#Pov Suami Tak Berguna-Salahku Memilihmu

#Pov Suami Tak Berguna-Salahku Memilihmu
34. Akhirnya Dipersatukan


__ADS_3

Penyesalan hanyalah sebuah penyesalan, karena sesuatu yang sudah terjadi tidak akan mungkin bisa kita putar kembali. Itulah yang Azam rasakan. Setelah perbuatannya kini Azam harus menanggung akibatnya.


Setelah kekasihnya mengkhianatinya barulah Azam menyadari akan kesalahannya pada Khanza. Entah sudah berapa kali Azam meminta maaf, namun rasanya sangat sulit melupakan Khanza.


Meski Khanza bilang sudah memaafkannya tapi tetap saja, Azam masih merasa tidak tenang. Entah apa yang harus ia lakukan. Yang jelas saat ini Azam sangat menyesal dengan apa yang pernah diperbuatnya.


Ditempat lain, rumah Khanza sudah dihias dengan indah. Hari ini adalah hari dimana Arga dan Khanza akan dipersatukan. Hanya beberapa saat lagi mereka akan sah menjadi pasangan suami istri.


Sudah sejak tadi Khanza berada dikamarnya. Khanza sudah mengganti pakaiannya dengan baju pengantin berbahan brukat berwarna putih. Hiasan make up diwajahnya semakin menambah aura kecantikan Khanza.


Untuk pernikahan Khanza kali ini diadakan dirumah dengan sangat sederhana. Pernikahan mereka hanya dihadiri keluarga dan teman dekat Arga dan Khanza saja. Bukannya mereka tidak ingin menikah secara meriah, hanya saja semua ini karena permintaan Khanza yang tidak mau terlalu mewah dalam pernikahannya kali ini.


"Wah anak ibu cantik sekali," puji Bela yang masih tidak percaya dengan anaknya yang sebentar lagi akan segera menikah.


"Ah bisa saja," ujar Khanza yang tersipu malu karena pujian ibunya.

__ADS_1


"Semoga pernikahanmu langgeng nak, ibu yakin jika Arga sangat mencintai dan menyanyangimu," tambah Bela.


"Iya bu aamiin," timpal Bela yang mengamini doa ibunya.


Sementara diluar Pak Ahmad tampak sibuk memperhatikan sekitar. Pak Ahmad mengecek semua persiapan pernikahan hari ini. Tak berapa lama akhirnya rombongan keluarga Arga sudah datang.


Semua keluarga Arga pun bergegas masuk karena acara sakral itu akan segera dimulai.


"Tolong panggilkan calon pengantin wanita," ujar Pak penghulu yang sudah duduk dihadapan Arga.


"Cantik sekali ya pengantinnya," bisik salah seorang tamu kepada tamu lain.


"Iya cantik sekali," timpal temannya.


Khanza kini duduk disamping Arga. Untuk sesaat Arga memandangi calon istrinya. Arga masih tidak percaya jika hari ini dia akan menikah dengan wanita yang sudah dicintainya sejak dulu.

__ADS_1


"Bisa dimulai nak?" tanya Pak Penghulu.


"Bisa, bisa pak," jawab Arga yang sedikit terkejut karena sejak tadi memandangi Khanza.


Sementara Khanza hanya tersenyum sesekali. Entah mengapa meski bukan untuk yang pertama kalinya tapi Khanza merasa gugup. Khanza masih saja merasa khawatir. Terkadang ada ketakutan yang Khanza rasakan.


Namun ia segera membuang pikiran-pikiran negatif dari kepalanya.


"Bagaimana para saksi sah?" tanya Pak Penghulu setelah menikahkan mereka berdua.


"Sah," jawab para saksi dan tamu undangan secara serempak.


"Apa? Jadi aku sudah sah menjadi suami Arga?" gumam batin Khanza yang masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya sebab sejak tadi pikirannya kesana kemari sehingga ia tidak mendengar saat Arga mengucapkan janji suci itu.


"Sekarang silahkan pengantin pria mencium kening istri, dan pengantin istri mencium punggung tangan suami," ujar Pak penghulu lagi.

__ADS_1


Dengan malu-malu Arga pun mulai mencium kening Khanza. Begitupun dengan Khanza yang kini mulai mencium punggung tangan Arga. Setelah itu mereka menandatangai berkas-berkas yang ada dihadapan mereka.


__ADS_2