#Pov Suami Tak Berguna-Salahku Memilihmu

#Pov Suami Tak Berguna-Salahku Memilihmu
35. Malam Pengantin


__ADS_3

Alhamdulillah kini Khanza dan Arga sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Khanza masih tidak percaya jika kini ia memiliki seorang suami lagi. Meski sempat trauma tapi ia berusaha untuk membuang pikiran-pikiran negatif dari dalam kepalanya.


Walau bagaimanapun kehidupan nya harus tetap berjalan. Begitu pun dengan Arga yang masih merasakan bahwa semua yang terjadi ini seperti mimpi. Setelah bertahun-tahun tidak bertemu dengan seseorang yang pernah dicintainya dulu, namun takdir mempertemukan mereka kembali.


Setelah pernikahan mereka selesai, Arga dan Khanza berbulan madu di hotel berbintang 5 yang sudah Arga pesan sebelumnya. Malam ini merupakan malam pertama bagi Arga dan Khanza. Didalam kamar mereka sudah bersiap untuk beristirahat.


Khanza dan Arga duduk diatas kasur yang empuk. Setelah mengganti pakaian mereka dengan baju tidur. Kini Khanza duduk ditepi ranjang sambil menyenderkan bahunya menggunakan bantal.


"Ada apa Khanza?" tanya Arga yang sedang duduk disebalah Khanza. Arga sejak tadi melihat Khanza seperti melamun disaat malam pengantin mereka.


"Ah tidak apa-apa Ga, aku hanya masih belum percaya saja jika kini kita sudah resmi menjadi pasangan suami istri," jawab Khanza.

__ADS_1


"Apa kamu masih belum siap Khanza? Jika kamu masih belum siap, tidak apa-apa. Aku tidak akan memaksa," ujar Arga yang selalu bersikap bijak. Sejak dulu Arga memang laki-laki yang baik, dia selalu menghormati wanita terutama Khanza.


"Tidak, bukan itu Ga. Aku hanya memikirkan masa laluku saja. Terkadang aku merasa trauma dan takut jika kejadian yang dulu akan terulang kembali," lirih Khanza yang tiba-tiba merasa sedih.


"Aku janji Khanza, aku bukan laki-laki seperti itu. Lagipula aku sangat mencintaimu dan sangat menyanyangimu. Aku tidak ingin kehilanganmu Khanza," timpal Arga yang kini mulai mendekati Khanza dan memeluknya.


"Iya Ga aku percaya, terima kasih," ujar Khanza yang langsung membalas pelukan Arga.


Perlahan tapi pasti Arga mencoba mengecup bibir ranum Khanza. Khanza yang awalnya menolak, lama-lama mulai terbiasa dengan apa yang dilakukan Arga. Rasanya sudah sangat lama bagi Khanza tidak merasakan hal itu.


Semakin lama, mereka semakin mesra. Suasana diluar seolah mendukung malam pengantin mereka. Arga mulai menaikan tempo permainannya. Khanza kini mulai tertidur diatas ranjang.

__ADS_1


Begitupun dengan Arga yang mencium setiap jengkal tubuh Khanza. Arga semakin merasakan sensasi yang luar biasa. Begitupun dengan Khanza yang merasa sudah sangat lama sekali tidak mendapatkan kehangatan itu.


"Apa aku boleh melakukannya sekarang?" tanya Arga sebelum ia mencapai puncak keinginannya.


Khanza yang merasa malu tidak berkata apa-apa. Khanza hanya menganggukan kepala sebagai tanda setuju. Tanpa membuang waktu, Arga pun segera mencapai klimaksnya. Ditengah guyuran hujan, sepasang pengantin itu memadu kasih.


Hanya beberapa menit saja akhirnya ritual itu selesai. Arga akhirnya mendapatkan apa yang dia inginkan. Sementara Khanza rasanya sudah sangat lama sekali tidak merasakan hal itu, rasanya baru pertama kali ia merasakan hal itu lagi.


"Terima kasih Khanza," ujar Arga sambil mengecup pucuk kepala Khanza.


"Sama-sama Ga," timpal Khanza yang kini tertidur dipelukan Arga.

__ADS_1


Merasa lelah akhirnya mereka tertidur pulas dalam satu selimut.


__ADS_2