ADVENTURER OF EDEN

ADVENTURER OF EDEN
3.9 "Teman"


__ADS_3

(Ah, mereka semua muncul lagi... Suara-suara nyanyian yang menjengkelkan karena cuma "la~la~la~" saja. Ini sama seperti 2 tahun lalu saat melawan Leonard...) pikir Shiki.


Karena memikirkan itu, Shiki malah keteteran melawan Kira. Shiki sadar akan hal itu, dan suara nyanyian itu semakin kencang di kepalanya. Isi pikirannya adalah makhluk-makhluk bersayap dalam bentuk siluet; mereka bergandengan tangan dan menari...


"Kelengahan sesaat akan membawa petaka!" Kira bilang itu dengan dia menguatkan energi magis kutukannya untuk menekan Shiki.


Shiki ingat, seperti melawan bos bandit di Gunung Romus, jika energi magis kutukan mampu membuat siapa saja yang menyentuh akan terasa melemah. Shiki mengerti dia tidak mempan akan efek samping itu, dan itulah kenapa dia menang mudah melawan bos bandit dengan senjata berlapis energi magis kutukan.


"Kita lihat petaka yang kau maksud itu akan datang ke siapa duluan!"


Shiki menekan kuat balik, energi magis luar biasa mengalir pada dirinya sekarang. Tubuhnya rasanya kembali fit, kekuatan pada tubuhnya kembali lagi, ini seperti sebuah Buff tingkat tinggi yang membuatnya seperti di awal pertarungan.


(Ini adalah kekuatan yang tidak disangka! Siapapun yang memberikan kekuatan ini, aku berterimakasih...!)


Shiki menunduk ke bawah dan serangan Kira menghantam ke belakang sampai membuat ledakan serangan kencang; "Apa?!"


(...berkat itu aku bisa menjadi lebih kuat...!)


Shiki berputar, menebas Kira beberapa kali pada badannya. CRATZ! CRATZ! CRATZ!


"GUWOH!" Kira memuntahkan darah dengan Shiki terus mempersiapkan serangan lainnya. Shiki menembak Angin Pemotong Besar, sabit angin yang lebih besar dari Angin Pemotong biasa dan Kira menghancurkan serangan itu dengan energi magis kutukan di kedua cakarnya.


Shiki menggunakan "Tempest" kemudian lebih kuat lagi sampai titik dimana disebut dengan; "Tempest Maximal!"


Shiki melepaskan Manna Burst angin yang kuat, dan Kira tidak percaya; (dia terus semakin kuat dan semakin kuat! Benar-benar Monster!)


Shiki melesat dari dekat menusuk perut Kira dengan telak. Kira memuntahkan darah sangat banyak, darah berwarna ungu seperti Mira; "GWOG!" yang disaat yang sama berteriak khawatir kepadanya; "Kira!!!"


"Sialan...!" Kira kesal, mau menusuk Shiki dengan kedua cakar tangan energi magis kutukan dengan kesempatan Shiki masih di depannya. Namun pemuda 20 tahun itu menendang dagu Kira dua kali dengan cepat, dan tendangan kedua membuat Kira terpental ke atas; GUGH!!


"Combo Serangan Badai!"


Shiki yang masih menggunakan Buff terkuatnya bersiap, dia melesat dan CRATZ! Kemudian melesat lagi CRATZ! Melesat lagi CRATZ! Melesat lagi CRATZ! Melesat lagi, lagi, lagi dan lagi CRATZ! CRATZ! CRATZ! CRATZ!


"GUWOOHH!"


Kira memuntahkan darah banyak dengan serangan berkali-kali di udara itu dan Shiki akan segera mengakhirinya dari atas; "Ini adalah akhirnya, KIRA!"


Kira senyum, Shiki menghancurkannya dengan serangan berkali-kali sampai kedua tangan dan kaki serigalanya hancur. Pemuda itu, dia memiliki kemampuan bertarung di atas dirinya.


"Penajaman Tertinggi! Tebasan Cakrawala!"


Shiki melesat dari atas Kira, memberikan tebasan kuat pada tubuhnya sampai menjadi dua bagian. Tebasan Cakrawala namanya, tebasan pamungkas yang bahkan mampu membelah tubuh terkutuk dari mantan pangeran Kerajaan Rowen, Jonathan.


(Jona...!) Mira menangis melihat kakak laki-lakinya tewas dan dikalahkan.


Kira senyum pada Mira. "Sampai bertemu di neraka." Dia bilang itu pelan dan menghilang menjadi abu seperti para Monster.


...


Kembali ke sekarang. Shiki dan Alicia duduk menunggu bala bantuan, dengan Mira sudah menyerah karena dikalahkan.


Shiki terluka, namun masih bisa berjalan. Alicia juga terluka, atau bahkan tidak, meski masih kelihatan cukup segar. Dan tentu Mira yang paling parah disini dan dia tahu kematian akan segera menjemputnya;


"Begitu rupanya, karena Kira adalah Werewolf, maka dia kalah menghilang menjadi abu. Pada akhirnya dia tidak disebut manusia, namun Monster." ucap Shiki.


"Benar." Mira mengangguk; "Aku aslinya tidak tahu kalau Kira bisa menjadi Monster. Yang aku tahu eksperimennya dengan Master adalah memperkuat regenerasi yang dia miliki, menjadi lebih absolut, lebih sempurna dari regenerasimu."


"Regenerasi absolut. Sihir pasif seperti itu, hanya keluarga Romanova yang memilikinya, kau tahu. Kenapa Kira bisa menggunakannya? Apa ad dari leluhur kalian yang berasal dari Romanova?" tanya Alicia penasaran, menyimpulkan itu.


"Kakek buyut kami, Kira pernah cerita itu. Keturunannya tidak mewarisi regenerasi, tapi Kira yang berhasil mematahkan itu." Mira jawab; "Master kemudian melakukan eksperimen besar padanya dan begitulah dia sekarang..."


"Itu masuk akal, jadi seseorang bernama Master ini memperkuatnya. Aku rasa itu adalah asumsi yang aman bahwa si Master ini kemungkinan besar berasal dari Abyss." Shiki menyilangkan tangannya mengerti.

__ADS_1


"Bagaimana dengan kekuatanmu? Memanggil Monster dalam jumlah besar begitu... Apa itu memang sihirmu?" tanya Shiki penasaran.


"Ya, itu sihirku. Kau bisa bilang Master telah "meningkatkan" sihir kopi paste makhluk hidup (kecuali manusia) ke tahap dimana aku hanya bisa melakukan itu pada para Monster." Mira jawab itu.


"Jika kau mengkopi pada Monster itu, apa mungkin kau pernah ke Abyss, Mira?!" tanya Alicia penasaran.


"Tidak, aku belum pernah kesana. Namun ada cara lainnya, Master menanamkan benihnya padaku selama lima tahun, dan aku rasa benih itulah yang bisa membuatku memanggil Monster dari Abyss." Mira jawab itu.


"Dengan Apollon, sihir pemanggilan Monster-ku ini semakin meningkat lagi. Akhirnya aku pun bisa menggunakannya dalam skala besar..." Saat Mira menjelaskan itu, wajah Alicia sangat memerah dan Shiki juga tersipu kecil;


"Kenapa kalian malah canggung begitu?"


"Tidak, maksudku...menanam benih! Ah, aku mencoba berpikir positif, aku mengerti! Aku mengerti!" Alicia malah panik dan dia tersipu saat bicara itu.


"Lanjutkan saja, apa kau masih ada informasi yang mau kau beritahu sebelum kau mati?" Shiki nanya pada Mira.


Alicia menjadi serius, benar, Mira sudah tidak bisa diselamatkan sekarang dan hanya menunggu waktu sampai Mira tewas seperti Kira.


"Benar, sebelum aku mati, aku akan memberitahu kalian..." Mira berkata serius, sesuatu yang berkaitan dengan "Master"


"...identitas asli Master!"


💠💠💠


Ini dimulai dari 9 bulan yang lalu, sekitar 2 pekan setelah apa yang menimpa Duke Peter Romanova dan istrinya.


Gadis berambut pirang panjang ini selalu merasa begini. Merasa beban hidupnya semakin berat, ekspetasi semua orang padanya semakin besar setelah apa yang terjadi pada kedua orangtuanya.


"Aku penerus keluarga Romanova, Alicia Romanova, kepala keluarga yang baru."


Namun semua orang menyadari betapa kesulitannya Alicia selama beberapa bulan belakangan, sejak kedua orangtuanya "dikutuk" oleh seseorang


"Aku tidak akan pernah memaafkan siapapun yang melakukan ini pada kedua orangtuaku."


"Jangan khawatir, Keluarga Romanova akan tetap berjalan dengan semestinya. Jadi tidurlah, ayah...ibu... Mimpi indah."


Gadis ini memang penuh dengan rasa bangga dan kepercayaan diri. Meski di satu sisi, dibalik topeng wajah cantiknya itu, dia merasa bahwa ini terlalu banyak untuknya. Dia tidak mungkin menyerahkan semua beban ini pada ketiga adiknya.


Pada akhirnya, dia berpikir mungkin harus menyerah. Mungkin dia harus menikah agar berbagi beban ini dengan suaminya? Itu adalah opsi terakhir yang bisa dia lakukan. Uhh... Gadis ini berpikir jika dia merasa gundah dengan ini semua, bagaimana dengan suaminya nanti?


Ketika semua orang hanya bisa melihatnya, pada hari itu, Alicia diberitahu bahwa dia akan kedatangan dua ajudan pribadi yang bisa berbagi keluh kesah dengannya.


"Ajudan pribadi? Untukku?" tanya Alicia terkejut kepada butler keluarga Romanova.


"Seseorang dari Parlemen menawarkan dua orang ini pada kita. Aku pikir akan lebih baik anda memiliki ajudan pribadi..." Butler itu bilang; "Menurutku, mereka berdua akan menjadi teman yang baik untuk anda."


Alicia merenungkan itu setelah mendengar kata "teman". Sesuatu yang sudah lama dia tidak miliki, sejak dia bilang "benci" kepada Reina.


"Aku minta maaf karena ini terdengar akan menambah beban untuk anda, namun aku, para maid dan bahkan keempat adik anda sangat mengkhawatirkan anda yang kelihatan begitu berbeda sejak apa yang terjadi pada tuan dan nyonya." Butler itu beritahu Alicia; "Jika kehadiran "teman" ini bisa membuat anda menjadi seperti sebelumnya, itu akan membuat kami senang."


"Begitu ya. Aku mengerti; terimakasih karena telah mengkhawatirkan aku, Alfred." Alicia senyum, dia rasa saran Alfred ada benarnya.


Memiliki teman, mungkin bisa mengurangi beban dirinya sekarang.


Setelah itu... "Namaku Kira dan dia adalah rekanku, Mira. Mulai hari ini, kami adalah ajudan anda... Putri Alicia Romanova." Kira dan Mira membungkukkan badan mereka; mengenalkan diri pada Alicia.


💠💠💠


Kembali ke sekarang, di "suatu tempat", Duke Robert Stardust duduk di ruangannya.


"Pertempuran di Guildtown nampaknya sudah selesai. Mungkin ini tidak mengejutkan anda, namun Kira dan Mira telah dikalahkan."


"Kira mungkin sudah tewas di tangan Shiki si Petualang Terkuat, namun Mira nampaknya masih hidup. Melihat hubungannya dengan Putri Alicia selama beberapa bulan ini, bukan tidak mungkin dia akan membeberkan identitas anda, Master."

__ADS_1


"Aku tidak ingin identitasku diketahui orang banyak sebelum "Ragnarok" benar-benar dimulai. Terutama kepada Shiki dan putriku, Reina. Jika identitasku sebagai Duke Robert Stardust diketahui mereka, itu akan merubah cerita sedemikian rupa." balas Duke Robert Stardust; "Namun soal itu bukan masalah sekarang, Mira memang mencoba membocorkan identitasku dan dia tidak akan bisa melakukan itu sekarang..."


Duke Robert Stardust senyum dan dia sudah mengantisipasi jika Mira mungkin akan membeberkan identitasnya pada Alicia.


***


Kembali ke tempat Shiki;


"Huh... Kenapa aku tidak bisa mengatakan nama itu?! Terasa seperti lidahku menolak mengucapkannya...!" Mira tidak bisa menyebut nama "Duke Robert Stardust" yang merupakan identitas asli Master.


"Apa maksudmu?!" Alicia kaget, dan Shiki mengerutkan dahinya mendengar itu.


"Begitu rupanya; aku adalah "milik" Master sejak awal. Master sudah mengantisipasi ini, mungkin sebelum aku dan Kira menjalankan misi untuk membunuhmu." Mira senyum, mengerti.


Shiki mengerti sekarang. "Begitu ya." Nampaknya Master ini sudah memprediksi Mira akan berteman baik dengan Alicia dan sudah mengetahui takdir mereka. Shiki jadi penasaran, seseorang yang disebut Master ini, apa dia bisa meramal masa depan?


"Aku minta maaf, nampaknya aku tidak bisa mengatakannya pada kalian, bahkan aku rasa jika aku menulis namanya, aku takkan bisa." Mira beritahu itu.


"Itu bukan masalah, Mira." Alicia mengerti, senyum bilang itu; "Kami akan tahu siapa "Master" itu cepat atau lambat."


"Kalau begitu, aku akan mengatakan soal NARAKU saja pada kalian." Mira bersiap bilang itu pada Shiki dan Alicia; "Meski telah mengalahkan kami, janganlah lengah. Tujuan Master menyingkirkan Guild Petualang karena ingin menyingkirkan Shiki si Petualang Terkuat dan Putri Reina Stardust."


"Huh?" Alicia terkejut, dia pikir Mira mau melanjutkan membunuhnya karena gagal sebelumnya. Sementara Shiki mengerti, wajar dia dan Reina diincar oleh Master ini.


"Kemudian menyingkirkan "tiga fraksi" di Kerajaan Asteria."


"Itu berarti "Militer" dan "Sanctum" akan menjadi target berikutnya..." Alicia penasaran. Jika mengincar Guild maka masuk akal mengincar dua fraksi lainnya;


"Aku rasa mungkin, lagipula masih ada 5 jendral lain yang tersisa selain aku dan Kira; "Pangeran Pembantai", "Odin yang Bijaksana", "Dr. Goblin" dan "Silver Wolf". Aku tidak tahu siapa orang terakhir... Aku belum pernah mendengar namanya selama 10 tahun aku dan Kira bersama Master."


"Selain "Jendral Jahat", NARAKU juga memiliki puluhan kolabolator yang tersebar di dunia dan setengah dari mereka ada di Kerajaan Asteria."


"Kolaborator...jadi mereka bekerjasama dengan NARAKU untuk berbagi kesuksesan bersama." Alicia mengerti soal kolaborator ini.


"Dan nama-nama itu tidak dikenal, kecuali Pangeran Pembantai... Aku rasa itu adalah Artha Blackmore, benar?" Shiki menebak soal Artha. Mira mengangguk.


"Terima kasih, Mira; itu adalah informasi yang besar." Alicia berterimakasih bersamaan suara banyak orang datang dari belakang mereka;


"Mereka mulai berdatangan." Shiki melihat ke belakang, para Petualang mulai berdatangan, Vira ada disana;


"Ugh..." Mira memegang dadanya. "Jantungku terasa mau meledak, aku rasa aku akan mati setelah ini."


"Mira, aku ingin menyelamatkanmu. Karena mu dan Kira, aku bisa melalui apa yang terjadi sebelumnya." Alicia mengatakan perasaan jujurnya.


"Apa itu tadi? Bukankah sebelumnya kau mencoba membunuhku?" Mira mempertanyakan itu; "Aku sempat takut, namun aku sadar kalau kau terlalu baik untuk membunuh seseorang yang sudah kau anggap sebagai teman."


"Bahkan hubunganmu dengan Putri Reina, aslinya kau senang bisa berteman lagi dengannya, kan?"


"Ggh! Jangan sok tahu." Alicia kesal.


"Ahaha, maaf, maaf." Mira minta maaf, Shiki senyum dengar itu.


"Namun aku senang, begitu juga dengan Kira; saat bersamamu, aku... Jeanne, dan Jonathan merasakan sesuatu yang sudah lama tidak kami rasakan. Perasaan memiliki "teman" adalah sesuatu yang spesial, meski kami mengkhianatimu, kenangan kami selama 9 bulan ini adalah hal yang luar biasa!" Mira mencoba berdiri dan Shiki mau membantunya, namun Mira menggeleng menolak;


"Mira...!" Alicia sedih, ini akan menjadi perpisahan untuknya dan Mira.


"Selamat tinggal, nona putri. Ini adalah pertemuan terakhir kita. Terima kasih untuk segalanya, dan aku minta maaf karena pernah membuatmu menderita." Mira memegang tangan Alicia dengan senang; "...namun aku yakin, semuanya akan kembali normal! Itulah yang aku percayai dari putri jenius sepertimu! Alicia!"


"Jeanne...!" Alicia memeluk Mira bersamaan wanita rambut biru gelap itu menghilang menjadi abu.


Shiki tidak terkejut, nampaknya itu adalah efek dia memiliki energi kutukan seperti Kira. "Terima kasih, karena telah menjadi temanku... Kira... Mira..." ucap Alicia meneteskan air matanya


Shiki memejamkan matanya, para Petualang berdatangan dan bersorak penuh kemenangan; "Shiki menang!!!" "Guild Petualang menang!!!" "Hebat, Shiki! Putri Alicia!"

__ADS_1


Shiki senyum mendengar sorakan senang itu. Ini adalah kemenangan terbesar Guild Petualang sejak dibentuk 50 tahun yang lalu. Namun seperti yang Mira katakan, ini semua baru awal dan teror NARAKU masih belum berakhir.


...Bab 3.9 "Teman" - selesai...


__ADS_2