ADVENTURER OF EDEN

ADVENTURER OF EDEN
2.5 "Ketua Guild Petualang, Silva"


__ADS_3

Pertempuran di Gunung Romus berakhir dengan kemenangan telak pasukan kerajaan yang beraliansi dengan Shiki dan ketiga heroine-nya. Bukan lawan yang sulit, mereka tidak terluka cukup parah dan tanpa kerusakan berarti.


Rocky masih belum tidak sadarkan diri setelah tangan kanannya ditebas Shiki dan Duma mengakhirinya. Sementara kapak berbahaya yang dia miliki juga menghilang setelah dia kalah.


Para bandit langsung menyerahkan diri dan pertempuran Gunung Romus berakhir hanya dalam 23 menit.


...


Sekarang Shiki, Reina, Alicia, Yui dan Duma menuju ke Gunung Romus dimana GATE pertama mereka berada.


Duma bilang alasan dia ikut karena dia adalah kapten dari misi mempertahankan kota Gari ini dan dia perlu tahu seperti apa benda kuno yang Shiki cs cari.


"Kita sudah berjalan 30 menit dari kota, dan apa kita semakin dekat dengan benda kuno GATE itu?" tanya Yui penasaran, dia bosan jalan terus.


"Reina merasakan energi magis GATE, itulah kenapa dia menuntun kita sekarang." Shiki berkata disana.


"Benar, untuk memecah kebosanan, aku punya pertanyaan..." Duma mau bertanya sesuatu pada mereka;


"Aku pernah mendengar kalau tiga keluarga bangsawan kerajaan punya peran mereka masing-masing. Blackmore adalah "pemimpin", Romanova adalah "penghubung" dan Stardust adalah "penjaga"... Benar?"


"Ya, itu peran tiga keluarga kerajaan. Aku akan jelaskan seringkas mungkin, namun mudah dipahami." Alicia menjawab pertanyaan Duma.


"Simpelnya, Blackmore adalah pemimpin Kerajaan Asteria. Romanova adalah penghubung antara bangsawan dan rakyat. Stardust adalah penjaga misteri di Kerajaan Asteria."


"Misteri?" Shiki mengulang itu.


"Ya, hal-hal berbau mitos, sihir atau semacam itu nampaknya ditangani oleh keluarga Stardust..." balas Alicia, dia melirik Reina untuk mendengar penjelasan ini juga darinya.


Reina mengangguk. "Pemeliharaan GATE termasuk menjaga misteri, Shiki-san. Penciptaan regalia untuk calon raja, dan pengetahuan tentang para Monster juga diajarkan padaku sejak kecil."


"Begitu rupanya, itu menjelaskan kenapa kau tahu soal Monster." Shiki mengerti. Reina tahu tentang Golem dan dia juga dengar dari Yui, Reina juga tahu soal serigala buas Monster bernama Warg itu.


"Keluarga Stardust berafiliasi dengan Sanctum, itulah kenapa mereka bisa dengan mudah menjalankan tugas mereka sebagai penjaga misteri di Kerajaan Asteria." Alicia menambahkan.


Shiki baru tahu soal ini. Keluarga Stardust yang berafiliasi dengan Sanctum, sebuah organisasi religius yang ada di Kerajaan Asteria. Pengikut mereka sudah cukup banyak di negeri ini, ditambah para Priest mereka juga ahli pengobatan sihir.


Shiki punya banyak pertanyaan, namun dia rasa akan menanyakan itu nanti ke Reina.


"Ah, itu di depan!" Yui sadar kalau mereka sudah sampai di tempat dimana GATE berada.


"Jadi benda itu adalah GATE..." Duma melihat dengan cukup kagum.


GATE, sebuah benda bulat besar yang bolong di tengah seperti donat. Terbuat dari batu kuat yang entah kenapa akan sulit hancur jika dilihat. Di sekeliling GATE membuat mereka kagum, pepohonan tidak tumbuh di dekat sana dan hanya ada rumput liar serta beberapa bunga yang tumbuh.


Cahaya matahari juga langsung menyinari GATE, seakan mengatakan bahwa benda kuno terbuat dari batu ini adalah benda yang sakral.


"GATE pertama..." Reina berjalan kesana; "Aku penasaran apa aku bisa menemukan ayah dengan benda ini?"


Reina memulainya, ketika dia menyentuh GATE dengan tangan kirinya, kalung kristal miliknya bercahaya terang keemasan dan membuat Reina tersentak.


"Silau!" Mereka menutup mata akan cahaya yang cukup terang dilepaskan.


Reina kembali hanya dalam beberapa detik, dia memejamkan kedua matanya dan senyum, meminta maaf.


"Maaf, aku tidak menemukan jejak apapun soal ayah disini, hehe."


Reina tidak menemukan apa yang dia cari, mereka jengkel jadinya. Meski begitu, ini baru GATE yang pertama dan Shiki rasa pencarian GATE ini takkan menjadi sia-sia.


💠💠💠


Semuanya terbakar pada hari itu.


Kenapa? Kenapa ini terjadi kepadaku?


Aku dan adikku sangat ketakutan. Ayah... Ibu... Mereka semua mati begitu saja.

__ADS_1


Jangan khawatir, ***. Kita akan baik-baik saja.


Kita hanya perlu berdoa, berharap dan tetap semangat. Semuanya pasti akan kembali normal atau bisa saja semuanya menjadi lebih baik!


Sangat optimis...atau sangat naif? Kamu memang selalu begitu, ***.


Selamanya kita bersama, jika kamu mati, aku juga harus mati. Kita akan selamanya bersama. Karena kita adalah kembar.


***


Perjalanan kembali ke Guildtown sudah dilakukan pasca pertempuran melawan para bandit di Gunung Romus. Para bandit yang jumlahnya lebih dari 50an akan disebar ke penjara Asteria, kemudian bos mereka, Rocky, akan diinterogasi dulu di Ibukota saat dia sadarkan diri, kemudian di penjara.


Duma berharap bisa mendapat banyak informasi dari Rocky ini, terutama soal senjata dan para serigala monster yang dia punya.


Namun dalam perjalanan menuju Ibukota...


"Keh...kehkehkeh!"


"Huh? Siapa kau?!" Para prajurit kaget dengan kemunculan seorang kakek tua berkulit hijau, dia pendek dan memakai pakaian seorang mage dan bisa terbang di atas mereka.


Duma langsung keluar dan bersiap dengan pedangnya. "Siapa kau?!"


"Namaku Dr. Goblin. Aku disini untuk...yah, aku yakin kalian tahu alasannya." Dr. Goblin bilang itu, kemudian dia menjentikkan jarinya.


DHUAR! Ledakan besar terjadi di kereta belakang rombongan Duma dimana Rocky yang tidak sadarkan diri berada.


Kepanikan langsung terjadi, wajah Duma syok juga, karena ledakan besar itu menghabisi setidaknya dua gerbong kereta kuda mereka dan membunuh belasan bandit dan beberapa prajurit Asteria.


"Aku akan memusnahkan kalian juga...ah, tapi tidak perlu deh! Kehkehkeh!" Dr. Goblin siap pergi.


"Sialan!! Tunggu!!!" Teriak Duma ke Dr. Goblin yang terbang pergi dari sana.


Duma kesal, dia takkan bisa mendapatkan informasi apapun jika begini...!


***


"Shiki-kun?"


Shiki dengar suara lembut memanggilnya, dan kaget ketika Anna ada di belakangnya. "Anna?!"


...


"Siapa mereka bertiga??" Dengan wajah terkejut, Anna bertanya soal ketiga heroine-nya Shiki.


"Ah, mereka..." Shiki bingung harus jawab apa. Ini pertama kali bertemu Anna sejak Shiki bicara soal pensiunnya pada Anna beberapa hari lalu. Namun jika diingat lagi, dia tidak bertemu Anna juga sewaktu di Guild.


"...mereka kebetulan turun bareng saja!"


Mereka bertiga kaget dengar itu. "Apa?!"


Alicia memarahi pemuda rambut hitam itu. "Apanya yang kebetulan turun bareng?! Jangan lupa, orang yang menyewa kereta kuda itu adalah aku!"


"Dan kau tidak berani mengenalkan kami, karena wanita ini kau kenal dengan baik, kan?!" Yui juga meneriaki Shiki.


"Kamu Anna-san, resepsionisnya Shiki-san, bukan?" Reina tahu soal Anna; "Wanita yang Shiki-san sukai, meski sudah punya suami dan anak."


""APA?!!"" Teriak Yui dan Alicia kaget.


"Kenapa kau malah...tidak, darimana kau tahu itu, Reina?!!" Shiki kaget juga Reina tahu, dan yah...wanita ini pasti tahu saat dia mengobrol dengan Vira yang suka menggosip itu.


Shiki dimarahi, Yui memukul komikal Shiki dengan gagang pedang dan Alicia memarahi Shiki dengan bilang "pengganggu istri orang", "bejat, mesum, tidak senonoh."


"Fufu..." Anna terkekeh, dan Shiki yang dimarahi berkedip dengar itu.


"Shiki-kun sudah dewasa ya? Aku lega kau selalu dinaungi keberuntungan dari Great Mother." ucap Anna senyum.

__ADS_1


Shiki tersipu mendengar itu, ucapan lembut Anna selalu membuat hatinya berdegup kencang.


(Apa itu?! Dia malah seperti ibunya Shiki!) pikir Alicia dan Yui keheranan.


"Aku akan bicara pada kalian nanti. Setelah perjalanan cukup jauh, aku mau langsung ke penginapan dan memberikan oleh-oleh pada Gina." Anna beritahu itu.


Shiki berkedip, ah dia baru sadar Anna nampak baru kembali ke Guildtown. Ini menjelaskan kenapa Anna tidak kelihatan sejak waktu itu dan Shiki terus berpergian untuk mencari GATE bersama Reina.


Shiki yakin Anna sudah menduga ketiga heroine-nya bukan wanita sembarangan. Anna punya kepekaan yang tinggi soalnya.


Anna pergi kembali ke penginapan dimana dia dan Gina tinggal.


"Hei, bejat."


"Jangan memanggilku begitu!" Shiki protes komikal.


"Ayo kita ke tempat ketua Guild, aku rasa harusnya dia sudah kembali, kan?" tanya Alicia.


"Aku rasa." Shiki juga penasaran apa ketua Guild sudah kembali dari ibukota.


Kemarin, Dion cs bilang Ketua Silva menyuruh mereka kembali duluan karena masih ada yang perlu dia lakukan di ibukota. Harusnya sih ketua Guild sudah kembali, dan jarak dari ibukota ke Guildtown juga cuma 2 hari dengan kereta kuda ditambah beberapa kali istirahat.


Mereka langsung pergi ke Guild yang cukup ramai. Nampaknya para Petualang sedang menyebar, jadi tidak ada keramaian besar.


"Ah, itu karena ketua menyuruh mereka kerja daripada terus nongkrong disini." Wanita dewasa berambut keriting, salah satu dari 5 resepsionis, Paula.


"Berarti ketua sudah kembali?" tanya Shiki, dan jawabannya jelas dia sudah kembali.


"Yup, dia ada di kantornya sekarang. Meski sedang cukup sibuk, aku rasa kau bisa mengganggunya." Paula jawab, senyum.


...


"Ini sudah dua pekan sejak kita tidak bertemu, dan mengumpulkan Harem kelas atas ini adalah yang kau lakukan?!" Teriak Silva kesal saat melihat Shiki tiba dengan ketiga wanita cantik; "...kau bajingan terburuk, bocah sialan!"


"Diam! Kau pikir aku berniat secabul itu?!" Shiki kesal.


Silva sedang mengerjakan laporan yang cukup banyak untuk dia tandatangani. Dan Shiki tiba bersama tiga heroine-nya untuk membahas beberapa hal.


"Dengar, aku akan cerita apa yang terjadi padaku selama beberapa hari ini." Shiki bilang itu pada ketua; "Ini sudah naik turun tidak terkendali, dan situasi sekarang sedang bergerak maju."


Shiki cerita semua, dari awal dia bertemu Reina dan ke Star Island. Kemudian pengkhianatan Kira dan Mira pada Alicia. Bertemu Yui dan pencarian GATE, kemudian pertarungan di Gunung Romus melawan para bandit bersama pasukan kerajaan.


"Bagus sekali, kau mengalami banyak hal selama beberapa hari saja."


"Komentarmu biasa sekali, dan aku rasa ini akan mengejutkanmu." Shiki percaya diri; "...setelah quest ini berakhir, aku akan pensiun sebagai petualang! Aslinya aku akan pensiun lebih cepat, namun quest mencari Duke Robert Stardust adalah quest terakhirku."


Silva nampak sangat terkejut, dan jika dia mengingat apa yang Shiki lakukan selama dua tahun belakangan, sejak dia dijuluki Petualang Terkuat di Guild, Silva rasa kebosanan yang Shiki dapat karena tidak bertarung dengan lawan yang kuat sangar masuk akal.


"Begitu." Silva senyum; (Aku lega dia mirip denganmu, Layla.)


"Reaksimu biasa banget, paman. Padahal kau tadi terlihat sangat terkejut." komentar Yui. Dia tahu semua Petualang bakal kaget dengar Shiki mau pensiun, namun reaksi Silva cukup mengejutkan karena datar seakan sudah menebaknya.


"Haha." Silva senyum; "...kau anaknya Tiger, bukan? Ekspresi wajahmu itu mirip ayahmu."


"Benar! Ayah nitip salam untukmu!"


"Mari kita cerita lain waktu, kau juga ikut dengan ini, Shiki. Ada beberapa hal pribadi yang perlu aku ceritakan padamu." Silva berkata pada pemuda itu.


Shiki mengangguk, dia tahu apa yang ingin Silva ceritakan. Pasti soal hubungannya dengan ayah angkatnya dan ibu kandungnya. Shiki sudah menduga sebelum dia pergi dari Paradise untuk menjadi Petualang, kedua orangtuanya pasti mantan petualang Guild.


"Sekarang, kita bahas topik utama. Di Star Island, anda dikhianati oleh kedua ajudan anda, Putri Alicia? Aku belum pernah mendengar siapa Kira dan Mira ini, tapi kemungkinan besar mereka berasal dari sebuah kelompok *******." Silva beritahu itu.


"Kelompok *******?!" Alicia dan Reina kaget.


"Ya, kelompok itu bernama "NARAKU", sekelompok ******* yang memiliki tujuan untuk menghancurkan Eden!" Silva beritahu siapa dalang utama dan kelompok antagonis di serial ini, mereka bernama "NARAKU"

__ADS_1


...Bab 2.5 "Ketua Guild Petualang, Silva" - selesai...


__ADS_2