 tahun.


Jantung Kanya kembali berdebar ketika membayangkan tinggal satu atap dengan orang yang pasif disebelahnya.

__ADS_1


Apakah Kanya akan bisa mengimbangi seorang Abian? Ia bukanlah teman yang cocok untuk di ajak diskusi, apalagi masalah pelajaran di sekolah. Otak udangnya tak akan bisa membandingkan otak kelas kakap seperti suaminya.


Sudah terbayang di hadapan Kanya rumah tangganya yang sangat hampa karena tak akan ada komunikasi yang baik di antara dirinya dan Bian. Kontrak pernikahan? apa sebentar lagi akan terjadi?


"Ayo masuk Kay," ucap Bian usai mematikan mesin mobil yang masuk ke sebuah garasi rumah.


Kanya ikut turun memandangi rumah yang akan menjadi tempat masa depan sesaatnya. Rumah Abian memang bukan Mension megah yang bisa dijadikan landasan helikopter seperti rumah CEO karangannya. Suaminya memang CEO yang hidup dengan sederhana. Tapi rumah berlantai dua dengan tipe 105 ini rasanya sangat nyaman meskipun bukan berada di kawasan perumahan super elite. Rumah juga bersih dan tertata rapi dengan dengan parabot minimalis, meskipun sejak tadi Kanya tak melihat ada pelayan yang berjajar menyambut seperti cerita karangan Kanya.


"Lantai bawah ada satu kamar Kay," seru Bian menunjuk kamar ujung sebelah ruaang yang terdapat televisi.


Kanya hanya mengiyakan, ia yakin itu adalah calon kamarnya setelah menandatangani kesepakatan pernikahan.


"Kita ke atas, disana ada dua lantai. Kamar yang satu aku pakai untuk tempat kerja," Bian melangkah ke menaiki tangga. Kanya masih seperti biasa hanya mengekor di belakang suaminya.


"Kay, ini kamar kita," seru Bian tanpa keraguan yang membuat langsung Kanya beku seketika.


Aku tak salah dengar kan, Kamar kita? dia akan ajak aku tidur di satu kamar .


"Kamu masuk saja dulu, aku akan ambil barang kamu yang masih ada di mobil," Bian menepuk pundak Kanya dan berlalu pergi menuruni tangga.


Kanya duduk di tepi ranjang kamar yang menjadi kamarnya seperti yang diucapkan Bian. Ia sungguh tak mengerti dengan perasaan suaminya, kemarin ia tidur membelakanginya. Sekarang lelaki itu mengajaknya tinggal berdua dan tidur dalam satu ranjang.

__ADS_1


Lagi-lagi kesepakatan pernikahan seperti cerita halunya Kanya tak terjadi. Apa ada maksud lain dari pernikahan ini? Kanya bertekad akan meluruskan satu persatu benang kusut pernikahan mulai sekarang?


.


.


.


.


.


.


Bersambung.....


Assalamu'alaikum? marhaban ya ramadhan ya teman....


gimana dengan cerita Kanya dan Abian?


Ei sengaja menggunakan sudut pandang terbatas yaitu Kanya. Biar pembaca lebih penasaran Dengan perasaan Mas Bian๐Ÿ˜

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote ๐Ÿ˜˜


Akan ada give away THR nantinya....


__ADS_2