ADVENTURER OF EDEN

ADVENTURER OF EDEN
3.1 "Keseharian di Guild Petualang"


__ADS_3

Nama musuh mereka terungkap, NARAKU adalah namanya. Sebuah kelompok ******* yang memiliki tujuan untuk menghancurkan Eden; salah satu dari dua dunia selain dunia manusia, sebuah dunia dimana kebaikan akan kembali, Eden.


"NARAKU..." Shiki mengulang nama yang belum pernah dia dengar, begitu juga Reina, Alicia dan Yui yang baru pertama kali mendengar nama itu.


"Ya, nama kelompok itu diungkap dalam rapat tahunan bersama militer dan Sanctum kemarin di ibukota. Mereka sudah eksis setidaknya sejak 5 tahun yang lalu dan nampaknya target utama mereka adalah Kerajaan Asteria." Silva beritahu itu.


"Itulah kenapa tidak seperti saat menyerang negara lain, di Asteria, mereka melakukannya dengan perlahan dan kejam."


"Perlahan dan kejam?" Alicia mengulang, penasaran.


"Rapat kemarin, meski ini masihlah dugaan, namun banyak dari kami yang berkesimpulan kalau NARAKU adalah dalang dibalik insiden setahun lalu dimana keluarga Blackmore dibantai oleh Pangeran Artha."


"Lalu kejadian 9 bulan lalu dimana "Duke Peter" dan istrinya..." Silva tidak jadi cerita lebih banyak soal Romanova karena ada Alicia; "...dan hilangnya Duke Robert Stardust 6 bulan lalu."


"Huh?? Jadi mereka adalah dalangnya?!" Shiki kaget.


"Masih dugaan, meski kemungkinan itu besar menjadi kenyataan." jawab Silva.


"Kira dan Mira kemungkinan adalah anggota NARAKU, itulah kenapa mereka mencoba membunuhmu. Pangeran Artha Blackmore juga kemungkinan adalah anggota NARAKU."


"Sekarang mereka mengincar Kerajaan Asteria. Bukan hal mengejutkan, karena negeri ini adalah pusat dunia itu sendiri."


Yui berkedip mendengar itu. "Pusat dunia?"


"Yup, itu adalah julukan besar negeri ini. Alasannya karena ketebalan energi magis di Asteria sangat tinggi dan negeri ini adalah tembok yang memisahkan Eden dan Abyss." Alicia beritahu itu pada Yui; "...aku mengerti sekarang, jika mereka mau menghancurkan Eden, maka sudah jelas mereka punya koneksi dengan Abyss."


"NARAKU akan menghancurkan Kerajaan Asteria, tidak...bahkan menghancurkan dunia dan membuat Abyss menyerang Eden."


"Ya, itu kesimpulan paling jelas, kerja bagus, Putri Alicia." Silva memujinya.


"Heh!" Shiki tiba-tiba terlihat bersemangat, kemudian memegang kedua tangan Reina; "REINA!"


"EH! Iya, Shiki-san?!" Reina kaget, tersipu.


Yui teriak "Aaahh! Jangan pegangan tangan begitu! Aniki bodoh!" Dan wajah Alicia juga sangat terkejut melihat Shiki memegang dua tangan Reina.


"Terima kasih..." Shiki bilang itu; "...berkatmu, aku tidak jadi pensiun untuk sementara."


"Huh?" Mereka yang mendengar itu kaget.


Shiki juga melepas kedua tangan Reina dan wajahnya bersemangat, berapi-api karena suatu hal yang bisa Silva mengerti.


"NARAKU mengincar Asteria, bukan? Kalau begitu, cepat atau lambat mereka akan mengincar kita, kan?!" Shiki bilang itu, dia ingat betapa kuatnya Kira yang mampu beregenerasi dengan instan dan Mira yang mampu memanggil Monster.


Jika keduanya sudah aneh dan kuat begitu, bagaimana dengan anggota yang lain, benar?


"Aku sudah tidak sabar untuk berkonfrontasi dengan mereka! Ini akan menjadi pertarungan seriusku sejak dua tahun yang lalu!" Shiki bilang itu, penuh semangat dan naluri bertarungnya sangat membara mendengar betapa berbahayanya NARAKU.


Yui memuji abangnya keren, dan Alicia cuma sinis karena Shiki itu cuma gila bertarung. Reina terkekeh karena Shiki memang seperti itu. Silva cuma bisa senyum dan lega, sama seperti sebelumnya, dia senang Shiki mirip seperti ibunya.


💠💠💠


Langkah berikutnya dalam quest terakhir ini adalah pencarian GATE. Shiki cs memutuskan tujuan mereka berikutnya adalah Hutan Carnea di Central Area dekat Ibukota dimana GATE kedua mereka berada.


Namun sebelum kesana, Shiki bilang pada ketiga heroine-nya. "Kota ini akan menyelenggarakan sebuah festival. Jadi mari kita tunda pergi ke ibukota satu atau dua hari."


"Huh?" Ketiganya berkedip dengar itu.


Shiki menjelaskan, festival yang akan diadakan di kota para Petualang ini bernama "Festival Petualang" yang diadakan tiap tiga bulan sekali. Karena ini sudah akhir tahun, maka festival akan diselenggarakan.

__ADS_1


Sebenarnya ini adalah festival sederhana, para warga akan membagikan makanan pada Petualang Guild sebagai rasa terimakasih. Kemudian dinikmati bersama di kantor Guild.


Sementara para warga akan diajak berlomba bersama oleh para Petualang, seperti lomba makan, permainan musik dan olahraga, lalu banyak perlombaan meriah lainnya.


Setiap festival, Shiki akan menetap di Guild dan membantu siapapun yang butuh bantuan. Malam ini persiapan festival akan diselenggarakan dan semua Petualang yang jumlahnya sampai 200 orang itu akan sangat sibuk.


"Aku tidak masalah soal festival. Memang kita butuh rileks setelah beberapa hari menegangkan ini." Alicia setuju. "Kau harus menjadi pemanduku sebagai tamu spesial di festival, lho."


"Aku semangat untuk berkencan denganmu di festival, aniki!" Yui bilang itu dengan senang.


"Festival...aku gugup dengan orang banyak, namun selama Shiki-san di dekatku, aku rasa itu bukan masalah." Reina berkata senyum.


Shiki menghela nafas dengar perkataan ketiga heroine-nya yang ingin Shiki menemani mereka di festival.


"Aku tidak bisa menggandakan diri, dan ditambah...aku akan sibuk juga, jadi tak ada waktu menemani kalian." Shiki bilang itu pada ketiga heroine-nya.


Reaksi Alicia agak sebal, Yui terdengar kecewa dan Reina tidak mempermasalahkan itu. Shiki meminta ketiganya untuk mencari kesibukan masing-masing saat festival nanti agar tidak mengganggu Shiki yang sibuk juga untuk mengurus festival.


Mereka mengerti, meski agak sebal, mereka cuma bisa menurut pada Shiki karena cuma itu pilihan mereka saat festival nanti.


***


Persiapan festival di Guildtown sudah matang dan Shiki yang membantu sudah cukup lelah dan beristirahat.


Dion dan Vira membantu di selatan kota, Warren dan Theo membantu di timur dan Shiki membantu di barat.


'Aku rasa festival ini akan menjadi yang terakhir bagiku.' Shiki bergumam.


Dia penasaran akan seberapa lama quest terakhirnya ini. Karena bukan quest resmi dari Guild, maka tidak ada tenggat kadaluarsa dalam quest ini. Jika Reina mau mengakhiri quest ini, maka itu akan mudah dilakukan dan tanpa memberi Shiki kompensasi.


Shiki juga begitu, dia bisa saja meninggalkan Reina jika dia mau, apalagi setelah wanita itu menjebaknya di Star Island. Namun itu bukan sebuah opsi, Shiki mencoba profesional karena ini adalah pekerjaannya sebagai Petualang.


Namun reward yang Reina awal katakan, sebagai pancingan untuk menjebak Shiki, yaitu menikahinya jika quest ini berhasil adalah hadiah yang mungkin Shiki dapat.


Menikah dengan wanita seperti Reina...yang cantik, seksi, lembut dan begitu feminim adalah idaman. Namun entah kenapa Shiki masih agak trauma dengan kepolosan Reina yang berujung dia dijebak olehnya di Star Island waktu itu.


"Aku rasa terlalu cepat memikirkan itu." ucap Shiki, dia berdiri dan waktu masih panjang untuk mengetahui apa reward yang dia dapat dalam quest ini.


"Ah! Aniki! Disitu kau rupanya!" Yui datang pada abangnya.


Gadis rambut coklat itu membawa dua buah permen kapas dan minuman kopi dingin. Shiki senyum lihat Yui menikmati malam sebelum festival.


"Festival besok bakal meriah, ya? Aku bicara banyak dengan para warga, mereka menantikan ini dengan baik." ucap Yui disana.


"Benar." Shiki mengangguk, dia makan permen kapas yang adik perempuannya berikan. "Aku senang kau menikmati waktumu disini."


"Tentu...! Memang festival di kota ini beda dengan yang ada di pulau, tidak ada tarian timur klan Haruna..." Yui bilang perbedaannya; "Aku tidak bisa menari itu, jika aku bisa aku akan melakukannya untuk festival ini!"


"Tarian timur..." Shiki berusaha mengingat seperti apa tarian itu.


Dia ingat itu adalah tarian dimana wanita lajang klan Haruna menari dengan kimono panjang yang diikat dengan selendang. Tarian ini dilakukan para wanita lajang untuk menarik perhatian para pejuang klan Haruna.


"Ah, benar, tarian wanita jomblo."


"Bukan!" bentak Yui komikal.


"Haha, aku ingat tarian itu kok. Namun lega rasanya mendengar klan Haruna melakukannya dengan baik." Shiki senyum, dia memang merindukan semua orang di klan.


"Ayah dulu pernah bilang, bukan? Pulau Paradise akan dibangun kembali oleh klan Haruna. Pulau ini akan menjadi tempat tinggal kami selamanya! Sekarang, Paradise akan kembali menjadi surga!" Yui bilang senang; "...bukan tidak mungkin saat kita menikah nanti, Paradise sudah kembali menjadi surga...!"

__ADS_1


Shiki senyum mendengar itu. (saat kita menikah nanti, huh...) Yui selalu bilang begitu untuk memancing Shiki mau menikahinya. Namun untuk saat ini, dia tetap menganggap Yui sebagai adik perempuannya.


Dan mungkin butuh waktu banyak agar Shiki bisa menganggap Yui sebagai lawan jenis yang membuatnya jatuh hati, tapi adik perempuannya ini serius untuk membuatnya cinta dan menikah sebagai pemimpin klan Haruna kelak.


"Terima kasih, Yui. Ini semua berkatmu dan klan Haruna." Shiki mengusap kepala Yui; "...tanpa kalian, aku tidak bisa berada disini."


"Ya, aniki." Yui tersipu senyum. Dia bahagia dan ingin menikmati momen berdua ini lebih lama malam ini bersama abangnya.


***


Shiki mengantar Yui kembali ke apartemen, dan gadis itu bilang dia akan tidur duluan. Shiki akan kembali ke apartemennya Warren kalau begitu, karena selama tiga heroine-nya tinggal di apartemennya, dia akan menetap di tempatnya Warren.


Shiki bertemu Warren di jalan, pria paruh baya berotot itu bilang sesuatu pada Shiki; "Hei, Shiki! Ketua mencarimu di Guild, ada yang mau dia katakan padamu."


"Uhuh, kenapa tidak dari tadi?" tanya Shiki heran.


"Wahaha, aku tidak tahu!" balas Warren tertawa; "Ketua bilang ada sesuatu yang penting yang mau dia bicarakan."


Shiki berkedip dengar itu, yah, dia juga mau nanya sesuatu pada ketua Guild dan itu berkaitan dengan lokasi GATE yang tersisa.


...


Saat Shiki tiba di kantor Guild yang cukup ramai, dia berpapasan dengan Alicia yang memang sedang membantu-bantu di sekitar kantor Guild.


"Shiki..." Alicia memanggilnya. Shiki menyapa balik, bilang tujuannya untuk bertemu Ketua Silva.


"Ah, begitu. Apa ketua mau bicarakan sesuatu lagi soal NARAKU?"


"Mungkin." Shiki jawab, dia berkedip akan suatu hal.


Alicia terlihat mudah berbaur dengan para Petualang. Saat pertama Alicia muncul, para Petualang bilang ke Shiki rasa terkejutnya soal Alicia yang ikut membantu, dia ditemani oleh Vira membantu para Petualang. Beda dengan Reina memang, Alicia adalah putri terkenal dan punya julukan mencolok.


Shiki awalnya berpikir karena kearoganan Alicia, gadis ini akan berpikir dua kali untuk berbaur dengan orang biasa. Tapi itu tidak, Shiki yakin karena didikan kedua orangtuanya, Alicia bisa menyatu dengan baik bersama para warga meski dia seorang bangsawan kerajaan.


"Kau mau ikut ketemu ketua?" tanya Shiki.


"Tentu, aku perlu tahu informasi jika dia mau bicara soal NARAKU." jawab Alicia. Shiki mengerti, mereka masuk berdua dan bertemu ketua langsung di kantornya;


...


Ketua Silva tidak masalah Alicia datang. "Anda datang juga, Putri. Maaf merepotkan anda soal malam ini, Shiki memang kadang pemaksa."


"Hei." Shiki heran.


Alicia menggeleng. "Bukan masalah, di kota Romanova, aku sering berbaur dengan orang-orang. Romanova juga tidak dididik seperti Blackmore, jadi kami adalah "penghubung" yang baik." jawab Alicia senyum.


Silva senyum, tahu kualitas Romanova sebagai bangsawan memang patut diacungi jempol.


"Sekarang...apa yang mau kau bahas karena memanggilku?" tanya Shiki. "Soal NARAKU? Atau soal festival besok?"


"Yah, aslinya aku ingin kau menikmati festival dan tidak membebankan-mu dengan urusan ini, namun lebih cepat kau mengetahuinya, maka lebih baik." Silva bilang itu.


"Apa maksudmu?" Shiki mengerutkan dahinya.


"Dengar Shiki, mungkin ini mengejutkan, tapi...ada kemungkinan yang besar bahwa ada seorang pengkhianat di Guild Petualang." Silva menyatakan itu dengan wajah serius.


"Huh?"


...Bab 3.1 "Keseharian di Guild Petualang" - selesai...

__ADS_1


__ADS_2