#Pov Suami Tak Berguna-Salahku Memilihmu

#Pov Suami Tak Berguna-Salahku Memilihmu
32. Ternyata Seperti Ini Rasanya


__ADS_3

Beberapa saat setelah Khanza pergi meninggalkan Azam, ia merasa begitu kesepian. Azam baru merasakan ternyata rasanya seperti ini tidak memiliki seorang istri. Padahal dulu ketika mereka masih menjadi pasangan suami istri, Khanza lah yang selalu menemani Azam.


Bahkan Khanza selalu memberikan perhatian yang lebih untuknya. Namun penyesalan hanyalah sebuah penyesalan, kini tidak ada gunanya menyesal karena semua telah terjadi. Azam harus menanggung semua derita ini, karena memang ini balasan yang harus ia terima.


Kesepian Azam semakin terasa saat ia teringat akan kedua orang tuanya. Seandainya orang tua Azam masih hidup mungkin ia tidak akan merasakan kesepian seperti ini. Orang tua Azam telah meninggal dunia beberapa tahun kebelakang.


Flashback On


Berita tentang perselingkuhan Azam pun akhirnya sampai ke orang tua Azam. Pak Zumadi merupakan ayah dari Azam. Ia sangat menyanyangi anaknya sebab Azam merupakan anak mereka satu-satunya.


Ibunya juga, Ibu Laila sangat memanjakan Azam. Meski mereka bukan keturunan dari orang yang berada tapi mereka selalu memberikan apa yang diinginkan anaknya. Termasuk menikahi Khanza saat itu.


Pada awalnya Pak Zumadi tidak memberikan restu pada anaknya sebab Khanza berasal dari keluarga yang terhormat dan kaya raya.


"Menurut ayah, lebih baik cari wanita lain saja nak," ujar Pak Zumadi.

__ADS_1


"Tapi yah aku sangat mencintai Khanza,"timpal Azam yang masih bersikukuh ingin menikahi kekasihnya itu.


"Tapi keluarga kita tidak sepadan dengan keluarganya nak. Ayah takut jika pernikahan kalian tidak akan awet," tukas Pak Zumadi lagi.


"Pokoknya aku ingin tetap menikah dengan Khanza," pekik Azam yang kini mulai meninggikan suaranya.


Pak Zumadi yang mendengar bentakan anaknya seketika lemas dan memegangi dadanya. Tak berapa lama kemudian Pak Zumadi jatuh pingsan.


"Yah, kenapa yah?" lirih Bu Laila yang segera menghampiri suaminya yang tiba-tiba tidak sadarkan diri.


Dengan cepat Azam pun segera mengangkat ayahnya ke atas kursi. Azam segera mencari bantuan ke luar rumah. Beruntung pada saat keluar rumah ada tetangganya yang sedang memanaskan mobil.


Azam pun seketika menceritakan semua yang terjadi tentang ayahnya. Tak berapa lama Pak Zumadi pun segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Dengan cekatan Azam segera membopong ayahnya ke dalam ruangan UGD.


Pak Zumadi segera mendapatkan penanganan, beruntung kali ini Pak Zumadi bisa diselamatkan karena segera ditangani.

__ADS_1


"Pasien sudah bisa ditemui tapi tolong jangan terlalu banyak diajak bicara dulu, biarkan pasien istirahat," ujar dokter itu saat ia keluar dari ruangan Pak Zumadi.


"Satu lagi pasien terkena serangan jantung, jadi mohon untuk tidak mengagetkannya karena jika hal ini terulang lagi akibatnya akan fatal," tambah dokter itu lagi sesaat sebelum meninggalkan tempat.


"Baik dokter terima kasih," timpal Azam.


Bu Laila yang mendengar semua itu merasa sangat sedih. Bu Laila sangat takut jika sampai kehilangan suaminya, karena saat ini hanya dia yang ia miliki.


Bu Laila dan Azam pun segera masuk ke dalam ruangan untuk melihat kondisi Pak Zumadi. Tidak banyak pertanyaan hanya saja Bu Laila lebih banyak menatap suaminya. Begitupun dengan Azam yang merasa bersalah, sebab karena dirinyalah ayahnya sampai masuk ke rumah sakit.


Melihat suaminya yang tertidur, Bu Laila pun berbisik pada anaknya.


"Jangan khawatir nak, biar ibu yang akan berbicara pada ayahmu," ujar Bu Laila dengan suara yang sangat pelan.


"Baik bu," jawab Azam yang merasa sedikit lega.

__ADS_1


__ADS_2