ADVENTURER OF EDEN

ADVENTURER OF EDEN
4.4 "Turnamen Bintang (tengah)"


__ADS_3

Sekarang Turnamen Bintang sudah mencapai "babak knock-out" dimana sudah ada 16 peserta yang bersiap setelah Babak Battle Royale kemarin. Duel dari mereka siap untuk dilaksanakan.


5 ksatria dari Ksatria Bintang, 4 orang Petualang dari Guild, 2 Priest Sanctum dan 4 sisanya adalah individu adalah mereka yang masuk ke babak 16 besar.


"Hmmh...kau pertama, Shiki! Bersiaplah ke arena!" Warren beritahu. "Dan lawanmu adalah Ksatria Bintang, berhati-hatilah!"


Shiki mengangguk, melambaikan tangannya dan mengerti. "ok...!"


Semua orang bertepuk tangan begitu Shiki dan lawannya, Ksatria Bintang kursi kesepuluh, Goorner Voord masuk ke Star Arena.


Shiki melihat dia, seorang pria yang cukup tua. Sebuah pedang dua tangan dia gunakan sekarang sebagai senjata utamanya. Namun yang membuat pria ini begitu mencolok adalah zirah tebalnya yang nampak akan melindunginya dari berbagai serangan.


"Aku tidak meremehkan dirimu, Petualang. Di Battle Royale sebelumnya, kau bertarung dengan baik." ucap Goorner, dia mengambil kuda-kuda untuk bertarung sekarang.


Shiki mengeluarkan kedua pisau hitamnya, dan bersiap bertarung juga. "Hmph, kau tidak meremehkanku sampai kau memakai zirah besar itu...! Boleh juga!"


Goorner melompat menyerang, ayunan pedangnya lamban hingga bisa dibaca oleh Shiki tanpa melihat dengan kekuatan matanya.


Shiki mau menebas, terkena zirahnya sampai berbekas. Goorner cukup kesal melihat zirahnya rusak, dia mengayunkan pedangnya lagi dan Shiki menunduk menghindar.


(Dia gesit...! Sudah aku duga!) pikir Goorner.


Lalu dia tahu Shiki akan menyerang, dan Goorner mengeraskan dirinya dan juga zirahnya. "Kau tidak akan bisa merusak zirahku lagi! Pengerasan!"


"Penajaman tinggi..." Shiki juga memiliki skill yang meningkatkan ketajaman kedua pisaunya.


CRATZ! Goorner kaget, Sir Leonard dan para penonton juga terkejut karena Shiki membelah zirah tebal Goorner.


(Begitu...! Armament Petualang itu lebih kuat dari Goorner.) pikir Leonard. (Petarung yang luar biasa...!)


"Sialan!" Goorner kesal dan ayunan pedangnya dapat dihindari Shiki dengan santai.


Shiki menajamkan lagi satu pisaunya, dan kemudian... "Angin Pemotong!"


CRATZ! "GAKH!" Goorner memuntahkan darah menerima serangan angin tajam dari dekat sampai dia jatuh dikalahkan.


"Wooh!! Luar biasa! Semua orang bertepuk tangan terkesan; "seorang Ksatria Bintang dikalahkan dengan mudah...! "Shiki" dari Guild Petualang yang melakukannya...!"


"Bagaimana menurutmu pria itu, Sir Rackham?" Benzu bertanya, dia masih seorang ksatria biasa.


"Shiki dari Guild Petualang... Aku tidak pernah menyangka Guild Petualang akan memiliki orang sekuat itu lagi..." ucap Rackham. Benzu berkedip dengar itu.


Di tempat lain, Leonard beritahu soal kekalahan Goorner pada orang-orang di sekitar. "Goorner kalah bukan karena dia lemah, namun karena lawannya terlalu kuat, sesimpel itu."


...


Pertarungan berikutnya adalah Vira vs. Duma.


"Aku tidak tega melawan wanita, namun lawanku adalah "mage" yang kuat. Jadi aku akan serius dan takkan segan...!" Duma mengeluarkan pedangnya.


Vira mengangkat kedua tangannya. "Bolehkah aku menyerah? Aku aslinya cuma ikut-ikutan saja. Aku tidak berkutik melawan musuh jarak dekat."


"Apa?!" Duma kaget mendengar Vira mau menyerah.


"Kau pun tidak suka melawan wanita...para ksatria memang begitu, kelemahan mereka adalah wanita karena jalan ksatria mereka." Vira senyum berkata itu. Duma mengerutkan dahinya dengar itu.


Dion dan Warren melaju dengan mudah. Dion mengalahkan Ksatria Bintang kursi keduabelas. Warren yang menghadapi Priest Sanctum dan mengalahkannya berkomentar soal lawannya yang punya gaya bertarung mengejutkan.


"Ini pertama kali aku melihat seorang Priest bertarung, dan itu adalah gaya bertarung yang mengejutkan..." ucap Warren melihat Priest yang menjadi lawannya dibawa pergi dalam keadaan tidak sadarkan diri.


***


Babak 8 besar diadakan di hari itu juga; Dion melakukan pertandingan pertama, dan mengalahkan lawannya, yang merupakan seorang pegulat dari East Area dengan pertarungan cukup sengit.


Sementara Leonard mengalahkan lawannya juga dengan mudah, yaitu Ksatria kursi kesebelas, Duma. Perbedaan kekuatan yang jelas antara keduanya terlihat, namun Leon memberi semangat pada Duma; "Jangan khawatir, Duma! Kau sudah bertarung dengan baik! Kau akan terus bertambah kuat!"


"Thanks, Sir Leonard." Duma yang zirahnya hancur dan pedangnya patah dibangunkan oleh Leonard.


Semifinal pertama sudah terlihat; Dion "si kilat" dari Guild Petualang vs. Ksatria Bintang kursi kedua, Sir Leonard Redstone.


"Wahoo! Aku akan melawan Leonard! Ini kesempatan emas untuk menunjukkan kekuatanku pada dunia!" Dion bersemangat.


Shiki senyum dengar itu, Dion memang kuat dan percaya diri. Shiki percaya padanya bisa menang meski kemampuan bertarung Leonard menggunakan pedang sangat luar biasa.


"Hei, Shiki! Jika kita berdua menang, kita akan berhadapan!" Warren merangkul Shiki; "Aku selalu menang melawanmu saat adu panco, jadi aku akan menang juga dalam duel di semifinal...!"


"Tentu." Shiki senyum, dia belum pernah bertarung melawan Warren sebelumnya, namun dia tahu betapa kuatnya rekannya itu.


"Benar, mari kita buat final nanti sebagai "Guild Petualang" final...!" Silva muncul dan berkata itu; "Aku berharap besar pada kalian bertiga...!"


"Ya!" Shiki, Dion dan Warren senyum.


...


Pertandingan ketiga di babak 8 besar, Shiki berhadapan dengan seorang pria bertubuh kurus memakai topeng. Dia memakai sebuah pedang tipis yang lancip ke atas, dia senyum.


Shiki ingat bagaimana dia bertarung di babak sebelumnya, gaya berpedang yang halus dan cepat, lalu mengalahkan Priest dari Sanctum. Beda dari Goorner yang Shiki kalahkan sebelumnya.


"Mari kita mulai, "Shiki" si Petualang." Pria itu melesat dan Shiki kaget, dia melesat tanpa menggunakan "Gust" yang merupakan sihir pelontar angin.

__ADS_1


Shiki mengelak, dan menyerang balik. Kecepatan pria itu cukup baik karena bisa membaca serangan Shiki.


Namun Shiki berputar dan menendang pria itu dari atas dengan kencang. Dia menahan dengan kedua tangannya dan terlempar.


"Angin Pemotong!" Shiki menembak serangan sihirnya ke pria yang terlempar. Dia berhasil mengelak, lalu melakukan langkah cepat mendatangi Shiki.


Shiki menggunakan "matanya" dan mengelak dari hunusan tadi. Shiki melihat celah yang besar, dan kemudian; "Gust!" melesat menebas pria itu dengan X di perutnya.


"OOOOOOH!!!" Semua orang bersorak senang, Shiki berhasil mengalahkan pria tadi.


Shiki melihat pria itu, dan darah yang keluar dari dadanya berwarna sedikit berbeda dari darah seharusnya.


"Warna darahnya...merah kecoklatan?!" Shiki kaget.


"Hehehehe..." Pria itu masih bisa tertawa setelah dikalahkan. "Lihatlah pisaumu..."


Shiki kaget, dia melihat kedua pisau hitamnya malah terkelupas dan berkarat. "Apa yang kau lakukan...?! Padahal "Hassaikai" terbuat dari besi hitam dari Benua Timur!"


Namun Shiki tidak mendapatkan jawaban karena pria itu tidak sadarkan diri. "Cih...! Ini buruk!"


Di kastil, Raja George Blackmore III menonton dengan senyum bersama putra sulungnya yang juga Ksatria Bintang kursi pertama, William Blackmore.


"Jadi itu adalah rencanamu, William. Ini bagus... Militer akan menang lagi pada akhirnya." George memuji William.


"Tentu saja, aku sudah membayar mahal "bandit itu", ayahanda." William senyum, dialah yang merencanakan ini.


💠💠💠


"Ini adalah "cairan penuaan"..." Silva melihat cairan yang Shiki ambil dari lawannya di 8 besar. "Penuaan yang dimaksud ini takkan berefek pada tubuh manusia, namun kepada benda-benda, dan bahkan senjata dengan energi magis."


"Ini adalah barang langka, satu-satunya tempat kau bisa menemukan cairan ini adalah di Benua Utara."


"Maksudmu ini berasal dari kampung halamanmu...!" Shiki kesal jadinya. "Hassaikai menjadi tumpul dan berkarat... Ini situasi terburuk, sialan!"


Shiki kesal sampai menendang tembok disana, untung tidak hancur. Silva menenangkan Shiki dengan menepuk pundaknya; "Aku mengerti kekesalanmu. Mari kita pikirkan itu dengan kepala dingin...HM?"


Silva melihat seseorang berjalan ke arah mereka, dia adalah Priest Sanctum yang dikalahkan lawan Shiki sebelumnya di 16 besar.


"Shiki dari Guild Petualang, benar? Selamat karena telah melaju ke semifinal."


"Siapa kau?" tanya Shiki. Silva berkedip, dia sadar Priest ini yang dikalahkan pria yang dikalahkan Shiki di 8 besar tadi.


"Nama tidak penting, jadi aku akan mengadakan tujuanku... Kedua senjatamu berkarat, bukan? Biarkan aku yang "mengobatinya"..." Priest itu beritahu, Shiki dan Silva kaget dengar itu; "Mengobati?!"


"Benar, aku akan mengembalikan kedua bilah pisau hitammu seperti normal." Dia beritahu; "Serahkan itu padaku..."


Jadi Shiki mengangguk, menerima bantuan dari Priest Sanctum untuk mengobati kedua pisaunya, dan bersamaan...


"(Pemenangnya adalah Ksatria Bintang kursi keempat! Walter Kausius!)"


"Warren dikalahkan...!" Shiki kaget.


"Padahal baru 5 menit, berarti lawannya sangat tangguh...!" ucap Silva; "Dan dia adalah lawanmu di semifinal nanti malam, Shiki..."


Shiki melihat lawannya, Ksatria Bintang kursi keempat, Walter Kausius. Pria yang kuat dengan pedangnya yang punya trik khusus dan mengalahkan Petualang Terkuat keempat di Guild, Warren.


"Bagaimana dengan kedua pisauku?" Shiki nanya pada Priest Sanctum.


"Sudah kembali semula..." Priest itu memberikannya, dan Shiki terkejut lalu senang "Hassaikai" kembali semula.


"Itu bagus! Terimakasih!" Shiki senang.


"Sihir apa yang kau pakai? Jangan bilang kalau sihir penyembuhan..." tanya Silva keheranan.


"Tidak, ini sihir spesial yang tidak sempat aku pakai di turnamen ini. Aku bisa-"


"Bagaimana aku membayarmu dengan ini?" tanya Shiki memotong ucapannya.


"Tidak perlu sungkan, ini gratis. Aku cuma mau membantumu, "Shiki", karena aku melihat takdir yang menarik darimu." Priest itu senyum bilang itu.


***


Semifinal dimulai, dan duel antara "Guild Petualang vs Ksatria Bintang" karena dia semifinal mempertemukan masing-masing peserta yang tersisa dari mereka.


"Ksatria Bintang vs Guild Petualang! Ini tidak pernah terjadi sebelumnya!"


"Nampaknya mereka berempat adalah yang terkuat, kita tidak boleh melewatkan dua pertarungan mereka...!"


Shiki menonton bersama Vira dan Silva. Warren yang terluka parah masih ada di ruang perawatan. Tulang rusuknya banyak yang hancur, padahal lawannya seorang Ksatria.


Dion berhadapan dengan Leonard, Ksatria kursi kedua. Dion nyengir dan Leonard melihatnya serius, ketika suara teriakan "pertarungan dimulai...!"


Dion langsung mengalirkan petir ke seluruh tubuhnya dan melesat ke Leonard. Dion menyerang dari dekat, dan Leon mengelak mundur, dia menarik pedang warna birunya;


(Petir itu adalah sihir, mengalir lepas pada tubuhnya tanpa hambatan. Biasanya pengguna sihir petir akan merasakan sakit seperti ditusuk jarum sebelum melepaskan sihirnya...) pikir Leonard. (Namun pria ini tampaknya tidak merasakan itu...)


"Thunder Spear!!" Dion menghunus ke Leonard, namun menahan itu dengan pedangnya.


Leonard berputar, dia mengayunkan pedangnya dan Dion mengelak, lalu menyadari sesuatu terjadi tadi saat Leonard menebas; "Huh?"

__ADS_1


Leonard melesat padanya dan Dion melepaskan petir lebih besar. "Raiun Bolt!" Sambaran petir datang ke Leonard, namun petir besar itu dihisap ke dalam pedangnya Leonard.


CRATZ! Leonard menebas dengan cepat melukai dada sampai badan Dion, dan mengalahkannya.


"Pemenangnya sudah ditentukan dan jelas...!! Sir Leonard kembali menuju final keempat kalinya!!!!"


"Dion...!" Shiki khawatir.


"Kau lihat tadi, ketua? Sihir petir yang Dion lepaskan..." Vira tidak percaya.


"Ya, dihisap oleh pedang milik Sir Leonard. Jadi rumor itu benar adanya..." Silva tahu rumor soal Leonard; "Dia adalah pengguna "pedang anti-sihir"..."


"Pedang anti-sihir...?!" Shiki kaget dengar itu.


***


Pertarungan semifinal kedua segera dimulai. Shiki melawan Ksatria Bintang kursi keempat "Walter Kausius", pria ini yang mengalahkan Warren dengan mudah, memiliki sihir khusus dari pedangnya.


Shiki melihat Warren senyum, bilang padanya. "Kau mau balas dendam? Temanmu aku kalahkan dengan cukup parah, lho. Jika aku lebih serius, aku mungkin akan menghancurkan semua tulang rusuknya."


"Balas dendam adalah hal bodoh. Aku selalu berpikir begitu sejak kecil." jawab Shiki; "Namun aku berdiri hanya ada satu alasan...mengalahkanmu dan ke final!"


"(Pertandingan semifinal kedua...dimulai...!!)"


"Kau takkan bisa, karena aku dan kemampuanku adalah yang paling cocok untuk mengalahkan Sir Leonard!" Walter bersiap melepaskan serangan, dan Shiki maju datang padanya.


(Bodoh...! Ini adalah skenario yang sama seperti pertandingan sebelumnya!) Walter optimis; "Nampaknya kau mau bernasib sama seperti kawanmu!"


"Shock Wave!" Walter melepaskan serangan gelombang suara pada Shiki yang mendekat, dan situasi kemarin sama seperti ini, dengan Warren kena sedang itu begitu saja.


Namun Shiki beda, meski gelombang suara tidak bisa dilihat, dia dapat merasakan jalur energi magisnya dan melompat menghindari serangan itu, lalu membalas dengan; "Angin Pemotong!"


Walter kaget, lalu mundur mengelak dari serangan Shiki tadi. "Bagaimana bisa?!"


Shiki turun melesat, dia menendang wajah Walter. Kemudian mengadu bentrokan antara pedang dan pisau. Shiki mengerti kemampuan Walter;


"Gelombang suara kuat, kau perlu melakukan ancang-ancang itu sebelum kau menggunakannya! Itulah kenapa aku takkan membuatmu melakukannya!"


"Sial...!" Walter kesal, Shiki menebak dengan mudah bagaimana kemampuan serangan pedangnya bekerja.


"Jangan remehkan kemampuan berpedangku! Aku adalah kursi keempat!" Walter teriak kesal.


Shiki merasakan Walter memang semakin kuat, kemampuannya tentu lebih baik dari banyak lawan sebelumnya. Shiki yakin gaya berpedangnya sama seperti Leonard, kursi kedua.


Namun Shiki dengan mata yang menjadi merah permata, melihat semua arah serangannya dan melihat celah yang jelas.


Disaat Shiki fokus pada itu, Walter mundur beberapa langkah dan dengan cepat melepaskan tebasan Gelombang suaranya. Shiki terkejut; (Jadi itu yang dia incar...!)


Shiki tidak bisa menghindari serangan Walter sekarang. Dia merasakan tiga kali getaran mengguncang tubuhnya yang membuat dia merasakan sakit di tulang-tulangnya.


Walter tahu kalau serangannya lemah, itulah kenapa dia menyiapkan serangan berikutnya yang lebih kuat.


Namun Shiki tidak membiarkan itu, dia menggunakan; "Tempest!" Seluruh tubuhnya melepaskan angin, ini adalah "Buff" yang menambah kecepatannya...


"Penajaman Tinggi!" Shiki melesat cepat, menerobos serangan gelombang suara Walter yang menyakiti tulangnya; "Dia menerobosnya!"


Shiki menebas tangan Walter sampai berdarah hebat; "GAKHHH!!!!" Walter menjerit kesakitan dengan memegang tangan kanannya, semua orang syok dan para Ksatria kaget melihat itu;


"Walter!!" Teriak Benzu.


Leonard mengerutkan dahinya.


(Sialan...jika lebih dalam lagi tanganku akan putus! Orang ini...!) pikir Walter.


"(Pemenangnya sudah ditentukan...!!!)" Suara pembawa acara terdengar; "(Shiki dari Guild Petualang adalah pemenangnya!!!)"


"Apa?!" Walter kaget, semua orang bersorak senang.


Walter teriak kesal. "Aku masih bisa bertarung!! Jangan bodoh! Aku bisa menang!"


"(Aku rasa kau tidak perlu ambisius begitu, Walter. Masih ada turnamen dua tahun lagi untukmu...)" Suara seseorang bicara, dia adalah Duke Robert Stardust.


"Duke Robert Stardust...!" Walter kaget.


"(Kau adalah "penerus" dari Sir Rackham dan Sir Leonard. Jadi lebih baik kau mengakui kekalahan dan memikirkan apa yang perlu kau tingkatkan. Jika kau bertarung lebih dari ini...kau akan kehilangan tangan kananmu, dan jika itu terjadi...)"


"Yang Mulia Raja dan Pangeran William mungkin akan memutuskan untuk mengeluarkanmu dari Ksatria Bintang." ucap Duke Robert Stardust senyum.


Walter kaget, dan dia terdiam. Ada kemungkinan itu benar mengingat Raja dan keluarganya sangat membanggakan kekuatan Ksatria Bintang, jadi itu bisa saja terjadi jika Walter kalah memalukan oleh Shiki.


"Kau menang, Shiki dari Guild Petualang." Walter berkata itu, dia pergi dari Star Arena dengan tertatih-tatih.


"(Dan untukmu, Shiki-kun...)" Duke Robert Stardust bicara pada Shiki; "(Selamat karena kau berhasil ke final, aku menantikan siapa dari kalian berdua, yang akan mendapatkan "good ending" di final besok..."


Duke Robert Stardust senyum dan Shiki melihatnya dengan serius.


Final diadakan besok; Shiki dari Guild Petualang vs. Sir Leonard, kursi kedua Ksatria Bintang.


...Bab 4.4 "Turnamen Bintang (tengah)" - selesai...

__ADS_1


__ADS_2