ADVENTURER OF EDEN

ADVENTURER OF EDEN
4.1 "Tujuan berikutnya adalah Ibukota Kerajaan Asteria"


__ADS_3

Arc 04: "Ibukota Kerajaan Asteria"


Di lab 31 West Area Kerajaan Asteria, Duke Robert Stardust berjalan di sebuah lorong. Dr. Goblin di belakangnya. Ini sudah dua hari sejak pertempuran di Guildtown berakhir dan kekalahan pertama NARAKU terjadi.


Kehilangan Kira dan Mira adalah bencana, namun Master Duke Robert Stardust tetap melanjutkan rencana besarnya tanpa harus panik.


"Aku telah mengumpulkan "esensi dari energi magis Mira" dan akan aku gunakan sebagai salah satu komponen rencana besarku!" Dr. Goblin mengatakan pada Master; "Metode itu sama seperti yang aku lakukan pada Kira!"


"Dengan mengumpulkan esensi dari energi magis kutukan Werewolf, kita menanamkannya pada tubuh Kira yang sekarat saat itu! Dan wala! Dia menjadi seekor Werewolf!" ucap Dr. Goblin penuh semangat.


"Benar sekali, itu juga metode yang sama darimu untuk membuat seseorang menjadi Monster. Aku mendengar kau menguji coba itu kemarin pada para Petualang, namun malah menjadi ular piton." balas Duke Robert. "Bukankah itu adalah esensi energi magis "Orochi" yang aku berikan padamu?"


"Ya, tinggal sedikit lagi. Aku kurang sesuatu, yaitu esensi energi magis Mira! Dengan sedikit eksperimen lagi, langkahku semakin dekat untuk menjadi "Raja Monster"...!" Dr. Goblin bersemangat.


Duke Robert terkekeh mendengar itu dan memuji anak buahnya itu. "Memang hebat, Dr. Zenoya. Teruslah berusaha untuk eksperimenmu selama itu membuat NARAKU semakin kuat."


"Kehkehkeh, terimakasih, Master! Dan tolong jangan sebut nama asliku! Jika Shiki mendengarnya, dia pasti akan langsung membunuhku!" Dr. Goblin terkekeh, dan saat dia menyebut Shiki dan kalimat yang hampir sama, dia jadi teringat ucapan Silva saat dia mencoba mengejar wanita bernama Anna itu.


"Benar, Master... Soal wanita bernama Anna itu..." Dr. Goblin ingin bertanya apa alasannya diincar, namun dia memilih pertanyaan lain karena takut Master curiga padanya; "...apa kita akan membunuhnya lagi?"


"Tentu, "dia" bilang akan melakukannya dalam waktu dekat. Selama wanita itu masih hidup, "Ragnarok" takkan bisa dilakukan. Bagi rencanaku, wanita itu adalah halangan terbesar disusul oleh putriku Reina dan juga Shiki." Duke Robert bilang itu.


"Yah, aku rasa kau sudah bisa menebak apa alasanku mengincarnya saat mendengar itu. Kau tidak perlu khawatir dan fokus saja pada eksperimenmu." Master bilang itu bersamaan mereka tiba di sebuah ruangan.


Dr. Goblin mengerutkan dahinya dengar itu; (Begitu rupanya, wanita itu memiliki koneksi dengan Eden! Apa mungkin dia seorang "peri" yang menyamar sebagai manusia?)


"Kalian berlima yang tersisa punya peran masing-masing..." Duke Robert Stardust berkata. 


Dan di ruangan itu, sudah ada seorang pria berambut abu-abu, dengan pakaian elitnya dan membawa sebuah pedang dengan sarung pedang warna hitam merah darah; dia salah satu Jendral NARAKU, Pangeran Kedua Kerajaan Asteria, Artha Blackmore.


"...dan peranmu adalah menghentikan rencana putriku, Artha..."


Artha diam dengar itu, melihat Duke Robert Stardust dengan tatapan dingin dari wajah tampannya.


💠💠💠


Di kantor ketua Guild, Silva bicara dengan Anna. Guild sudah dibuka oleh mereka, dan Silva masih melakukan persiapan matang untuk membangun kembali Guildtown yang setengah hancur akibat serangan NARAKU.


"Shiki akan aku kirim ke Ibukota hari ini. Negosiasi dengan anggota Parlemen untuk bantuan sampai kota ini beres akan dilakukan disana."


"Apa kau akan ikut?"


"Tidak, aku tidak bisa meninggalkan kota ini, kau tahu. Aku adalah pemimpin kota ini, dan aku serahkan negosiasi pada Shiki serta ketiga heroine-nya." Silva jawab jelas pertanyaan Anna.


Anna senyum saja, mereka tentu bisa diandalkan dan ketua Silva memanfaatkan mereka dengan baik, terutama Putri Reina dan Putri Alicia yang memiliki 'derajat' lebih tinggi dari anggota Parlemen.


"Jadi itu adalah keputusanmu, Anna. Meninggalkan Shiki serta membawa suami dan anakmu kemari, aku rasa itu tidak mengejutkan, namun aku tahu itu akan menyakiti Shiki."


"Shiki-kun sudah baik-baik saja. Jika dia masih murung soal kemarin, berarti ketiga heroine-nya itu cuma pajangan saja." balas Anna. "Sejak Shiki-kun bertemu dengan Putri Reina, aku sudah tahu ini akan terjadi..."


"... NARAKU datang, roda takdir Shiki-kun berputar lebih cepat. Ini adalah sesuatu yang bisa dipastikan. Dan keberadaanku disini cuma menjadi beban untuknya."

__ADS_1


Anna berkata lagi, dan wajahnya jadi khawatir meski ditambah senyuman.


"Aku harus segera pergi juga, sebelum Penguasa Jurang benar-benar membunuhku."


Silva diam dengar itu. Anna bicara dengan jujur soal ini, niatannya, tujuannya, dan alasannya. Silva sejak dulu penasaran siapa Anna sebenarnya, namun setelah kemarin dia diincar NARAKU, nampaknya Silva bisa mengatakannya dengan jelas...


"Kau seorang peri, bukan?"


Anna senyum dengar itu. "Cobalah tebak soal itu? Darimana kau tahu aku adalah makhluk penghuni Eden?"


"Ah." Silva heran, senyuman Anna cukup tajam tadi. Dia penasaran jika Anna seorang peri, tidak mungkin dia bisa memiliki anak dari seorang manusia dan para peri tidak punya kemampuan untuk bereproduksi seperti manusia.


Silva bisa saja memikirkan ini dan beropini banyak hal soal Anna, namun sekarang bukan waktu yang tepat.


"Ketua! Kau memanggil kami!" Shiki datang, disusul oleh ketiga heroine-nya.


"Selamat pagi, Shiki-kun, ketiga putri..." Anna menyapa mereka sopan.


Shiki diam sebentar melihat Anna, kemudian tiga heroine-nya berekspresi berbeda, Yui yang kesal, Alicia mengerutkan dahinya dan Reina berkedip saja melihat Anna.


"Selamat pagi, Anna. Kau juga diminta kemari oleh ketua?" Shiki nanya basa-basi.


"Tidak, aku cuma mau bicara soal kepindahan suami dan anakku kemari. Semua bisa dilakukan dengan cepat, jadi tinggal menunggu waktu saja." Jawab wanita rambut merah itu, senyum.


Anna pamit pergi dari sana, dia mau membuka Guild dan sudah dengar suara para Petualang berdatangan di bawah.


Setelah Anna pergi, Silva nanya. "Kau masih sakit hati dengar apa yang Anna bilang? Kau ini lembek soal cinta, huh."


"Bagus sekali." Silva memuji itu.


"Lalu apa yang mau kau bicarakan pada kami, ketua?" tanya Shiki penasaran.


Silva mengatakan soal itu, untuk mengirim Shiki dan ketiga heroine-nya ke ibukota, bertemu dengan anggota Parlemen.


"Tujuan kalian berikutnya adalah Ibukota. Aku ingin kalian mengirimkan laporanku soal serangan NARAKU pada anggota Parlemen bernama "Count Erick Edelweiss"..." Silva beritahu. Mereka berempat.


Semalam Alicia memberitahu Shiki bahwa mereka harus menemui ketua Silva esok pagi untuk membicarakan sesuatu. Meski semalam tidak tahu apa yang mau dibicarakan, namun sekarang Shiki tahu kalau mereka diminta ke Ibukota.


"Hah?!" Shiki kaget dengar itu. "Aku pikir apa, ternyata cuma errand biasa! Kau bikin susah saja!"


Yui setuju dengan itu; "Benar! Harusnya kau mengirim lewat kantor pos saja, kan?"


"Itu dokumen penting Guild, keputusan ketua Silva tepat meminta Shiki mengantarnya ke ibukota. Ditambah "Count Erick Edelweiss" adalah orang yang penting di Parlemen... Aku rasa kita bisa memanfaatkan dia." Alicia beritahu mereka berempat, yang berkedip mendengar itu.


"Memanfaatkannya?" Reina mengulang.


"Ya, ini kesempatan juga. Count Erick merupakan salah satu figur penting, dimana dia adalah pemilik Pelabuhan Besar di East Area. Keluarga Edelweiss sudah membangun Pelabuhan Besar sejak 200 tahun yang lalu dan berkembang pesat menjadi pelabuhan terbesar di Benua Selatan." Alicia menjelaskan soal kehebatan Count Erick Edelweiss.


"Berurusan dengan orang penting lagi..." Shiki jadi jengkel.


"Setidaknya akan ada lima dari 20 orang anggota Parlemen yang akan bertemu kalian. Mereka mungkin akan membahas soal bantuan yang akan diberikan pada kota dan soal NARAKU." Silva bilang ke mereka.

__ADS_1


"Apa kita harus memberikan informasi NARAKU yang kita dapat dari Mira?" tanya Alicia pada Silva.


"Berikan saja, namun terserah anda jika melihat situasinya nanti." Silva beritahu Alicia, dia percaya pada keputusan Alicia soal pertemuan dengan Parlemen nanti.


"Itu berarti kita bisa mendapat info lokasi 4 GATE tersisa dari mereka, bukan?" tanya Shiki penasaran soal itu.


"Ya! Nanti kita tanyakan itu, Shiki-san!" jawab Reina setuju.


"Soal GATE, huh. Aku ragu mereka memiliki informasinya." Alicia penasaran, namun ragu.


Alicia bilang pada Shiki setelah itu. "Aslinya aku tidak mau membantumu mencari GATE karena itu adalah fokus-mu dan Reina-san untuk quest terakhir."


"Huh." Shiki menaruh kedua tangannya di pinggang. "Lalu apa tujuanmu tetap denganku? Di Guildtown, kita cuma bersekutu untuk mengalahkan NARAKU...tidak, mengalahkan Kira dan Mira."


"Tujuanku bersamamu sekarang adalah membuat Apollon bisa digunakan olehku lagi." ucap Alicia. "Salah satu Jendral NARAKU telah mengutak-atik senjata mulia ini. Tanpa Apollon tidak bisa digunakan, aku tidak akan bisa menjadi seorang Raja."


"Ambisimu besar juga, putri jenius." komentar Yui soal itu.


"Sudah jelas, aku adalah Romanova." Alicia mengatakan dengan bangga.


"Hah, baiklah. Selama kau masih punya alasan, aku tidak masalah dengan hubungan kita sekarang." ucap Shiki, dia melihat ke Reina yang diam saja, tidak berkomentar dan nampaknya dia juga tidak masalah soal ini.


"Lalu apa kami harus berangkat hari ini ke ibukota, ketua?" tanya Shiki lagi.


"Ya, hari ini saja. Jarak ke ibukota juga dua hari dengan kuda gerobak dengan berhenti dan istirahat." jawab Silva. "Aku akan menyiapkan kereta kudanya, dan kalian bisa ke ibukota siang ini."


Shiki mengangguk, Ibukota Kerajaan Asteria bukan tempat yang baru untuknya. Dua tahun lalu dia pergi kesana untuk ikut serta di sebuah turnamen bertarung bernama Turnamen Bintang.


Shiki memenangkan turnamen itu setelah mengalahkan seorang Ksatria Bintang bernama "Leonard", kemudian dikenal sebagai Petualang Terkuat di Guild.


Shiki tidak sabar, dia sangat yakin bisa bertemu dengan Leonard lagi.


Kemudian bertarung dengannya...!


***


Di Ibukota, "Kastil Ribuan Bintang"


"Begitu ya, jadi anggota Parlemen menjadwalkan pertemuan dengan perwakilan dari Guild Petualang. Apa kau tahu siapa yang akan datang?"


Pria rambut merah dengan pakaian ksatria berkerah merah, memakai jubah merah dan sebuah pedang berwarna merah dia taruh dibelakangnya.


Pria serba merah ini adalah "Ksatria Bintang kursi pertama, Sir Leonard Redstone", rival dari Shiki si Petualang Terkuat di Guild.


"Aku kurang tahu soal itu." Wanita berambut ungu di kuncir jawab.


"Namun kau akan semangat jika yang datang adalah orang itu, bukan?"


Leonard senyum, pertanyaan yang sudah jelas jawabannya. Jika Shiki datang ke ibukota sebagai perwakilan Guild, maka artinya adalah...rematch!


...Bab 4.1 "Tujuan berikutnya adalah Ibukota Kerajaan Asteria" - selesai...

__ADS_1


__ADS_2