
Kilas balik, beberapa hari lalu di Guildtown, bantuan dari Ibukota tiba bersama Freddy dan Ksatria Bintang kursi kesepuluh, Goorner Voord.
"Selamat datang di kota para Petualang, Guildtown." Silva menjabat tangan Goorner dan Freddy melihat kiri-kanan, terkejut melihat keadaan parah dari Guildtown; "...ini mengerikan! Jadi serangan para Monster itu benar-benar serius, ya!"
"Tentu saja," jawab Silva, dia melihat Freddy dan ajudannya yang diam itu. Silva baru pertama kali melihat Freddy; "Aku tahu dia Ksatria Bintang yang Shiki kalahkan dua tahun lalu, namun siapa kau?"
"Kurang ajar! Apa kau tidak tahu aku? Aku Freddy, salah satu anggota Parlemen! Beraninya kau tidak mengenalku, petualang!" Teriak Freddy kesal.
"Oh benar, kau anggota Parlemen. Maaf atas ketidaksopanan ini." Silva senyum dan Freddy masih kesal dengan itu.
"Tenanglah, Tuan Freddy. Tugas anda disini sebagai "penyerahan" untuk bantuan pada Guild, bukan untuk marah-marah." Goorner memperingatkannya.
"Cih!" Freddy jengkel. "Beraninya kau bicara itu padaku! Tapi baiklah, aku akan menyerahkan bantuan padamu, ketua Guild! Dan berterimakasih lah, karena tanpa kami, kota kumuh ini takkan bertahan!"
Silva senyum. "Hmm, begitukah? "Terima kasih", pedagang hebat...."
"Kau mengejekku!" Freddy jengkel pada Shiki, kemudian...
DHUAR! Suara ledakan terdengar dari belakang, dari arah kota; Silva cs kaget dan melihat kesana; "Ledakan?!"
"Apa yang terjadi?!!"
...
Di dalam kota para Petualang, Dion berteriak pada Warren. "Warren!! Hentikan!! Kenapa kau tiba-tiba saja menyerang semua orang!"
"Hentikan, Warren!"
"Kenapa kau malah mengamuk... UWAH!" Warren memukul para Petualang yang mencoba menghentikannya, dan berlari ke arah Kantor Guild;
"Terus kejar Warren!" Teriak Theo, dan kemudian dia menjadi khawatir; "Dia menuju kantor Guild! Kekhawatiranku semakin nyata saja...!"
"Warren senpai mungkin adalah pengkhianat yang ketua Silva maksud itu!"
...
Di dalam kantor Guild.
"Aku penasaran apa yang terjadi di kota sekarang. Aku mendengar suara benturan keras sejak tadi..." ucap Gina dengan khawatir.
Warren berlari menerobos banyak orang dan beberapa bangunan, menuju kantor Guild. Sementara Gina, dia khawatir; "Aku berharap tidak terjadi sesuatu di kota..."
Dan Anna diam, sambil memperhatikan pintu masuk siapa yang datang ke kantor Guild.
...
Warren berlari ke arah kantor Guild. Menerobos semua orang yang mencoba menghalanginya, bahkan para Petualang sekalipun.
"Hentikan, Warren!"
"Cepat lakukan, Dion-san!" Para Petualang teriak, kemudian menyerahkan Warren pada Petualang Terkuat kedua di Guild itu.
"Ok!" Dion bersiap, dia melepaskan petirnya pada tombak besinya dan menembak Warren dari sana dengan serangan yang kuat; "Thunderbolt!"
Namun Dion terkejut karena Warren tidak mempan pada petirnya dan meski sempat berhenti, dia tetap berlari ke arah Guild Petualang.
__ADS_1
Kemudian Anna, Gina, Paula, Candy dan Honjou keluar dari kantor Guild, kaget melihat semua orang mengejar Warren dan Warren berlari ke arah mereka;
"Huh?? Warren berlari dengan buas ke arah kita!" Paula kaget tentunya.
"Bodoh! Kenapa mereka malah keluar dari kantor Guild!" Theo kesal, dia tahu siapa yang diincar Warren diantara para resepsionis itu; "Anna-san!! Kabur dari sana!! Warren senpai mengincarmu!!"
"Apa?! Warren..." Anna kaget, reaksi yang sama juga ditunjukkan oleh 4 resepsionis lainnya.
"Ayo Anna! Kita kabur! Cepat!" Teriak Paula membawa Anna, namun Anna masih diam tidak mengerti.
Warren tidak mungkin adalah pengkhianatnya, dia sangat dekat dengan Shiki dan salah satu orang yang dipercaya oleh Shiki. Mustahil pria sepertinya adalah seorang pengkhianat.
"Anna-san! Ayo!" Candy beritahu Anna untuk pergi.
"Tidak... Warren, tidak mungkin adalah pengkhianatnya..." Anna menggeleng, tidak percaya.
"Hentikan, Warren!"
"Kita harus tangkap pengkhianat itu!" Para Petualang berdatangan untuk menghentikan Warren.
"Menjauh dari sana, orang-orang bodoh!" Silva datang dari atas dan menciptakan sebuah palu yang dia ciptakan dari energi magis, sihir "Creation" nya.
"Ketua Silva!" Para Petualang kaget, pria berusia 50an itu melompat ada di atas untuk menyerang Warren.
Dion bersiap juga, memberikan serangan lainnya pada Warren. Sama-sama Thunderbolt, dengan serangan yang lebih besar dan kuat untuk menghentikan gerakan Warren setidaknya dalam beberapa detik.
"Sekarang, ketua Silva!" Teriak Theo kencang.
"Ya!" Silva bersiap menghantam Warren dari atas. (Mustahil orang sepertimu berkhianat, Warren! Setelah ditinggal istri dan anakmu 3 tahun lalu...kau mencari kebahagiaan lagi dan menemukannya di Guild!)
"Buster Hammer!"
Semua orang kaget, ada banyak dari mereka yang baru pertama kali melihat kekuatan Silva. Seorang Petualang veteran yang sudah berada di Guild selama 30 tahun, kekuatan dan pengalamannya bukan sembarangan...
"Bagus...! Ketua Silva telah menghentikan Warren!" Theo senyum dan senang.
Namun CRATZ! "GAKH!" Anna memuntahkan darah setelah dia ditusuk oleh Paula, Finna, Candy dan Honjou bersamaan dengan lima pedang dari belakang.
"...." Dion menganga tidak percaya, dan Silva juga sangat terkejut. Reaksi yang sama diberikan semua orang melihat apa yang terjadi.
Ada 5 resepsionis di Guild, dan empat dari mereka menusuk Anna bersamaan dengan pedang yang mereka bawa sebagai "jaga diri" setelah serangan para Monster ke Guildtown beberapa waktu lalu.
Anna terjatuh dengan empat pedang menancap pada tubuhnya, darah keluar dengan deras dan membuat semua orang menganga tidak percaya, sebuah plot twist yang sangat tidak terduga.
"Hei, hei...apa yang terjadi..."
"Kenapa mereka..."
"Ini bohong, kan... Anna-san!"
Empat resepsionis itu diam saja melihat Anna tergeletak tewas. Para Petualang diam membatu, mereka tidak pernah membayangkan hal ini bisa terjadi sebelumnya.
"Ini gila...!" Dion tidak percaya.
Ketua Silva berusaha tenang dan langsung menyimpulkan. (Sama seperti Warren...! Mereka berlima dikendalikan!)
__ADS_1
"SIALAN!" Dion murka dan melepaskan petir besar-besaran, dan Silva meneriakinya; "Berhenti, Dion! Mereka semua-"
"Kau juga pengkhianat, ya?! Ketua Silva! Aku akan membereskanmu setelah aku mengurus para wanita sampah itu!" Dion meneriakinya dan kemudian menyambar mereka berlima; "Thunder "Zeus" Bolt!!!"
Tetapi...
Theo muncul dan menangkis petir besar itu dengan satu tangannya. Dion kaget, dan teriak; "Theo...!! Kau adalah-"
"...orang yang mengendalikan Warren dan para Resepsionis! Benar, kan?" Silva nanya ke Theo serius.
"Hehe, benar sekali, aku rasa." Theo tiba-tiba saja berubah sikapnya; "Kau bisa bilang, aku mengendalikan mereka berlima dan juga Warren-san. Tujuanku adalah membunuh "Anna-san", sesuai dengan perintah "Dark Lord Balor" kepadaku!"
"Dark Lord Balor...!" Silva kaget dengar nama itu. Nama Raja Iblis kuno yang mitosnya sebagai penguasa Abyss.
"Misiku sukses, sekarang aku akan membawa keempat wanita ini dan membuahi mereka-"
Theo sadar sebuah serangan datang dari atas, Vira meluncur dari atas dan menghantam Theo kencang dengan sebuah ledakan api besar dari bola api kecil yang padat.
DHUAR!!!! Ledakan besar itu lurus menghantam Theo.
"Aku tidak bisa mendeskripsikan semua dengan kata-kata, melebihi apa yang terjadi 30 tahun lalu..." Vira kesal, dia amat marah karena sahabat baiknya serta 4 temannya dibuat seperti itu oleh Theo.
Dion kaget, ini pertama kali melihat Vira marah besar. Rambut ungunya dan seluruh tubuhnya memancarkan energi magis api yang besar, dia menggunakan Manna Burst sekarang, namun menahannya agar tidak melukai 4 resepsionis yang sekarang tidak sadarkan diri itu.
"Fufufuhahaha, mengerikan. Jadi ini adalah kekuatan Penyihir Akhir itu." Theo berubah menjadi sosok monster juga, memiliki dua tanduk dan ekor; seluruh tubuhnya berotot dan berwarna merah.
"Apa itu?!" Para Petualang kaget tentunya.
"Theo aslinya adalah makhluk seperti ini?!"
"Sayang sekali sihir tidak akan mempan padaku dari Abyss! Karena aku adalah salah satu pengikut setia Dark Lord Balor, Raja para Imp, Incubus Baros!" Theo mengenalkan diri dengan identitas aslinya sebagai pemimpin Monster Abyss.
"Kalian manusia cuma bisa mengancam." ucap Baros kesal. "Tidak akan ada yang bisa membuatku takut di dunia lemah seperti ini- huh?!!"
Baros kaget ketika banyak cahaya biru muncul mengelilinginya, mereka bulat kecil-kecil seperti kunang-kunang dan membuat semua orang yang melihat itu terkesima dan kaget juga.
"Cahaya-cahaya apa itu?!" Mereka bingung.
Namun ada satu jawaban, Silva dan Vira yang berwajah kaget mengetahui itu. Semua cahaya biru itu muncul dari jasad Anna tadi; "Mereka semua adalah..."
"...para Peri!"
Semua bola cahaya biru itu mulai bercahaya terang, dan Baros mengerti apa yang terjadi padanya sekarang; "Begitu rupanya...! Inilah alasan kenapa kau diincar oleh Dark Lord! Kau adalah Peri, namamu adalah....!"
Sebelum mengucap nama asli Anna, Baros dihancurkan oleh semua bola cahaya biru itu dan menjerit kesakitan; "GAAAAAAKKKKH!!!!!"
Baros menghilang tidak berbekas karena "para Peri" tadi dan para Petualang hanya bisa menganga. Jika tidak ada "serangan dadakan" dari Anna tadi, maka mereka semua pasti sudah mari ditangan Incubus Baros.
Namun...kesedihan tidak bisa mereka tahan.
Tragedi yang terjadi begitu saja.
Vira melihat Anna, teman baiknya selama dua tahun ini, dan juga para resepsionis yang dikendalikan untuk membunuh Anna tadi. Vira memeluk mereka berlima dan menangis; "HUWAH!!!"
Dion juga tidak bisa menahan tangisnya. Silva kelihatan sangat marah, dia lengah dan tidak berdaya.
__ADS_1
Namun dia memikirkan Shiki, cintanya kepada Anna sangat besar meski mereka memutuskan "meninggalkan" perasaan mereka masing-masing.
Silva tidak ada pilihan lain, dengan penuh kesiapan dan mental, dia akan pergi ke ibukota untuk mengatakan apa yang terjadi pada Shiki.