
Dengan sangat terkejut, Shiki melihat pria tua yang telah dia cari selama beberapa pekan ini. Rambut lurus putih yang menandakan dia sudah tua. Pakaian serba panjang warna coklat dan sebuah simbol bintang bertuliskan "Stardust" di belakang pakaiannya.
Shiki tentu terkejut, kenapa dia ada disini, bagaimana dia disini, apa maksudnya ini semua, itu adalah semua pertanyaan yang ada di kepala Shiki sekarang.
"Duke Robert Stardust..."
"Aku melihat kau sama sekali tidak berubah. Kau menggunakan kedua mata peri itu dengan baik dan kau dengan bangga menikmati julukan yang aku berikan padamu dua tahun lalu." ucap Duke Robert Stardust.
Shiki melihat dengan kedua mata peri-nya. Mata yang tidak bisa menipunya, melihat Duke Robert Stardust dalam keadaan normal dan tidak ada "peluang" dia bergerak menyerang Shiki.
Namun tentunya sangat aneh melihatnya ada disini. Apa dia sebenarnya ada di kastil ini? Tidak, Shiki tidak yakin. Satu-satunya hal paling masuk akal adalah Duke Robert Stardust memang datang kemari padahal Shiki serta Reina sedang mencarinya.
"Kau benar-benar Duke Robert Stardust...?" tanya Shiki serius.
"Tentu saja, aku adalah Duke Robert Stardust. Apa kau meragukan kedua mata itu, Shiki-kun? Kau selalu mengandalkan kedua mata itu saat bertarung, dan membuatmu menjadi, mungkin, manusia terkuat di Kerajaan ini."
Duke Robert Stardust berkata lagi. "Namun aku tidak mau basa-basi denganmu. Waktuku terbatas, aku takkan memberitahu semuanya padamu, namun setidaknya aku akan memberitahu soal Reina yang aku yakini dia sudah tidak bersamamu sekarang."
"Itu benar, aku punya banyak pertanyaan padamu soal Reina!" Shiki tahu ini topik paling penting yang harus dia bicarakan pada Duke Robert Stardust.
"Apa benar Reina yang menghancurkan Paradise 13 tahun lalu?! Saat usianya 5 tahun?! Apa kau yang memintanya untuk melakukan itu?!" tanya Shiki teriak.
Duke Robert Stardust memejamkan matanya. "Tidak, Reina yang memutuskan melakukannya saat itu."
Shiki agak kaget dengar jawaban pria tua ini. Duke Robert Stardust bilang lagi pada Shiki. "Namun setelah itu, Reina memintaku menyegel ingatannya kembali di GATE keempat."
"Menyegel ingatan...karena dia menyesal telah melakukannya?!"
Duke Robert Stardust mengangkat kedua pundaknya. "Mungkin, aku sendiri tidak tahu apa alasan spesifik dia meminta itu...namun dia meminta itu sambil menangis padaku."
"Jadi aku melakukannya, aku menyegel ingatannya di GATE keempat dan menyebarkan setidaknya 70% kekuatannya di setiap GATE. Saat Reina menyentuh GATE, berarti dia mendapatkan kekuatannya kembali dan di GATE keempat, SEMUA ingatan wanita itu kembali padanya."
Shiki diam mendengar itu. "Lalu apa yang Reina rencanakan? Dia mengatakan hal gila yang menginginkan aku membencinya!" Itu masih tidak dimengerti Shiki, namun Duke Robert Stardust nampak punya jawabannya.
"Oh, itu simpel, Shiki-kun. Reina tidak mau kau mencintainya, dan dia mencintaimu balik. Jika itu terjadi, maka dia akan mengkhianati dirinya sendiri." jawab Duke Robert Stardust.
"Huh??" Shiki bingung mendengar itu.
"Setelah ini, pergilah ke Menara Valhalla, Shiki-kun. Saat kau bertemu Reina, dia pasti akan menceritakan semuanya padamu." ucap Duke Robert Stardust.
__ADS_1
"Lalu terserah padamu apa kau mau menghentikan rencana Reina atau tidak. Meski menurutku, kau harus menghentikannya... Kau harus menyelamatkannya dari masa lalunya... Kau harus membuat Reina mencintaimu, Shiki-kun."
"Itu adalah permintaanku padamu, sebagai seorang ayah yang sudah merawatnya sejak kecil." Duke Robert Stardust membungkuk pada Shiki.
Shiki melihat Duke Robert Stardust serius, dan menjawab permintaan itu. "Aku mengerti, memang itu yang ingin aku lakukan."
"Namun kau harus ikut denganku. Aku sudah berjanji padanya untuk membawamu kembali padanya. Itu adalah quest terakhirku, dan aku akan melakukannya karena aku adalah "petualang-nya"..."
Duke Robert Stardust senyum mendengar itu, namun dia jawab. "Jika situasinya normal, aku akan ikut denganmu. Namun diriku yang sekarang bukanlah diriku yang sebenarnya."
"Dengar, Shiki si Petualang Terkuat... Hentikan rencana wanita itu. Jangan khawatirkan aku. Jika Reina bertemu denganku, dia pasti akan langsung membunuhku." Duke Robert Stardust mau pergi, Shiki kaget dengar jawaban itu dan "vibes" pria tua ini jadi berbeda tadi.
"Aku bukanlah ayah kandungnya, dan hubunganku dengan Reina tidak sebagus yang kamu kira. Reina sudah tahu sejak awal kalau aku adalah pengkhianat umat manusia." Duke Robert Stardust pergi ke lorong belakang yang gelap.
"Kau...Pengkhianat umat manusia?!" Shiki kaget dan pendapat terliarnya langsung terpikirkan.
Namun Duke Robert Stardust langsung menghilang tanpa jejak dan Shiki dengan wajah kesal kehilangan pria tua itu.
"Sial!" Shiki memukul tembok sebelahnya sampai retak.
Pembicaraannya dengan Duke Robert Stardust tadi sangat penting. Rencana Reina, masa lalunya, Shiki harus menyelamatkannya. Ditambah, Duke Robert Stardust memberikan kode penting padanya.
"Duke Robert Stardust adalah anggota NARAKU, ya."
***
Besok paginya, di kamar Shiki di Kastil Ribuan Bintang.
"Apa kau masih bermimpi? Kau bertemu Duke Robert Stardust semalam?" Alicia bertanya dengan heran.
Shiki heran dan kesal komikal mendengar itu. "Jika kau tidak percaya, maka ya sudah! Aku serius bertemu dengannya dan itulah kenapa aku akan pergi ke Menara Valhalla!"
"Aku akan menemui Reina di sana, dia salah satu nakama-ku dan juga klienku. Aku perlu mengetahui semua tentang dia..." ucap Shiki lagi.
Alicia dan Yui sempat terdiam mendengar keputusan Shiki. Dilihat dari sifat Shiki, memang tidak mengejutkan dia memilih menyelamatkan Reina daripada "berhenti" melakukan quest ini karena Reina telah pergi darinya.
"Aku akan ikut denganmu, aniki! Kemana pun!" Yui jawab dengan jelas. Namun wajah Yui terlihat bimbang, dia merasa Shiki terlalu perhatian pada Reina, dan dia berpikir jauh jika Shiki mungkin punya perasaan pada kliennya itu.
"Tapi Menara Valhalla, kau tahu... Menara itu memiliki penjagaan sangat ketat. Hanya jemaat Sanctum yang bisa masuk kesana." Alicia beritahu Shiki. "Namun dengan wanita itu ada di sana, dia memang bisa mempersilahkan kita masuk dengan mudah."
__ADS_1
"Benar, kita tidak perlu mencari ribut dengan Sanctum. Kita bisa menyelesaikan masalah Reina baik-baik." Shiki setuju dengan Alicia.
"Yup." Alicia mengangguk, dan bilang. "Namun aku takkan ikut, aku masih punya urusan lebih penting daripada mengurus cewek bodoh itu."
"APA?!" Shiki dan Yui kaget mendengar itu.
"Shiki! Dua Putri!" Sarah datang dengan tergesa-gesa.
Alicia melihat itu. "Ada apa, Sarah?"
"Ketua Guild Petualang, dia ada disini... Dia ingin menemuimu, Shiki!" Ksatria wanita berambut hitam pendek itu beritahu.
Shiki tentu sangat terkejut mendengar itu. "Ketua Silva...datang kemari?!!!"
***
Di sebuah mansion di Ibukota, Ksatria Bintang kursi kesepuluh, Goorner Voord ada disana bersama Freddy, salah satu anggota Parlemen.
"Apa yang terjadi di Guild Petualang dua hari yang lalu sungguh mengejutkan, benar? Mereka cuma beruntung bisa mengalahkan serangan para Monster itu! Dan sekarang, mereka diambang kehancuran...!" Freddy senang jadinya.
Goorner di sana cuma diam. "Yah, ketua Guild nampak panik dan meminta kita mengantarnya ke Ibukota untuk menemui Shiki si Petualang Terkuat."
"Wajar jika dia pergi kemari dan memberitahu itu pada Shiki. Aku pun tidak berpikir bahwa Guild akan hancur karena ini." ucap Goorner. "Mereka kuat, kau terlalu meremehkan mereka."
"Hah!" Freddy duduk di sana dengan pendapatnya berbeda dari Goorner.
"Dan apa yang kau rencanakan sebenarnya? Kau tidak berpikir mau ikut dengan NARAKU, kan?" tanya Goorner, dengan zirah besarnya, dia mengeluarkan pedang besarnya mengarahkan itu pada Freddy.
***
Shiki bersama Alicia dan Yui tiba di tempat ketua Silva yang sudah menunggu mereka sejak tadi. Silva melihat Shiki dengan serius, dan Shiki juga jadi serius, bertanya pada pria paruh baya itu;
"Ada apa, ketua? Kau datang jauh-jauh kemari. Jika ada Call Chip, kita bisa mudah saling menghubungi, tapi-"
"Ya, meski ada Call Chip sekalipun, aku tidak bisa memberitahumu ini dari jauh. Aku adalah ketua Guild Petualang, Silvaria Noorthman, dan aku bertanggung jawab atas semuanya."
"Apa maksudmu?" Shiki mengerutkan dahinya dengar itu.
"Shiki, aku minta maaf kepadamu. Kami, Guild Petualang, gagal melindungi Anna." Silva memberitahu, wajah Shiki sangat terkejut dan ketua Guild itu bilang lagi; "Anna telah tewas."
__ADS_1