#Pov Suami Tak Berguna-Salahku Memilihmu

#Pov Suami Tak Berguna-Salahku Memilihmu
33. Masih Flashback


__ADS_3

Beberapa hari kemudian akhirnya Pak Zumadi sudah diperbolehkan untuk pulang. Dokter menyarankan agar keluarga bisa menjaga Pak Zumadi karena jika ia mendengar sesuatu yang berat lagi maka akibatnya akan fatal.


"Hati-hati pak," ujar Bu Laila sambil memapah suamimu.


"Iya bu, lagipula ayah sudah baikan,"timpal Pak Zumadi.


Bu Laila pun segera mengantarkan suaminya ke dalam kamar untuk beristirahat. Selesai mengantar suaminya, Bu Laila segera bergegas ke luar kamar. Ia menuju dapur untuk membuatkan bubur bagi suaminya.


Meski dinyatakan sehat, namun Pak Zumadi masih harus meminum obat. Dengan cekatan Bu Laila membuatkan bubur untuk suaminya. Padahal Bu Laila juga merasa cukup lelah setelah beberapa hari berada dirumah sakit.


Namun ia tidak pernah mengeluh sedikitpun.


"Bagaimana dengan kondisi ayah bu?" tanya Azam yang baru saja pulang bekerja.


"Ayahmu sedang beristirahat nak," jawab Bu Laila.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian.


Pak Zumadi kini terlihat lebih sehat dan segar. Bu Laila pun berencana untuk membujuk suaminya agar ia memberikan izin kepada putranya untuk menikahi kekasihnya. Bu Laila hanya ingin melakukan yang terbaik untuk anaknya.


"Apa ibu boleh bicara yah," ujar Bu Laila gugup.


"Tentu bu, ada apa?" tanya Pak Zumadi yang menautkan kedua halisnya.


"Begini yah, ibu ingin membicarakan tentang anak kita. Ibu mohon tolong izinkan anak kita untuk menikah dengan wanita pilihannya yah. Ibu takut jika kita tidak memberikannya izin, anak kita akan nekad yah," lirih Bu Laila.


Zumadi selalu takut jika pernikahan anaknya tidak akan berlangsung lama hanya karena status mereka yang berbeda jauh. Padahal sebaiknya Zumadi tidak berfikiran seperti. Sebagai orang tua seharusnya Zumadi berfikiran yang positif dan mendoakan yang terbaik untuk anaknya.


"Jadi gimana yah? Apa ayah tetap tidak akan mengizinkan anak ayah menikah dengan wanita pilihannya?" tanya Laila.


"Baiklah bu, ayah akan memberikan izin kepada Azam. Tolong panggilkan Azan kemari.

__ADS_1


Tak berapa lama Azam pun datang. Laila segera memberitahukan kabar baik ini kepada anaknya. Beberapa minggu kemudian akhirnya pernikahan mereka pun di langsungkan. Kini Azam dan Khanza telah resmi menjadi pasangan suami istri.


Setelah pernikahannya kini Azam jarang menemui orang tuanya. Terkadang hanya sebulan sekali Azam menemui orang tuanya. Tak jarang Azam pun menelpon orang tuanya sesekali. N


Tak terasa beberapa tahun kemudian berlalu. Perceraian Azam dan Khanza pun terdengar ke telinga orang tuanya. Zumadi yang mendengar berita itupun merasa syok sehingga ia terkena serangan jantung lagi.


Namun kali ini Zumadi tidak bisa diselamatkan hingga akhirnya meninggal dunia. Kehilangan suaminya membuat Laila merasa begitu terpukul. Di lain sisi Laila merasa sedih karena kehilangan suaminya, di lain sisi Laila merasa sedih karena ia tidak mengira jika anaknya ternyata tega mengkhianati istrinya sendiri.


Padahal dulu Zumadi dan Laila takut jika pernikahan mereka tidak akan berlangsung lama karena Khanza berasal dari orang yang kaya. Namun yang sebenarnya terjadi ternyata Azam lah yang justru mengkhianati istrinya.


Laila yang kehilangan suaminya merasa begitu terpukul dan merasakan kesedihan yang sangat mendalam. Hingga suatu hari Laila pun mulai sakit-sakitan karena pikirannya selalu teringat pada suaminya.


Diluar dugaan ternyata Laila pun harus meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya.


Flashback Off

__ADS_1


__ADS_2