#Pov Suami Tak Berguna-Salahku Memilihmu

#Pov Suami Tak Berguna-Salahku Memilihmu
37. Menghilangkan Kejenuhan Dengan Menulis


__ADS_3

Beberapa bulan pun berlalu. Semenjak menikah dengan Arga, kini Khanza tinggal dirumah yang cukup luas tapi tidak terlalu besar. Rumah itu merupakan rumah Arga yang sudah lama ia siapkan.


Dirumah itu terdapat beberapa asisten rumah tangga. Ada yang bekerja dibagian dapur, adapula yang bekerja dibagian rumah untuk sekedar membereskan rumah. Khanza merasa senang bisa tinggal dirumahnya yang sekarang.


Mereka sangat menikmati masa-masa indah sebagai pengantin baru. Setelah menikah, Khanza tidak diperbolehkan untuk bekerja. Hari-harinya hanya ia habiskan dirumah saja. Meski Khanza tetap ingin bekerja, tapi Arga tidak memberikannya izin.


"Tapi mas, aku masih ingin bekerja," ujar Khanza yang merengek seperti layaknya anak kecil. Beberapa hari setelah masa cutinya habis, kini Khanza harus mulai bekerja kembali. Akan tetapi Arga tidak memberikannya izin untuk bekerja.


"Sekarang kamu kan sudah menjadi istri dari pemilik perusahaan, jadi kenapa kamu masih harus bekerja?" tanya Arga yang menautkan kedua halisnya.


"Aku tahu, tapi aku merasa bosan berada dirumah," jawab Khanza lagi.

__ADS_1


Setelah beberapa saat berdebat akhirnya Khanza menuruti apa kata suaminya. Khanza akhirnya mengalah dan tetap berada dirumah. Sebagai seorang istri, Khanza tahu betul bahwa ia harus menuruti apa kata suaminya selama perintahnya baik.


Arga pun hanya tersenyum saat mendengar Khanza akan diam dirumah saja. Tak berapa lama Arga pun berpamitan untuk segera pergi ke kantor. Setelah selesai menghabiskan sarapannya, Khanza mengantar Arga sampai ke teras rumah.


"Aku kerja dulu ya," pamit Arga dan mengecup pucuk kepala Khanza sesaat sebelum masuk ke dalam mobil.


"Ya, hati-hati dijalan," ujar Khanza yang kini mengecup tangan kanan Arga.


"Apa yang harus aku lakukan dirumah sekarang," gumam batin Khanza yang kembali ke dalam kamarnya.


Untuk beberapa saat Khanza berbaring diatas ranjang empuk miliknya. Dia memikirkan hal apa yang akan ia lakukan untuk menghilangkan kejenuhan saat ia berada dirumah. Setelah cukup lama berfikir akhirnya Khanza teringat bahwa saat masih Sekolah Menengah Pertama (SMP) dulu, Khanza selalu membuat cerita-cerita pendek.

__ADS_1


Akhirnya ia memutuskan untuk membuat novel online. Khanza mendaftarkan dirinya disalah satu aplikasi khusus novel. Disana dia mulai membuat cerita dari pengalaman hidupnya. Meski tidak begitu mahir, tapi Khanza berusaha untuk belajar.


"Ya mungkin itu saja, mulai dari sekarang aku akan mencoba menulis novel," gumam batin Khanza yang mulai bersemangat.


Pada awalnya Khanza, hanya membaca novel saja. Namun lama kelamaan, Khanza ingin membuat cerita sendiri. Didalam kesendiriannya, Khanza berusaha untuk menggoreskan sebuah cerita didalam novel itu.


Novel yang pertama ia buat adalah sebuah novel tentang cinta. Cerita yang ia ambil berasal dari pengalaman pribadinya saat masih sekolah dulu. Sedikit demi sedikit Khanza mulai menuliskan ceritanya.


Jika tulisannya bagus, maka ia akan mendapatkan hasil yang lumayan. Jika mendapatkan uang dari hasil menulis, hasilnya akan ia tabung untuk masa depannya. Meski hanya baru beberapa kata saja, tapi Khanza merasa sangat senang karena ia bisa mengisi waktunya dengan lebih bermanfaat.


Awalnya Khanza tidak menceritakan tentang kegiatannya saat ini. Tapi seiring berjalannya waktu, Khanza harus memberitahukan segalanya kepada suaminya. Meski merasa sedikit malu, tapi mau tidak mau Khanza harus menceritakan kegiatannya.

__ADS_1


__ADS_2