
"Semuanya!! Bentuk formasi bertahan seperti biasa! Tahan para bandit yang lolos! Fokus pada mereka! Sisanya serahkan pada aliansi kita!!" Duma teriak ada anak buahnya, tiga puluh prajurit itu langsung bersiap seperti yang Duma perintahkan.
Awalnya mereka tidak yakin karena dugaan kuatnya para bandit turun gunung dan melakukan serangan total. Namun melihat Shiki dan tiga heroinenya di garis depan Kota Bari membuat mereka mengerti kenapa Duma meminta itu.
"Reina, kau bersama Yui... Alicia, kau bersama Duma. Sementara aku akan tangani mereka di depan." Shiki beritahu ketiga heroinenya.
Alicia heran dan balas. "Bukankah terlalu ceroboh? Jumlah mereka bisa sampai 100 orang, lho!"
"Aku tau." Shiki mengangguk. "Aku tidak gentar, mau sekuat apapun mereka, status mereka sebagai "bandit" tidak akan hilang."
Alicia heran mendengar itu. "Kau benar-benar meremehkan mereka!"
"Hehe!" Yui tertawa, abangnya memang seperti itu; "Biarkan saja!"
Shiki langsung pergi dari sana, dan Duma mengerti pengalaman Shiki sebagai "Pemburu Bandit" membuatnya begitu percaya diri.
"Alicia-sama, total pasukan kami tidak berkurang sejak sebulan lalu, ada 30 orang. Kami memiliki 7 orang pengguna sihir elemen dan sisanya akan bertarung dengan senjata biasa." Duma melapor pada Alicia.
"Baiklah." Alicia mengerti. "Kalian fokus saja bertahan, kami akan menahan mereka di tengah. Aku punya ide untuk menahan jumlah mereka."
...
Shiki berlari ke tengah hutan, sendirian. Para warga mulai dievakuasi oleh prajurit Asteria ke desa terdekat.
Berlari selama 3 menit, Shiki merasakan mereka sudah mendekat dan bersemangat; "Semoga ini tidak membosankan... Bandit!"
Ottmar berada di belakang, dan suara bentrokan dari depan sudah terdengar. "Bos!! Bos!! Seseorang menghampiri dan menyerang pasukan kita!"
"Dia sendirian?! Siapa yang berani melakukan itu?! Apa Duma...?!" tanya Rocky tidak percaya.
"Saya yakin bukan dia, dan dari wajahnya, dia yakin kalau pria yang sendirian menyergap kita adalah "Shiki si Petualang Terkuat!" yang para bandit juluki sebagai Pemburu Bandit...bos!"
"Pemburu Bandit itu ya...!" Rocky cukup gentar mendengar julukan Shiki yang dikenal para bandit sebagai "Pemburu Bandit" karena reputasinya menghabisi para bandit di selatan.
"Hehehe! Dia disini! Berarti ini waktunya bagiku untuk membuktikan diri!" Ottmar nyengir bersemangat.
Bersamaan Shiki matanya menjadi pelangi, menggunakan mata sihirnya dan menghabisi setiap bandit yang datang. Gerakan super dari tubuh manusia supernya membuat para bandit hanya bisa menerima nasib dikalahkan jika menghadapinya.
"Mustahil...sudah setengah dari kita..."
Para bandit tidak percaya, tidak sampai lima menit, Shiki sudah menghabisi lebih dari setengah jumlah mereka dari tengah.
"Apa cuma segini saja? Kalian menyebut diri kalian sebagai "kelompok bandit terkuat" dan sama seperti para bandit lainnya, kalian sangat membosankan!" Teriak Shiki kesal pada mereka.
"Bos...setengah dari pasukan garis depan kita telah..."
"Haha! Seperti yang diharapkan dari Pemburu Bandit!" Rocky bersemangat, memuji Shiki. Dia punya niatan tentunya pada Shiki; "Dan beritahu ini pada Pemburu Bandit! Ini adalah pesan dari bandit terkuat, Rocky!"
***
Duma dan yang lain mendengar suara langkah kaki berlari mendekat. Meski Shiki menahan mereka di depan, tentu saja dengan keunggulan jumlah para bandit, mereka bisa mencapai kota Gari.
Begitulah yang Duma yakini, dia juga sudah bersiap dengan kedatangan bandit. Rencana Alicia tinggal dilakukan saja begitu mereka tiba.
"Mereka datang, lakukan!" Teriak Duma.
"Baiklah!" Alicia mengangkat tongkat sihir warna kuningnya.
"Ini adalah tongkat sihir yang bagus diberikan oleh pasukan kerajaan kemarin, tanpa Apollon kekuatanku jauh berkurang! Tapi aku tetaplah seorang mage yang kuat!"
"Tembok Tanah!"
Sebuah tembok tanah besar dibuat membentuk untuk menghalangi para bandit yang datang. Sihir tanah adalah sihir dasar tersulit, kemudian sihir tembok tanah adalah sihir paling awal yang bisa dipelajari dari elemen tanah.
Alicia menggunakan sihir tanah sebagai sihir kelima, karena memang butuh konsentrasi lebih dan durasi menggunakan energi magis yang agak lebih lama.
Mengayunkan tongkat sihirnya lagi, Alicia kini menerbangkan para ahli sihir ke atas tembok dengan angin di kaki mereka.
7 ahli sihir itu di atas melihat para bandit kebingungan di bawah, langsung menembak mereka dengan sihir angin dan api yang mengalahkan mereka dalam jumlah besar.
"UWAH! Mereka menjebak kita!" Para bandit teriak kesakitan. "Sialan...! Selamatkan kita, bos!!"
"Hehe, strategi jelas! Si Alicia itu mengesankan!" Yui kagum, dia nanya ke Reina setelah itu; "Lalu apa yang bisa kau lakukan, Reina?"
"Aku tidak tahu. Aku pikir Alicia-san sudah mengambil panggungnya, jadi tidak perlu melakukan apapun lagi..." balas Reina.
"Kau adalah tipe yang seperti itu, huh." Yui heran mendengar itu.
"Reina-sama, anda bisa agak mundur ke kota dan mengantisipasi para bandit yang lolos." Duma beritahu, dia juga bilang ke Yui; "Nona Yui juga, aku serahkan bagian kanan padamu."
Reina dan Yui mengangguk mengerti. "Ok!"
Yui ke kanan dengan cepat, tembok tanah tidak sampai sana dan para bandit mulai muncul juga. Yui membantu para prajurit, dengan mudah dan tanpa ampun memenangkan pertarungan dengan para bandit.
Tapi alangkah terkejutnya Yui, dia melihat tiga ekor serigala buas muncul dinaiki oleh para bandit.
"Serigala! Mereka menaiki makhluk ini?!" Yui kaget.
...
"Fyuuuh..." Shiki menghela nafas, dan para bandit tidak percaya sudah hampir semua bandit yang menghadapi Shiki dikalahkan dengan mudah; "Semuanya tergeletak...! Orang ini benar-benar Pemburu Bandit!"
__ADS_1
"Shiki si Pemburu Bandit sialan!" Teriak seorang bandit muncul; "Bos kami, Rocky si Bandit Terkuat menantangmu! Sekarang dia ada di depan dan akan segera menaklukkan kota Gari! Datanglah kesana saat kota itu kami kuasai!"
"Hah...? Yah... Hahahaha..." Shiki merasa lucu dengar itu, dan senyum. "Bandit Terkuat...semoga bos kalian tidak mengecewakan aku, ok?"
***
Di tempat Yui dan Reina.
"Kami adalah Bandit Rider!! Kau tidak mungkin bisa menang melawan kami, gadis kecil!" Para bandit itu ada tiga orang, menaiki serigala buas yang jelas bukan serigala biasa.
"Hmph! Gaya-gayaan!" Yui mengeluarkan katana, bilah tajam merah mengkilap, gagang pedang biru. CRATZ! Melesat dan menebas tiga "Bandit Rider" itu bersamaan sampai mereka kalah dan tersisa tiga serigala buas itu saja.
"Sekarang kalian boleh pergi dari sini, para serigala- huh!"
"Awas, Yui-san!" Reina memperingatkan,
Tiga serigala buas itu langsung bergerak mengincar Yui, mereka melompat melesat dengan serangan kejutan dan Yui hampir kena jika saja dia tidak melompat ke atas.
(Mereka cepat!) pikir Yui cukup terkejut. "Ini pertama kalinya aku menghadapi serigala secepat itu!"
"Mereka bukan serigala biasa, mereka adalah Warg! Jenis monster serigala buas dengan tubuh yang dipenuhi energi magis kutukan!" Reina menjelaskan itu pada Yui.
"Warg? Tunggu...pengetahuanmu cukup bagus soal para Monster!" Yui kaget juga, dan dia sadar tiga Warg itu bergerak menyerang lagi;
"Yah, aku tidak peduli sih! Selama aku lebih kuat dari mereka, aku takkan mati!"
Yui mengayunkan katana merahnya dari atas, tiga Warg itu mengelak meski ada satu yang terkena sampai berdarah.
"Begitu rupanya, kalian memang bukan serigala biasa! Bahkan sekali ayunan Muramasa tidak bisa membunuh kalian!" ucap Yui semakin bersemangat.
Yui memegang katana merah "Muramasa" dan mengalirkan energi magis ke pedang, lalu merubahnya untuk mempertajam pedang yang Yui gunakan.
"Penajaman!"
Para Warg semakin buas ketika energi magis Yui dialirkan ke pedangnya. Yui menebas satu, sampai darah keluar banyak, kemudian dia Warg melompat melesat, Yui berputar dan memberikan tebasan tajam sampai darah ungu mereka keluar banyak;
"Kaiten Sakura!"
"WOAH?!"
Para bandit tidak percaya dan wajah Reina juga kagum disana. "Dia kuat...cewek itu! Siapa dia sebenarnya?!"
Yui jawab sambil memasukkan pedangnya ke dalam sarung. "Aku adalah adik perempuan dari Shiki si Petualang Terkuat! Aku Yui dari klan Haruna!"
"Klan Haruna?!!" Mereka kaget dengar nama klan Haruna.
"Ya, lebih baik kalian pergi atau aku akan menjadikan kalian sebagai mangsa!!" Teriak Yui menakuti mereka, para bandit panik dan kabur dari sana; "Seram!"
***
"Bos mereka disini-"
DHUAR! Tembok tanah mereka para ahli sihir tadi dihancurkan oleh Rocky yang datang ke depan kota Gari.
Alicia yang bersama Duma disana kaget. Pria berwajah percaya diri, berfisik cukup berotot, menaiki makhluk serigala buas warna hitam mengerikan.
Duma kaget, ini pertama kali dia bertemu dengannya; "Dia...pasti Rocky!"
Rocky nyengir, melihat Duma yang tadi memanggilnya. "Dan kau adalah Ksatria Bintang kursi kesebelas, Duma! Ini pertama kalinya kita bertemu, kan?"
Duma terkejut dengan serigala yang dinaiki oleh Rocky. "Apa serigala itu sebenarnya?! Dia punya energi magis tidak mengenakkan dan darimana kau mendapatkannya?!"
"Dia adalah peliharaanku. Namanya Warg! Monster dari Abyss yang Master berikan padaku!" Rocky jawab dengan cengiran, membuat mereka terkejut yang mendengarnya, termasuk Alicia; "Monster dari Abyss?!"
"Darimana kau dapat sesuatu seperti itu?! Siapa Master yang kau bilang tadi?" Pertanyaan Alicia lemparkan, dia ingat Mira dan Kira juga menyebut nama "Master" di Star Island.
Alicia yakin mereka orang yang sama, dan jika Alicia berhasil mendapatkan jawabannya...
Rocky turun dari Warg, tahu soal Alicia. "Wajah cantikmu dan keberanianmu, aku sangat yakin kau adalah Putri Jenius dari keluarga Romanova."
"Kejar dia...! Bawa kehadapan-ku! Biar aku jadikan wanitaku!" Rocky memerintahkan satu Warg bergerak mengejar Alicia.
"Alicia-sama!" Duma mau melindungi Alicia, namun Alicia meminta Duma mengejar Rocky; "Kejar saja bos Bandit itu! Serahkan Warg itu kepadaku!"
Duma mengangguk mengerti, lalu pergi sesuai rencana Alicia.
Alicia berhadapan dengan Warg, dia menggunakan sihir tanah dari bawah untuk menghentikan gerakan serigala itu. Mengangkat satu tongkat sihirnya, menciptakan bola sihir api, angin dan petir bersamaan dan melemparnya ke satu Warg disana.
Satu serangan sihir kuat yang mengesankan dilepaskan, dan Alicia mengalahkan satu Warg dengan mudah. Kemudian Duma dan Rocky sudah mulai bentrokan mereka;
"TRANG!" Duma dan Roxky bentrok, pedang besar dan kapak. Lalu Duma merasakan energi magis kutukan kena padanya dan membuat tubuhnya menjadi lemas; (Apa-apaan...!)
Duma langsung mundur, dan Roxky mengayunkan kapak perangnya bertubi-tubi pada Duma, mengambil keuntungan besar saat Duma tiba-tiba saja kewalahan.
(Aku tidak mengerti, apa kapak perang itu?! Ada efek aneh yang membuatku lemas!) pikir Duma sebelum dia terlempar dan para prajurit panik, "kapten Duma!"
"Kapak ini luar biasa...bahkan membuat seorang Ksatria Bintang melemah? Benar-benar trik aneh!" ucap Ottmar semangat.
Duma bangun, dan kesal juga. Duma melesat menghunus Rocky, namun ditangkis oleh bos bandit itu dengan kapaknya. Duma mengayunkan ke samping, dia mengerti trik untuk menghentikan efek kapak itu, yaitu tidak bersentuhan terlalu lama.
Tetapi... Rocky lebih kuat dan cepat, Duma kewalahan; (Sialan... ini memalukan!)
__ADS_1
"Wahahaha!!" Rocky menyabet kapak pada Duma yang menangkis itu sampai pedangnya hancur dan Duma terlempar kencang.
"Hehehe!" Rocky tertawa penuh kemenangan. "Aku bisa mengalahkan salah satu Ksatria Bintang! Aku adalah bandit terkuat-!!"
"Huh?!" Dan Rocky sadar seseorang datang di belakangnya dengan kecepatan tinggi. DUAGH; Shiki muncul menendang Rocky di wajah, sampai terlempar.
Duma kaget, "Shiki!"
Rocky mengusap darahnya, meludah. Dia nyengir, tahu wajah Shiki dan bersemangat saat melihatnya datang; "Jadi kau akhirnya datang... Petualang Terkuat!"
💠💠💠
Beberapa saat lalu, setelah para bandit kabur melihat betapa kuatnya Shiki, tiga ekor Warg tiba dihadapan Shiki.
(Mereka bukan serigala biasa...) pikir Shiki, sebelum dia berlari melesat menebas Warg, namun dia tidak bisa menembus mereka.
"Penajaman Tinggi!" Shiki menajamkan kedua pisau hitamnya dengan energi magis, seperti yang Yui lakukan dan kemudian mengalahkan tiga Warg dalam beberapa detik saja.
***
Kembali ke sekarang, Shiki menendang wajah Rocky. Duma didekati oleh para prajurit dan Alicia melihat dengan diam, tentu saja Shiki akan datang untuk mengejar bos bandit itu.
Pria berbadan besar nyengir penuh semangat, dan bilang. "Jadi kau orangnya, Shiki si Petualang Terkuat yang terkenal itu!"
"Aku berterimakasih padamu memanggilku dengan itu. Meski aku merasa biasanya para bandit akan memanggilku dengan Pemburu Bandit daripada Petualang Terkuat..." ucap Shiki senyum.
"Jika aku memanggilmu itu, malah tidak akan dianggap setara! Karena julukanku sekarang adalah "Bandit Terkuat" yang berarti satu kelas denganmu sebagai "Petualang Terkuat!" Rocky menjelaskan alasan dia memanggil Shiki dengan julukan "Petualang" daripada "Pemburu"
Shiki merasa lucu sampai dia terlihat keheranan. "Oh..."
Rocky memutar kapaknya, dia bersiap menantang Shiki. "Aku percaya diri untuk menang melawanmu! Kekalahanmu adalah awal dari kejayaanku!"
Shiki melihat Rocky datang, menghantam kencang ke tanah sampai retak dan Shiki berhasil mengelak ke atas dari serangan itu.
(Dia tipe yang bisa aku kalahkan dengan mudah, tapi kapaknya itu...) pikir Shiki mengerutkan dahinya.
"Shiki, berhati-hatilah. Jika kau atau senjatamu bersentuhan dengan kapaknya, kau akan merasa lemas." Duma beritahu, dia adalah korbannya.
"Menjadi lemas, huh. Ada efek yang seperti itu ya." ucap Shiki pelan. "Aku rasa aku mengerti kenapa kau tidak bisa menandinginya."
"Efek kapakku tidak terhindarkan!" Rocky mengayunkan kapaknya pada Shiki, yang mampu menghindari dengan mudah. "Akan membuatmu hanya bisa terus menghindar!"
Shiki senyum dengar itu, kedua pisau hitamnya itu bersiap. "Kau orangnya lebih percaya diri dari yang aku kira...ya?"
...
Pertarungan Shiki dan Rocky masih berlanjut, Reina datang bersama Yui. Shiki yang awalnya cuma menghindari, sekarang dia membalas serangan Rocky hingga menimbulkan bentrokan sengit hingga bersentuhan senjata mereka.
"Sial!" Rocky mulai panik dan Shiki hanya senyum percaya diri tinggi.
"Benar-benar kepercayaan diri yang mengesankan. Aku tahu lawannya cuma bandit, tapi tetap saja mengesankan!" ucap Alicia kagum.
"Anda benar, bahkan saat melawan Leonard dulu, Shiki seperti ini juga. Dia adalah tipe petarung yang tenang dan percaya diri dengan kemampuan bertarungnya sendiri." Duma beritahu.
"Julukannya sebagai "Petualang Terkuat", "Tidak terkalahkan dalam pertarungan jarak dekat", tentu saja berkat betapa kuatnya dia saat ini..."
Duma memang mengakui Shiki setelah apa yang terjadi di Turnamen Bintang 2 tahun lalu. Harusnya Shiki bergabung dengan "Ordo Ksatria Bintang", namun Shiki tidak mau karena dia adalah seorang Petualang.
"Hehe! Memang seperti itulah abangku! Dia kuat, tidak terkalahkan! Ayah melatihnya dengan baik sebelum dia pergi dulu..." Yui bilang itu; "Namun ada satu kekuatan yang memang menjadi "alasan" betapa kuatnya Shiki si Petualang Terkuat saat ini."
"Alasan yang dimanfaatkan oleh Aniki dengan bakat bertarungnya, hingga dia menjadi tidak terkalahkan dalam pertarungan jarak dekat!"
"Alasan?" Reina mengulang itu. Dia tahu Shiki kuat, namun penasaran apa alasan spesifik yang membuat Shiki terkenal sangat kuat.
Yui jawab, menjelaskan kekuatan Shiki yang mengesankan itu. "Kedua matanya...kalian lihat warna apa sekarang?"
"Pelangi?" Alicia melihat itu, dan dia ingat warna mata Shiki adalah hitam, dengan terkejut, dia tahu apa kedua mata Shiki itu; "Jadi begitu...apa mungkin itu adalah "mata sihir"...?!"
"Benar sekali, putri Jenius. Itu adalah alasan kenapa Aniki sangat kuat, karena mata itu." jawab Yui, mereka semua menyimak dengan terkejut bersamaan Shiki mendominasi Rocky dalam pertarungan mereka.
"Mata yang bisa membuat Shiki bisa melihat sedikit ke masa depan, atau apapun itu...belum jelas! Namun tidak diragukan lagi, mata sihir itu adalah alasan kenapa Aniki menjadi petarung yang luar biasa sampai saat ini!"
(Melihat sedikit ke masa depan...!) pikir Alicia tidak percaya. Dia pertama kalinya melihat seorang pengguna mata sihir.
CRATZ! Shiki memotong tangan kiri Rocky. Kemudian kedua pisaunya menebas dadanya beberapa kali sampai dia jatuh, Shiki mengalahkannya dengan mudah.
"GAAKH!" Ottmar terjatuh dan kesal. "Kenapa kau tidak menghabisiku langsung, Shiki si Petualang Terkuat! Kau meremehkan aku?!"
Shiki balas dengan mengerutkan dahinya. "Kau banyak omong dan terlalu percaya diri, itu bikin muak... Namun aku ingin Duma yang menghabisimu."
"Apa?" Duma kaget.
"Ini sebuah kehormatan, jika bukan kau yang menghabisinya, nanti orang Parlemen itu akan menganggapmu aneh-aneh." jawab Shiki senyum. Memberikan alasan logis pada Rocky.
"Aku rasa itu ada benarnya..." Duma setuju; "Namun mengejutkan kau berpikir sejauh itu untukku, Shiki."
Duma mengambil pedangnya dan siap mengakhiri Ottmar yang ada dihadapannya. Rocky kesal; "Kalian benar-benar meremehkanku!! Aku adalah bandit terkuat! Aku-"
CRATZ! Duma melesat menebas Rocky sampai dia jatuh tidak sadarkan diri.
"Selamat, Duma. Dengan ini julukan Pemburu Bandit berhak di tanganmu." Shiki memberikan julukan itu pada Duma dengan bersalaman.
__ADS_1
Duma kesal dan merasa telah dijebak oleh Shiki. "Jadi ini yang kau rencanakan!!"
...Bab 2.4 "Pemburu Bandit" - selesai...