ADVENTURER OF EDEN

ADVENTURER OF EDEN
4.12 "Petualang Shiki dan Ksatria Leonard vs. Berserk Knight"


__ADS_3

Shiki bertarung sengit dengan Berserk Knight. Meski aslinya dia hanya bisa mengelak dari setiap serangan kuat dari sang kursi kedua Ksatria Suci itu.


(Terlalu besar! Tiap hantaman dan ayunan pedangnya terlalu kuat!) Pikir Shiki, dia agak kewalahan. Tentu jika dia tidak cepat, dia pasti sudah berakhir.


Berserk Knight mengayunkan pedang besarnya lagi dan Shiki menahan itu dengan kedua pisau hitamnya. Tenaga yang kuat, disertai energi magis yang "gila" dari Berserk Knight membuat Shiki terlempar.


"Guh!" Shiki menabrak pohon kencang sampai beberapa diantaranya rubuh, membuatnya tertimpa beberapa pohon langsung.


Masih lebih baik seperti itu daripada dihantam langsung dengan pedang besarnya, karena Shiki memiliki kedua pisau hitam kuatnya "Hassaikai" yang begitu kuat.


"Dimana Leonard?!" Shiki jengkel, pria rambut merah itu tidak muncul sejak tadi.


Berserk Knight melesat ke Shiki, yang melihat setiap kemungkinan serangan manusia pengamuk itu. Ada tiga arah kemungkinan Berserk Knight menyerangnya, ayunan miring, ayunan menyamping dan hantaman keras.


Diantara tiga garis kemungkinan yang Shiki lihat, ayunan menyamping yang paling terang dan membuat Shiki melompati serangan itu dalam beberapa detik.


Shiki membalas dari atas, satu pisaunya melepaskan cahaya biru yang berubah menjadi jingga seperti cakrawala; "Penajaman Tertinggi! Tebasan Cakrawala!"


TRANG! Ayunan satu pisau hitam kencang ditahan dengan pedang besar Berserk Knight. Shiki tidak membuatnya terlempar, karena fisik lawannya sangat kuat.


Kemudian Shiki meladeni Berserk Knight dalam pertarungan jarak dekat, dia menyerang dengan dua pisau hitamnya, bentrok beberapa kali dan sengit.


Dalam kondisi normal, dua pisau takkan sanggup menandingi satu pedang besar milik Sir Rackham. Namun "Hassaikai" bukanlah dua pisau hitam yang biasa saja, mereka berdua adalah pisau hitam kuat dan tajam.


"Tempest!" Shiki menggunakan "Tempest" agar dia lebih cepat dan gesit.


Begitu menghindari hantaman pedang besar Berserk Knight, Shiki yang melompat berputar ke atas melempar serangan pada Berserk Knight yang cukup kuat.


"Angin Pemotong Besar!"


Satu serangan telak itu mengenai Berserk Knight sampai kena tebas dan jatuh; "GAKH!"


Leon muncul dengan pedang merahnya, Durandal. "Mengesankan, bahkan Berserk Knight tidak mampu menandingimu dalam pertarungan jarak dekat!" ucap Leon memuji Shiki.


"Kenapa kau lama sekali, sialan?!" Shiki jengkel.


"Diam! Kau tak bisa mengalahkannya tanpa aku!" Leonard juga jengkel, kemudian bilang lagi; "Karena Sir Rackham hampir mustahil dikalahkan tanpa menghentikan Madness Enhacement."


"Aku tahu, dia seperti tidak ada habisnya. Mengingatkan aku pada Minotaur yang menyerang Guildtown waktu itu." balas Shiki. Meski perbedaan jelas antara mereka, Minotaur itu tidak memiliki "pikiran" seperti Berserk Knight.


...


Sementara Hibari membawa Albert pergi. "Maaf, Ksatria Hibari. Aku merepotkanmu."


"Tidak, kau adalah ksatria yang menonjol, Albert. Keberanianmu adalah alasan kenapa kau menyandang kursi ketigabelas saat ini." Hibari jawab, senyum dan dia menggendong Albert pergi.


Mereka berdua sampai di kota Rouf, dan saat tiba, para prajurit beritahu mereka berdua; "Count Erick meninggalkan kota ini?!"


Hibari kesal, tentu tahu kemana si Erick ini pergi, yaitu ke tempat dimana Sir Rackham berada.


...


"Rackham!!" Teriak Erick muncul disaat Berserk Knight juga mau melawan Shiki dan Leonard. Keduanya kaget; "Count Erick?!"


"Erick... Erick... ERICK!" Berserk Knight melesat mengincar Erick.


"Sial!" Leonard melompat menyelamatkan Count Erick, hantaman pedang tadi bisa membunuh manusia dengan mudah.


"Kenapa kau malah kemari?! Kau malah menambah beban saja!" Shiki jengkel jadinya pada Erick.


"Maaf, tapi aku masih..." ucap Erick, dia nanya pada mereka berdua; "...apa Sir Rackham masih bisa diselamatkan?"


"Tidak bisa. Bahkan jika rencana Leonard berhasil dan Madness Enhancement menghilang, tubuh pak tua Ksatria itu akan semakin memburuk dan hancur dengan sendirinya di dalam." Shiki menjelaskan itu.


"Benar sekali, begitulah efek dari Madness Enhancement yang digunakan terlalu lama. Pasti ada alasan kenapa Sir Rackham bahkan tidak bisa menghentikan Buff nya sendiri." balas Leonard.


Erick diam, dia sudah menduga karena seakan-akan tubuh Rackham dikendalikan oleh Madness Enhancement.


"Tidak ada pilihan lain untuk membunuhnya, namun sekarang semuanya tergantung padamu, Leonard." Shiki selangkah mundur, dan menyerahkan pada Leonard.


"Aku tahu, Hibari sudah siap menerima apapun resiko jika sesuatu terjadi padaku." Pria rambut merah itu bersiap dengan pedangnya dan Shiki menggunakan Buff terkuatnya.

__ADS_1


"Tempest Maksimal!"


Shiki melepaskan Buff angin terkuat, dengan Leonard langsung menghisap itu sampai habis dan menggunakannya.


"Tempest Maksimal!"


Berserk Knight melesat ke mereka, Shiki membawa Count Erick pergi, dengan Leonard bentrok kuat dengan Berserk Knight; TRANG! menahan ayunan luar biasa dengan Durandal dengan sekuat tenaga.


Leon merasakan rasa sakit dari dua arah, saat menahan dorongan kuat Berserk Knight dan efek menggunakan Tempest Maksimal.


Dalam beberapa detik, dia akan kalah karena dua alasan ini, namun Leonard mengayunkan Durandal, menjatuhkan pedang besar Berserk Knight.


Dengan jarak yang dekat, Leonard mulai menghisap Buff terkuat itu.


"Hisap Madness Enhancement! Durandal!" Teriak Leonard, kemudian pedang merahnya bersinar dan menghisap energi magis keunguan itu ke dalam pedang merahnya.


"Gghhh...!" Leonard merasakan rasa sakit karena energi magis Madness Enhancement bisa dia rasakan dari Durandal yang mengalirkan itu padanya.


"GAKH!!" Leonard menjerit kesakitan dan Shiki berteriak panik; "Leonard!"


Dalam satu menit, Leon melepas hisapan energi magisnya dan seluruh tubuhnya dalam keadaan menyakitkan baginya. Namun masih ada sisa sedikit energi magis Madness Enhancement, dan Sir Rackham mengayunkan pedang besarnya dan Shiki menangkis serangan itu.


"Bagus sekali, Leonard! Sisanya serahkan kepadaku!" Shiki berkata itu, dan Rackham melihat Shiki, dengan tatapan lemahnya, dia cukup terkejut. "Kau..."


Shiki menyerang Rackham lagi, dia masih mampu menangkis dengan pedang besarnya. Shiki melepaskan Angin Pemotong, dan melepaskannya dalam jumlah banyak.


"Angin Pemotong bertubi-tubi!"


"!!?" Rackham kaget dan menangkis beberapa serangan itu dengan pedang besarnya. Namun beberapa mengenai beberapa bagian tubuhnya, melukainya dengan cukup dalam.


Rackham ingat apa yang terjadi padanya, saat berhadapan dengan seseorang bernama "Odin", dia dikalahkan dengan mudah, pria itu adalah mage yang mampu mengaktifkan sihir lawannya dan mampu menyegelnya. Rackham tidak percaya ada seorang mage yang seperti itu.


Begitu Madness Enhancement diaktifkan dan dikunci. Rackham mengamuk tanpa peduli di Pelabuhan Besar, mengakibatkan keruntuhan pelabuhan terbesar itu dan membunuh banyak orang tanpa dia sadari.


(Ah, jadi itu yang terjadi. Benar-benar sebuah bencana...) pikir Rackham, bersamaan dia mulai pasrah dengan setiap serangan Shiki yang mengenainya.


"Rackham!!!"


Saat itu, Rackham mendengar suara Erick, satu-satunya suara yang dapat dia dengar. Suara sahabat karibnya, seseorang yang dia anggap sebagai adik laki-lakinya.


(Erick...aku...) pikir Rackham, bersamaan dia dengar Erick menyuruh Shiki berhenti menyerang Rackham karena dia sudah tidak berbahaya.


Shiki menuruti itu, dan melihat Erick menghampiri Rackham. Shiki juga mendengar suara Hibari memanggil Leonard yang terkapar di belakang Shiki.


"Astaga, Leonard..." Hibari melihat keadaan Leonard cukup buruk.


Shiki kesal, namun Leonard sudah siap dengan konsekuensi ini sejak awal. "Leonard..."


"Shiki, bantu aku bawa Leonard ke kota. Kita harus segera membawanya kembali ke ibukota." Hibari beritahu pemuda rambut hitam itu, Shiki mengangguk mengerti.


Shiki melihat Erick dan Leonard. Erick mengangguk padanya sebagai tanda "serahkan ini padaku" dan Shiki mengerti, dia pergi dari sana membawa Leonard ke kota Rouf bersama Hibari.


...


"Kau baik-baik saja, Rackham?"


"Mustahil aku jawab "baik-baik saja" setelah semua yang terjadi." balas Rackham senyum heran. "Aku pikir aku akan tewas dalam beberapa menit..."


"Seluruh tubuhku rasanya mau meledak, jantungku memompa darah dengan sangat cepat. Meski energi magis Madness Enhancement sudah terhisap banyak, namun efeknya pada tubuh masihlah terasa kuat."


"Ah, sial... Aku benar-benar akan mati dan yang lebih parahnya, aku telah menghancurkan Pelabuhan Besar yang kau banggakan sejak dulu itu."


Erick memegang pundak Rackham. "Aku tidak masalah soal itu. Pelabuhan Besar bisa aku bangun kembali selama aku masih hidup, sama seperti persahabatan yang sudah kita jalin selama 20 tahun ini tetap ada sampai aku masih hidup."


Rackham senyum mendengar itu. Erick benar-benar sahabat baiknya, meski mereka sudah tua sekarang, pertemanan mereka masih sama kuatnya seperti mereka masih muda dulu.


Hubungan ini sangat kuat sampai tidak ada diantara mereka berdua yang menikah. Rackham sebenarnya terkejut, namun nampaknya setelah dia mati, Erick akan menikah entah dengan siapa.


Sekarang, keadaan tubuh Rackham sudah memerah. Nampaknya aliran darah Rackham sudah pecah di beberapa tempat dan gilanya dia masih hidup dengan itu meski akan mati dalam waktu dekat.


"Erick, aku akan..."

__ADS_1


"Ya, terima kasih Rackham. Kau adalah "penjaga terkuat" dalam hidupku." ucap Erick senyum merasa sedih. "Sampai jumpa lagi..."


Erick memeluk Rackham. "Selamat tinggal, sobat."


Rackham senyum dan jantungnya meledak di dalam tubuhnya. Dia memejamkan matanya senyum, dan tewas dalam pelukan Erick sahabat karibnya itu.


...


Bersamaan, rombongan Alicia dari air terjun Metra dan rombongan Ksatria Suci dari ibukota tiba. Shiki dan Hibari langsung membawa Leonard ke ibukota, dan Erick akan dibawa oleh rombongan Alicia nanti.


***


2 hari setelah "teror Berserk Knight" berhasil dihentikan.


Keadaan Kerajaan Asteria menjadi cukup kacau setelah tersebarnya kehancuran Pelabuhan Besar dan terbunuhnya banyak orang di sana. Tidak seperti apa yang terjadi pada tiga keluarga kerajaan, Parlemen tidak bisa menutupinya dan bisa dibilang, mereka sengaja untuk membiarkan berita itu tersebar luas.


Meski situasi Asteria cukup kacau, itu bukan hal yang perlu Shiki pedulikan. Shiki khawatir dengan Leonard awalnya, namun pengobatannya berjalan dengan baik oleh para Priest Sanctum.


Mereka menekan Madness Enhancement dalam tubuh Leonard, kemudian dengan suatu cara, mereka mampu memurnikannya.


Shiki dengar Madness Enhancement memiliki energi magis kutukan sebanyak 40% dan itulah dasar dari skill buff terkuat ini memiliki peningkatan signifikan pada tubuh penggunanya.


Tiga Priest Sanctum mendiagnosis Leonard akan sembuh dalam tiga bulan, namun tubuhnya akan sulit digerakkan dan dia mungkin harus memakai kursi roda.


Itu bukan masalah besar, karena Leonard akan sembuh dan bisa memimpin Ksatria Suci meski dia tidak bertarung.


...


Kemudian Shiki dan kedua heroinenya dipersilahkan tinggal di Kastil Ribuan Bintang. Kamar mereka juga dipisah, namun Yui ada di kamar Shiki dan kesal;


"Kenapa kita harus tinggal di tempat Blackmore yang menjijikan itu! Apa tidak ada tempat lain?!" Yui protes.


"Nikmatin saja, Yui. Lagipula ini gratis." Shiki duduk di kasurnya, dan itu sangat empuk.


"Oh benar, kemana Alicia?" tanya Shiki penasaran.


"Tadi dia bilang, dia mengadakan pertemuan dengan para Ksatria Bintang dan akan mengajukan diri sebagai "raja sementara" Kerajaan Asteria." Yui jawab itu; "Dia percaya diri untuk ini, meski tongkat sihirnya itu belum bisa dia gunakan."


"Hmm, benar. Dengan status Blackmore yang sudah tiada, maka Romanova yang akan naik takhta. Alicia percaya diri soal ini, namun entah dengan para Pejabat itu." Shiki mengerti, mencoba menebak-nebak.


...


"Keputusan kami adalah penolakan, Putri Alicia. Anda tidak bisa menjadi "raja sementara" tanpa regalia." Baron Hormet bilang itu pada Alicia, yang tentu saja kesal mendengar itu.


"Bisakah kau jelaskan lebih rinci lagi, Jacob?"


"Tanpa regalia, anda tidak berhak mengambil posisi anda. Kecuali jika seluruh keluarga Blackmore sudah musnah dan masih ada Pangeran Artha Blackmore yang masih hidup."


"Jika beliau kembali dan mengkhianati Naraku, kami dengan senang hati akan menerimanya." Hormet menjelaskan pada Alicia; "Apalagi, pedang suci Caliburn bisa beliau gunakan sekarang..."


"Aku tidak mengerti, Artha adalah pengkhianat dan Jendral Jahat NARAKU, kenapa kau malah mendukungnya?" tanya Erick.


"Hormet ada benarnya, jika Alicia mau menjadi raja, maka kau harus membunuh Artha dan dengan itu keluarga Romanova menjadi penguasa tertinggi negeri ini." Sharukh beritahu Alicia; "Sama halnya dengan Putri Reina atau Duke Robert Stardust, keluarga Stardust harus membunuh..."


"Sudah cukup dengan pendapat konyol kalian! Aku pergi dari sini!" Alicia benar-benar kesal, mereka para Pejabat itu benar-benar tidak mau dibawah perintah orang lain.


...


Alicia cerita apa yang terjadi pada Leonard dan Hibari. "Persekongkolan antar Pejabat, huh? Sama sekali tidak mengejutkanku." komentar Leonard.


"Apa yang mereka rencanakan? Apa mereka cuma ingin posisi mereka sebagai pengatur kerajaan tidak direbut orang?" tanya Hibari penasaran.


"Itu alasan terjelas aku rasa, dan paling masuk akal." Leonard setuju.


"Ceritanya akan beda jika cewek bodoh itu disini." ucap Alicia menghela nafas, dan kesal dengan Reina. "Dan dia pergi tanpa alasan yang jelas...!"


...


Di lorong kastil Ribuan Bintang, Shiki berjalan. Dia sudah dengar yang terjadi soal Alicia, dan semuanya tidak berjalan sesuai rencana.


Kemudian suara langkah kaki terdengar dari depan Shiki, dia berhenti dan suara seorang pria terdengar; "Lama tidak berjumpa, Shiki-kun. Ini sudah dua tahun, bukan?"

__ADS_1


Shiki sangat kaget melihat pria tua itu muncul dihadapannya; "Duke Robert Stardust..."


...Bab 4.12 "Petualang Shiki dan Ksatria Leonard vs. Berserk Knight" - selesai...


__ADS_2