
Semua orang membicarakan final Turnamen Bintang. Bukan hal mengejutkan jika seorang Ksatria Bintang mampu masuk final, apalagi ini adalah "Leonard" yang merupakan "kursi kedua" dari Ksatria Bintang.
Namun mengejutkan ada seorang Petualang dari Guild Petualang masuk ke final, apalagi dari 16 besar telah mengalahkan dua Ksatria Bintang yang kuat.
Nama pemuda ini adalah "Shiki", secepat angin dan sekuat badai! Untuk pertama kalinya setelah 30 tahun, Guild Petualang berhasil masuk final!
...
Di tempat para Petualang, Shiki mendapatkan wejangan dari Silva. "Ini akan menjadi pertarungan "keahlian kalian", dua pisau hitam terkuat dan pedang terkuat."
"Shiki, Leonard mungkin akan mengimbangi kecepatan dan kemampuanmu, bahkan dia bisa melebihinya. Namun kau adalah kau...aku yakin kau punya banyak cara untuk mengalahkannya." Silva menepuk pundak Shiki.
"Wahahaha...itu benar! Argh! Sakit dadaku!" Warren kesakitan, dia ada di kursi roda.
Vira heran; "Jangan terlalu bersemangat."
"Balaskan dendamku, Shiki!" Dion beritahu itu. "Kalahkan si sok keren itu!"
Shiki senyum, mengangguk mengerti. "Aku akan melakukannya, memenangkan turnamen ini dengan mengalahkan "yang terkuat"...!"
***
Shiki dan Leonard masuk ke Star Arena. Suara tepuk tangan meriah terdengar. Bangsawan kerajaan yang memberikan trofi nanti adalah "Duke Robert Stardust", kepala keluarga Stardust.
Duke Robert memberikan sambutan sebelum dimulainya pertarungan antara Shiki dan Leonard.
"Aku tidak akan panjang lebar karena aku tahu betapa kalian menantikan final ini, jadi aku hanya akan mengatakan ini..." ucap pria tua itu; "Yang menang adalah yang terbaik, yang kalah jangan berkecil hati!"
Semuanya bertepuk tangan dan Duke Robert berkata lagi; "Mari kita mulai saja, final Turnamen Bintang ke 50...!!!!"
Ketika suara semua penonton berkumandang, kedua petarung ini mengeluarkan senjata mereka. Sebuah pedang biru cukup besar dan dua buah bilah pisau hitam diperlihatkan oleh mereka berdua.
"Nama pedang ini "Durandal" dan ini yang akan membawaku menuju kemenangan...!" ucap Leonard mengenalkan pedangnya.
"Hassaikai...artinya adalah "Delapan Perintah", ini adalah bilah pisau hitam yang ditempa oleh klan Haruna...! Diberkahi oleh para peri!" ucap Shiki mengenalkan juga kedua bilah pisaunya. "Kedua bilah pisau yang telah membawakanku banyak kemenangan!"
"Majulah!!" Mereka berdua sama-sama menyerang, melesat dan bentrok keras disana.
Shiki dan Leonard bertarung, kekaguman dan wajah serius ditunjukkan oleh semua orang yang menonton.
Mereka berdua seimbang, kemampuan bertarung mereka. Dari kemampuan fisik serta insting mereka seimbang, Shiki mengandalkan kecepatan, dan Leonard sudah tahu sejak awal dia melihat Shiki bertarung.
(Kedua matanya yang menjadi merah permata memancarkan energi magis aneh...!) pikir Leonard.
Leonard jadi teringat setelah Shiki mengucapkan "diberkahi oleh para peri" tadi. Para peri adalah makhluk mitos, dikatakan mereka berasal dari Eden. Mereka kecil, bersayap dan memiliki mata merah seperti permata. Leonard tahu tentang para peri dari buku cerita yang pernah dia baca.
"Begitu rupanya...mata itu memiliki warna yang sama dengan mata para peri..." ucap Leonard sambil bentrok dengan Shiki, yang cukup terkejut dengar itu; "Mata para peri?"
Mereka bentrok sengit sambil bicara, Leonard jawab pertanyaan Shiki. "Benar... Kau tahu tentang peri, kau tadi menyebut nama itu."
"Makhluk kecil yang polos yang memiliki energi magis tidak biasa. Dikatakan mereka adalah kebalikan dari para Monster Abyss!" Leonard membuat Shiki terpental, namun masih bisa berdiri;
"Itulah para peri...!"
"Kau lebih banyak tahu dibandingkan aku, lho. Di kampung halamanku, para peri cuma muncul di beberapa cerita anak-anak..." Shiki berkata pada Leonard.
"Jadi kau menyangka mata sihirku adalah "mata para peri" huh... Itu dugaan yang bagus!" Shiki menggunakan Penajaman Tinggi pada kedua bilah pisaunya.
Leonard bersiap, mengambil kuda-kuda dan melesat. Setiap serangan Leonard sekarang dominan pada Shiki yang mampu menangkis tiap serangan pria berambut merah itu.
(Kecepatannya meningkat! Bahkan ayunan pedangnya itu semakin kuat!) pikir Shiki tidak percaya, dia didominasi oleh Leonard dalam adu serangan jarak dekat sekarang.
(Namun kedua mataku bisa melihat semua serangannya, itulah kenapa aku masih bisa bertahan melawannya!) Shiki mengayunkan kedua pisaunya sekuat tenaga, Leonard cukup terkejut tadi, itu menyudahi serangan cepatnya.
Shiki sekarang melesat, dia lebih cepat dan lebih kuat, dominan daripada Leonard yang mampu menangkis dan membaca semua arah serangannya.
__ADS_1
Namun Leonard dan Shiki, mereka berdua sama-sama bersemangat. Membuat mereka berdua seimbang, sama-sama kuat.
Dan kemudian... TRANG! Bentrokan kencang itu membuat keduanya terlempar.
Semua orang hanya bisa menganga melihat bentrokan mereka. Dua petarung yang luar biasa, ini final terbaik dalam beberapa tahun terakhir.
***
Pertarungan sengit di final ke 50 Turnamen Bintang. Duel antara Shiki dari Guild Petualang melawan Leonard dari Ksatria Bintang kursi kedua, mereka seimbang dan membuat penonton saling bersorak nama dari dua petarung yang mereka dukung.
"Shiki! Shiki! Shiki! Shiki!"
"Sir Leonard! Sir Leonard! Sir Leonard! Sir Leonard!"
"Uwah, ini pertama kalinya aku mendengar sorakan namaku seramai ini." Shiki berkomentar sambil berdiri lagi, begitupula dengan Leonard, lalu Shiki berkata lagi dengan senyum senang; "Itulah kenapa aku tidak boleh mengecewakan mereka."
"Hmmh! Benar...!" Leonard setuju dengan Shiki, dia juga senyum; "Itulah rasanya ketika kau menjadi "Pahlawan", Shiki. Aku adalah kursi kedua, aku sering menerima pujian seperti itu dari mereka."
"Pahlawan...? Itu tidak cocok bagiku." Shiki bersiap, dan akan mengeluarkan salah satu skill terkuatnya; "Karena aku lebih suka diingat sebagai seorang "Petualang"...!"
Leonard mengambil kuda-kuda bersamaan Shiki menggunakan sihir terkuatnya, sebuah Buff yang akan dia gunakan untuk pertama kalinya.
...
Sementara itu, di colloseum; "Sir Leonard Redstone; berumur 28 tahun dan dia adalah Ksatria Bintang kursi kedua, putra tunggal dari keluarga ksatria, keluarga Redstone." ucap Vira, dia mendapatkan info soal Leonard. "Aku baru pertama kali dengar nama keluarga Redstone... Ketua?"
"Ya, itu adalah nama keluarga ksatria dalam 5 generasi, namun mereka selalu menyembunyikan nama belakang mereka..." Silva beritahu apa yang dia tahu soal Leonard; "Kau bisa bilang mereka keluarga ksatria normal, dan Leonard pengecualian karena "tidak normal", lalu hanya dia yang memperlihatkan nama belakang keluarga mereka."
"Pedang anti-sihir itu, aku juga baru pertama kali melihatnya. Jadi kemungkinan besar hanya Leonard yang merupakan generasi kelima keluarga mereka yang menggunakan pedang itu." Silva berkata lagi.
"Begitu ya." Warren mengerti. "Nampaknya mereka berdua punya kesamaan yang jelas, ya... Terlahir kuat dalam "keluarga yang normal"..."
Silva senyum dengar itu. "Aku rasa kau benar." Meski Warren tidak tahu masa lalu Shiki dan tidak bisa menyebutnya berasal dari keluarga yang normal.
Semua penonton terkejut, Shiki melepaskan energi magis angin "Manna Burst" ke sekitarnya. "Tempest Maximal!'
"Mustahil...!" Silva kaget, Dion juga lebih tidak percaya; "Dia juga bisa menghisap Buff..."
Shiki kaget, semua orang juga terkejut karena Buff yang Shiki keluarkan terhisap. Namun ada yang lebih mengejutkan lagi...
"Shiki, kau sudah tahu kekuatanku. Namun akan aku perlihatkan padamu "yang lebih dari itu"...!" Leonard melepaskan Manna Burst angin juga; "Menghisap dan menggunakan sihir musuh juga adalah keahlianku...!"
"Tempest Maximal!"
Leonard menggunakan "Tempest Maximal", membuat semua penonton yang mendukungnya bersorak.
"Dia menghisap Buff dan bahkan menggunakannya!" Shiki kaget tentunya dan Duke Robert Stardust senyum; "Apa yang bisa kau lakukan sekarang, Shiki-kun?"
"Aku akan mengakhiri ini dengan Buff terkuatmu!" Leonard bersiap, dia melesat dengan cepat.
Tempest Maximal adalah sihir buff versi lebih kuat dari "Tempest" dan membuat kecepatan serta kelincahan penggunanya seringan dan secepat angin, namun Maximal jauh lebih kuat.
Meski serangan cepat itu, dengan kedua mata sihirnya dia bisa menangkis serangan Leonard. Tidak hanya serangan pertama, beberapa kali serangan Leonard ditangkis oleh Shiki. Kecepatan Leonard sudah berkali-kali, namun Shiki mampu "melihat" semua arah serangan Leonard.
(Gghh! Kakiku sakit...!) pikir Leonard, ini adalah efek kuat dari Tempest Maximal.
Leonard datang dari belakang Shiki, menghunus dengan cepat dan Shiki menangkis dengan kedua pisau hitamnya sampai terlempar.
Shiki bangun lagi, dia tidak ada pilihan lain. Jika Leonard terus dalam kecepatan seperti ini, maka dia yang akan kalah.
"Jika aku menggunakan Tempest Maximal lagi, apa kau akan menghisapnya lagi?"
"Tentu. Itu adalah tindakan percuma, Shiki. Namun aku takkan menggunakannya meski aku bisa karena Buff ini terus membebankan tubuhku. Jadi aku hanya akan "memakannya" dan menjadi nutrisi energi magisku." Leonard jawab itu.
Shiki mengerti kemampuan anti-sihir pedang Durandal itu sekarang. Itu terserah Leonard mau menggunakannya atau tidak setelah dihisap.
__ADS_1
"Aku tidak punya cara lain...mustahil aku menang jika tidak menandingi kecepatanmu. Jadi aku akan lakukan lagi... Tempest Maximal!" Shiki melepaskan lagi sihir buff terkuatnya.
Leonard juga menggunakannya, sihir Buff yang dia hisap dari Shiki. (Dia tidak menghisapnya sekarang, berarti dia akan melakukannya saat kita bentrok!) pikir Shiki melihat Leonard melesat padanya.
Keduanya bentrok dengan pedang dan dua buah bilah pisau hitam. Leonard melihat celah untuk menghisap sihir Buff Shiki, tetapi...
(Tidak bereaksi!) Pikir Leonard kaget. Rackham yang menonton juga terkejut. (Kenapa bisa...?)
"(La~ la~ la~ la~)" suara orang-orang menyanyi di kepala Shiki terdengar; (la~ la~ la~ la~ la~)
(Suara siapa...? Mereka memenuhi kepalaku...tapi...) pikir Shiki, dia merasakan energi magis tidak biasa mengalir ke seluruh tubuhnya bersama dengan energi magis elemen anginnya.
"Kena!" Shiki menusuk pundak Leonard dengan satu pisau, tusukannya tidak dalam namun melukainya dan mundur langsung ke belakang.
"Sialan..." Leonard memegang pundaknya yang sakit. "Aku sedikit lengah..."
Keduanya sama-sama kelelahan, mereka sama-sama menggunakan energi magis elemen angin "Tempest Maximal" sebagai Buff mereka. Membuat pertarungan mereka begitu cepat dan berangin kuat.
Keduanya tahu jika mereka harus mengakhiri pertarungan ini secepatnya. Itulah kenapa mereka bersiap, kuda-kuda bertarung dengan pedang dan dual bilah pisau hitam.
"Ini adalah serangan *******..." ucap Duke Robert; "Siapapun yang paling cepat..."
(Dia yang akan menang!) Pikir Shiki dan Leonard bersamaan, sambil senyum.
...
Shiki dan Leonard akan mengadu serangan, siapa yang cepat dia yang akan menang dalam dua serangan ******* ini. Keduanya juga menggunakan "Tempest Maximal" sihir buff elemen angin yang kuat, membuat Leonard yang memiliki fisik di atas normal saja merasa kesakitan pada tubuhnya.
(Buff ini harus aku lepas setelah ini! Itu berarti, aku harus mengalahkan Shiki dalam serangan ini!) pikir Leonard.
Keduanya mengambil ancang-ancang dan melesat. "Gust!" Shiki menambahkan pelontar angin pada kakinya, aslinya Tempest Maximal sudah memiliki itu, namun Shiki menambahkan "Gust" lagi dan membuatnya lebih cepat dari Leonard.
Leonard tahu trik itu, dia melepaskan ayunan pedangnya duluan, dan Shiki membaca itu dengan menangkisnya dengan "Angin Pemotong!"
"!!?" Leonard terkejut dengan gerakan super cepat tadi; (Hanya sela sepersekian detik!)
Shiki kemudian menebas Leonard disaat dia kaget dengan satu tebasan pisau hitamnya. Tebasan kedua dari pisau di tangan kirinya dan membentuk X disana.
"Ggh!!" Leonard masih bertahan; (Aku belum kalah!!)
(Dia belum kalah...!) Shiki tahu itu, dan terkesan.
Shiki melakukan Penajaman Tertinggi, kemudian menusuk perut sebelah kiri Leonard. Shiki melesat sebelum Leonard mengayunkan pedangnya, melesat ke depan dan memberikan tebasan "X" yang lebih besar lagi pada pria rambut merah itu.
"Penajaman Tertinggi! Kilat Langit Sore!"
"GAGH!" Leonard memuntahkan darah, dan pemenangnya sudah ditentukan...!
"UWOOOH!!" Semua orang bersorak; "Shiki dari Guild Petualang adalah pemenangnya!!!!"
"Hebat! Hebat!" Duke Robert Stardust bertepuk tangan senang.
William cuma duduk sambil menyilangkan tangan dalam diam. Dia tidak pernah menyangkan Leonard akan kalah, namun dia takkan melakukan apapun dengan kekalahan ini karena pertarungan mereka sangat sengit tadi.
"Bagaimana menurutmu soal kekalahan ini, Sir Rackham?! Sir Leonard dikalahkan!" Benzu bertanya pada pria paruh baya itu.
"Ya, tentu mengejutkan. Namun Petualang itu lebih baik dalam memahami kekuatan yang Leonard lakukan karena itu memanglah sihirnya. Mungkin kesalahan Leonard ada pada dia terlalu memaksakan diri dan terbawa suasana untuk menang." Rackham menjawab itu.
(Namun Petualang itu...jika dia tidak memiliki kedua mata sihir itu... Tidak, itu sudah takdir yang memilihnya bisa menggunakan mata itu.) pikir Rackham, menyilangkan tangannya.
Leonard terkapar, suara sorakan ada yang mendukungnya dan bertepuk tangan untuknya. Shiki melihat Leonard, tidak terkejut dia masih sadarkan diri dan Leonard bertanya sesuatu pada Shiki;
"Kau tidak senang dengan kemenangan ini... Shiki?"
"Aku senang, namun bukannya aku tidak senang, sudah lama juga aku tidak merasakan sensasi bertarung seperti ini..." Shiki senyum, dia memberikan tangannya pada Leonard;
__ADS_1
"Senang bisa bertarung denganmu, Ksatria Leonard. Mari kita lakukan lagi dua tahun lagi."
Leonard meraih tangan Shiki dan senyum. "Ya, dan kita akan bertarung lagi di final Turnamen Bintang seperti ini nanti, Petualang Shiki! Rival!"