#Pov Suami Tak Berguna-Salahku Memilihmu

#Pov Suami Tak Berguna-Salahku Memilihmu
6. Pertengkaran


__ADS_3

Diluar dugaan ternyata begitu macet dimana-mana yang pada akhirnya membuat Khanza tiba dirumah hingga larut malam.


Tok.. tok.. tok..


"Assalamualaikum mas," ujar Khanza sesaat sebelum masuk ke rumahnya sebab saat ia akan membuka pintu ternyata pintunya terkunci.


"Waalaikumsalam warrohmatulohi wabarokatuh," jawab Azam yang segera membukakan pintu. Ternyata Azam sudah pulang sejak tadi.


Khanza pun segera masuk ke dalam rumah. Lalu saat akan melangkahkan kakinya ke dalam kamar, tiba-tiba tangan Khanza di tarik oleh Azam.


"Kamu pergi kemana saja? Kenapa malam-malam seperti ini baru pulang hah?" pekik Azam sambil memegang tangan kanan Khanza dengan begitu kuat.


"Aw, sakit mas. Maaf tadi jalanan sangat macet mas, makanya aku telat sampe rumah," jawab Kanza lirih karena merasa sakit ditangannya.


"Ah itu pasti hanya alasanmu saja kan! Kamu pasti pergi dengan laki-laki lain," tambah Azam lagi.

__ADS_1


"Astaghfirulloh mas, aku tidak mungkin melakukan hal sekeji itu," timpal Khanza yang merasa sedih karena Azam sudah menuduhnya tanpa alasan.


"Tapi aku tetap tidak percaya!" pekik Azam yang segera pergi keluar entah kemana.


"Tunggu mas, mau kemana?" tanya Khanza sesaat sebelum Azam keluar dari rumah.


"Itu bukan urusanmu!" pekik Azam lagi.


Khanza pun segera bergegas ke dalam kamar. Beruntung saat dijalan tadi Khanza mampir ke sebuah mesjid untuk melaksanakan sholat isya terlebih dahulu. Dikamar Khanza hanya bisa menangis setelah apa yang terjadi tadi.


Khanza tidak pernah menyangka jika Azam akan bersikap kasar seperti itu. Bahkan Azam tega menuduh Khanza tanpa bukti apa pun. Ia hanya bisa menangisi semuanya. Terkadang Khanza menyesali keputusannya saat dulu ingin menikah dengan Azam.


"Maafkan aku ya Allah, aku tahu bahwa semua yang sudah terjadi dalam kehidupanku ini merupakan takdirmu," ujar Khanza lirih.


Sementara ditempat lain, sebelum tidur Bu Bela dan Pak Ahmad selalu melakukan pillow talk atau berbincang sebelum tidur.

__ADS_1


"Oiya Pak, tadi ada Khanza main ke sini pak," ujar Bu Bela yang terbaring disamping Pak Ahmad.


"Tadi Khanza ke sini sama suaminya apa sendiri bu?" tanya Pak Ahmad yang menautkan kedua halisnya.


"Sendiri pak, katanya Azam ada meeting mendadak," jawab Bu Bela.


"Tapi tadi dijalan bapak kaya liat Azam ya. Tapi dia bersama seorang wanita," ujar Pak Ahmad lagi yang merasa tidak yakin dengan dugaannya.


"Dimana pak? Ah bapak pasti salah orang. Itu pasti hanya mirip saja dengan Azam," timpal Bu Bela yang mulai merasa khawatir dengan apa yang didengarnya. Namun Bu Bela tetap berusaha bersikap tenang dihadapan Pak Ahmad.


"Iya bu, semoga saja bapak memang salah lihat. Ya sudah kalau begitu bapak tidur duluan ya, bapak sudah ngantuk," pamit Pak Ahmad yang sudah merasa lelah karena seharian bekerja.


"Iya pak, silahkan," jawab Bu Bela.


Setelah pembicaraan itu Pak Ahmad pun tertidur dengan begitu pulasnya. Akan tetapi Bu Bela justru tidak bisa memejamkan matanya. Bu Bela memikirkan kata-kata suaminya yang melihat Azam bersama wanita lain.

__ADS_1


"Apa laki-laki itu benar Azam apa bukan ya? Perasaanku jadi tidak enak," gumam batin Bu Bela.


"Ya Allah lindungilah anakku dan jadikanlah keluarganya keluarga yang sakinnnah, mawwadah dan warrohmah," ucap Bu Bela lagi yang mendoakan anaknya.


__ADS_2