#Pov Suami Tak Berguna-Salahku Memilihmu

#Pov Suami Tak Berguna-Salahku Memilihmu
41. Peran Baru


__ADS_3

Beberapa hari pasca melahirkan membuat Khanza semakin sadar arti penting seorang ibu. Setelah mengalami sendiri kini Khanza tahu rasanya menjadi seorang ibu itu ternyata tidaklah mudah.


Padahal baru beberapa hari Khanza memiliki seorang anak, tapi rasanya seperti sudah sangat lama. Khanza rasanya sangat mengerti arti penting seorang ibu setelah ia mengorbankan hidupnya.


Ternyata seperti ini rasanya menjadi seorang ibu. Belum sembuh rasanya melahirkan, kita harus dihadapkan pada sebuah kenyataan saat memberikan ASI. Ternyata memberikan sebuah ASI juga tidak semudah apa yang kita bayangkan.


"Ternyata begini rasanya menjadi seorang ibu," gumam batin Khanza yang baru menyadari rasanya menjadi seorang ibu.


Baru saja ia akan memejamkan matanya, namun terdengar suara bayinya yang sedang menangis.


Ea.. ea..


"Cup, cup, cup anak mamah sayang," ujar Khanza yang segera bergegas memberikan ASI kepada anaknya.


Meski rasanya sangat sakit saat memberikan ASI namun Khanza tetap ingin memberikan ASI eksklusif bagi anaknya. Khanza harus rela menahan rasa sakit demi putrinya tercinta. Walaupun kini sudah banyak beraneka jenis susu formula tapi Khanza tetap pada pendiriannya untuk memberikan ASI eksklusif.

__ADS_1


Dengan mata terkantuk Khanza tetap memberikan ASInya secara lembut. Arga yang sedang tidur pulas pun seketika terbangun karena dia mendengar tangisan bayinya.


"Kenapa anak ayah menangis?" tanya Arga dengan suara yang parau karena ia tertidur begitu pulasnya. Namun ketika mendengar tangisan bayinya Arga pun seketika terperanjat.


Khanza yang hampir tertidur setelah memberikan ASI membuat Arga tidak tega melihatnya. Bayi mereka yang sudah kenyang pun melepaskan sendiri ****** susu Khanza. Arga segera bergegas mengajak anaknya bermain.


Shanum adalah nama dari anak mereka. Arga sengaja memilihnya karena ia menyukai nama tersebut. Hampir semalaman Arga mengajak Shanum bermain. Tak terasa hampir sepanjang malam Arga mengajaknya bermain.


Menjelang subuh akhirnya Shanum tertidur. Begitupun dengan Arga yang sudah melihat anaknya tertidur, kini ia tertidur disamping Shanum. Sementara Khanza yang sedang tertidur tiba-tiba terperanjat karena ia ketiduran.


"Syukurlah nak ayahmu begitu perhatian. Ibu yakin jika ayahmu sangat perhatian kepadamu," ujar Khanza sambil mengusap rambut Shanum dan mengecup pucuk kepala Shanum.


Merasa lega akhirnya Khanza tertidur kembali hingga keesokan harinya.


Pagi-pagi sekali Bu Bela dan suaminya sudah datang. Setelah Khanza melahirkan, Bu Bela pulang terlebih dahulu menuju rumahnya. Setelah beberapa hari Bela datang kembali untuk menemui cucunya.

__ADS_1


Ting tong..


Seketika Bela dan suaminya segera bergegas masuk karena ia sangat merindukan cucunya. Sementara Mentari sejak awal sudah menginap di rumah anaknya. Meskipun dirumah Arga ada seorang asisten rumah tangga tapi Mentari ingin merawat cucunya secara langsung.


" Cucu omah, " sapa Mentari yang baru melihat cucunya turun dari tangga.


Dengan sangat hati-hati Khanza menggendong bayinya.


"Sini biar omah yang gendong," ujar Mentari yang langsung menggendong cucu kesayangannya.


"Ini mah," ujar Khanza sambil memberikan bayinya kepada ibu mertuanya.


Khanza sangat beruntung karena memiliki ibu mertua yang sangat baik sekali. Khanza juga sudah menganggap ibu mertuanya seperti ibunya sendiri. Ditengah-tengah keluarga Shanum di gendong oleh omanya.


Sementara Bela hanya tersenyum saat menyaksikan pemandangan ini.

__ADS_1


__ADS_2