
"Aku adalah wanita berdosa, yang membunuh semua orang di Pulau Paradise, kampung halamanmu."
Reina mengungkap sebuah "dosa" pada Shiki. Dosa besarnya. Ini adalah dosa dimana Reina yang membuat Shiki kehilangan segalanya.
Reina menatap langit, 13 tahun lalu, di saat usianya baru 5 tahun dan setahun setelah pertemuannya dengan Alicia saat mereka masih kanak-kanak.
"Itu pasti bohong."
Reina tidak mau melihat wajah Shiki saat ini yang pasti sakit hati padanya. Suara Shiki juga terdengar tidak mempercayai ucapan Reina.
"Tidak masalah jika Shiki-san tidak mempercayaiku. Namun itu adalah kenyataannya."
"Aku...tidak percaya..." Wajah Shiki terlihat sangat kesakitan. Dia memegang kepalanya dan Reina masih membuang wajahnya, bicara pada Shiki. "Aku mengingat semuanya saat itu, alasan kenapa aku menghancurkan tempat itu."
"Namun aku tidak akan memberitahumu, dan aku ingin kau membenciku. Aku tidak mau perasaan tumbuh diantara kita karena aku-"
BUK! Suara jatuh yang kencang terdengar dan Shiki pingsan dihadapannya. Reina tentu sangat terkejut, dia sudah siap tadi jika Shiki marah kepadanya.
Namun Shiki jatuh tidak sadarkan diri dan Reina tidak tahu mengapa.
"Shiki-san...?"
💠💠ðŸ’
13 tahun yang lalu adalah sebuah bencana.
Aku tidak mengingat apapun dalam kurun waktu kehancuran Paradise itu. Namun ayahku, ayah angkatku memberitahuku.
"Paradise dihancurkan oleh Kerajaan Asteria dan semua orang di pulau itu tewas."
Saat pertama kali aku mendengarnya aku bertanya "Benarkah?" Aku butuh melihat dengan mataku sendiri agar aku punya alasan untuk memiliki perasaan negatif, perasaan benci dan marah.
Saat aku bersama klan Haruna, beberapa kali ayahku mendoktrin bahwa Kerajaan Asteria itu jahat. Ingatanku sebelum 13 tahun yang lalu menjelaskannya memang.
Beberapa kali "bangsawan" Kerajaan Asteria mendatangi pulauku. Ayahku yang bajingan keparat itu berasal dari Asteria dan ibuku adalah warga asli Paradise.
Ayahku sering menyakiti ibuku, memukulinya saat tidak berdaya.
Bajingan keparat itu, aku tidak akan pernah memaafkannya.
Meski disakiti, ibuku masih bisa senyum. Ayah angkatku bilang kalau ibuku adalah wanita yang sangat kuat, dia seorang Valkyrie saat masih muda dulu.
Tapi...tapi kenapa malah terlihat lemah begitu...?
"UGH, sial..." Kepalaku sangat sakit saat mengingat lagi.
"Shiki!"
"Aniki!"
Suara kedua wanita itu, aku mendengarnya dengan jelas. Ah itu suara mereka berdua. Terimakasih karena membangunkan aku dari mimpi menyakitkan itu.
Kalian memang yang terbaik.
***
"Terima kasih." Shiki berterimakasih pada mereka berdua saat bangun.
"Uh..." Mereka berdua terlihat khawatir, namun wajah mereka lega Shiki baik-baik saja.
"Apa yang terjadi padaku...? Semalam, aku bicara dengan Reina di dekat air terjun dan kepalaku tiba-tiba sakit sekali saat mendengar apa yang Reina bilang..." Shiki memegang kepalanya kesakitan.
Yui dan Alicia saling melihat. Yui menjawab itu, "Reina meninggalkan kita, aniki. Dia meninggalkan surat yang sudah disobek oleh Alicia dengan kesal."
__ADS_1
"Uh! Suratnya cuma bilang "aku pergi, terimakasih untuk segalanya", dan tentu saja itu membuatku kesal! Tidak ada alasan serius! Dia tidak memberitahu apapun soal ini!" Alicia marah-marah, Shiki senyum dan tentu saja semua akan kesal membacanya.
Namun Shiki tahu alasan Reina meninggalkan mereka. Ini berkaitan dengan wanita dua puluh tahun itu mendapatkan ingatannya kembali yang disegel.
"Alicia, apa kau tahu kalau Reina seorang Valkyrie?" tanya Shiki
"Aku tahu, dari awal dan itulah salah satu alasan kenapa aku mem... Aku iri kepadanya." jawab Alicia.
"Apa itu Valkyrie?" tanya Yui.
"Huh? Kau tidak tahu?" Alicia tentu kaget.
"Aku rasa wajar Yui tidak tahu. Aku dengar klan Haruna memang tidak pernah mendapatkan Valkyrie, meski dikenal sebagai klan petarung yang luar biasa." Shiki bilang itu.
"Huh? Kau tahu itu?" Alicia terkejut Shiki tahu banyak soal Valkyrie.
Shiki mengangguk. "Itu karena ibuku dulunya juga seorang Valkyrie."
"Valkyrie adalah sebutan untuk para wanita petarung yang sangat kuat, diberkahi oleh "dunia" dengan energi magis besar di tubuh mereka." Shiki menjelaskan itu. "Aku pikir para Valkyrie memiliki sihir spesial pada diri mereka, kan?"
"Ya, sihir spesial seperti sihir Mira." Alicia mengangguk.
"Sihir spesial, berarti cahaya ilahi itu adalah sihir spesialnya Reina?" tanya Yui lagi.
"Kemungkinan begitu, tapi Cahaya Ilahi sendiri adalah salah satu senjata mulia. Jadi bisa dibilang bukan..." Alicia masih ragu dengan itu. "Tapi mungkin alasan kenapa Reina bisa menggunakannya dengan baik, sebab dia seorang Valkyrie."
"Masuk akal." Shiki setuju dengan Alicia.
Shiki tidak mengatakan pada Alicia kalau Reina hilang ingatan, dia sudah berjanji pada Reina. Namun Shiki masih bimbang apa dia harus mengatakan pada keduanya jika Reina yang menghancurkan Paradise.
Shiki sendiri masih tidak percaya, dan bahkan jika itu benar, dia ingin tahu apa alasan Reina melakukannya. Shiki juga tidak bisa mengingat semua yang terjadi pada saat itu dan jika mengingatnya, kepalanya pasti akan sangat sakit.
"Putri Alicia, maaf mengganggu anda, namun ada dua orang yang datang untuk menemui anda."
...
"Begitu ya, jadi Leonard mengirim kalian untuk meminta bantuanku dan ketiga heroineku. Aku rasa situasinya cukup buruk sampai-sampai Leonard meminta bantuanku, huh?" Shiki menyilangkan tangannya.
Mereka kedatangan Sarah dan Duma, Ksatria Bintang kursi keduabelas dan Ksatria Bintang kursi kesebelas.
"Benar, aku akan menghubungi dia dan kau daftarkan energi magismu ke dalam Call Chip ini agar bisa terhubung dengan Sir Leonard."
Duma memberikan Call Chip, dan Shiki mendaftarkan energi magisnya ke dalam alat komunikasi dua arah itu.
Kemudian Leonard dihubungi, pria rambut merah itu lega juga; "(Aku lega Duma dan Sarah sudah menemukan anda, Putri Alicia! Tebakanku benar kalau kalian sekarang ada di Metra!)"
"Ini aku." Shiki beritahu, dan Leonard kaget; "(KAU?!!)"
Leonard sedang bersiap dengan rombongannya sekarang. "Cih, baiklah... Aku rasa tidak ada pilihan lain selain cerita padamu, tidak ada gunanya juga menyembunyikan ini semua."
"Ini adalah tragedi yang terjadi kemarin, "Insiden Pelabuhan Besar" namanya..."
Leonard mulai cerita, sehari sebelumnya, rombongan Count Erick yang dikawal tiga Ksatria Suci serta belasan prajurit tiba di Pelabuhan Besar yang sudah dalam keadaan mengenaskan, semua tempat hancur dan banyak mayat tergeletak tidak bernyawa.
"Mustahil... Apa yang terjadi...?!" Count Erick sebagai pemilik dari Pelabuhan Besar sangat terkejut, tidak bisa berkata-kata dan bertanya-tanya;
"Semuanya! Siap untuk melindungi Count Erick!" Teriak GroB; "Antisipasi semua gerakan musuh!"
GroB yakin ini adalah perbuatan dari NARAKU, itulah kenapa mereka harus mengantisipasi. Namun dugaan GroB tidak sepenuhnya benar, dengan Braun merasakan energi magis luar biasa yang datang dari arah pelabuhan.
"Energi magis luar biasa ini...! Dia datang, GroB!" Braun "Ksatria Suci kursi keempat" menyuruh juniornya bersiap.
"Bawa Count Erick menjauh! Evakuasi! Dia datang...!" Teriak GroB, pria itu berlari dengan membawa pedang besar ke arah mereka; "...Sir Rackham!"
__ADS_1
"Rackham...dan dia menggunakan... Madness Enhacement?!" Erick yang dibawa pergi kaget.
Sir Rackham alias Berserk Knight melesat ke arah mereka, mengayunkan pedang besarnya dan menghancurkan tanah; tiga Ksatria Suci itu berhasil mengelak sambil membawa Erick, namun beberapa dari prajurit mereka terkena serangan Rackham sampai dikalahkan.
Braun panik; "Sial! Dia menggunakan pedang besarnya! Ditambah Madness Enhacement, dia menjadi petarung gila!" Braun mencoba melawan Berserk Knight dihadapannya.
"Apa kau serius melawannya, Braun?!" GroB kaget.
"Kita harus prioritaskan keamanan Count Erick!" Albert beritahu itu.
Berserk Knight bergerak mengincar Count Erick, dan Braun jawab; "Aku kursi keempat! Aku yang harus melawannya, dan kalian harus memastikan keamanan Count Erick! Cepat!"
GroB dan Albert mengerti, mereka membawa Count Erick kembali ke kuda gerobak. Braun memanjangkan pedangnya dan menusuk perut kanan Berserk Knight;
"Terbakarlah menjadi abu! Flame of Anaconda!" Pedang panjang putih Braun melepaskan api besar menjalar seperti ular dan membakar langsung Berserk Knight dengan telak.
Tapi... Berserk Knight muncul langsung dihadapan Braun dari api itu, yang melihat dengan kaget;
Braun ingat Sir Rackham yang kuat, dan dia senyum karena perbedaan kekuatan yang jelas, sangat jelas, bahkan dengan Madness Enhacement, membuat posisi Braun dan Rackham bagai langit dan bumi.
"DUAGH!" Berserk Knight menghantam Braun dengan kencang menggunakan pedang besarnya. GroB dan Albert tidak percaya, Braun langsung tewas karena itu.
Berserk Knight menyebut nama "Erick... Erick... Erick...!"
Count Erick teriak kesal; "Rackham! Sialan! Sadarlah!"
GroB maju, mengeluarkan sebuah rantai bola berduri "Morning Star" dan bilang pada ksatria kursi ketiga belas itu; "Cepat! Bawa mundur ke ibukota! Aku akan menahan disini!"
"Guh! Kau berniat mati juga?!" Albert kesal, namun tidak ada pilihan lain selain menuruti GroB.
"Ayo Count Erick!"
"Tidak, aku akan disini-"
"Lullaby Dust!" Albert menidurkan Count Erick dengan bubuk tidur, lalu membawanya pergi sesudah nengok ke GroB yang melawan Berserk Knight dengan wajah yang panik tentunya.
....
Leonard selesai cerita. "Itulah yang terjadi di Pelabuhan Besar kemarin dan kemunculan Berserk Knight adalah ancaman besar!" ucap Leonard; "Sir Rackham alias Berserk Knight...jika dia tidak dihentikan, seluruh Kerajaan Asteria akan hancur!"
"Aku mohon padamu, Shiki! Aku dan Ksatria Suci tidak bisa menghentikan Sir Rackham sendirian!" Leonard bilang pada Shiki, memohon meminta bantuannya;
"Sir Rackham adalah Berserk Knight saat ini, dan jika dia tidak dihentikan, seluruh Asteria akan hancur!!"
Shiki tentu terkejut mendengar Leonard, rivalnya yang dua tahun lalu dia kalahkan itu meminta bantuannya. Yah, Leonard mungkin merasa situasi ini mustahil buat dia hentikan sendirian mengingat musuh mereka sangat kuat yang telah membunuh dua Ksatria Bintang "kursi keempat" dan "kursi keenam" yang notabene itu adalah posisi tinggi.
"Tentu saja aku akan membantumu, Leonard. Namun berdiskusi disini membuang banyak waktu kita." ucap Shiki, dia siap membantu.
"(Kau benar, mari kita bertemu di hutan dekat Kota Rouf yang ada di perbatasan West, South dan Central. Yuren dan Albert menggiring Sir Rackham kesana dengan Count Erick sebagai pancingannya.)"
Leonard menjelaskan rencananya. "Hibari sendiri punya rencana untuk mendelay Berserk Knight sampai kita datang nanti."
"Baiklah, aku akan datang duluan kesana dan mengalahkan si Berserk Knight itu lebih dulu daripadamu, dan itu berarti aku berhasil mengalahkanmu dua kali, Leonard...!" Shiki menantang rivalnya dan bilang itu.
"Hah??" Leonard kaget mendengarnya. Alicia dan yang lain juga kaget, apa yang Shiki pikirkan disaat seperti ini dia malah menantang Leonard???
"(Aku mengerti, jadi kau mau rematch! Jarang sekali si pemenang menantang ulang rivalnya, dan aku sendiri berniat melakukan itu jika semuanya sudah selesai." Leonard menerima tantangan Shiki tentunya.
"Namun mari kita lakukan itu." Leonard setuju, pria berambut merah itu penuh semangat sekarang.
"Anggap saja ini sebagai pengganti duel di Turnamen Bintang! Ini adalah final kita, Shiki!"
"(Benar...!)" Shiki setuju. "Siapa yang berhasil mengalahkan Berserk Knight dan menyelamatkan Asteria, maka dia yang akan menang!"
__ADS_1