(Im)perfect Couple

(Im)perfect Couple
Bab 45 (a)


__ADS_3

Membantu adik ipar


Kanya mengaduk susu untuk pelengkap sarapan paginya. Setelah suaminya pergi ke kantor, tak ada lagi yang dilakukan Kanya selain bersantai. Ia membawa susu buatanya menemaninya bersantai di taman belakang.


Kanya membuka layar ponselnya. Ia mulai mengambil swafoto dengan makanan di tangannya. Lumayan kalau hanya untuk foto di instastory.


Disaat hamil, tawaran endrose yang masuk bukannya berkurang, malah semakin bertambah. Bahkan sekarang bukan hanya baju muslim atau skincare. Tapi juga perlengkapan bayi. Kanya bersyukur ia masih di percaya untuk mempromosikan beberapa produk olshop itu. Hitung-hitung rejeki bayinya.


Kanya biasa mengambil gambar sendiri untuk endrose instastory. Tapi untuk feed ia lebih mempercayakan hasil potretan dan video editan Galang.


Ia mulai memilah-milah tawaran endrose yang masuk. Bukannya ingin menolak sebagian olshoper. Ia harus memperhitungkan tawaran yang masuk dengan kemampuannya yang sedang hamil besar ini. Kanya harus lebih mementingkan kesehatannya. Ia tak mau serakah mengambil semua tawaran yang masuk yang bisa mempengaruhi kesehatan karena terlalu lelah.


Kanya bangkit dari duduk bermaksud ingin meletakkan gelas kotor bekas susunya di silk. Tapi siapa yang sangka ada tamu yang datang pagi-pagi kerumahnya.


Tak mungkin kurir yang mengirimkan sampel datang secepat dan sepagi ini. Kanya menuju pintu untuk mengetahui siapa yang datang ke rumahnya.


"Sasy?" betapa terkejutnya Kanya. Ternyata itu adalah adik iparnya.


"Hai Kay," sapanya. "Hai juga calon ponakan anty," Wanita itu mengelus perut buncit Kanya.


Kanya membuka lebar pintu agar wanita berambut hitam lurus itu bisa masuk ke rumahnya.

__ADS_1


"Tumben nggak kasih kabar?" Kanya duduk di sofa ruang tamu. "Mau ketemu Mas Bian?"


"Nggak Kay, aku kesini mau ketemu kamu?" jawab Sasy.


"Oh, apa yang bisa aku bantu?" balas Kanya.


Buka kah Sasy sedang sibuk-sibuknya menyusun skripsi. Apa yang ia perlukan dari dirinya. Wanita itu sudah sangat pandai di berbagai bidang Maya kuliah. Bahkan kata Bian IP setiap semester Sasy hampir mendekati nilai sempurna dan sudah di pastikan IPK Sassy mendekati angka 4.


Apa Sasy ingin menanyakan masalah skripsi padanya? Kanya sangat yakin Sasy mengerti bagaimana kapasitas otak Kanya tentang masalah akademik. Ia saja lulus dari penguruan tinggi 6 tahun. Itu pun juga tugas akhir sepenuhnya mendapat bantuan Kak Bintang.


"Jadi gini Kay, aku rencana buat Kampanye peduli lingkungan gitu untuk bagian dari penelitian aku," ucap wanita itu.


"Jadi aku bantu apa?" tanya Kanya penasaran.


"Aku sangat butuh fotografer untuk bantu dokumentasi. Kayaknya aku tertarik dengan cowok yang waktu itu jadi fotografer di acara pengajian kehamilan kamu. Hasil fotonya bagus."


Kanya sudah paham siapa yang di maksud Sasy.


"Aku udah hubungi Kak Bian, Katanya dia tetangga sekaligus teman kamu ya Kay. Jadi aku pikir langsung ketemu biar lebih leluasa bicaranya," seru Sasy.


Kanya tak meragukan hasil foto Galang. Sudah pasti banyak yang tertarik memakai jasa sahabatnya itu untuk mengabadikan momen.

__ADS_1


"Tapi Galang sepertinya sangat sibuk Sas," seru Kanya. Semenjak membuka studio Galang memang semakin sibuk. Bahkan setiap minggu sahabatnya itu jarang berkumpul karena ada job di luar kota.


"Aku cuma butuh beberapa hari saja kok Kay. Kamu bantu aku dong Kay."


"Ya udah, kita ketemu orangnya langsung ke rumahnya." Kanya menunjuk rumah yang berada tepat di depannya.


"Makasih Kay," Sasy tersenyum bahagia.


Mungkin sedikit merayu Galang untuk meluangkan sedikit waktu untuk Sasy adalah batuan yang saat ini bisa Kanya lakukan untuk adik ipar.


.


.


.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2