
Deklarasi Freiana Astrea mengguncangkan seluruh kerajaan. Di beberapa kota besar di Asteria, mereka mendengar deklarasi wanita berambut hitam itu.
Informasi Freiana Astrea yang aslinya adalah Putri Reina Stardust, juga tersebar luas. Mereka menyambut baik, menganggap Freiana Astrea sebagai Goddess Freyja.
Di Kota Avan yang ada di West Area, para penduduk menyambut baik deklarasi Freiana. Namun beda dengan "bekas" Pelabuhan Besar yang dekat dengan Menara Valhalla di East Area. Para warga di sana waspada karena mereka mengira Sanctum akan merencanakan sesuatu dengan deklarasi Freiana Astrea sebagai awalnya.
Count Erick Edelweiss bersiap ke ibukota, namun Ksatria Bintang kursi ketujuh, Benzu, ada dihadapannya.
"Setelah deklarasi tadi, situasi negeri ini menjadi cukup kacau. Apa anda masih mau kembali ke ibukota, Count?"
...
Di South Area, Guildtown.
Para Petualang dan warga kota para Petualang mengenal suara dan wajah Reina, tentunya kebingungan terlihat pada mereka.
Tidak menyangka Reina adalah Freiana Astrea, namun siapa sebenarnya Freiana Astrea itu? Itulah yang membuat mereka bertanya-tanya. Termasuk Vira di kantor Guild, melihat dalam diam dan bingung.
Kemudian... "Vira-san, suami dan anaknya Anna-san sudah tiba di kota." Petualang itu memberitahu wanita rambut ungu panjang itu.
"Ya, aku akan menyambut mereka." balas Vira, senyum.
***
Sementara di Ibukota, rapat dadakan yang diadakan oleh Ksatria Bintang yang tersisa langsung diadakan beberapa jam setelah deklarasi Freiana Astrea terdengar.
Dari 13 Ksatria Bintang, hanya tersisa 7 dari mereka. 4 dari mereka tewas, satu lagi bersama Count Erick dan satu lagi, Sir Walter dicurigai sebagai kolabolator NARAKU.
(Sir Rackham, Braun, Lautaro dan Albert sudah tidak tersedia sekarang.) pikir Leonard mengingat rekan sejawatnya yang tewas.
Hanya tersisa Sir Leonard, Hibari, Braun, Benzu, Sarah, Duma dan GroB sebagai Ksatria Bintang saja. Dua kursi tiga terkuat masih belum terisi, namun selama mereka belum memiliki raja yang tetap, mereka tidak bisa mengangkat Hibari atau Braun untuk menjadi Kursi kedua atau Kursi ketiga.
Sekarang mereka telah berkumpul, Shiki bersama Yui ada di sana, namun tidak dengan Alicia yang mood nya sedang tidak beres.
"Terima kasih karena telah berkumpul dengan rapat dadakan ini. Hanya tersisa 7 dari Ksatria Bintang, meski satu orang, Ksatria Benzu sendiri masih berada di Pelabuhan Besar sekarang." Leonard memulai rapat.
"Bahasan rapat kali ini adalah soal deklarasi Freiana Astrea dan juga Sanctum. Nama Freiana Astrea belum kita dengar sebelumnya, namun tidak salah lagi, dia adalah Putri Reina Stardust." ucap Leonard pada mereka serius.
"Anak perempuan Duke Robert Stardust, dan wanita yang dijuluki "Gadis Suci Keselamatan" oleh Sanctum!"
"Freiana Astrea... dan nama belakangnya, nama Astrea sudah pernah kita dengar," Leonard bicara lagi. "Keluarga Astrea adalah keluarga penguasa Kerajaan Asteria sampai 400 tahun yang lalu, namun mereka dikalahkan oleh tiga keluarga pendiri yang sekarang."
"Tragedi Crimson Crown yang Putri Reina deklarasikan adalah tragedi yang membuat keluarga Astrea dijatuhkan, dan keluarga Blackmore naik takhta karena mereka yang mengalahkan 'Vile King' saat itu."
"Tapi Putri Reina mengungkap nama aslinya sebagai Freiana Astrea... Apa dia adalah keturunan Keluarga Astrea?"
"Tapi Leon, tidak ada catatan kalau Astrea masih memiliki keturunan, bukan? Menurut sejarah, Vile King dikalahkan tanpa dia memiliki anak atau istri." ucap GroB
"Itu memang benar, ditambah jika Putri Reina adalah keturunannya yang berhasil kabur, itu akan membuatnya sudah hidup selama 400 tahun," ucap Duma. "Tapi kelahiran Putri Reina sudah jelas sekali saat itu."
Shiki berkedip mendengar itu. Dia penasaran juga soal "kelahiran" Reina. Shiki belum pernah mendengar Reina bicara soal ibunya, jadi dia berasumsi kalau ibunya Reina sudah meninggal.
Namun... Duke Robert Stardust bilang...
__ADS_1
"Reina bukanlah anak kandung dari Duke Robert Stardust, jadi kita bisa mencoret kemungkinan itu." Shiki beritahu mereka, semua kaget mendengar itu, termasuk Alicia dan Yui.
"EH?!"
Shiki tidak cerita soal ini pada mereka ketika bilang kalau dia bertemu Duke Robert Stardust sebelumnya. Shiki tentu sengaja menyembunyikan informasi ini dari mereka.
"Kau serius, Shiki?!" tanya Leon kaget.
Shiki mengangguk, dia menceritakan pertemuan dengan Duke Robert Stardust. Cerita juga soal permintaan pria tua itu untuk menghentikan rencana Reina dan tentang informasi siapa Reina sebenarnya.
"Jadi begitu, kau benar-benar bertemu dengan orang yang kau cari, kemudian ecara misterius dia menghilang. Mari kita kesampingkan masalah itu, dan soal Putri Reina atau Freiana bersama Sanctum...berarti keputusan kita akan bergantung seperti apa rencana mereka nanti." Leon mengerti.
"Kau akan ke Valhalla setelah ini, bukan? Hubungi aku dan cerita semua soal yang kau dapat, Shiki. Setelah itu kami, militer akan memutuskan apa akan bergabung dengan Sanctum atau tidak."
"Ya," Shiki mengangguk. "Aku juga belum menganggap Reina dan Sanctum sebagai "pihak jahat", setidaknya sampai aku tahu apa yang mereka rencanakan."
"Aku yakin mereka melawan NARAKU, jadi kita akan mencari aman sebelum mengetahui itu semua."
Leonard mengangguk setuju. "Aku mengandalkanmu kalau begitu."
"Bagaimana dengan masalah Sir Walter? kemudian Freddy sialan itu, dan juga beberapa anggota Parlemen yang dicurigai sebagai kolabolator NARAKU?" tanya Goorner.
"Soal itu, kita akan diskusikan di waktu yang tepat," jawab Hibari.
Leonard setuju dengan jawaban istrinya. "Hibari benar. Namun jangan khawatir, soal Sir Walter...tidak, soal "pengkhianat" Walter pasti akan kita hadapi dengan kekuatan kita sendiri!"
Para Ksatria Bintang yang tersisa mengerti, dengan Shiki serta kedua tuan putri mengurus Sanctum, Ksatria Bintang akan mengurus 'para pengkhianat' militer itu.
Mereka selesai rapat setelah pembahasan mereka kembali ke awal, soal Freiana Astrea. Identitas Reina dibahas juga, sebagai Putri Keluarga Stardust dan beberapa hal umum soal dirinya.
***
Alicia masih ada di kamarnya, malam hari mulai datang di ibukota, Kastil Ribuan Bintang. Bersamaan juga Alicia mengingat sedikit kilas balik dirinya dengan Reina.
"Aku akan menulis surat untukmu," Alicia saat itu bilang, sebelum mereka berpisah di pesta dansa itu. "Jadi kamu harus menerimanya nanti! Jangan lupa membalas, ok? Aku menantikannya! Reina!"
"Ya!" Reina jawab dengan senang.
Begitu tiba di kediaman Romanova, Alicia menulis surat untuk Reina. Surat yang gadis kecil itu tulis bertanya pada teman barunya soal dirinya, terutama soal impiannya.
Alicia memberikan surat yang dia tulis pada ibunya, Liana Romanova.
"Surat? Untuk...ah!" ibunya sadar surat siapa yang Alicia tulis. "Begitu, ini untuk Reina, bukan?"
Tentu Liana mengerti, dan dia mengirimkan surat itu ke Menara Valhalla dimana Reina tinggal.
Selang 4 hari, Alicia menerima surat dari Reina. "...semua sesuai apa yang ayah ceritakan soal Reina. Kemudian... Cita-citamu adalah..."
Alicia berwajah kaget dengan kagum, kedua pipinya tersipu. Dia langsung meraih sebuah kertas dan pena, menulis apa yang dia ingin balas pada Reina.
"Itu cita-cita yang luar biasa!"
...
__ADS_1
Kira-kira setahun mereka saling kirim surat, dan Alicia tidak mendapatkan balasan surat lagi dari Reina. Menunggu tiga bulan akan surat itu, namun tidak kunjung datang.
"Ayah! Antar aku ke Menara Valhalla! Aku ingin bertemu Reina!" Teriak Alicia pada sang ayah, Duke Peter Romanova.
Duke Peter diam saja, namun memenuhi keinginan putrinya pergi ke Menara Valhalla di East Area.
Namun saat sampai di Valhalla, Mama Elizabeth muncul, bilang pada Alicia soal Reina.
"Ah, begitu. Anda berdua jauh-jauh kemari hanya untuk menemui Putri Reina. Namun sayang sekali, Putri pergi ke luar negeri bersama sang ayah."
"Eh? Dia tidak bilang apapun padaku!" Alicia kaget tentunya.
"Maaf soal itu. Soalnya kepergian mereka mendadak. Jadi Putri Reina pergi tanpa mengatakan apapun." jawab Elizabeth dengan khawatir.
"Ayah..." Alicia melihat ayahnya yang diam juga sejak tadi.
"Ayo kita kembali, Alicia. Kita bisa kapan-kapan kemari nanti." Peter senyum pada putrinya, yang mengangguk mengerti, kemudian pergi dari Valhalla.
...
Setelah itu, Alicia tidak mendengar kabar lagi dari Reina. Alicia menduga kalau Elizabeth itu berbohong, namun dia tidak tahu apa alasan Reina menghilang tanpa kabar.
Alicia akhirnya berasumsi, mungkin Reina tidak ingin berteman dengannya. Alicia khawatir, dia berpikiran seperti itu meski dia masih 8 tahun saat itu.
"Aku harap, dia..." Alicia berharap sesuatu soal Reina.
Dengan lamunan Alicia berhenti sekarang setelah suara ketukan pintu dan seorang pria memanggilnya dari luar.
"Alicia, kau di dalam, kan? Ini aku." Shiki memanggilnya. Alicia masih diam saja.
"Aku mengerti kenapa kau marah dengan Reina... Namun..." Shiki sepertinya harus mengatakannya pada Alicia, salah satu rahasia Shiki dan Reina.
"...Reina, sebenarnya, dia..."
Suara pintu terbuka bersamaan Shiki mau bilang itu, tinggal beberapa kata namun Alicia menyela ucapannya dengan wajah marah terlihat jelas pada Shiki.
Alicia menarik tangan Shiki masuk ke dalam langsung. Tenaganya lebih kuat dari yang dia duga, kemudian pintu kamar Alicia ditutup dibanting kencang.
"Apa yang kau lakukan, Alicia?!" tanya Shiki agak kesal.
Namun Alicia tersipu, dia memeluk Shiki yang tentu saja membuat pemuda rambut hitam itu diam dan tersipu kecil.
"Shiki, aku..." ucap Alicia pelan. "...tidak pernah merasa sekesal ini."
"Bahkan ketika aku bilang benci padanya, aku tidak sekesal ini. Aku telah dibohongi, aku telah dikhianati, ini perasaan serius darinya dan aku marah besar akan hal itu!"
"Aku tahu," balas Shiki mengerti perasaan itu. "...namun kau tahu, Alicia... Reina... Sebenarnya..."
"Diam." Alicia meminta Shiki tidak mengatakannya lebih dari ini. "...jangan katakan apapun lebih dari itu!"
"Jika kau tetap memaksa, aku benar-benar akan marah padamu dan aku akan menjadi sangat merepotkan!" Alicia kesal bilang itu.
"Itulah kenapa aku akan mengetahuinya sendiri," ucap Alicia lagi, dia melepas pelukannya dan bilang. "Mendengar semuanya itu darinya! Kemudian aku akan merebut takhta Kerajaan Asteria darinya, dan mengakhiri hubunganku dengannya!!"
__ADS_1
Shiki terkejut dengar teriakan itu. Alicia benar-benar serius. Dia telah memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Reina saat mereka berdua saling berhadapan nanti.
...Bab 5.2 "Keputusan Alicia" - selesai...