
"Shiki..."
Aku mengatakannya, aku mengatakan perasaanku kepada Shiki. Sebuah perasaan yang muncul hanya beberapa hari kami bersama. Namun beberapa hari itu termasuk hari-hari terbesar dalam hidupku.
Jika saat itu dia tidak ada disana, aku pasti sudah mati. Jika aku mati, Mark dan Kevin akan ditinggal sendiri. Jika aku mati, semua orang akan sedih lagi.
Aku bersyukur kepadanya, aku sangat senang dia ada bersamaku sekarang. Aku berharap dia bisa menemaniku lebih lama, dan Itulah kenapa aku mengungkap perasan ini.
Sebuah perasaan "syukur" yang menjadi "rasa suka" kepada pria ini.
"I Love You."
💠💠ðŸ’
Shiki sangat terkejut dengar ungkapan perasaan itu. Kata-kata dalam "bahasa asing" yang Shiki mengerti artinya. Arti dari bahasa itu bisa membuat siapapun yang mendengarnya berdegup kencang.
"I Love You" artinya aku mencintaimu. Shiki mendengar itu dari Alicia, gadis bangsawan kelas atas yang menjadi rekan seperjalanan Shiki selama seminggu lebih ini.
"Kau...apa?" tanya Shiki masih tidak percaya.
"Jangan buat aku mengulanginya," jawab Alicia serius.
Shiki tahu gadis ini serius, raut wajahnya sekarang juga menjelaskan itu. Tidak tsundere menjengkelkan seperti biasanya.
Shiki mau menjawab, dia ingin jawab dengan alasan baik agar tidak menyinggung perasaan Alicia. Gadis ini mudah baper, jadi Shiki perlu berhati-hati menjawabnya.
Namun dia malah bilang duluan, sesuatu diluar dugaan Shiki, gadis ini berkata;
"Namun, Aku mengatakan ini karena aku hanya ingin mengatakannya. Bukan karena aku mau menjadi kekasihmu, tunanganmu atau bahkan istrimu... sekarang!" Alicia beritahu dengan semangat
"Apa?????" Tanda tanya besar muncul di kepala Shiki setelah cewek 20 tahun ini mengatakan sesuatu tsundere seperti itu
"Aku tahu perasaanmu padaku tidak sepertiku padamu. Itulah kenapa aku tidak mau kau menjawabnya sekarang..." Alicia senyum pada Shiki; "Katakanlah perasaanmu nanti, ketika Quest terakhir-mu berakhir."
Shiki mengerti, Alicia ingin Shiki menyukainya juga dan menyatakan perasaannya pada Shiki. Perasaan itu bisa saja tumbuh seiring waktu berjalan ketika mereka berdua selalu bersama. Shiki ingin mengatakan ini juga, dan Alicia sudah kepikiran duluan.
Lalu, ini juga menguntungkan bagi kedua belah pihak, karena jika Shiki langsung menjawab "ya" dan hubungan mereka ketahuan Reina dan Yui, suasana party Shiki akan menjadi sangat canggung.
Shiki yakin Alicia juga memperhitungkan itu, dan dia bukanlah gadis egois yang hanya menginginkan Shiki hanya untuknya saat ini.
"Aku tidak bisa berkata apapun mendengar ini. Aku mengerti, perasaanmu akan menjadi motivasi bagiku, Alicia." Shiki senyum balik; "Aku berjanji akan menyelamatkan kedua orangtuamu."
"Terima kasih, Shiki!" Alicia senang, dan dia berbalik pergi.
Shiki heran, Alicia langsung bilang mau tidur setelah itu. Dia begitu senang, dan Shiki rasa dia akan mimpi indah setelah ini.
***
Pagi hari, Shiki dan yang lain bersiap berangkat ke Desa Omo yang menjadi GATE ketiga mereka.
"Jarak ke desa Omo cukup dekat, hanya dua jam dengan kuda gerobak. Jadi pagi ini kita bisa sampai di desa itu dan mencari GATE, lalu istirahat dan menuju Air Terjun Metrania di West Area." Alicia menjelaskan itu pada Shiki.
"Berapa estimasi perjalanan kita ke tempat tiga GATE ini?" Shiki nanya pada Alicia, keduanya bicara normal sekarang.
"Seminggu aku rasa paling cepat, atau bisa lebih dari itu." Alicia jawab, di sedang beres-beres dan Reina bersama Yui ada disana.
"Kak, kau sebentar saja disini? Mau pergi lagi?" tanya Kevin khawatir. Mark di dekatnya juga terlihat khawatir.
"Iya, aku mau pergi lagi." jawab Alicia, dia mengusap kepala kedua adiknya.
Alicia memeluk kedua adik kembarnya yang baru berusia 10 tahun itu. Kedua orangtuanya masih hidup, meski keadaan mereka tidak bisa dibilang hidup dan kedua adik laki-lakinya ini adalah harta yang berharga sekarang.
Alicia memeluk mereka cukup lama, membuat Mark dan Kevin bingung. "Kak?"
"Aku menyayangi kalian berdua." Alicia bilang pada mereka. "Aku juga menyayangi ayah dan ibu. Keluarga ini adalah hal yang harus aku lindungi dengan seluruh kemampuanku."
Shiki senyum mendengar itu, Alicia sekarang cukup emosional. Dia memang wanita penyayang keluarga dan tanggung jawab dia memperkuat perasaannya ini.
Reina melihat dengan diam saja, sementara Yui datang dan mengajak pergi sekarang. "Ayo kita berangkat sekarang, aniki!"
__ADS_1
"Ya, ayo." Shiki setuju.
Alicia bilang pada Alfred dan Rosalinda. "Alfred, Rose, tolong jaga kediaman ini dengan baik, aku mengandalkan kalian."
"Dimengerti."
"Serahkan saja kepada kami, Putri Alicia." Kedua maid dan butler itu bilang dengan hormat dan membungkuk.
Setelah itu kereta kuda bergerak, Yui yang mengendarai dan mereka menuju Desa Omo yang letaknya dua jam di utara Kota Romanova!
***
Sementara itu, di Ibukota; Count Erick Edelweiss dengan dikawal dua kereta kuda kembali ke East Area. Leonard melihat rombongan pemilik Pelabuhan Besar itu pergi, dia bersama partnernya Hibari, Ksatria Suci kursi kelima, disebelahnya.
"Aku penasaran apa Count Erick akan baik-baik saja?" tanya Leonard, dia mengkhawatirkan itu karena suatu alasan; "Aku merasa dia sedang mengkhawatirkan sesuatu..."
"Harusnya dia tetap menunggu Sir Rackham disini. Lagipula Pelabuhan Besar akan baik-baik saja karena pasukan swasta yang dia miliki juga cukup kuat."
"Kau benar." Hibari setuju pendapat Leonard. "Namun Count Erick yang meminta tiga ksatria Suci yang mengawalnya, Braun (Ksatria Suci kursi ketujuh) GroB (Ksatria Suci kursi keeenam) dan Albert (Ksatria Suci kursi ketigabelas), dan itu sudah lebih dari cukup untuk melindunginya."
"Pengawalan seperti ini biasanya hanya akan berlaku pada anggota tiga keluarga bangsawan kerajaan, namun Count Erick adalah pemilik Pelabuhan Besar dan jika terjadi sesuatu padanya..." Leonard menelan ludah dengan kekhawatiran yang cukup berlebihannya; "...aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi."
"Jangan khawatir, darling." Hibari merangkul pundak Leonard; "Kau tahu seberapa kuatnya Sir Rackham, bukan?"
"Tentu, dia sekuat cinta kita berdua." Leonard senyum, dia memegang tangan kekasihnya.
"EHEM! Maaf mengganggu." Duma muncul, melihat kedua pasangan ksatria itu bermesraan membuatnya keheranan; "Ada yang perlu aku sampaikan padamu, Sir Leonard..."
Duma cerita soal Freddy yang mengadu pada anggota Parlemen lain soal Alicia Romanova yang melabrak kediamannya karena masalah Kira dan Mira, padahal Freddy sudah minta maaf padanya dan menjelaskan ketidaktahuannya soal itu.
Reputasi Freddy memang kurang bagus, namun dalam bisnis, dia orang yang dapat dipercaya. Alasan kenapa Freddy bisa dekat dengan keluarga Romanova karena sebelumnya dia adalah anak buah dari Duke Peter Romanova.
"Freddy memang mencurigakan, dan aku yakin dia yang mencari masalah duluan pada Putri Alicia." Leonard tidak percaya begitu saja.
"Namun mari abaikan dia lebih dulu... Hibari, kau pergilah ke Pelabuhan Besar membawa satu kelompok sebagai penjaga belakang rombongan Count Erick." Leonard memberi perintah pada Yuren.
"Aku mengerti." Hibari menerimanya, dan Leonard tanpa ragu memerintahkannya meski mereka adalah sepasang kekasih.
"Siap, dimengerti." Duma memberi hormat, dia akan mengejar Alicia dan kelompoknya yang ada di North Area sekarang.
***
Kuda gerobak Shiki cs sampai di Desa Omo pada malamnya. Sebuah desa kecil yang dikelilingi hutan dan damai dengan banyak cahaya kelap-kelip yang berasal dari kunang-kunang di sekeliling desa.
"Ini desa yang indah, banyak kunang-kunang." ucap Shiki, senyum.
"Yup! Ini cakep banget!" Yui setuju.
"Aku bisa merasakan GATE cukup dekat dari desa ini... ada di utara desa." Reina beritahu itu.
"Kalian...datang dengan kuda gerobak yang cukup mewah, siapakah kalian?" Kepala desa Omo, seorang pria paruh baya bertanya ke Shiki cs.
Mereka beritahu apa tujuan mereka kemari, dan Alicia mengenalkan diri. Kepala desa kaget; "Memang benar ini masih di area keluarga Romanova, namun sudah lama juga anggota keluarga Romanova datang kemari."
"Ya, ayahku pernah kemari sekitar setahun lalu, benar?" tanya Alicia.
Kepala desa mengangguk. "Benar. Dan satu lagi anggota keluarga bangsawan kerajaan juga datang kemari beberapa bulan lalu, dia juga mencari GATE sama seperti kalian."
"Dan yang kau maksud itu pasti ayahku!" ucap Reina mengerti.
Setelah itu mereka dibawa ke penginapan kecil desa ini. Kepala desa minta maaf karena penginapannya jelek dan tidak layak. Namun Alicia cs tidak masalah selama mereka bisa beristirahat.
Kemudian Shiki dan ketiga heroinenya ke tempat GATE ketiga yang letaknya ada di tengah hutan lebat sekitar desa.
Reina menyentuhnya dan badannya bercahaya terang, sebuah cahaya terang yang berasal dari kalung kristalnya. Setelah cahaya meredup, Reina berkata pada mereka; "Aku merasa diriku lebih fresh dan rileks sekarang, aku juga merasa lebih kuat!"
"Namun ingatan soal ayah tidak ada, tapi setidaknya kita berhasil mengkonfirmasi kalau ayahku mencari GATE juga sebelum dia menghilang, benar?" tanya Reina senyum.
....
__ADS_1
Siangnya, mereka langsung berangkat ke Air Terjun Metrania.
"Dengan kuda gerobak, ke air terjun Metrania akan sampai dalam waktu 10 jam paling cepat." Alicia beritahu itu pada ketiga rekannya. "Saat kita tiba, kita akan langsung istirahat dan esok paginya menyalakan GATE keempat kita."
***
Di Pelabuhan Besar, sebuah kota pelabuhan luas. Disebut sebagai "pelabuhan terbesar" di seluruh Benua Selatan dan semua kapal pedagang akan tiba disini untuk ke Asteria atau hanya sekedar mempersiapkan perbekalan;
Sir Rackham, dia berjalan di pelabuhan dan semua orang menghormatinya.
"Selama ada Sir Rackham, tempat ini adalah tempat paling aman di dunia!"
"Setuju, para bandit pun bahkan takut dengar namanya!"
Rackham senyum mendengar itu dan bilang pada para pedagang; "Aku disini cuma "pelindung", dan orang yang memberikan "kehidupan" pada tempat ini adalah Count Erick Edelweiss. Jadi kalian harus menghormatinya lebih dari aku...!"
"Begitu ya!" Para pedagang mengerti; "Count Erick juga pria yang hebat! Dia pemimpin hebat!" "Namun dia belum kembali, apa benar dia sudah kembali dari ibukota?"
"Ya." Rackham mengangguk. "Benar, dan demi keamanan, Count Erick akan berada dalam kediamannya sampai batas waktu yang tidak ditentukan..."
Dan kemudian suara terdengar. "Oh, aku penasaran."
Seorang pria bicara pada Rackham; "Namun sayang dia belum kembali"
Rackham dan semua orang kaget; "Siapa kau?!"
"Aku...?" Pria rambut panjang mengenalkan diri; "Odin, kau bisa memanggilku dengan nama itu. Aku disini ingin jawaban darimu dan Count Erick..."
"Ini adalah tawaran terakhir, apa kau mau bergabung dengan NARAKU sebagai kolaborator? Atau kau lebih baik menunggu didatangi oleh kematian?" tanya Odin mengancam.
"Siapa pria itu?!"
"Sir Rackham, siapa dia?!" Orang-orang di sekitar Rackham panik juga, pria berambut pirang panjang muncul di depan mereka dengan tawaran untuk Rackham.
Para penduduk masih belum tahu soal NARAKU, meski mereka tahu soal serangan ke Guildtown, namun para penduduk biasa mengetahuinya sebagai serangan dari para bandit. Tentu banyak yang berpikir aneh, para bandit menghancurkan kota para Petualang dan keanehan itu pun membuat sebuah rumor yang di dengar dari Guildtown, kalau para Monster lah yang menyerang kota tersebut.
Meski begitu rumor adalah rumor, yang mempercayainya hanya orang yang melihatnya. Para Petualang dan penduduk kota para Petualang melihat dengan mata kepala mereka sendiri, dan penduduk kota desa lain tidak.
Kembali lagi, pria bernama Odin ini salah satu dari 7 Jendral Jahat NARAKU dan Rackham sangat waspada dengannya.
(Situasi seperti ini, jika aku gegabah, semua orang di Pelabuhan Besar akan...) pikir Rackham bingung mau melakukan cara apa.
"Apa jawabanmu, Rackham? Aku tidak masalah mendengarnya darimu. Kau bisa bilang pada Count Erick soal itu nanti." ucap Odin senyum, dia turun dengan pelan seakan tubuhnya begitu ringan dan menyentuh tanah dengan suara hentakan pelan.
"Jawabanku..." Sir Rackham akan menjawabnya; "...semua orang, kabur dari kota ini!"
Rackham memperingatkan semua penduduk, pedagang dan wisatawan. "...cepat atau lambat kota ini akan terjadi pertempuran besar!!!"
Semua penduduk, pedagang dan wisatawan berlarian mendengar itu, mereka kabur langsung mencoba keluar dari Pelabuhan Besar; ada yang berusaha berlayar dari pelabuhan juga dan ada yang kabur langsung keluar kota.
"Selama warga tidak ada disini, maka semuanya akan baik-baik saja." ucap Rackham, dia bersiap mengeluarkan pedang besarnya.
"Heh." Odin heran, dan senyum. "Kau nampaknya serius melawanku dan itu berarti kau akan menghancurkan kota yang sudah dibangun oleh seluruh keluarga Edelweiss."
"Keluarga Edelweiss memang yang membangun Pelabuhan Besar, namun Erick lah yang membuat tempat ini menjadi lebih baik!" Rackham mengambil kuda-kudanya dan bersiap bertarung.
"Akulah yang akan membunuhmu meski itu harus menghancurkan Pelabuhan Besar!"
Odin bertepuk tangan dan senyum; "nice, nice, kalau begitu..." Odin mengarahkan tangannya ke Rackham; "Buff On"
"Huh?" DHUAR! "UWAHH!"
Rackham kaget karena tiba-tiba dia melepaskan energi magis besar dari tubuhnya; "Ini, kan!! Madness Enhancement! Kau membuat tubuhku menggunakannya?!!!"
"Benar, aku yakin kau berniat mengerahkan skill itu nanti. Namun lebih baik sekarang saja..." Odin senyum, dan melakukan hal lain lagi; "Seal of Carnage."
"GUH!!!" Rackham terasa kesakitan di seluruh tubuhnya, kemudian menjerit tidak berdaya; "OGFGHJHHAHAHAHHAHA!!!"
"EH?!" Semua orang yang masih di Pelabuhan Besar kaget. "Itu suara Sir Rackham!!"
__ADS_1
"Oops, kau menyia-nyiakan beberapa detik untuk terkejut tadi. Namun biarkanlah... Ini adalah kelahiran dari "Berserk Knight"..." Odin senyum dan bilang; "Pertama, mari jadikan kota ini sebagai kota pembantaian."