
Dalam perjalanan ke Ibukota, ini sudah sehari berlalu sejak Shiki dan ketiga heroine-nya pergi dari Guildtown.
Mereka berhenti, membuat api unggun dan beristirahat pada malam ini sebelum melanjutkan ke ibukota esok harinya.
Di tengah Shiki menyiapkan minuman untuk mereka, Alicia menceritakan sesuatu pada Yui dan Reina. Sebuah cerita tentang tragedi yang menjadi "titik balik" Kerajaan Asteria 400 tahun lalu.
"Tragedi Crimson Crown?" Yui mengulang itu.
"Ya." Alicia mengangguk. "Ini adalah asal-usul dari tiga keluarga bangsawan kerajaan..."
Alkisah, 400 tahun yang lalu seorang tirani yang disebut "Vile King" menjadi Raja Kerajaan Asteria. Vile King menjajah, membuat derita dan keputusasaan, dan ambisinya untuk menguasai dunia membawanya berkoalisi dengan Abyss.
Ketika kejahatan Vile King merajalela bersamaan teror Abyss datang, "Great Mother" menurunkan wahyu berupa tiga senjata mulia pada tiga bangsawan sekutu rakyat untuk melawan Vile King.
"Pedang Kemenangan; Caliburn. Tongkat Sihir Matahari; Apollon. Cahaya Ilahi...yang nama aslinya tidak diketahui."
Keluarga Blackmore berhasil mengalahkan Vile King dan para Monster, Romanova berhasil menyelamatkan warga dan Stardust berhasil menyegel kembali GATE dari Abyss.
Masing-masing dari tiga keluarga bangsawan kerajaan berjasa 400 tahun lalu, dan itulah kenapa mereka menjadi penguasa Asteria. Meski keluarga Blackmore "sedikit unggul" karena mereka yang merebut takhta Kerajaan Asteria dari Vile King.
"Itulah tragedi Crimson Crown. Asal-usul tiga keluarga bangsawan kerajaan menjadi "pahlawan" negeri ini." Alicia beritahu lagi.
"Huh...sungguh kisah yang heroik. Apa Blackmore benar-benar melakukannya?!" Yui tidak percaya tentunya, baginya yang seorang pembenci keluarga Blackmore, itu adalah sebuah kebohongan.
"Entah, namun yah...tragedi Crimson Crown tidak pernah dijelaskan secara rinci. Jadi wajar saja jika ada yang menganggap itu kebohongan." Alicia menaikkan kedua pundaknya.
Shiki setuju dengan itu. "Kau benar."
Reina diam saja sejak tadi, bahkan sejak mereka beristirahat disana. Shiki nanya apa ada masalah?Reina jawab dia cuma gugup, ini sudah lama sejak dia tidak datang ke ibukota.
"Aku sudah lama datang ke ibukota! Mungkin sudah setahun...tidak tiga tahun! Terakhir aku kesana saat pesta dansa di Kastil Ribuan Bintang!" ucap Reina lagi.
Wajahnya agak down sekarang. Shiki penasaran apa yang Reina khawatirkan, agak aneh sebenarnya Reina gugup soal ini, apalagi bertemu dengan pejabat Parlemen. Namun melihat dari sifat kikuknya, Shiki rasa masuk akal.
"Kau harus berhenti merasa inferior begitu. Jika kau seperti itu, mereka yang akan memanfaatkanmu." Alicia menasihatinya serius. "Kau ini sangat kuat, namun kau mudah sekali terlihat lemah."
"..." Reina terdiam dengar itu, kemudian meminta maaf. "Maaf..."
Yui menertawakan itu dan Shiki menghela nafas. Shiki rasa sudah waktunya dia mengetahui lebih banyak soal pertemanan mereka berdua. Terutama soal apa yang membuat mereka berdua bisa memiliki hubungan canggung seperti ini.
***
Mereka tiba di Ibukota, sebuah kota benteng luas yang menurut Shiki 5x lebih luas daripada Guildtown. Sebuah kota yang padat dengan sebuah kastil putih besar yang ada di area tengah kota tersebut.
Alicia menjelaskan Ibukota sudah dibangun sebelum Kerajaan Asteria berdiri 700 tahun lalu. Meski sejarahnya tidak pasti, namun ada yang bilang kota ini sudah ada lebih dari 1000 tahun yang lalu.
Kota ini besar, luas dan padat. Sebuah kota yang cocok untuk disebut sebagai Ibukota dengan jumlah penduduk mereka sekitar 12 ribu orang.
"Hah, dan apa mereka semua hidup makmur? Aku ragu akan hal itu!" ucap Yui menyilangkan tangannya.
"Yah, sulit untuk mencari kemakmuran sejati. Rakyat tidak pernah puas karena mereka punya ego masing-masing dan mustahil kau bisa memuaskan setiap warga negeri ini sebagai politikus." Alicia senyum bicara itu.
"Ayahku seperti itu, dia tahu itu. Namun tetap ingin semua orang di negeri ini makmur. Aku rasa pemikiran naif seperti itu adalah turunan dari ayahku sendiri."
Shiki senyum dengar itu, merasa lucu. Shiki penasaran tentang ayahnya Alicia, Duke Peter Romanova, nama politikus terkenal tentunya. Bangsawan merakyat dan disukai semua orang, Shiki bisa menggambarkan bagaimana ayahnya mendidik putrinya hingga bisa hidup seperti itu.
"Ada pengecekan pintu masuk, bagaimana ini, Alicia-san?" Reina nanya, dia yakin akan "heboh" jika prajurit militer tahu dia tuan putri seperti mereka datang dengan kuda gerobak dan dikawal dua orang saja.
"Kita akan lewat seperti biasa...eh?" jawab Alicia, kemudian sadar akan sesuatu.
Seseorang telah menunggu, wanita itu berpakaian berbeda dibanding prajurit kerajaan. Memakai pakaian ksatria warna ungu sesuai warna rambutnya yang di-kuncir, dan kulit agak gelap yang cocok dengan wajah cantiknya.
__ADS_1
"Pakaian itu...dia seorang Ksatria Bintang." Alicia tahu.
Wanita itu menghampiri kuda gerobak mereka, dan Shiki berhenti.
"Shiki si Petualang Terkuat. Kau mengawal Putri Alicia dan Putri Reina, benar?" Wanita itu bertanya; Shiki berkedip, dia pernah melihat wanita ini sebelumnya dan jawab; "Ya, mereka berdua di dalam."
Alicia dan Reina keluar, dan wanita itu mengenalkan diri.
"Namaku Hibari. Aku adalah Ksatria Bintang kursi kelima, ditugaskan mengawal anda berdua saat pertemuan dengan Parlemen." Hibari membungkuk, bilang itu pada Alicia dan Reina. "Sebuah kebanggaan bisa mengawal anda berdua, Putri Alicia, Putri Reina."
Mereka mengerti, kemudian bersama kuda gerobak Shiki, mereka masuk ke ibukota.
...
Kota yang dipenuhi bangunan, ramai tentunya dan sibuk. Biasanya mereka akan memberi jalan jika ada bangsawan kerajaan lewat, namun dengan penyamaran kuda gerobak biasa, maka tidak ada masalah.
Hibari tidak terkejut Alicia dan Reina seperti ini, soalnya mereka juga akrab dengan Shiki yang seorang Petualang.
Shiki ingat siapa Hibari, ksatria bintang juga seperti Leonard.
"Dimana Leonard sekarang?" tanya Shiki.
"Aku mengurungnya agar tidak bertemu denganmu." Hibari jawab dengan wajah serius.
Shiki heran dengar itu, meski dikurung, Shiki rasa tinggal menunggu waktu sampai bertemu dengan Leonard lagi.
Mereka berdua sampai di Rumah Parlemen yang berada dekat Kastil Ribuan Bintang. Tidak begitu jauh, dan hanya 20 menit dari sana.
Hibari menunggu di luar, Shiki, Yui dan kedua Putri akan masuk menemui anggota Parlemen karena merekalah perwakilan dari Guild dalam pertemuan kali ini.
Di sebuah ruangan besar, begitu mereka masuk, ada lima orang yang sudah menunggu mereka duduk di bagian depan meja bundar itu.
"Nama-nama yang terkenal, dari kalangan atas. Hakim, pedagang kaya, bangsawan tengah... Ini pertama kali aku bertemu kalian sejak setahun lalu, bukan?" Alicia menyapa anggota Parlemen itu duluan. "Ayah tidak pernah ragu pada 20 orang dari kalian, begitu juga denganku..."
"Terima kasih atas pujian anda, Putri Alicia. Kami semua berhasil melakukannya karena kami mencintai negeri ini." ucap seorang pria berambut kuning tipis, umurnya sekitar 30an akhir dan dia yang paling "atas" diantara mereka berlima.
Count Erick Edelweiss; pemilik Pelabuhan Besar di East Area yang merupakan pelabuhan terbesar di Benua Selatan dan bisa dibilang juga terbesar di dunia.
Shiki pernah mendengar namanya, dan pertama kali bertemu dengan pria penting ini. Bayangkan saja jika sesuatu terjadi pada Count Erick ini, Kerajaan Asteria pasti akan terguncang.
"Putri Alicia dan Putri Reina... Jika para Pangeran masih ada, mereka pasti akan senang." ucap seorang pria berambut hitam, dia adalah bangsawan tengah dari West Area, Baron Hormet Quantin.
"Baron Hormet Quantin...benar?" Alicia tahu dia, bangsawan "Baron" yang juga tuan tanah di West Area. Alasan kenapa dia menjadi pejabat karena dia juga seorang lintah darat; Alicia pernah mendengar itu dari Alfred.
"Hubunganku dan Putri Reina dengan para pangeran tidak cukup bagus. Kematian mereka memang disayangkan, namun itulah nasib mereka."
"Haha." Yui tertawa menyindir dengan itu dan Shiki menyenggol adik perempuannya dengan sikut.
"Anda benar, Putri Alicia." Pria berwajah serius dengan kacamata bicara. "Anda wanita yang realistis dan logis, itulah daya tarik anda sebagai wanita yang cerdas."
Dia adalah "hakim besar" North Area, bisa dibilang sama pentingnya dengan Count Erick Edelweiss, pria ini bernama "Jacob Rutwop"
"Jacob..." Alicia tentu kenal dengannya, Kota Romanova ada di North Area dan Jacob adalah pria yang dipercaya oleh ayahnya.
"Hoho, Hakim Jacob begitu akrab dengan Putri Alicia, benar? Apa anda mengincar posisi sebagai suaminya?" Seorang pria dengan perut buncit bicara. "Aku tidak kaget jika anda melakukan itu."
"Siapa kau?" Alicia agak kesal bertanya itu. Ini pertemuan formal dan pembicaraan gosip seperti ini tidak boleh ada.
"Oh, maaf aku tidak mengenalkan diri, aku memang anggota baru Parlemen." Pria itu mengenalkan diri. "Shiki si Petualang Terkuat tahu namaku pasti, aku akrab dengan para Petualang itu."
"Siapa kau memangnya?" Shiki tidak tahu.
__ADS_1
"EH!" Dia kaget, dan lalu menjaga imagenya dengan cara terhormat untuk mengenalkan diri. "Namaku Sharukh Polis. Aku adalah pedagang terkaya di South Area! Yah, aku baru menjadi pejabat Parlemen 6 bulan lalu sih!"
"Begitu, kau baru ya. Aku berharap kau bisa menjaga ucapan, Sharukh." Alicia menatapnya serius, dan bilang; "...atau kau akan bernasib sama seperti Freddy setelah ini..."
Sharukh senyum saja dengar itu dan seseorang bernama Freddy teriak kaget dengar ancaman Alicia.
"EH! Kenapa anda bawa-bawa saya, Putri Alicia?" Freddy panik jadinya. Dia adalah salah satu pedagang kaya di Ibukota, Freddy adalah namanya.
"Kau tidak tahu? Kau lah yang mengirim Kira dan Mira padaku, dan kau juga yang menyarankan Alfred soal mereka, benar?" Alicia menunjukkan intimidasinya sebagai bangsawan kerajaan.
"Apa kau kolabolator NARAKU, Freddy? Jika iya, aku berharap informasi banyak darimu ketika Shiki si Petualang Terkuat ini menginterogasi-mu."
"EEEEH!" Freddy panik, dan Shiki heran mendengar itu; "Kenapa bawa-bawa aku?"
Freddy bilang akan menjelaskan alasannya, dan semuanya soal NARAKU setelah ini. Freddy tahu Alicia marah padanya, dan dia tidak mau "kehilangan hubungan" dengan keluarga Romanova.
"Ehem, aku rasa sudah waktunya kita sudahi basa-basi ini, Putri Alicia." Jacob bicara. Alicia setuju akan hal itu.
"Benar, aku akan membagikan laporan dan permohonan bantuan yang ditulis oleh Ketua Guild Petualang, Silvaria Noortman. Jika ada pertanyaan, kalian bisa tanyakan semuanya padaku." ucap Alicia pada mereka.
...
Setelah membaca laporan dan permohonannya, 5 Pejabat Parlemen itu bicara.
"Jadi begitu, bantuan untuk kerusakan kota sampai selesai, huh. Bukankah Keluarga Amatha harusnya juga ikut membantu? Mereka adalah sponsor Guild, bukan?" Count Erick nanya.
"Benar, beda dari kalian yang cuma memberikan bantuan sekali, Keluarga Amatha sudah memberikan bantuan dengan baik sejak pertempuran selesai." Shiki menjelaskan itu. "Mereka akan membantu "persediaan" dan kalian akan memberikan bantuan "lebih besar" agar Guildtown bisa dibangun lebih cepat."
"Aku mengerti, bagaimana menurut kalian berempat?" tanya Count Erick pada rekan sesama pejabat.
"Tidak ada ruginya membantu, tidak masalah." ucap Jacob mengiyakan.
"Tapi bantuan ini sampai selesai, lho! Itu berarti Guild Petualang akan berutang pada kita." Baron Hormet berkata disana; "Hutang...! Aku selalu suka dengan itu!"
"Kau benar, Baron." Sharukh setuju. "Namun aku rasa Guild Petualang takkan jatuh dengan jebakan-mu. Sebagai seorang lintah darat, bukankah kau aneh berharap mereka berutang padamu?"
Baron Hormet kesal juga dengar itu. "Aku cuma mau mencari profit besar. Tidak perlu kau ceramahi aku soal itu."
"Ditambah, Freddy yang harus bertanggung jawab soal ini. Karena kau mengirim "kedua ajudan" itu, kau menyebabkan kekacauan tidak perlu." Sharukh menyalahkan Freddy yang tentu saja kesal mendengar itu;
"Diam! Serangan ke Guild Petualang tidak ada kaitannya denganku! Niatan mereka juga! Aku bukan kolabolator mereka...!" Freddy jengkel dituduh begitu.
"Diam." Count Erick menyuruh mereka berdua berhenti berdebat. "Apa kalian tidak malu saling menyalahkan seperti bocah di depan kedua Putri?"
"Mereka memang seperti itu, bahkan saat pertemuan biasa kita." Baron Hormet senyum. Freddy dan Sharukh saling melihat dengan kesal. Rivalitas mereka sebagai pedagang memang tinggi.
Mereka berlima kembali membahas beberapa hal, terutama soal NARAKU, yang saat ini menjadi musuh bersama Kerajaan Asteria.
"Aku berterimakasih karena telah memberikan informasi soal para jendral NARAKU, namun untuk informasi sebesar ini, pasti ada timbal balik yang kalian inginkan." Count Erick sudah menduga sebelumnya, menurutnya informasi sepenting ini harus didiamkan dulu beberapa saat, namun Alicia serta sekutunya memberikan informasi tentang jendral NARAKU.
"Tidak, ini bukan timbal balik." Shiki berkata. "Mungkin 'saling membantu' adalah satu hal, disini kami meminta bantuan kalian, namun jika kalian tidak tahu, maka tidak masalah."
"Aku ingin informasi lokasi GATE tersisa." Shiki beritahu. "Apa kalian mengetahuinya?"
...
Secara mengejutkan, salah satu dari 5 anggota Parlemen itu tahu 3 lokasi GATE tersisa. Mereka memberitahu ada tiga lokasi dari GATE yang tersebar di Kerajaan.
"Dekat Desa Omo di North Area. Air Terjun Metrania di West Area dan Gua Kinoko di East Area."
Satu lokasi GATE terakhir tidak diketahui, dan Shiki sadar bahwa mereka harus berkeliling Kerajaan Asteria demi quest terakhirnya mencari Duke Robert Stardust.
__ADS_1
...Bab 4.2 "Petualangan di Ibukota" - selesai...