ADVENTURER OF EDEN

ADVENTURER OF EDEN
4.7 "Gadis yang sibuk"


__ADS_3

"Baiklah, aku mengerti, sampai jumpa, Alfred. Aku akan sampai nanti sore."


Alicia menghentikan komunikasi dengan seseorang yang bernama Alfred. Dia adalah kepala butler dari kediaman Romanova, salah satu orang yang dipercaya Alicia.


Menghubungi Alfred menggunakan sebuah benda bulat seperti kancing, itu adalah alat komunikasi yang sudah beberapa kali digunakan di Asteria, "Call Chip" adalah namanya.


Call Chip adalah alat komunikasi dua arah yang didaftarkan dengan energi magis. Satu pasang Call Chip akan saling terhubung dengan energi magis masing-masing dan membuat Call Chip dapat digunakan.


Call Chip sangat membantu aslinya, namun punya banyak sekali kekurangan. Alicia bilang sekarang Call Chip sudah dikembangkan oleh para ilmuwan untuk menjadi alat komunikasi lebih baik nantinya.


Sekarang pembicaraan kembali, alasan Alicia menghubungi Alfred karena membicarakan soal kembalinya dia, namun kali ini bersama "kawan-kawannya"


"Kota Romanova tinggal 3 jam perjalanan lagi dengan kuda gerobak ke utara. Besoknya kita akan berangkat ke Desa Omo yang ada di North Area juga."


"Kita akan melakukan perjalanan jauh, jadi melakukan persiapan besar adalah hal penting." lanjut Alicia.


""Kami mengerti."" jawab ketiganya.


Alicia mengangguk-angguk. "Bagus."


Mereka mengobrol apa yang bisa mereka obrolkan. Dalam perjalanan 3 jam itu pun semakin singkat dan tanpa disangka, mereka tiba di kota Romanova.


...


Kota Romanova berada di kejauhan. Kota itu tidak lebih besar dari Ibukota tentunya, sebuah kota tanpa perlindungan benteng dan rumah-rumah tersebar di sekitar. Namun kota itu memiliki sebuah mansion mencolok di atas bukit, itu adalah rumahnya Alicia, sebuah mansion mencolok namun sederhana dibandingkan dengan mansion orang kaya lainnya.


"Itu adalah kota Romanova." Alicia beritahu Shiki.


"Pemandangannya bagus." komentar Shiki simpel.


Mereka mendekat, para warga sudah banyak yang berkumpul dan bersorak untuk kedatangan Alicia setelah sekitar 2 pekan dia berangkat dari kota.


"Itu Putri Alicia!"


"Selamat datang kembali, Putri!"


"Alicia-sama!"


Alicia di belakang Shiki melambaikan tangan pada mereka dengan senyum. Mereka lalu bertanya-tanya siapa pria yang menunggangi kuda yang membawa gerobak, mereka menebak dia adalah ajudan baru Alicia karena mereka mendengar Kira dan Mira berhenti untuk kembali ke kampung halaman mereka.


Alicia berkedip dengar itu dan nampaknya Alfred menyebarkan rumor soal Kira dan Mira lebih cepat dari yang dikira.


Saat sampai di mansion bukit belakang kota, para maid dan butler keluarga Romanova yang jumlahnya sekitar 20 orang itu menyambut Alicia dengan kompak.


""Selamat datang kembali, Putri Alicia.""


"Terima kasih, semuanya. Aku senang kalian semua sehat-sehat saja." Alicia turun berkata disusul Shiki dan yang lain.


Seorang butler tua dengan jas hitam rapih muncul. Dia memakai sebuah lencana merah dengan tulisan "Head Butler", kakek ini adalah kepala butler keluarga Romanova, Alfred.


"Putri Alicia, saya senang anda baik-baik saja. Sangat disayangkan soal Kira dan Mira, namun anda kembali ke kota ini dengan selamat."


"Ya, Alfred. Banyak hal yang terjadi, aku membawa mereka bertiga juga." Alicia memperlihatkan Shiki cs. "Hari ini kami akan istirahat di mansion sebelum melanjutkan perjalanan kami."


"Baiklah, saya akan mempersiapkan kamar untuk mereka..." Alfred mengerti, kemudian melihat ke Reina; "Lama tidak bertemu, Putri Reina."


"Ah, ya, lama tidak bertemu." Reina senyum canggung.


Alicia mengajak mereka masuk. "Btw Alfred, kemana Mark dan Kevin?" Alicia bertanya soal kedua adik laki-lakinya.


"Oh, dua tuan muda sedang belajar dengan Rosalinda. Mereka sudah dengar soal anda mau kembali, namun Rosa-"

__ADS_1


"Kakak!" Ucapan Alfred dipotong begitu ada kedua anak laki-laki muncul melompat memeluk Alicia dari samping mansion.


"Mark! Kevin!" Alicia senang memeluk kedua adik laki-lakinya. Shiki berkedip, mereka berdua adalah anak kembar.


Alicia minta maaf karena membuat mereka khawatir, dan kedua adiknya itu senang Alicia baik-baik saja tentunya. Mark dan Kevin melihat Reina, keduanya tidak kenal. Saat melihat Yui, mereka juga tidak kenal dan saat melihat Shiki, wajah mereka jengkel;


"Siapa kau?" tanya Kevin.


"Pacarnya kakak?" Mark menduga dengan polosnya.


"Mustahil, palingan kau cuma ajudannya." Kevin tidak percaya.


Shiki agak kesal, dan bilang. "Aku Shiki, Petualang Terkuat di Guild."


""Tidak kenal."""


Shiki heran dengar jawaban kompak mereka. Seakan Dejavu karena awalnya Alicia juga tidak kenal namanya.


Alicia mengajak mereka semua ke dalam. Saat Alfred mempersiapkan kamar untuk Shiki dan yang lain, Alicia membawa mereka ke tempat dimana ayah dan ibunya berada.


"Kita mau ke tempat kedua orangtuamu?" Shiki nanya.


"Ya, aku mau mengenalkanmu pada mereka." balas Alicia.


"Apa-apaan itu Alicia! Seakan-akan kau mau mengenalkan abangku sebagai calon suamimu!" Yui protes soal itu.


Alicia kesal komikal sampai tersipu dengar itu. "Bukan itu niatku!"


Mereka sampai, Mark dan Kevin membuka pintu kamar itu. Kemudian, ada dua orang berbaring di kasur dengan kaku. Keadaan fisik mereka normal seakan-akan mereka manusia biasa, namun saat Shiki mendekati, keanehan terlihat dengan jelas.


Mereka semua seperti dalam keadaan koma, namun mereka bukan koma. Reina terlihat terkejut, dan Yui juga sadar apa yang terjadi pada kedua orang tua Alicia.


"Mereka berdua adalah orang tuaku." Alicia mengenalkan mereka; "Ayahku, Duke Peter Romanova mengalami "kelumpuhan permanen" pada seluruh tubuhnya dan tidak bisa melakukan apapun selain bernafas. Ibuku, Liana Romanova mengalami penyakit tidur yang membuatnya tidak bangun-bangun."


"Ini sudah 9 bulan sejak mereka "dikutuk" seperti ini. Aku tidak akan pernah memaafkan siapapun yang membuat mereka berdua seperti ini...!" Alicia marah, sebuah kemarahan yang sudah ada sejak 9 bulan lalu.


Alicia mulai bercerita tentang kedua orangtuanya. "9 bulan yang lalu, ayah dan ibuku baru kembali dari Ibukota. Siang hari itu terasa normal, tanpa ada masalah sama sekali. Namun saat malam harinya..."


"Mereka berdua mulai menjerit kesakitan, mulut mereka tiba-tiba tidak bisa digerakkan dan seluruh tubuh mereka mati rasa. Aku meminta ibuku untuk tidur, dan dia...malah tidak pernah bangun lagi." ucap Alicia lagi; "Kemudian ayahku, dia duduk dan keadaannya terus seperti ini."


"Bagaimana mereka makan dan minum? Buang air kecil dan besar? Lalu sebagainya?" Yui nanya dengan penasaran.


"Hei, Yui..." Meski Shiki penasaran juga, dia menegur adik perempuannya itu.


"Nampaknya "kutukan" ini membuat ayah dan ibuku tidak bisa merasakan itu lagi, kau bisa bilang bahkan tubuh mereka tidak berubah dari 9 bulan lalu." jawab Alicia tanpa menolah, wajah yang terasa sedih dan khawatir; "Priest Sanctum mengatakan bahwa itu adalah akibat kutukan yang mereka terima."


"Tidak ada obat, tidak ada cara... Satu-satunya solusi adalah kau harus mengalahkan "orang yang mengutuk" mereka."


"Hmm, begitu ya." Shiki mengerti; "Jika solusi itu benar, maka bukan Kira dan Mira yang mengutuk kedua orangtuamu; apa kau berpikir mereka yang melakukannya?"


"Ya, awalnya. Namun melihat kemampuan bertarung Kira dan Mira, aku sadar bukan mereka yang melakukannya dan begitu mereka dikalahkan, kedua orangtuaku masih seperti ini." jawab Alicia.


"Itu berarti bukan Kira dan Mira, namun aku rasa seseorang yang dijuluki "Master" itu yang melakukannya."


Shiki menyilangkan tangannya, dan mengerti. "bos dari NARAKU sendiri yang melakukannya, huh. Bukan hal mengejutkan."


"Aku ingin menyembuhkan kedua orangtuaku, namun mustahil jika tidak mengalahkan NARAKU. Makanya itu, Shiki..." Gadis rambut pirang ini mau berkata pada Shiki, memperjelas lagi hubungan mereka sekarang;


"Awalnya hubungan kita cuma aliansi, tetapi aku ingin bergabung dalam quest terakhirmu. Aku ingin mengalahkan NARAKU bersamamu, aku ingin menyembuhkan kedua orangtuaku dengan bantuanmu!"


Shiki senyum mendengar itu, jawabannya sudah jelas ketika Alicia memintanya bergabung dalam Quest nya sebagai nakama bukanlah sebagai aliansi.

__ADS_1


"Tentu saja, sejak awal kita beraliansi, hubungan kita adalah "nakama" dan dengan ini, aku rasa akan menguatkan hubungan itu."


Alicia senyum. "Kau benar."


Yui kesal jadinya, apalagi ucapan Alicia seakan-akan dia hanya ingin Shiki yang membantunya. "Alicia! Sialan! Jangan lupakan aku dan Reina! Bukan abangku saja yang akan membantumu!"


"Maaf, maaf." Alicia terkekeh dan minta maaf, lalu melihat Reina, yang senyum padanya dan mengatakan bahwa (mantan) teman masa kecilnya itu akan membantu juga; "Aku akan membantumu, Alicia-san!"


Alicia senyum tipis. "Makasih." Dan jawab seadanya, meski itu normal.


"Kau serius mau membantu menyembuhkan kedua orang tua kami, bro?!" tanya Mark pada Shiki.


"Kau terlihat kuat memang! Jika kau berhasil melakukannya, ayah dan ibu pasti akan merestuimu menikahi kakak kami!" ucap Kevin lagi.


"Itu...!" Alicia tersipu.


"Hei!" Yui protes dengar itu. "Jangan mau menikah dengan bangsawan, aniki! Mereka merepotkan!"


Shiki bingung awalnya dan dia punya jawaban yang tepat. "Ya, aku akan membantu tentunya. Namun hubunganku dengan kakak kalian cuma "nakama" saja." ucap Shiki. "Aku akan membantunya selama dia mau membantuku juga dengan serius."


"Oh, begitu."


"Simbiosis mutualisme, heh!" Mereka berdua mengerti. Shiki baru dengar istilah itu, dan sama seperti Alicia, mereka berdua sudah terdidik dengan baik.


Kemudian seorang wanita tua tiba, dia bernama Rosalinda, kepala maid keluarga Romanova. Rosalinda bilang kamar untuk Shiki cs sudah siap, dia lalu menjemput Mark dan Kevin untuk belajar lagi.


***


Di malam harinya, mereka beristirahat. Yui sudah tidur duluan, Reina juga memilih untuk tidur lebih awal agar siap untuk memulai pencarian GATE mereka besok pagi.


Namun Shiki berjalan-jalan pada malam itu. Melihat pemandangan kota kecil indah ini, kota Romanova dari mansion atas bukit. Shiki melihat dari sebuah atrium kecil di lantai dua mansion itu.


"Kau melihat pemandangan kota dari sana, apa Alfred memberitahumu?" 


Suara Alicia terdengar, saat Shiki nengok, dia melihat Alicia memakai gaun putih cantik yang mewah. Shiki terbelalak melihat Alicia secantik itu, dan bisa dibilang, pemandangan paling cantik yang pernah Shiki lihat.


"Apa...? Kau melihatku begitu. Jangan lupa bernafas."


Shiki terkekeh dengar itu. "Kau memakai gaun sebagus itu...apa yang kau rencanakan?"


"Jangan berprasangka buruk padaku." Alicia berjalan ke Shiki. "Aku mau mencoba gaun yang sudah lama tidak aku pakai. Lagipula ada gaun yang lebih cantik dari ini, namun gaun ini lebih aku sukai."


Alicia berada di sebelah Shiki sekarang. "Kota Romanova bagus, bukan? Kebanyakan kota di Asteria dikelilingi oleh benteng, namun kota ini tidak karena bagi Romanova, itu akan mengekang penduduk seperti di dalam sebuah sangkar."


"Begitu ya." Shiki mengerti.


"Semua orang sangat mengagumi ayah dan ibuku. Saat itu, aku memutuskan untuk jujur mengatakan apa yang terjadi pada semua warga. Kau bisa membayangkan apa reaksi mereka saat itu tentunya."


"Saat mereka dengar aku adalah kepala keluarga yang baru, mereka semua memberi dukungan yang berharga." Alicia cerita pada Shiki. "Itu memberiku mood booster kuat, namun memenuhi ekspektasi yang sama seperti yang ayahku lakukan bukanlah pekerjaan mudah."


"Pekerjaan sebagai kepala keluarga Romanova sangat sulit, aku beruntung saat itu Kira dan Mira ada bersamaku, meringankan bebanku."


"Dan sekarang, ada dirimu di sisiku, Shiki..." Alicia melihat Shiki saat bicara itu. "Aku senang bisa bertemu denganmu."


Shiki terkejut, namun rasa terima kasih Alicia bukan hal mengejutkan jika dipikir lagi. Shiki telah membantunya, menyelamatkannya dan hubungan mereka berdua sangat bagus.


"Aku senang kau bersyukur padaku." Shiki senyum. "Namun, jangan terlalu memaksakan dirimu, ok? Kau tidak boleh membuat semua orang yang mempercayaimu mengkhawatirkan dirimu secara berlebihan."


"Tentu." Alicia senyum juga.


Alicia tersipu, momen berdua ini, di malam dengan pemandangan ini. Alicia merasa perasaannya pada Shiki tidak bisa dipendam lagi, dan jika dia tidak bertindak sekarang, maka Alicia akan menyesalinya.

__ADS_1


"Shiki..." Alicia memanggil pemuda rambut hitam itu, kemudian menunjuk dia dan mengungkap perasaannya pada Shiki.


"I Love You."


__ADS_2