ADVENTURER OF EDEN

ADVENTURER OF EDEN
4.3 "Turnamen Bintang (Awal)"


__ADS_3

Hutan Carnea, Central Area di dekat Ibukota Kerajaan Asteria.


"GATE kedua telah disentuh."


Tubuh Reina bercahaya saat bilang begitu, dengan sumber cahaya itu berasal dari kalung kristal yang dia pakai.


Namun sama seperti menyentuh GATE pertama, tidak ada petunjuk apapun mengenai Duke Robert Stardust saat menyentuh GATE kedua di Hutan Carnea.


"Apa ini percuma saja? Tidak ada gunanya menyentuh semua GATE itu jadinya jika kita tidak mendapat info soal Duke Robert Stardust." ucap Alicia tidak mengerti.


"Kenapa kau malah yang panik? Reina pun tenang-tenang saja." Yui menaruh tangan kiri di pinggang, melihat gadis rambut oranye itu bingung.


"Hah! Aku ini serius dalam melakukan apapun! Jangan membandingkan aku dengannya." ucap Alicia meremehkan.


Reina terlihat rendah diri dengar itu. "Maaf, Alicia-san."


"Jangan minta maaf, Reina, kau tidak salah. Lagipula orang yang pertama kali menyarankan untuk mencari GATE adalah Alicia." Shiki membela Reina, dan Alicia kesal awalnya, namun setelah dipikir lagi, itu adalah idenya.


"Kau benar, mencari GATE memang adalah ideku." Alicia mencoba menenangkan diri dan tidak keras kepala. "Mari kita car GATE itu sampai selesai, dan jika tidak menemukan dimana Duke Robert Stardust, setidaknya kita sudah berusaha."


Alicia pergi duluan saat bilang itu. Yui menyusulnya dan tertawa. "Hahaha!"


Reina juga berjalan pergi dengan wajah agak menunduk, dan Shiki menghela nafas karena merasa direpotkan dengan situasi party nya ini sekarang.


***


Pagi esok harinya, mereka menginap di sebuah penginapan mewah dekat area tengah Ibukota. Penginapan mewah ini disewa oleh Alicia tentunya. Shiki dan Yui bersiap cabut duluan berkeliling ibukota, namun tidak akan jauh-jauh karena akan tersesat;


"Apa kau tidak ikut, Alicia-san?" tanya Reina ke gadis rambut oranye itu.


"Tidak, sudah berapa kali aku ke ibukota? Dan kota itu hanya bangunan sejauh mata memandang!" Alicia balas dengan jengkel; "kota ini membosankan, lebih baik aku tidur disini."


"Kau memang benar." Shiki setuju, dua tahun lalu dia bahkan tidak keluar dari kamar karena kota besar ini cuma begitu saja.


"Membosankan atau tidak...selama bersama aniki, itu akan luar biasa!" Yui menggandeng tangan Shiki, dan menunjuk Reina; "Hei, Reina! Kau tinggal disini saja! Jangan ikut kami!"


"Ah, baiklah." Reina mengerti.


"Jangan diterima begitu saja!" balas Alicia kesal komikal.


...


Setelah itu mereka cuma berdua, dan Reina memulai pembicaraan pada (mantan) teman masa kecilnya itu.


"Alicia-san... Soal Apollon, apa masalahnya sampai tidak bisa kau gunakan?" tanya wanita rambut hitam itu penasaran.


"Sebelum kemari, aku dan para mage Guild Petualang berdiskusi soal Apollon dan menyimpulkan bahwa seseorang menempatkan "segel" pada Apollon." Alicia menjelaskannya pada Reina.


"Segel?" Reina berkedip.


"Vira mengatakan segel ini memiliki unsur energi kutukan. Jadi asumsi kami, "cuma yang memiliki energi kutukan" yang bisa menggunakannya." tambah Alicia; "Namun konsekuensinya besar, kau akan "diserang balik" oleh Apollon jika energi magismu mengandung kutukan. Seperti yang terjadi pada Mira saat dia menggunakan Apollon untuk menyerang kita."


"Begitu, jadi seseorang dari NARAKU yang melakukannya?" tanya Reina berkedip.


"Itu sudah jelas." jawab Alicia; "Dan yang pasti, dia mungkin seorang mage yang luar biasa karena bisa mengerti seluk-beluk Apollon."


Alicia lalu bertanya balik pada Reina soal sesuatu. "Bagaimana denganmu? Kenapa kau tenang-tenang saja tidak menemukan jejak ayahmu? Apa kau serius mencari ayahmu?"


"Aku penasaran kenapa Alicia-san berpikir aku tidak serius mencari ayahku sendiri?" Reina senyum, dan bilang; "Aku cuma berusaha tenang dan percaya..."


"Selama aku bersama Shiki-san, aku pasti bisa bertemu lagi dengan ayahku." Reina senyum mengatakan itu.


(Jadi...kau juga...) Alicia mengepalkan tangannya dan terlihat marah pada Reina; "lagi-lagi...kenapa kau selalu...!"

__ADS_1


"Alicia-san?" Reina melihat dengan bingung.


"Aku pergi!" Alicia pergi dari sana; "...mau mencari udara segar, karena disini terasa sesak denganmu!"


Reina diam dengar Alicia marah-marah, kemudian menghela nafas dan penasaran. "Apa aku salah bicara? Alicia-san tiba-tiba marah padaku, sama seperti 3 tahun lalu..."


***


Shiki dan Yui berjalan di kota. Dari arah timur, sebuah arena besar bisa terlihat dari tempat dimana mereka berada. Yui bertanya soal itu dan langsung dijawab; "Itu adalah Star Arena, tempat dilaksanakannya Turnamen Bintang."


"Tahun ini Turnamen Bintang ditiadakan karena suatu alasan yang kita yakini karena kematian keluarga Blackmore yang tidak tersebar ke publik."


"Aku rasa kau benar, aniki! Andai tidak dibatalkan, aku akan ikut!" balas Yui semangat.


"Jika kau ikut, semua orang akan kaget dengan kemampuanmu, Yui." Shiki senyum memuji adik perempuannya, yang tentu senang mendapatkan pujian dari Abang angkatnya.


"Thanks, aniki!"


Kemudian Shiki berpapasan dengan seseorang, pria berambut merah dengan pakaian elit ksatria, melihat Shiki; keduanya kemudian nyengir, dan Leonard teriak penuh semangat; "Akhirnya kau datang lagi! SHIKI!"


Shiki teriak bersemangat juga; "...LEONARD!"


"EH?!" Yui kaget, begitu juga dengan semua orang yang dengar teriakan mereka. Keduanya melompat mundur sebelum kedua senjata mereka dikeluarkan dan bentrok antara dua pisau hitam dan sebuah pedang merah di atas Ibukota.


Bentrokan sengit ini memulai sebuah kilas balik, apa yang terjadi di Ibukota, pada sebuah turnamen pertarungan "Turnamen Bintang" dua tahun lalu antara Shiki dan Leonard...


💠💠💠


Turnamen Bintang adalah "turnamen pertarungan" yang diselenggarakan dua tahun sekali di Ibukota sejak 100 tahun lalu. Sebuah turnamen tua demi "menghibur" orang-orang di Kerajaan.


Awalnya turnamen yang ikut adalah para budak, tahanan dan semacamnya, mereka saling membunuh dan mati untuk memberikan kesenangan pada anggota kerajaan dan semua orang.


Namun lambat laun berubah menjadi turnamen bertarung dimana semua orang kuat di Kerajaan Asteria berkumpul untuk adu kekuatan.


Namun dalam 10 turnamen sebelumnya, Ksatria Bintang selalu menjadi pemenang. Dengan Sir Leonard Redstone berhasil memenangkan tiga turnamen berturut-turut dengan statusnya sebagai "kursi kedua Ksatria Bintang" dibawah "kursi pertama" yaitu Pangeran William Blackmore.


"Ini akan membosankan jika Sir Leonard memenangkannya lagi..." ucap orang-orang; "Dia memang kuat...namun bukankah harusnya dia tidak perlu ikut lagi?"


"Ah...kita tidak perlu buang-buang uang untuk menonton jika pada akhirnya Ksatria Bintang lagi yang menang...!"


"Bahkan jika Pangeran William ikut turnamen, pada akhirnya dia yang akan menang...!"


Shiki dan yang lain mendengar pembicaraan itu. Mereka menuju colloseum tempat biasanya Turnamen Bintang diadakan.


"Nah, wajar jika Ksatria Bintang menang lagi, mereka adalah kekuatan terkuat di Asteria!" ucap Warren berjalan paling kiri.


Di paling kanan ada Vira. "Aku memiliki informasi soal Ksatria Bintang. Mereka adalah kelompok ksatria kuat yang dipimpin oleh "Pangeran William Blackmore" di kursi pertama mereka."


"Sir Rackham adalah anggota paling tua mereka saat ini, dan menduduki kursi ketiga. Namun yang paling disorot adalah Sir Leonard tentunya, pemenang tiga turnamen beruntun dan akan menjalani turnamen keempatnya tahun ini."


"Sir Leonard...! Aku pasti yang akan mengalahkannya! Kau setuju, kan? Shiki!" Dion bersemangat dengan itu.


"Tentu, namun jika kau kalah, aku yang akan mengalahkannya." balas Shiki. Dion lalu berdebat kesal karena tak mau kalah "mengalahkan" Sir Leonard.


***


Suara kembang api terdengar, suara keramaian menuju colloseum Star Arena yang sudah dibangun dari 100 tahun yang lalu.


64 peserta dari penjuru negeri, baik perwakilan kelompok atau individual. Dari 3 kelompok terkuat, Ksatria Bintang mengirim 5 orang, Guild Petualang mengirim 4 orang dan Sanctum hanya mengirim 2 orang. Sisanya berasal dari kelompok lain, seperti anak buah pedagang kaya, tentara bayaran atau pelayan dari bangsawan biasa. Kemudian individual kuat lainnya.


"Hadirin sekalian...! Terimakasih telah datang ke turnamen ke 50 Turnamen Bintang! 64 orang pemberani telah datang ke Ibukota untuk hadir bertarung memamerkan kekuatan mereka!"


"Hadiah dari turnamen ini cukup menarik...! Sebuah trofi perak dan kesempatan untuk makan malam denganku dan Putriku...!"

__ADS_1


"Oh!!" Semua orang terkejut; "Itu hadiah yang payah!"


"Duke Robert Stardust punya anak?" tanya Warren penasaran.


"Ya, kalau tidak salah namanya Reina Stardust. Namun dia jarang sekali muncul ke publik, beda dari Putri Alicia Romanova." Vira beritahu. Shiki mendengar itu, diam saja.


"Be-benar!" Duke Robert Stardust kaget. "Namun yang terpenting adalah reputasinya! Jika memenangkan turnamen ini, maka kalian akan disebut sebagai "terkuat di seluruh negeri"...!"


"Dan tentu saja seseorang yang sudah menjuarai turnamen ini tiga kali berturut-turut juga ikut... Jika kalian mengalahkannya, kalian bakal disebut lebih kuat darinya...!" Teriak Duke Robert Stardust; "Apakah Sir Leonard akan kembali memenangkan turnamen ini...? Ataukah seorang juara baru akan memenangkannya? Mari kita mulai saja... Turnamen Bintang....!!"


Semua orang berteriak senang, antusiasme penonton dan warga masih tidak tertandingi.


"Antusiasme warga masih bagus, namun kurang dibanding tahun lalu. Mungkin setelah mereka mendengar Sir Leonard ikut dalam pertandingan ini..." "Pangeran" William Blackmore tiba disana.


Seorang pria paruh baya yang gagah dengan sebuah zirah keemasan dengan lambang tiga bintang merah. Memakai jubah dan membawa sebuah trisula besar di punggungnya.


Dia Ksatria Bintang kursi pertama "saat itu", pewaris takhta Kerajaan Asteria, Pangeran William Blackmore.


"Oh, Pangeran! Jadi Yang Mulia Raja tidak datang?" tanya Robert pada William.


"Dia tidak pernah keluar dari kastil dan menyerahkan semua urusan padaku. Dia Raja yang egois dan pemalas, kau setuju, kan? Duke Robert..." William duduk di sebelah Robert; "Meski entah sampai kapan aku menunggu...aku akan menjadi Raja Asteria."


Duke Robert diam dan senyum saja. William memang tipe pria yang ambisius, karena dia adalah anak sulung.


"Namun Turnamen tahun ini hadiahnya cukup besar, selain trofi perak dan uang tunai 2 juta Rupi, kita bisa bertemu dengan Putrimu...huh? Harusnya aku ikut, Duke Robert, kau tidak bilang padaku soal ini..."


Robert cuma bisa tertawa kecil dengar itu. "Haha, itu akan mengejutkan semua orang dan membuat banyak orang ragu untuk ikut Turnamen Bintang, pangeran...lebih baik jangan..."


Seorang prajurit datang menghampiri Pangeran William Blackmore, berbisik sesuatu dan Duke Robert mengerutkan dahinya dengar itu.


"Sudah aku duga itu jawaban darinya. Ayah nampaknya terlalu naif untuk hal bodoh ini." William senyum saja saat berkata itu, dan; "Aku sudah bilang punya rencana lain... Ayah tetap saja mencoba ide bodoh itu."


...


"GAKH!!" Seseorang dicekik oleh Leonard di sebuah ruangan sampai didorong ke tembok.


"Aku akan diberikan rumah mewah, para gadis dan "pangkat lebih tinggi"... Aku sudah punya 5 rumah mewah, para gadis...aku tidak tertarik, karena Hibari satu-satunya pujaan hatiku...!" Leonard beritahu orang yang dia cekik; "Pangkat lebih tinggi...? Maksudmu aku mau diberikan "kursi pertama"...? Bodoh...! Sangat tidak masuk akal jika aku kalah, namun dapat kursi pertama!"


"A-ampuni aku...aku cuma diperintah..." Pria itu memohon.


"Bilang ini kepada orang yang memerintahmu, aku... Leonard Redstone, aku akan memenangkan Turnamen Bintang tahun ini dan 10 tahun ke depan...!" Leonard beritahu; "Tidak ada yang bisa menghentikanku, bahkan salah satu tiga keluarga kerajaan sekalipun...!"


Leonard pergi dari sana, dan Shiki datang dari arah lain. (Orang bermental "pemenang" seperti dia mau disogok... benar-benar naif...) pikir Shiki senyum.


Leonard melihat ke belakang dalam diam dengan Shiki pergi dari sana.


***


Battle Royale dimulai dengan 64 peserta. Akan diambil menjadi 16 peserta saja. Para Petualang membentuk kelompok 4 orang dan Warren bersemangat; "Kalau menang kita akan mengamankan 4 orang!"


"Ayo kita buat mencolok, kita perlu tunjukkan kepada Asteria seberapa kuat kita... Guild Petualang!" ucap Shiki bersemangat, mereka bertiga mengerti; "YA!!"


Warren menghajar satu persatu orang yang ada dihadapannya. Vira menembak tiga bola api dan mengalahkan 4 Petualang. Dion dengan tombak petirnya paling mencolok dan Shiki juga menyerang banyak orang.


"Mereka adalah Guild Petualang. Mereka nampaknya mencoba pamer kekuatan." ucap Walter Kausius, kursi keempat.


"Aku dengar di South Area, ada 4 orang yang disebut "4 Pilar Petualang" dan nampaknya mereka berempat orangnya..." ucap Duma, kursi kesebelas.


Leonard maju, dan Goorner nanya; "Ada apa, Leonard? Kau mau maju mengalahkan semua orang?"


"Tidak, aku cuma penasaran dengan pria yang nampaknya memiliki kekuatan dari kedua matanya..." Leonard melihat Shiki; "Siapa dia?"


...Bab 4.3 "Turnamen Bintang (awal)" - selesai...

__ADS_1


__ADS_2