
Di Ibukota, rombongan Leonard berangkat dari sana. Ksatria Bintang kursi ketujuh dan ketujuh, Watson dan Benzu berangkat ikut dengan Leonard.
Sementara Ksatria Bintang kursi ketiga, Sir Walter ada di kastil, dia yang berjaga di ibukota dengan para ksatria suci menghentikan Berserk Knight.
"(Aku terkejut Leonard memintamu menjaga ibukota. Apa ada alasan soal itu?)"
"Hmm, entah. Nampaknya Leon mencurigaiku. Instingnya sangat tajam soal beginian. Dia bergerak untuk menghentikan Berserk Knight dengan kekuatan penuh, bahkan meminta bantuan petualang itu." ucap Walter.
"(Dia agak mengecewakan, namun aku rasa rencana Odin agak berlebihan. Apalagi itu membuat insiden terjadi di Pelabuhan Besar." ucap Baron Hormet di sebuah ruko di Ibukota.
"(Tapi itu bagus... Membuat Madness Enhacement menyala terus pada Sir Rackham dan tentu membuatnya menjadi monster tak terkalahkan.)" ucap Walter, dia nengok ke arah pintu dan seseorang masuk ke ruangannya;
"Jika semua Ksatria Bintang mati, terutama Leonard, aku yang akan menjadi kursi pertama." Walter bilang itu. "Kemudian menjadi "Raja" Asteria...yah, itu adalah ambisi tertinggi-ku."
"(Hoho, bagus. Itu sangat ambisius.)"
"Jadi itu rencanamu, Sir Walter. Aku mendengar semuanya." Ksatria Bintang kursi kesembilan, Lautaro Honoya mengeluarkan sebuah pedang bercabang besi tajam.
"Lautaro...jadi kau juga tidak ikut? Apa Leonard memintamu?" tanya Walter, dia mematikan komunikasi.
"Tidak, akulah yang memintanya dan akan mengawasimu. Namun kau adalah pengkhianat, aku sudah mendengar semua komunikasimu!" Lautaro bersiap; "Aku tahu kau kuat, Sir Walter! Namun aku tidak akan gentar!"
***
Disaat yang sama, Berserk Knight berlari dan Yuren bersama Albert yang membawa Count Erick yang masih tertidur naik kuda gerobak yang melaju dengan kecepatan penuh.
"Sedikit lagi..." Albert melihat peta dan sedikit lagi mereka akan sampai di hutan dekat Kota Rouf; "Masih 30 menit lagi! Bertahan!"
Albert bilang itu pada pengendara kuda gerobak yang seorang prajurit Asteria. Hibari berkata disana pada mereka.
"Aku khawatir jika itu masih belum cukup waktu, karena Madness Enhacement, Berserk Knight berlari lebih cepat dari kuda biasa sekalipun!"
"Apa sebenarnya Madness Enhacement itu?" tanya Albert tidak tahu.
"Aku pernah baca di buku tentang sihir, kalau Madness Enhacement adalah Buff terkuat yang memiliki resiko besar." jawab Hibari, "Aku dengar dari Leonard kalau Sir Rackham sebenarnya bisa menggunakannya selama tiga menit..."
"...namun entah kenapa Madness Enhacement nya itu sekarang malah tidak bisa dihentikan dan membuat Sir Rackham menjadi pengamuk!"
"Dan kita menyebutnya sebagai Berserk Knight. Dia monster, bahkan aku ragu kalau ada yang bisa menang darinya." ucap Albert pesimis.
"Benar." Hibari setuju soal itu, Sir Rackham tanpa Madness Enhacement pun belum tentu ada ksatria suci yang menang kecuali Leonard, namun sekarang ditambah Madness Enhacement.
"Bahkan duet antara Leonard dan Shiki sekalipun, aku ragu bisa menang."
"Uhh...aku dimana?" Count Erick terbangun.
"Bagus, kau sudah siuman, Count Erick! Aku akan jelaskan rencana untuk menghentikan Berserk Knight padamu!" ucap Hibari dan dia cerita rencana baik untuk menghentikan Rackham.
Kemudian mereka berhenti untuk menghentikan Berserk Knight, tepat di hutan dekat kota Rouf.
"Aku memiliki setidaknya 5 gulungan tersisa yang akan aku tulis dengan "mantra penidur" dan ditambah dengan "lullaby dust" milik Albert, aku bisa membuat efek tidurnya memanjang." Hibari beritahu, dia memperlihatkan lima buah gulungan warna merah.
Hibari menempatkan lima gulungan di tengah hutan, di beberapa tempat dan dengan kecepatannya, Berserk Knight juga akan sampai disini sebelum 5 menit.
"Ini terlalu beresiko! Bahkan energi magis Madness Enhacement sudah terasa bikin merinding dari sini!" Erick panik juga sekarang.
"Lalu apa kau punya rencana lain, Count?" tanya Albert penasaran.
"Aku tidak tahu, satu-satunya rencana di kepalaku adalah aku mendatangi Rackham, menyuruhnya tenang meski aku harus mati sekalipun." Count Erick beritahu rencananya.
"Itu rencana cari mati!" Albert kaget komikal mendengar itu.
"Dia datang!" Teriak Hibari dan Sir Rackham Berserk Knight tiba.
Berserk Knight berlari ke arah mereka dan Hibari bersiap membuka kelima gulungan yang sudah dia siapkan untuk jebakan Sir Rackham; "Ninpo: Gulungan Tidur!"
Kelima gulungan itu terbuka, dan menangkap Sir Rackham di seluruh tubuhnya.
__ADS_1
"Bagus!" Albert senang; "Dan mari kita mundur ke kota Rouf! Menunggu Sir Leonard disana!"
"GAAAAH..." Berserk Knight mencoba berontak, namun dia sedikit mengantuk...
...
Tidak jauh dari sana, Reina bersama dua Priest yang menemuinya di ibukota beberapa hari lalu naik kuda gerobak.
"Energi magis ini tidak normal, seperti energi kutukan, namun ini energi magis manusia. Mungkin terkorupsi...? Aku tidak begitu mengerti soal beginian." ucap Reina.
"Aku mau menangani ini, namun aku belum cukup kekuatan untuk menggunakan "Rantai Surgawi"," ucap Reina senyum; "Mari kita ke tempat GATE kelima lebih cepat...dan aku penasaran, dimana letak GATE keenam agar rencanaku bisa dimulai lebih cepat?"
***
Hibari menghubungi Leonard, bilang; "Semua sesuai rencana, Sir Leonard. Berserk Knight berhasil kami delay, aku menggunakan lima gulungan yang diperkuat dengan bubuk penidur milik Albert."
"Harusnya dengan itu, seseorang akan tertidur selama satu sampai dua hari, tapi karena Sir Rackham yang kita bicarakan..."
Leonard lega rencana istrinya sukses, namun dia memiliki keraguan apa Berserk Knight akan bangun sesuai rencana mereka.
"(Aku mengerti kekhawatiranmu. Kami juga sudah setengah jalan dari ibukota dan akan sampai Kota Rouf sekitar 3 jam paling cepat." Leonard bilang itu pada istrinya.
"Akulah yang membawamu dalam marabahaya ini, Hibari, aku juga yang akan bertanggungjawab melindungimu."
Albert kaget, namun tidak kaget karena Leonard dan Hibari memang sepasang suami-istri. Hibari tersipu dengar itu dan mengerti; "(Ya, aku percaya padamu, darling.)"
"Mereka berkomunikasi dengan mesra begitu padahal sedang dalam tugas!" Watson jengkel.
Benzu heran dan bilang. "Ini bukan pertama kalinya mereka...tidak, aku rasa ini sudah terlalu sering."
Leon teringat sesuatu dan nanya soal Lautaro. "Oh benar, soal Lautaro... Apa dia baik-baik saja dengan Walter?"
"Kau mencurigai Sir Walter sejak kapan? Sir Leonard...?" tanya Benzu penasaran.
"Sejak dia bertingkah aneh setahun lalu, sejak keluarga Blackmore tidak ada." jawab Leonard, dia lalu bilang lagi; "...yah, dia adalah murid dari Pangeran William, jadi aku rasa wajar dia berubah, meski...berubahnya menjadi mencurigakan."
...
"GAKH!!!" Lautaro menjerit kesakitan setelah Walter melepaskan gelombang suara kuat pada tebasan pedangnya.
Begitu Lautaro jatuh, Walter ada di atasnya dan mengayunkan pedangnya ke bawah, mengeluarkan gelombang suara yang kuat menghantam hancur kepala Lautaro sampai setengah pecah.
"Membosankan. Ksatria selemah dirimu seharusnya tidak menyandang gelar Ksatria Bintang." ucap Walter. "Sebuah penghinaan dari kelompok ksatria yang dibentuk oleh keluarga Blackmore."
Lautaro, Ksatria Bintang kursi kesembilan terkapar tewas. Walter menghancurkan tulang kepalanya dengan sihir gelombang suara miliknya. Kemenangan mudah bagi Walter dan itu sudah jelas.
"(Maaf tadi mematikan komunikasi, apa masih ada yang perlu dibicarakan Baron?)" tanya Walter dari sebuah Call Chip.
"Tidak ada." Baron Hormet jawab, dia bersama Odin sekarang.
Odin senyum tahu apa yang sedang terjadi, dan tentu semua yang terjadi adalah karenanya.
"Odin bilang, mari kita menunggu apa yang terjadi setelah insiden Berserk Knight ini." ucap Baron Hormet senyum. "Aku yakin ini akan menjadi awal dari kehancuran Ksatria Bintang...!"
💠💠ðŸ’
4 jam setelah Berserk Knight berhasil dihentikan, sekarang, Berserk Knight berhasil merusak semua gulungan yang menempel padanya dan bergerak lagi.
"Gakkh... Erick... Erick... Erick...!" Berserk Knight berjalan pelan ke arah Kota Rouf.
Dengan teropong, Albert melihat itu dan panik. "Sial, dia bergerak lagi!"
Albert ingin memberitahu Hibari secepat mungkin. Namun Berserk Knight menyadari Albert, berlari mengejarnya; "ERICK...!!!"
"Sial!!" Teriak Albert panik.
...
__ADS_1
Hibari di kota yang warganya sudah diungsikan juga merasakan Berserk Knight bergerak lagi dan suara teriakan yang kencang; "ERICK!!!" Terdengar sampai ke kota.
"Itu suara Sir Rackham! Suara Berserk Knight!" Para prajurit panik.
Hibari khawatir, dia menduga Berserk Knight mengejar Albert sekarang. "Albert...!"
Kemudian suara ledakan terdengar; DHUAR! dan disana Berserk Knight menghancurkan tangan Albert sampai dia menjerit kesakitan; "GAAAAH!"
Hanya tersisa setengah lengan saja, dan darah mengucur keluar dari kedua tangan Albert yang hancur. Berserk Knight mau mengayunkan pedang besarnya, kali ini Albert akan langsung mati.
Namun Hibari datang dengan cepat, dia menolong Albert dengan sebuah tali pengikat, menariknya dari arah hantaman kencang Sir Rackha. Namun pedang besar Berserk Knight menghantam tanah dan memberikan efek sampai Hibari terlempar kencang bersama Albert.
"UWAH!"
Hibari memegang pundaknya sakit karena terbentur pohon, sementara Albert di dekatnya terkapar dengan darah yang masih mengalir deras dari kedua tangannya yang hancur.
Pedang besar yang Berserk Knight pegang disiapkan, dia memegang erat dan mengincar Hibari dan Albert.
"Ksatria Yuren! Jangan khawatirkan aku! Cepat pergi!" Teriak Albert.
"Aku memang tidak bisa mati, karena tidak mau meninggalkan Leonard dan ketiga anakku, tapi... Bagaimana cara aku kabur dari Monster ini?" Hibari penasaran sekarang, bahkan dengan bom asap, Berserk Knight masih bisa mengejar dia dengan merasakan energi magisnya.
Semua cara dengan menggunakan bom masih bisa diatasi oleh Berserk Knight.
Dengan kemudian, Berserk Knight melesat ke Hibari. Albert memejamkan matanya dan Hibari dengan kunainya bersiap. Dia siap mati dan jika beruntung, dia bisa menghindari ayunan pertama serangan Berserk Knight.
Kemudian...
DHUAR! Serangan Berserk Knight memberikan ledakan besar, memotong tanah, namun tiada dari Hibari dan Albert yang kena serangan itu.
Itu karena Shiki berhasil membawa Yuren, dan Leonard membawa Albert; ""Tadi itu hampir saja!""
Mereka berdua berkata kompak, dan Hibari senang mereka akhirnya tiba.
...
"Shiki sialan! Lepaskan tanganmu dari istriku!" Teriak Leonard kesal.
"Kau istrinya?!" Shiki kaget, dia baru tahu dan Yuren heran dengar itu.
Shiki melempar elixir pada Leo untuk diberikan pada Albert. "Itu Elixir, bisa hentikan pendarahan dan memulihkan lukanya agar menutup. Minumkan itu padanya."
"Kalian berdua tiba bersamaan, nasib tidak bisa ditebak. Tapi dimana Putri Alicia dan yang lain?" tanya Hibari.
"Aku duluan dengan kecepatan penuh, beruntung bisa sampai sepersekian detik lebih cepat dari Leonard." jawab Shiki.
Leon kesal dengar itu. "aku yang lebih cepat darimu sepersekian detik!"
Berserk Knight bergerak lagi, mengincar mereka. "Hibari, aku memiliki rencana." Leonard beritahu dari sana; "Aku mau diskusikan denganmu dulu."
"Ya, cepat diskusikan di tempat agak jauh. Serahkan monster ini padaku dulu!" Shiki beritahu mereka bersamaan Berserk Knight melaju ke arah Shiki.
Hibari memejamkan matanya, tahu apa yang Leonard rencanakan. Mereka berdua (dan Albert juga) mundur bersamaan Berserk Knight datang menyerang Shiki dengan kuat, Shiki berhasil mengelak dan menggunakan "mata perinya" dan bilang; "Selama aku menggunakan mata ini, semua seranganmu takkan mengenaiku!"
...
Di belakang, rencana Leonard adalah; "aku akan menghisap Madness Enhacement dengan "Durandal"..."
"Aku pikir itu rencana paling jelas dan paling bisa dilakukan untuk melawan Berserk Knight." Hibari sudah menduga itu.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku jika Madness Enhacement yang berlebihan itu masuk ke tubuhku."
Bersamaan, Shiki menembak Angin Pemotong pada Berserk Knight yang merusak serangan itu.
Hibari senyum, dan balas; "Kau tidak perlu ragu, kau adalah "kursi pertama" dari Ksatria Bintang, semua orang mempercayai pilihanmu dan kekuatanmu.
Leonard senang dan dia memegang kedua tangan Hibari; "Jika istriku mendukungku, maka aku akan lakukan!"
__ADS_1