ADVENTURER OF EDEN

ADVENTURER OF EDEN
2.3 "Melawan para Bandit"


__ADS_3

"HUH?!" Shiki dan Yui terkejut dengar itu.


Di Kerajaan Asteria ada tiga keluarga kerajaan yang terkenal sebagai pendiri. Pendiri mungkin bukan hal tepat, mereka disebut sebagai "pilar utama" kerajaan karena apa yang terjadi pada 400 tahun yang lalu.


Meski mereka berdiri sejajar sebagai tiga keluarga kerajaan, Keluarga Blackmore lah yang menguasai kerajaan, disusul Romanova yang kedua dan Stardust yang ketiga.


"Keluarga Blackmore telah meninggal, semua dari mereka. Raja George, istrinya Marina, putra pertama 'Jendral' William, putra ketiga Ronan, putra keempat Martin dan bahkan putra kelima mereka yang masih 4 tahun Shun."


Wajah Shiki dan Yui masih diam menyimak dengan penjelasan Alicia.


"Para pangeran itu lahir dari tiga orang selir juga, dan para selir itu juga dibunuh oleh Artha."


Shiki kaget mendengar itu. "Memang gila, tapi kenapa si Artha itu membunuh semua saudaranya? Apa karena dia ingin takhta kerajaan?"


"Alasannya tidak ada yang tahu, seakan tidak ada angin dan tidak ada hujan, dia membunuh semua keluarganya sendiri menggunakan senjata mulia milik keluarga Blackmore, 'Pedang Kemenangan' Caliburn."


"Ditambah..." Alicia diam sebentar; "...Artha pernah bilang dia tidak pernah ingin takhta kerajaan, dan aku masih tidak mengerti kenapa dia melakukan hal sekejam itu."


Shiki diam, bukan hal mengejutkan Alicia mengenal Artha, kemudian Reina juga merenung, mereka berdua pasti kenal Artha. Dilihat dari wajah mereka pun, Shiki menduga Artha adalah pria yang baik untuk seseorang yang berasal dari Blackmore dan membunuh semua saudaranya, bahkan adik laki-laki dan para selir ayahnya itu sudah diluar nalar.


"Aku tidak tahu apa aku perlu senang karena keluarga Blackmore sudah tidak ada. Tapi..." Yui bilang itu sambil senyum; "...ayah mungkin akan senang! Dia takkan menyesali kematian ibu lagi deh!"


"Yui..." Shiki mengusap kepala adik perempuannya untuk menenangkannya.


"Jadi itulah alasan kenapa kau mau menjadi Raja? Karena Blackmore sudah tidak ada, sekarang para anggota Parlemen itu 'memimpin' negeri ini. Bukankah harusnya ayahmu yang menjadi Raja?" tanya Shiki dengan Yui masih memeluknya.


"Shiki-san! Ayahnya Alicia-san..." Reina berusaha beritahu, namun Alicia memberikan tangannya menandakan dia saja yang beritahu;


"Ayahku sudah tidak bisa menjadi Raja, karena dia sudah tidak bisa melakukan apapun lagi. Sekarang akulah yang memimpin Keluarga Romanova dan itulah kenapa aku perlu mengambil hakku sebagai Raja." Alicia bilang itu.


Shiki mengerti, dan satu hal lainnya terjadi pada ayah keluarga Romanova. Ditambah dengan hilangnya Duke Robert Stardust, berarti kepala tiga keluarga kerajaan sudah tidak ada dan diturunkan langsung ke Alicia dan Reina.


"Yah, ini adalah informasi top secret. Jadi jika kalian ketahuan menyebarkannya, kalian akan dipenjara!" Alicia bilang itu pada Shiki dan Yui.


""Ya, ya, kami mengerti."" jawab kedua adik-kakak itu.


...


"Kemana pria Duma ini? Bukankah harusnya dia disini menemui kita?" tanya Shiki, mereka sudah di kamp selama 10 menit lebih bersama Alicia.


"Tadi dia bilang dia mau mengurus sesuatu, aku sudah bertemu dengannya dan situasi di kota ini sudah cukup jelas dijelaskan olehnya." Alicia beritahu.


"Apa situasi kota sesuai rumor yang beredar?" tanya Shiki lagi.


"Ya, begitulah. Kota ini masih aman dari serangan para bandit yang mau merebut kota ini."


Alicia mau menjelaskan lebih, namun seorang pria dengan zirah ksatria masuk ke dalam tenda mereka.


"Maaf membuat kalian menunggu. Aku kedatangan tamu lainnya sekarang. Situasi kota ini tidak bagus, namun dua tuan putri datang kemari adalah hal mengejutkan." ucap pria berambut pink tipis itu, dia "Kapten" dalam misi Kota Gari, salah satu dari 13 Ksatria Bintang, kursi kesebelas "Duma"


"Namaku Duma, seorang Ksatria Bintang." Duma mengenalkan diri.


Duma melihat tamu-tamunya, Putri Reina yang baru pertama kali dia lihat. Kemudian wajah Yui yang juga pertama kali dia lihat. Dan wajah Shiki...


"Kau! Shiki! Shiki dari Petualang Guild!" Duma kaget, dia tentu kenal dengan Shiki dari dua tahun lalu.

__ADS_1


"Apa aku mengenalmu?" tanya Shiki mengerutkan dahinya.


"Tentu tidak! Tapi dua tahun lalu, tidak ada Ksatria Bintang yang mengenalmu...!" ucap Duma dengan wajah kesalnya.


Tentu yang dia maksud adalah kemenangan Shiki di Turnamen Bintang dua tahun lalu. Di final, Shiki mengalahkan Ksatria Bintang paling kuat dan di babak sebelumnya juga mengalahkan beberapa Ksatria Bintang. Itulah kenapa Shiki dibenci oleh para Ksatria Bintang sebagai orang yang mengalahkan 3 dari mereka.


Mereka membahasa urusan utama mereka sekarang, Duma mendengar apa tujuan mereka kemari, soal GATE di Gunung Romus.


"GATE... Begitu ya, dan itu tujuan kalian kemari. Yah, aku yakin kalian sudah dengar apa yang terjadi di kota ini." Duma mengerti.


"Ya, para bandit itu mengincar kota ini, bukan? Apa spesialnya kota ini? Dan satu pertanyaan, seorang Ksatria Bintang sepertimu mengurus pada bandit sekarang... Apa mereka seberbahaya itu?" Shiki bertanya semua itu.


"Aku juga tidak mengerti awalnya, namun aku cuma menjalankan tugas. Kami bertahan dengan baik di kota ini selama sebulan ini. Alasan para bandit itu mengincar kota ini karena mereka ingin kota ini sebagai markas mereka." Duma beritahu itu.


"Kota ini cukup strategis sebenarnya, dua jam ke utara dengan kuda gerobak, kau sudah bisa sampai di West Area. Ke selatan, kota para Petualang dan ke timur ke Central Area. Kota ini juga dulunya tempat para pedagang berkumpul, jadi kemungkinan besar itulah alasannya."


"Hmm, itu masuk akal. Tapi kalau para bandit, harusnya diserahkan saja pada Guild Petualang, bukan?" tanya Alicia.


"Ya, itu menjadi pertanyaan kami juga. Guild Master kami juga terkejut kalau militer kerajaan yang melawan mereka, karena biasanya kami yang mengurus para bandit." Shiki beritahu Duma. "Apalagi Blood Sun pun langsung dicap sebagai Bandit terkuat di kerajaan."


"Ya, kita tidak tahu apa yang dipikirkan orang Parlemen. Aku rasa diskusi ini membuat kita cuma bisa menebak saja." Duma juga tidak tahu jawabannya.


"Daripada pusing membahas itu... Jika tujuan kalian adalah benda kuno GATE di Gunung Romus, maka kalian perlu kesana dan aku rasa pilihannya adalah membantu kami, benar?"


Shiki mengangguk untuk itu. "Benar."


"Itu akan menjadi bantuan besar. Tapi kami sendiri sebenarnya sudah cukup untuk menangani mereka. Namun jika mereka melancarkan serangan total, kami akan kerepotan dengan jumlah mereka."


"Berapa jumlah para bandit itu?" tanya Yui penasaran.


"100 bukan jumlah yang sedikit. Setidaknya kelompok Bandit memiliki anggota 20 sampai 30 orang. Dan lagi, 100 itu sudah setengah dari 200 anggota Guild Petualang." Shiki memperhitungkan jumlah, dan ini salah satu alasan Blood Sun disebut terkuat di kerajaan.


"Kau benar, dan jika kalian mau bekerjasama, kita bisa melancarkan serangan lebih dulu kalau kalian mau." Duma bilang itu pada mereka.


"Bagaimana menurutmu, Reina?" tanya Shiki, dan Duma kaget Shiki memanggil Reina seramah itu.


"Uh, aku rasa tidak ada pilihan lain." Reina menerima saja untuk ikut melawan para bandit.


"Benar, ini tidak seperti kita perlu menolak. Kita memiliki musuh yang sama, aniki." Yui berkomentar disana.


"Dan lawannya cuma para bandit, jadi bukan masalah besar. Kita bisa menyerang dan menyelesaikan ini dengan cepat." ucap Alicia menambahkan.


Shiki setuju dengan mereka bertiga, kemudian Duma menerima kerjasama ini. Shiki dan ketiga heroine-nya akan melawan para bandit Blood Sun bersama pasukan kerajaan yang dipimpin oleh Ksatria Bintang, Duma.


💠💠💠


Di Gunung Romus, Kira duduk di singgasana Bandit Blood Sun yang terbuat dari kayu itu, dan seorang pria babak belur disana karena dia melawan Kira.


"Guh...! Kenapa kau..." pria itu adalah ketua Bandit Blood Sun, Rocky.


"BOS!" Para bandit disekitarnya khawatir.


"Tidak perlu khawatir dengan lukamu, bandit. Aku cuma mengujimu karena kau bilang mau menjadi salah satu jendral kami." Kira senyum; "...namun kekuatanmu payah, bahkan kau takkan bisa mengalahkan seorang Petualang jika selemah itu."


"Kau cuma kolabolator kami dan seharusnya kau tidak searogan itu." Kira melempar sebuah elixir pada Rocky.

__ADS_1


"Minum itu, sebuah Elixir. Master sudah memberikan kekuatannya pada ramuan itu. Beliau juga memberikan bantuan yang bagus. Dia memang baik padamu, aku tidak mengerti alasannya."


Rocky meminum Elixir yang diberikan Kira, dan dengan cepat luka-lukanya sembuh. Rocky bisa berdiri sekarang, dan bilang disana; "Itu karena aku yang mengetahui siapa identitas Master! Aku adalah mantan ajudannya dan karena alasan yang tidak jelas, dia memecatku!"


"Aslinya aku membencinya, namun nampaknya dia masih membutuhkanku! Hehe!" Rocky nyengir.


"Ah, begitu. Masuk akal sekarang." Kira mengangguk mengerti, dia lalu melihat Mira datang dengan sebuah kandang yang berisi 7 ekor serigala buas yang memiliki aura kalau mereka bukan serigala sembarangan.


"Itu adalah bantuan untukmu...dan di peti mati itu juga ada sebuah senjata untukmu..." Kira beritahu, dia berjalan ke tempat Mira; "Misimu adalah menaklukkan kota Gari dari tangan para ksatria itu..."


"...dan jika kau berhasil, kelompok banditmu akan berada dalam naungan kami sebagai salah satu Jendral." Kira bilang itu. "Dan jika kau menjadi anak buah kami, itu bakal membuatmu punya kesempatan menyingkirkan kami, bukan?"


Rocky senyum dengar itu, dan untuk saat ini, dia memang bukan tandingan Kira. Namun kesempatan itu ada untuk menyingkirkannya setelah berhasil memenangkan pertempuran merebut kota Gari ini.


...


Kira dan Mira berjalan pergi dari sana, ke tempat dimana GATE berada.


"Master terlalu menganggap serius para bandit itu. Memangnya apa masalah kalau identitasnya tersebar? Tidak ada yang percaya dengan para bandit!" Kira tidak mengerti apa pikiran bosnya.


"Ditambah, kita belum membuat masalah mencolok di negeri ini, bukan? Meski negeri ini adalah target utama kita."


"Setiap yang Master lakukan pasti punya alasan, jangan meragukan dia." Mira bilang itu, dia percaya sekali pada bosnya.


"Kau ini..." Kira jengkel dengar itu.


"Ah, itu dia..." Kira dan Mira sampai di tempat GATE berada; "Jadi benda itu adalah GATE...! Gerbang untuk membuka pintu Eden dan Abyss!"


"Benar dan satu-satunya orang yang bisa membuka GATE adalah Putri Reina Stardust." Mira memejamkan matanya.


"Itu berarti dia... Ah, dia sudah disini, Mira!" Kira bersemangat, dia bisa merasakan energi magis Shiki yang berada di Kota Gari; "...Shiki ada disini!"


"Ya, bersama Putri Alicia dan Putri Reina juga. Namun bukan sekarang waktu yang tepat untuk melawan mereka." Mira bilang itu sambil menyentuh GATE; "Kita kembali ke lab sekarang, untuk rencana utama kita menghancurkan kota para Petualang."


***


DHUAR!! Suara ledakan terdengar cukup kencang di tengah diskusi Shiki dan ketiga heroine-nya di kamp.


Duma buru-buru ke luar dan nanya ada apa dan prajurit jawab; "Ada ledakan besar di tembak ke langit dari arah Gunung Romus! Kemungkinan dari arah markas bandit!"


"Huh?!" Shiki dan yang lain terkejut dengar itu.


...


"Sudah waktunya kita mengakhiri pertempuran ini! Kita rebut Kota Gari dan menggunakannya sebagai markas kita!!!" Rocky teriak, mengangkat kapak perangnya.


"UWOGH!" Para bandit yang jumlahnya banyak itu mengangkat senjata mereka.


Rocky duduk di atas Warg, dan beberapa banditnya juga karena para serigala Monster itu dikendalikan olehnya.


"Semuanya, persiapkan formasi bertahan seperti biasa! Ini adalah serangan total dari para bandit!" Teriak Duma dan para prajurit terkejut; "Serangan total...?!"


"Shiki, aku serahkan garis depan kepadamu. Tolong kurangi jumlah mereka, Pemburu Bandit!" Duma menepuk pundak Shiki meminta itu, tentu saja Shiki kaget komikal karena Duma tahu julukan "bodohnya" itu; "Darimana kau tahu julukan itu?!"


..."Bab 2.3 "Melawan para Bandit" - selesai...

__ADS_1


__ADS_2