#Pov Suami Tak Berguna-Salahku Memilihmu

#Pov Suami Tak Berguna-Salahku Memilihmu
30. Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

Setelah mendengar berita pernikahan Khanza membuat Azam merasa terpukul. Azam begitu sakit hati saat mengetahui Khanza akan segera menikah. Padahal Azam sendiri lah yang waktu itu mengkhianati Khanza.


Azam merasa sangat menyesal saat mengetahui semua ini. Ia bahkan menyesal sudah berselingkuh dengan Manohara. Azam mendapatkan balasan atas apa yang ia lakukan kepada Khanza.


Disaat Azam sedang benar-benar jatuh cinta kepada Manohara, ia justru mengkhianatinya. Manohara diam-diam memiliki laki-laki lain dibelakang Azam. Padahal saat itu Azam sudah meninggalkan Khanza demi Manohara kekasihnya. Tapi apa yang ia dapatkan, Manohara justru mengkhianatinya.


Hal itulah yang membuat Azam ingin kembali kepada Khanza dan menyesali semua perbuatannya. Azam benar-benar menyesal sudah melakukan semua itu. Tapi sekarang setelah Azam mengetahui jika Khanza akan menikah, ia merasa begitu terpukul.


Tiba-tiba saja motor yang dikendarainya menabrak pohon karena tidak fokus saat berkendara.


Braakkk...


"Sepertinya telah terjadi kecelakaan," ujar seseorang yang memperhatikan kejadian itu dari jauh.


"Ayo kita bantu dia," ajak salah seorang temannya.

__ADS_1


Seseorang itu segera menghubungi rumah sakit terdekat. Tidak berapa lama terdengar suara sirine yang menandakan bahwa ambulan telah datang. Azam segera dilarikan ke rumah sakit karena luka yang ia derita cukup parah.


Dengan kecepatan yang tinggi ambulan itu. mulai melaju meninggalkan tempat kejadian. Sementara Azam terkulai lemas dengan kaki dan wajah yang bersimbah darah akibat terjatuh dari atas motor.


Tak berapa lama sampailah Azam dirumah sakit. Ia segera dilarikan ke IGD. Azam segera mendapatkan penanganan dari dokter. Sementara salah seorang perawat mencoba mencari nomor keluarga yang bisa dihubungi.


Saat dicek dalam panggilan ternyata nomor Khanza lah yang paling sering dihubungi Azam. Pihak rumah sakit pun segera menghubungi Khanza.


Ditempat lain saat Khanza sedang bekerja, tiba-tiba ponselnya berdering. Khanza pun segera mengangkat telpon itu.


"Permisi apa ini dengan ibu Khanza? Kami dari pihak rumah sakit ingin memberitahukan jika suami anda telah mengalami kecelakaan, dan kini sedang dirawat dirumah sakit x," jawab suster itu yang segera memberitahukan maksud panggilannya.


"Tapi saya bukan," timpal Khanza yang ingin menjelaskan tentang statusnya. Namun pihak rumah sakit terlebih dulu mematikan panggilannya.


"Mas Azam kecelakaan, apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus menjenguknya?" gumam batin Khanza. Meski ia sudah tidak perduli lagi dengan mantan suaminya, akan tetapi Khanza merasa kasihan juga saat mendengar Azam kecelakaan sebab saat ini Azam sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi.

__ADS_1


Orang tuanya sudah meninggal dan saudaranya Khanza tidak mengetahuinya. Untuk beberapa saat Khanza pun berfikir. Apa yang seharusnya ia lakukan? Apa dia harus menjenguknya atau tidak? Mungkin setelah pulang kantor Khanza akan menjenguknya sebentar.


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 4, itu artinya jam pulang kantor sudah tiba. Khanza pun segera bergegas menuju rumah sakit terdekat tempat dimana Azam dirawat. Dengan kecepatan yang tinggi Khanza melajukan kendaraannya.


"Permisi sus, saya ingin menanyakan orang yang tadi kecelakaan," tanya Khanza pada resepsionis.


"Pasien atas nama siapa bu?" tanya suster itu.


"Azam Pratama," jawab Khanza.


"Oh Pak Azam ada diruangan 101," ujar suster itu.


"Baiklah terima kasih," pamit Khanza yang segera meninggalkan tempat itu.


Perlahan tapi pasti Khanza mulai mendekati ruangan Azam. Sebenarnya ia sudah tidak perduli lagi dengan Azam, namun hati kecilnya merasa kasihan.

__ADS_1


__ADS_2