
Beberapa bulan berlalu, tak terasa kini pernikahan Khanza sudah berjalan selama 10 bulan. Hari ini seperti biasa Khanza masih mencurahkan isi pikirannya ke dalam sebuah aplikasi biru.
Selama beberapa bulan itu juga akhirnya perjuangan Khanza membuahkan hasil. Khanza tidak pernah menyangka jika tulisan yang ia tulis bisa membuahkan hasil. Dari hasil tulisannya Khanza bisa menghasilkan uang meski tidak seberapa. Tapi hal itu membuat Khanza sangat senang.
Selain bisa menghabiskan waktu dengan hal yang lebih bermanfaat, Khanza juga bisa menghasilkan uang dalam karyanya.
khuwek.. khuwek..
"Kenapa perutku tiba-tiba mual, kepalaku juga pusing," ujar Khanza sambil memegangi kepalanya.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Arga yang merasa khawatir saat mendengar istrinya tiba-tiba muntah. Padahal sejak semalam Khanza tidak merasakan apa-apa.
"Tidak tahu, perutku tiba-tiba saja merasa mual," jawab Khanza dengan muka yang terlihat pucat.
"Apa kamu sedang sakit?" tanya Arga.
"Entahlah aku, sejak kemarin aku merasa baik-baik saja. Tapi sekarang entah mengapa tiba-tiba merasa mual,"jawab Khanza.
"Ya sudah kita pergi ke dokter ya," ajak Arga.
__ADS_1
"Ah tidak usah, mungkin aku hanya masuk angin saja. Nanti juga baikan," timpal Khanza.
Merasa khawatir Arga tetap ingin mengajak istrinya ke dokter. Arga takut jika Khanza kenapa-napa. Akhirnya karena Arga yang terus membujuknya, Khanza mau juga diajak ke rumah sakit.
Arga segera bergegas mengajak Khanza menuju rumah sakit terdekat.
khuwek.. khuwek..
Tiba-tiba dalam perjalanan menuju rumah sakit, Khanza merasa mual kembali.
"Kamu tidak apa-apa sayang? Apa kita harus ke pinggir dulu?" tanya Arga yang memelankan laju kendaraannya.
Akhirnya Arga mempercepat laju kendaraannya dan tak berapa lama kemudian akhirnya mereka tiba dirumah sakit terdekat. Arga segera mendaftarkan istrinya, sedangkan Khanza menunggu diruang tunggu.
Untuk beberapa saat Khanza bersandar dan menahan rasa pusing dan mualnya. Tak berapa lama, akhirnya nama Khanza yang di panggil. Dengan sangat hati-hati Arga memegangi Khanza.
"Hati-hati sayang," ujar Arga sambil memapah istrinya.
"Selamat siang dok, istri saya tiba-tiba mual dan pusing sejak tadi pagi dok," tukas Arga saat mereka duduk dihadapan dokter.
__ADS_1
"Biar saya periksa dulu, silahkan pasien berbaring dulu," timpal dokter itu yang segera memeriksa Khanza menggunakan stetoskop. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, Khanza disuruh buang air kecil untuk diperiksa.
Dan beberapa menit kemudian, keluarlah hasilnya.
"Selamat pak, anda akan menjadi seorang ayah," ujar dokter itu sambil tersenyum simpul.
"Jadi anda tidak perlu khawatir, mual dan muntah memang seperti itu yang pasti dialami ibu hamil," tambah dokter itu.
"Apa? Benarkah dok? Jadi istri saya sedang hamil?" tanya Arga yang masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Iya pak, benar. Istri anda kini sedang mengandung dan usianya sudah 6 minggu," jawab dokter itu.
"Akhirnya, terima kasih Khanza," ujar Arga yang kini tersenyum kepada istrinya.
Khanza hanya tersenyum simpul karena ia masih merasakan pusing dan mual.
"Saya akan memberikan resep untuk penambah darah dan vitamin," ujar dokter itu sambil menuliskan sebuah resep diatas kertas.
"Ya, terima kasih dok," pamit Arga setelah dokter memberikan resepnya.
__ADS_1
"Sama-sama. Oiya istri anda tidak boleh sampai kelelahan dan harus banyak istirahat," tambah dokter itu sebelum Arga dan Khanza berlalu pergi.