ADVENTURER OF EDEN

ADVENTURER OF EDEN
5.1 "Deklarasi Pembukaan"


__ADS_3

Arc 05: Menara Valhalla


"OK, kami siap pergi ke Valhalla." ucap Shiki, dia ada di kamar sekarang bersama Yui dan Alicia.


Shiki bersama Yui akan pergi ke Valhalla, sementara Alicia menemani mereka sampai Pelabuhan Besar untuk menemui Count Erick Edelweiss.


"Aku akan segera melakukan pelantikan sebagai Raja sementara. Itulah kenapa aku harus ke Pelabuhan Besar dulu menemui Count Erick, kemudian kembali ke ibukota bersamanya."


"Ada sekitar 12 orang anggota Parlemen yang setuju. Namun tidak diantara mereka yang merupakan 5 anggota Parlemen waktu itu." Alicia menghela nafas, tidak mengejutkan sebenarnya.


Count Erick Edelweiss pengecualian karena dia membayar hutang budinya setelah insiden Berserk Knight pada Shiki dkk. Freddy dan sisanya tidak ada kabar, atau jawaban soal Alicia menjadi Raja sementara disetujui oleh kebanyakan anggota Parlemen.


Mereka awalnya tidak setuju, namun Count Erick punya cara yang akhirnya membuat kebanyakan anggota Parlemen setuju Alicia menjadi Raja sementara Kerajaan Asteria.


"Selama aku punya suara setuju dari kebanyakan anggota Parlemen, maka aku akan tetap menjadi Raja! Hehe!" Alicia sangat bersemangat hari ini.


"Itu sangat bagus. Jika kau menjadi Raja, maka kita akan dengan mudah mengerahkan kekuatan untuk melawan NARAKU," ucap Shiki senyum, dia sudah punya garis besar rencana untuk melawan NARAKU.


"Setelah pelantikanmu, kita akan menyerang Norden State dimana markas NARAKU berada."


"Benar, aniki! Kita harus menyerang mereka dulu sebelum mereka menyerang duluan!" Yui setuju.


Alicia juga mengangguk setuju dengan mereka berdua. "Yup, mari kita diskusikan itu dengan Leonard dan Count Erick nanti."


...


Setelah itu mereka bertiga membahas soal Sanctum yang laporannya diberikan oleh Duma. Hanya sedikit informasi Sanctum yang dimiliki oleh Ksatria Bintang.


"Cuma segini, huh? Apa ini adalah informasi umum saja?" tanya Shiki penasaran. Kebanyakan sudah dia tahu, seperti Sanctum bermarkas di Menara Valhalla atau mereka yang membuat beberapa ramuan penyembuh ajaib, yaitu Elixir.


"Ya, aku pikir cuma segitu informasi yang bisa kita dapat. Namun aku tahu sedikit soal mereka, seperti julukan "Gadis Suci Keselamatan" untuk Reina, kemudian dia diperlakukan dengan baik oleh mereka." Alicia beritahu.


"Gadis Suci Keselamatan, huh," Shiki berkedip. "Apa hubungan keluarga Stardust dengan Sanctum?"


"Berafiliasi, atau sejenis itu. Kita tidak tahu detailnya, tentunya." ucap Alicia lagi.


"Apa ada yang perlu kita waspadai dari mereka, Alicia? Maksudku, Sanctum adalah organisasi tertutup. Apa kau tahu seperti apa kekuatan tempur mereka atau semacamnya?" tanya Yui duduk di kasur penasaran.


"Kekuatan tempur, huh..." Alicia menolak pinggang dan berpikir apa yang dia tahu soal Sanctum.


Namun benar, masalah mereka soal Sanctum sebenarnya adalah informasi. Meski datang dengan baik-baik nanti, tidak menutupi kemungkinan mereka akan bertarung dengan para Priest itu.


"Yah, aku rasa para Priest adalah lawan kita. Namun seperti yang Shiki inginkan, kita lebih baik datang dengan baik-baik dan selesai dengan baik-baik." Alicia beritahu.


"Yup-" Shiki mengangguk setuju, kemudian melihat Duma melewati kamar mereka dengan cukup terburu-buru.


"Oi, Duma! Kenapa kau kelihatan buru-buru begitu?!" tanya Shiki penasaran, keluar dari kamar.


"Shiki! Kebetulan kau disini! Aku rasa meminta bantuanmu adalah hal tepat sekarang!" Duma jawab, berkata itu pada Shiki.


Duma mengatakan semua yang terjadi sekarang, dan itu membuat Shiki cs pergi ke tempat dimana Leonard berada.


"Tiga tempat di ibukota, setidaknya ada tiga Priest yang sedang melakukan ritual." Leonard beritahu mereka.


Alicia berkedip mendengar itu. "Ritual?"


"Menurut laporan, mereka membentuk sebuah "bounded field" di sekeliling dengan "energi magis" mereka." Leonard bilang ke mereka. "Energi magis milik Priest Sanctum itu unik. Mereka menggunakan energi magis, namun entah kenapa tidak seperti energi magis yang biasa digunakan orang lain."

__ADS_1


"Ditambah, yang paling bikin kesal adalah energi magis itu memiliki resistansi sangat kuat pada serangan sihir dan mampu memblokade serangan fisik juga."


Shiki cukup terkejut mendengar itu. "Itu adalah kemampuan yang kuat. Bukankah itu membuat Sanctum menjadi lawan yang berbahaya?"


"Tentu, namun masing-masing dari militer atau serikat petualang memiliki keunggulan jumlah yang signifikan. Para Priest Sanctum yang tersebar di Kerajaan ini hanya 50 orang, kau tahu. Namun 10 dari mereka ada di Ibukota." Leonard beritahu lagi.


"Lalu apakah mereka punya rencana berbahaya dalam membentuk bola cahaya itu? Itulah kenapa kau memerintahkan pasukanmu menangkap mereka?" tanya pemuda rambut hitam itu pada rivalnya.


"Ya, sebagai langkah pencegahan. Hibari sudah mengirim setidaknya 50 prajurit untuk menangkap para Priest itu. Dia akan memberitahuku jika tujuan Sanctum sebenarnya..."


Suara panggilan dari Call Chip terdengar. "...ah, dia menghubungiku juga akhirnya." Leonard mengangkat komunikasi dari Hibari melalui Call Chip.


"Hibari! Apa ada informasi lagi? Apa yang Sanctum rencanakan?"


"(Leon... Mereka bilang pada kami untuk tidak khawatir)" jawab wanita ksatria kursi ketiga itu. "(Karena apa yang mereka lakukan takkan merugikan kita.)" 


"Namun sejujurnya, aku khawatir. Bola cahaya yang mereka buat semakin besar saja. Kepanikan para warga juga sudah terjadi, aku sudah meminta mereka evakuasi sebagai antisipasi situasi terburuk."


"(Kerja bagus, cintaku. Kalau begitu, tetaplah awasi mereka-"


"(AH!)" Suara jeritan panik Hibari terdengar. Shiki dan kedua heroine-nya yang sejak tadi dengar itu jadi penasaran.


"Hibari?! Ada apa?! Apa yang terjadi?!" Leon panik jadinya.


Suara Hibari memberi perintah terdengar dari Call Chip. Wanita itu meminta para prajuritnya menangkap para Priest itu setelah bounded field mereka dilepaskan.


"(Maaf, Leon! Mereka melepas bounded field dan menembak cahaya mereka ke langit sekarang! Itu tidak bisa dihentikan!)"


Hibari melihat ke langit, dari tiga arah di ibukota, cahaya ditembak dan menyatu di atas langit ibukota. Selain Hibari, ada Sarah dan Benzu juga yang berwajah panik di tiga tempat di ibukota.


Para Priest juga sudah dibekukan tanpa melawan oleh para prajurit. Namun ketiga cahaya yang dilepaskan tidak bisa ditembak, menyatu membentuk bola cahaya besar di langit.


Shiki memang merasakan energi magis Sanctum yang sangat kuat dari sana. Dan jika bola cahaya itu meledak dalam beberapa detik, maka seluruh ibukota akan habis sudah.


Tidak ada waktu, semua orang akan mati.


Sanctum bilang mereka tidak berniat jahat, tapi ini...


"(Ini sudah 400 tahun sejak tragedi Crimson Crown)"


"EH?" Mereka kaget, tiba-tiba saja suara wanita terdengar sangat jelas di seluruh ibukota.


Dari bola cahaya itu, suara semakin jelas dan wujud seseorang juga semakin jelas. Seorang wanita yang perlahan mulai memunculkan dirinya untuk dilihat oleh semua orang.


"Suara ini..." Shiki menganga kaget tentunya. Reaksi yang sama diperlihatkan Alicia dan Yui.


"Tragedi petaka yang terjadi, tidak hanya pada negara ini, namun untuk seluruh dunia manusia."


Hibari kaget, wanita di dalam bola cahaya itu terlihat. Wanita yang pernah Hibari lihat, namun dia memakai sebuah mahkota kecil sekaeang.


"Itu Putri Reina Stardust..."


"Nona Hibari! Kami dapat laporan gawat! Siaran dari bola cahaya ini tidak hanya terjadi di ibukota, tapi di beberapa kota besar di Kerajaan Asteria!" Teriak seorang prajurit; "Seluruh Kerajaan Asteria mendengar siaran ini!!"


"Apa katamu?!" Hibari kaget, dan langsung memberitahu Leonard soal itu.


"(Tragedi yang membawa dunia kita dalam ujung tanduk. Meski sudah berakhir, dan mengakhirinya. Itu pasti akan terjadi lagi dan lagi.)"

__ADS_1


"(400 tahun lalu, persahabatan, pengkhianatan, pengujian dan pembebasan terjadi. Ketiga keluarga bangsawan kerajaan yang memegang peran penting saat itu sudah berakhir.)"


"(Blackmore telah tiada, Romanova tidak bisa melakukan apapun dan Stardust sudah tidak penting lagi.)"


"Aku adalah Raja terakhir Kerajaan Asteria, Namaku Freiana Astrea. Aku Goddess Freyja yang akan membawa keselamatan untuk dunia manusia." Reina mengumumkan itu pada semua orang, dengan dia duduk di singgasana.


Shiki sangat terkejut mendengar itu, kemudian Reina mengakhiri siaran singkatnya. "Dan mengakhiri siklus kehancuran dunia yang tiada henti ini..."


(Jadi ini yang dimaksud rencana Reina oleh Duke Robert Stardust! Raja terakhir Asteroa?! Siapa kau sebenarnya, Reina?!) pikir Shiki kaget dan waspada, baginya sekarang menjadi tambah rumit, apalagi...


Dia mendengar suara kesal di dekatnya, kepalan tangan gadis itu mengepal penuh amarah. "REINA!" Alicia benar-benar marah setelah mendengar deklarasi dari teman masa kecilnya itu.


💠💠💠


Mari kita mundur sejenak, ini adalah kilas balik mereka sekitar 13 tahun yang lalu.


Pesta dansa yang diadakan tiap tahun oleh keluarga Blackmore, dan untuk pertama kalinya keluarga Romanova dan keluarga Stardust hadir dengan "lengkap", yaitu ayah dan ibu keluarga Romanova, serta anak sulung mereka, Putri Alicia Romanova yang masih berusia 6 tahun.


Lalu keluarga Stardust, dibilang lengkap karena kepala mereka, Duke Robert Stardust datang bersama anak perempuannya yang baru pertama kali muncul, Putri Reina Stardust.


Alicia, duduk melihat dua "pangeran" Keluarga Blackmore. Pangeran "William Blackmore" yang masih berusia 15 tahun dan Pangeran "Artha Blackmore" yang masih berusia 10 tahun.


Alicia berusia 6 tahun saat itu, dan dia dengar "bisik-bisik" kalau Raja George Blackmore sudah mau punya anak lagi dari salah satu selirnya.


Alicia melihat para "bangsawan" itu berbisik-bisik soal ini. "Mereka suka sekali bergosip." gumam Alicia pelan.


"Alicia, ayo pergi dari situ." Ibunya Alicia datang, Liana Romanova. "Gosip tidak baik untukmu sebagai anak-anak."


"Iya, ibu." Alicia mengangguk mengerti.


Alicia duduk di bangku taman, dan duduk dengan sebal. "Aku tidak mengerti pikiran orang dewasa, dan itu sangat menyebalkan!"


"Apalagi Blackmore...!" Alicia bilang lagi, wajahnya tambah jengkel. "Sejak dulu aku tidak suka dengan mereka! Pangeran William sering melihatku dengan senyum aneh..."


Seseorang duduk di dekat Alicia. "EH?"


Alicia melihat gadis kecil di sebelahnya. "Apa? Apa kau akan bilang pada Blackmore soal tadi?" tanya gadis itu penasaran.


Alicia mengerutkan dahinya, kemudian dia bilang lagi. "Aku juga tidak suka pada mereka."


"Benar sekali! Mereka memang menyebalkan! Apalagi Pangeran William! Tapi Pangeran Artha adalah anak yang baik, aku berteman dengannya!" ucap Alicia semangat.


"Begitu." Dia senyum.


"Lalu apa yang kau lakukan disini?" tanya Alicia lagi.


"Aku diminta ayah kemari."


Alicia kaget. "Ah, sama! Ibuku juga memintaku disini. Btw, namaku Alicia Romanova," Alicia mengenalkan dirinya pada anak perempuan berusia 4 tahun itu; "Jika kau ada disini, berarti kau anak dari pedagang kaya atau apapun, kan?"


"Umm...begitu..." Reina jawab agak ragu. "Romanova... Berarti kamu adalah salah satu dari tiga keluarga pendiri, bukan?"


"Begitulah." Alicia berkedip, mengangguk.


"Berarti kita sama." Reina mengenalkan diri juga pada Alicia dengan senyum; "Namaku Reina Stardust. Senang bertemu denganmu, Alicia-san."


Itu adalah pertemuan pertama mereka. Sebuah pertemuan menyenangkan dari pertemanan antara kedua anak perempuan penuh takdir ini.

__ADS_1


...Bab 5.1 "Deklarasi Pembukaan" - selesai...


__ADS_2