
Guildtown, saat ini.
Insiden terbunuhnya Anna mengejutkan semua orang. 4 resepsionis itu menusuk Anna bersamaan, dan apa yang mereka lakukan didalangi oleh seseorang bernama "Raja para Imp, Baros" yang merupakan "makhluk Abyss"
Baros menyamar jadi manusia bernama Theo dan membunuh Shiki. Namun tujuannya berganti menjadi membunuh Anna, wanita yang disangka sebagai seorang peri.
Sekarang Anna tewas, meski telah menewaskan Baros itu, kesedihan mendalam dan rasa sakit terasa jelas pada para Petualang.
"Vira-san, lapor. Keadaan 4 resepsionis mulai membaik! Mereka mungkin akan segera bangun besoknya, dan setelah itu apa yang akan kita lakukan?"
Seorang petualang melapor pada Vira soal itu. Vira tahu keadaan keempat temannya yang berharga itu nanti. Mental mereka pasti akan kacau, apalagi setelah mendengar mereka yang "membunuh" Anna.
"Aku akan kesana mengawasi. Jika mereka sudah siuman, aku harus menjadi orang yang pertama kali mereka lihat." jawab Vira.
"Lalu? Bagaimana keadaan Warren?"
"Warren menderita luka cukup serius dan dia mungkin akan sangat sedih mengingat dia yang..."
"Benar sekali, aku akan mengurus semuanya sekarang." Vira mengangguk, dia beranjak dari tempatnya duduk tadi.
Vira akan melakukan beberapa pekerjaan. Silva mempercayakan Guild Petualang padanya selama dia pergi ke ibukota. Vira tahu ini akan menjadi saat-saat yang berat.
Vira melihat Dion di atas bangunan yang rusak. Vira tahu bagaimana menyesalinya Dion setelah gagal melindungi Anna dan menyelesaikan masalah kemarin.
Dion bahkan sempat berkata "Jika Shiki ada disini, Anna pasti takkan tewas." Vira setuju apa yang Dion bilang, namun rasa iri karena dia terkuat kedua di Guild juga membuatnya merasa tidak berguna.
(Dion akan pulih dengan cepat. Aku rasa nanti malam aku perlu menghiburnya.) pikir Vira senyum.
"Namun soal Shiki... Apa yang akan kau lakukan padanya, ketua? Aku bisa membayangkan apa reaksinya mendengar itu..." Vira khawatir dengan Shiki, mentalnya pasti sangat hancur.
***
Ibukota, Kastil Ribuan Bintang.
Shiki mendengar apa yang Silva katakan. Yui dan Alicia melotot dengan sangat terkejut, reaksi Shiki cuma diam bersamaan ketua Silva bicara padanya;
"Aku telah gagal menjadi ketua Guild. Aku kehilangan salah satu rekan paling penting. Membiarkan musuh melakukan-"
Shiki menyerang Silva dengan kedua pisaunya, Yui dan Alicia kaget, meneriaki Shiki. "Aniki!" "Shiki!"
Shiki mengayunkan pisaunya, namun Silva dilindungi oleh sebuah barier. Silva menembak barier itu pada Shiki sampai terpental ke tembok.
"Lepaskan aku... Sialan!" Teriak Shiki tidak bisa bergerak, kedua tangan dan kakinya dikunci di tembok oleh sihir milik Silva.
Alicia baru pertama kali melihat sihir milik Silva. "Sihir apa itu?! Seakan-akan Shiki dikunci oleh energi magis!"
"Manna Creation, itu adalah nama sihir spesialku." ucap Silva menjelaskannya. "Sihir mengolah energi magis menjadi beragam bentuk, seperti senjata dan sebagainya. Inilah sihir terkuat di Benua Utara."
Alicia baru tahu ada sihir spesial itu. Energi magis bentuknya seperti udara, takkan mengikuti wadah seperti benda cair karena tak ada wujud fisiknya. Namun Silva bisa mengolah energi magis menjadi wujud fisik, dan itulah sihir "Manna Creation" miliknya.
"Katakan Shiki, apa kau mau membalas kematian Anna? Apa yang mau kau lakukan untuk itu? Membunuh semua orang di NARAKU? Membunuh Dark Lord Balor?" tanya Silva pada Shiki.
"Ya! Aku akan membunuh mereka semua! Tidak peduli siapa, bahkan orang yang gagal untuk melindungi Anna takkan aku ampuni!" Shiki teriak lagi penuh kekesalan.
"Aku mencintai Anna! Namun aku tidak bisa melindunginya! Aku harusnya tidak mempercayai siapapun... Harusnya aku saja yang melindunginya...!"
(Shiki...) Wajah Alicia dan Yui menjadi down mendengar itu.
Silva tahu cinta Shiki pada Anna begitu besar, dan anak ini melepaskan semua rasa sakitnya mendengar kematian Anna. Penyesalannya tidak bisa melindunginya, meski Anna telah memutuskan untuk meninggalkan perasaan mereka masing-masing.
Namun Silva ingat ucapan Anna sebelumnya, wanita peri itu sudah menduga NARAKU akan datang untuk membunuhnya cepat atau lambat. Silva tidak bisa menebak peri apa sebenarnya Anna, namun jika dia membuat Shiki cinta buta seperti ini padanya, Silva menduga mereka punya kenangan indah di masa lalu.
"Shiki, kau ini sangat payah dalam hal cinta." ucap Silva, kemudian dia menepuk pundak Yui dan Alicia.
"Putri Alicia, Putri Yui...aku serahkan sisanya kepada kalian." ucap Silva. Mereka berdua terlihat kaget, namun diam saja.
Silva beranjak pergi dari sana dan Shiki melihatnya dengan kesal. "Layla akan menertawakanmu jika melihat anak laki-lakinya terlihat lemah hanya karena cinta! Hahahaha..."
"Kau...!" Shiki kesal dan Silva keluar dari ruangan itu.
"Tenanglah, aniki." Yui memintanya tenang.
Shiki kesal, dan berusaha berontak, namun sadar dia tidak akan bisa. Dia teriak pada Alicia dan Yui; "Bebaskan aku! Kalian berdua! Jangan diam saja di sana!"
"Diam!" Alicia membentaknya kesal. "Aku muak jadinya denganmu, Shiki. Kau menjijikan aku."
__ADS_1
Alicia pergi dari sana dengan kesal, Yui melihatnya dan dia tahu Alicia tidak cuma kesal saja melihat Shiki seperti ini, namun sedih dan harinya sangat terasa sakit.
"Yui! Cepat lakukan! Kau adalah adikku! Kau mau ikut kemanapun aku pergi, kan?! Bebaskan aku disini!" Teriak Shiki.
Yui mengeluarkan katana nya, bilah pedang warna merah "Muramasa" kemudian memotong semua Creation yang mengunci Shiki.
Shiki berhasil turun, namun DUAGH! "ANIKI IDIOT!" Yui menendang Shiki kencang sampai terlempar ke tembok yang ada disampingnya. Temboknya rusak dan Shiki melihat Yui dengan kesal, namun...wajah Yui mengejutkan Shiki.
Wajah yang menahan tangis, wajah yang melihat Shiki dengan perasaan kecewa mendalam. Melihat adik perempuan (angkatnya) seperti itu, membuat Shiki sadar bahwa dia tidak terkendali sebelumnya.
Dia mengecewakan Yui yang sangat mengaguminya. Dia terlihat lemah dan menyedihkan di depan adik perempuannya yang selalu berada disisinya itu.
"Yui..." Shiki menunduk lemah, kemudian meminta maaf. "Maafkan aku."
"Sebelum kami tiba di Paradise 10 tahun yang lalu, kami klan Haruna berperang dengan Kerajaan Asteria selama setahun penuh," Yui mengusap air matanya dan cerita pada Shiki.
"Itu terjadi saat aku masih kecil, usiaku baru 4 tahun saat aku melihat banyak orang di klan tewas. Salah satu dari yang tewas itu adalah ibuku, dia meninggal saat melindungiku."
"Ayah sangat menyesal. Ibu tewas begitu saja tanpa mengucap perpisahan pada ayah. Ayah tidak bisa melindunginya, dia terlihat sangat menyedihkan saat itu, namun semua orang mewajarkan itu karena kehilangan seorang istri yang dicintai itu memang menyakitkan."
Shiki diam, dia sudah dengar cerita soal perang klan Haruna dan Kerajaan Asteria di lautan sekitar sedekade lalu.
"Aniki... Wanita itu bukan siapa-siapa dirimu, kau hanya menyukainya dan perasaanmu tidak pernah dibalas olehnya. Dia sudah punya suami dan anak..." Yui mengatakan hal yang sudah Shiki tahu.
"Aku tahu...! Tapi Anna adalah..."
"Lalu kenapa dengan itu, bodoh!" balas Yui jengkel. "Persetan dengan dia cinta pertamamu! Jika dia tewas tanpa menikahimu, berarti dia bukan jodohmu!"
"Dengar, Shiki... Bukan cuma kau saja yang punya cinta pertama pada seseorang...! Aku mencintaimu, kau adalah cinta pertamaku!" Yui teriak sambil menarik kerah baju Shiki.
Shiki melihat Yui dengan kaget juga. Yui tidak menangis, dia marah sambil mengungkap perasaan mendalamnya pada Shiki.
Shiki tahu, Yui tulus mencintainya. Perasaan Yui padanya bukan lagi sebagai saudara, namun sebagai seorang laki-laki.
"Yui..." Shiki senyum. "Terimakasih."
Yui diam dan raut wajah Shiki berubah. Teriakan Yui menyadari Shiki bahwa dia harus move on serius dan melupakan soal Anna yang sudah meninggal.
Shiki kemudian memeluk Yui. "Aku lega kau selalu berada di sisiku. Aku lega kau adalah adik perempuanku, Yui."
"Yui, kau mencintaiku. Kau selalu berada di sisiku. Jadi aku punya permintaan padamu..." Shiki meminta sesuatu pada Yui, permintaan yang mengejutkan Shiki dan Alicia yang mendengar semuanya dari luar ruangan tamu sejak tadi;
"Ayo kita berhubungan ****."
💠💠ðŸ’
Saat aku kehilangan ibuku, ayah menangis menyesal. Kami saat itu mundur, dikalahkan oleh armada kapal Kerajaan Asteria yang kuat. Dari 5 kapal yang kami bawa dari Far East, hanya satu kapal saja yang tersisa.
Klan Haruna dikalahkan telak saat itu, Kerajaan Asteria, tidak...lebih tepatnya Keluarga Blackmore, menyerang kami tanpa alasan jelas.
Padahal kami saat itu hanya ingin kembali ke Asteria seperti lebih dari 400 tahun lalu. Sejak saat itu, kebencian klan Haruna kepada Blackmore semakin menguat.
Namun ayah tahu, "kebencian" disertai "dendam" adalah perasaan yang buruk. Klan Haruna memilih untuk benci, namun tidak ada dendam karena itu akan membawa pada perang tiada henti yang bisa saja menyebabkan kepunahan klan kami.
Saat pembakaran jasad ibu, ayah berkata saat itu. "Aku tidak akan membalas kematianmu. Namun aku berjanji padamu untuk tidak akan membiarkan siapapun mati. Aku akan mendidik Yui menjadi wanita terhebat dalam sejarah klan Haruna..."
Aku khawatir, sejak kecil ibu selalu mendidik aku dengan lembut. Namun ayah adalah pria yang keras dan sedikit tempramental. Meski masih kecil, aku khawatir jika ayah akan lebih kasar padaku.
Namun kekhawatiran itu tidak nyata. Ayah mendidikku dengan cara ibuku. Dia menghiburku. Dia melakukan yang terbaik agar aku bisa menjadi wanita yang bisa memimpin klan Haruna di masa depan nanti.
"Namun Yui, kau adalah perempuan. Jadi kau tidak bisa menjadi kepala klan Haruna."
Ah, begitu. Itu sudah jelas. Pria yang kuat dan disegani banyak orang adalah calon kuat kepala klan Haruna.
Itulah kenapa ayah membawa kami ke sebuah pulau saat itu. Pulau yang liar dan nampak tidak berpenghuni. Saat pertama kali menginjakkan kaki di pulau itu, aku merasakan pulau ini "beda" dari pulau yang lain.
Dari ucapan ayah, pulau itu menguatkan perasaanku saat itu.
"Benar-benar surga, pulau ini kembali muncul setelah hancur lebur 3 tahun lalu."
"Apa masih ada yang hidup? Cari ke semua tempat di pulau!"
Dalam pencarian, aku ikut dengan ayah. Aku melihat seorang anak laki-laki yang hidup di tengah hutan pulau itu. Dengan pakaian compang-camping, sedang duduk di depan api unggun yang dia buat.
Anak laki-laki itu menatapku serius, jadi aku memegang kaki ayah saat itu dan menatapnya balik.
__ADS_1
Namun reaksi ayah terlihat sangat syok. Itu reaksi yang sama ketika mendengar kematian ibu tiga tahun yang lalu.
"Aku tidak percaya...ternyata kau masih hidup! Aku senang!" Ayah langsung terjatuh di lututnya, dan anak laki-laki itu bertanya; "Siapa kau?"
"Namaku Yamamoto "Tiger" Haruna. Mulai hari ini, kau adalah anakku, dan gadis ini, dia akan menjadi adik perempuanmu."
Aku terkejut mendengar itu. Aku yakin anak laki-laki ini tidak mau, mana mungkin dia menerima orang asing begitu saja...
"Baiklah."
Dia menerima begitu saja.
"Aku tidak tahu siapa kalian, namun... Namun aku sangat senang...!"
Dia menangis.
"Aku senang ada yang datang padaku setelah tiga tahun! Akhirnya...! Akhirnya ada yang datang padaku...!" Dia berlari dan memeluk ayah. "Aku...tidak sendirian lagi!"
"HUWAAAH!"
Aku terkejut, begitu juga dengan ayah. Anak laki-laki ini bertahan hidup sendirian di pulau kosong ini selama tiga tahun.
Dia pasti sendirian banget, setelah kehilangan semua orang, dia hidup sendirian di pulau ini. Benar-benar keadaan yang mengerikan.
...
Setahun, dua tahun dan tiga tahun berlalu sejak pertemuan itu. Abangku, Shiki adalah namanya. Usianya sekarang 13 tahun dan aku berusia 10 tahun.
Setiap anggota klan Haruna mulai mengajarkan Shiki bertarung. Aku terkesan, semua orang terkesan, Aniki luar biasa dan kuat untuk anak laki-laki seusianya.
"Hebat, aniki! Kau bisa bertarung melawan semua petarung klan Haruna! Tinggal butuh waktu sampai kau bisa mengalahkan semua dari mereka!"
"Kau benar, Yui. Jika usiaku 15 tahun nanti, aku pasti bisa mengalahkan semuanya, dan saat itu aku akan menantang ayah dan langsung mengalahkannya!" Aniki begitu bersemangat saat itu.
"Jika menantang ayah dan menang, aku akan menjadi kepala klan Haruna! Haha, itu akan luar biasa!"
"Jika menjadi kepala klan Haruna, itu berarti kau harus menikahiku, aniki."
Aku bilang itu dengan tersipu. Aniki mendengar itu, dan terlihat bingung. "Kau benar. Namun aku selalu menganggapmu sebagai adik perempuanku."
"Mungkin akan terus begitu sampai aku mati nanti! Karena bagiku, memiliki seorang adik, berarti memiliki seseorang yang penting yang harus aku lindungi."
Aku mengangguk setuju. "Benar!"
Saat itu perasaanku cuma murni "rasa kagum" padanya. Itulah kenapa aku selalu mengikuti jalannya, mengikuti kemanapun dia pergi.
Aku tidak mau dia pergi dari pandanganku, aku tidak mau itu.
Namun saat dia memutuskan pergi untuk menjadi petualang, aku sangat terkejut karena itu sangat mendadak.
"Maaf, Yui. Aku tahu ini mendadak, tapi aku sudah 17 tahun dan aku akan pergi dari pulau ini untuk menjadi seorang Petualang di Kerajaan Asteria."
"Ibu kandungku adalah petualang, begitu juga dengan ayah Tiger. Jadi aku akan mengikuti jejak mereka dan membuat mereka bangga."
Aku cuma bisa mengangguk, aniki mencoba menghiburku dan bilang aku akan bangga padanya nanti. Aku percaya dia bisa melakukan itu, karena dia adalah abangku, tapi...
Perasaan gundah ini, aku tidak ingin dia menjauh...
"Oh, jika begitu, kau harus membuatnya menikahimu, Yui." Ayah menyarankan itu padaku. "Sejujurnya, itu adalah niatku untuk membuat Shiki menjadi Abang angkatmu."
"Rencanaku cukup matang dan perasaanmu tumbuh begitu saja. Tetapi... Untuk menjadi pasangan kepala klan Haruna, kau harus menjadi kuat."
"Aku tahu." Aku mengerti. "Itulah kenapa, ayah...ajarkan aku lagi untuk menjadi kuat! Agar aku bisa berdiri bersama Shiki di sebelahnya! Sebagai wanita yang bisa dia andalkan!"
"Sebagai istri yang bisa bertarung bersamanya...! Dan bisa dia banggakan!"
"Yui..." Ayah terkejut. "Aku rasa kau lebih mirip aku daripada ibumu."
Dia mengusap kepalaku. Aku tahu ibu adalah wanita yang lembut, istri yang baik dan aku bilang aku juga mau menjadi seperti itu.
Dan setelah mengetahui menjadi "wanita yang kuat", serta "istri yang baik", tiga tahun berlalu dan aku juga siap berangkat mencari Aniki untuk membuatnya menikahiku.
Itu memang terdengar memaksa, akan tetapi aku mencintainya. Cinta pertamaku. Abangku yang terkasih. Pria yang aku kagumi. Aku akan menjadi wanita dan istri yang dia banggakan, sama seperti ayah yang begitu bangga dengan ibu.
"Shiki si Petualang Terkuat." Itu adalah julukan luar biasa, dan aku yakin aku bisa berada disisinya selamanya.
__ADS_1