
"GUNDR!"
Alicia menembak sebuah sihir pamungkas, menggabungkan kelima elemen yang bisa dia gunakan dalam dua buah tongkat sihir. Bersamaan dia menembak dengan serangan sihir luar biasa yang baru pertama kali Mira lihat.
DHUAR! Sebuah cahaya sihir lima elemen menjadi satu warna putih menghanguskan semua Monster yang dipanggil Mira. Shiki dan Kira yang sedang bertarung tidak percaya melihat itu, dan Mira juga tidak mempercayai yang dia lihat. Dua tongkat sihir Alicia hancur, keduanya adalah milik Vira yang dia berikan sebelumnya.
"Guh!" Namun Alicia merasakan rasa sakit di kedua tangannya, sudah dia duga tongkat sihir itu tidak cocok untuk Gundr, sebuah sihir pamungkas yang dia ciptakan selama bertahun-tahun.
"Mustahil..." Mira tidak percaya, dan Kira kesal; "Sialan, Mira!"
DUAGH! Shiki datang menendang wajah Kira sampai terlempar kencang.
Shiki melihat ke Alicia, memberikan jempol padanya. "Heh."
Dan Alicia senyum, hatinya sangat senang, Shiki memberikan jempol tanda dia dipuji oleh pemuda berambut hitam itu.
Shiki langsung mengejar Kira yang tadi dia tendang, Kira bangun dan langsung bersiap begitu melihat Shiki datang padanya. Shiki bersemangat; "Sekarang waktunya mengakhiri ini! Kira!"
"Tempest!" Shiki melepaskan energi magis angin di seluruh tubuhnya, menambah kecepatan dan kekuatan elemen angin pada dirinya dan... (Terlalu cepat!) DUAGH! Shiki menendang Kira kencang sampai terlempar.
...
Alicia menghampiri Mira yang sudah tidak berdaya. Semua Monster yang dia panggil hangus tidak bersisa dan keadaan tubuhnya juga diambang batas. Saudara kembarnya, Kira, bertarung sengit dan didominasi oleh Shiki.
"Shiki bakal menang mudah. Bahkan jika Kira terus beregenerasi, Shiki akan terus menebas Kira tanpa henti."
"Aku tidak percaya..." Mira membahas hal lain, yaitu soal Gundr, sihir pamungkas yang menggabungkan kelima elemen.
"Kau menyembunyikan sihir itu dari kami? Orang-orang yang kau anggap sebagai teman?" tanya Mira dengan ironis.
Alicia senyum mendengar itu. "Benarkah? Aku tidak berniat menyembunyikan itu, dari kalian sebagai "teman". Namun sihir itu adalah sebuah kegagalan. Aku menghabiskan 6 tahun sejak aku diberikan Apollon dan dilatih sihir oleh ayah, kemudian aku menyerah saat ayahku kena kutukan dan itu sebelum kalian berdua datang."
"Alasannya simpel, karena itu adalah kegagalan awalnya, dan aku tidak bisa pamer itu pada kalian berdua."
"Cih..." Mira kesal; "Kau..." GAKH! Mira memuntahkan darah lagi, badannya luar biasa sakit dan tidak bisa ditolong sekarang. Nafasnya makin tersengal dan Alicia melihatnya dengan dingin;
"Ini permintaan ketiga, menyerahlah Mira. Kau tidak akan bisa bertahan lebih dari ini, dan itu berarti..." Alicia mengarahkan tongkat sihirnya pada Mira; "...biarkan aku yang mengakhiri rasa sakitmu."
"Kau..." Mira panik jadinya, dengan ucapan dingin itu, apa Alicia serius mau membunuhnya?!
***
Sementara, Shiki dan Kira terus bertarung. Kira kesal dengan Shiki; "Si brengsek ini bertambah cepat!"
"GWARG!" Kira ditusuk berkali-kali oleh Shiki, yang berkata kepadanya sambil senyum; "Dan menyebalkan...jika bukan karena regenerasi bodohmu itu, kau sudah mati olehku sejak awal!"
Kira kesal dan balas; "Kau yang bodoh! Tanpa regenerasi ini, aku cuma manusia biasa...!"
"Penajaman Tinggi!" Shiki menggunakan sihir pengolahan energi magisnya dan memotong satu tangan Kira; "RARGH!" Kira menjerit kesakitan.
Shiki mengincar tangan kirinya, dan Kira kesal; (Aku mulai merasakan rasa sakit. Jadi hanya sampai disini kah... Padahal aku...)
Saat Kira kewalahan, diambang batas dan tidak berdaya, sebuah kilas balik teringat.
💠💠ðŸ’
10 tahun yang lalu, itu adalah kenangan yang buruk. Kehidupan tinggi sebagai seorang aristokrat musnah begitu saja.
Saat semuanya aku anggap sama seperti biasa, segalanya berubah menjadi mimpi buruk.
Mimpi buruk yang jelas, semua warga negeri ini mulai menghakimi keluarga kami. Ayah, ibu, mereka semua membunuh mereka karena alasan yang payah.
"Keluarga Rowen sudah terlalu lama menjadi penguasa negeri ini."
"Singkirkan mereka! 200 tahun hidup, kami semua tidak pernah sejahtera!"
Bodoh, itu karena kalian sendiri yang lahir seperti itu. Kemampuan kalian tidak membuat kalian bisa hidup makmur.
Kenapa kalian menyalahkan kami? Kami bukan pahlawan, apalagi deity. Kami sebagai keluarga kerajaan hanya keluarga yang memimpin negeri ini.
Namun dengan logika seperti itu, mereka bertambah marah begitu aku mengatakan itu semua pada mereka.
"Tolong maafkan kakakku! Ampuni dia!"
Suaranya meminta maaf terdengar ketika semua orang mulai menghajar-ku.
"Aku akan melakukan apapun, tolong jangan sakiti Jonathan lagi!"
Jeanne, apa kau bodoh?! Aku bilang itu padanya. Aku kesal karena dia malah pasrahkan dirinya sendiri.
Ketika aku mempertanyakan itu, aku malah dihajar lebih lagi dan mereka tidak mengiyakan apa yang diminta oleh Jeanne.
Pukulan mereka datang tak terhitung pada tubuhku yang masih remaja. Aku masih bisa memiliki sedikit kesadaran sampai ada sesuatu yang tajam menikam leherku.
Suara teriakan samar-samar terdengar, suara yang dalam beberapa detik tidak aku dengar lagi karena...
Aku sudah mati saat itu.
***
"Jadi kau sudah bangun, Pangeran Jonathan."
"Huh?"
__ADS_1
Suara seorang pria aku dengar, suara yang membangunkan diriku. Aku melihat ada dua orang, mereka berdua nampak asing, siapa kalian? Itu adalah pertanyaanku pada mereka.
Mereka mengenalkan diri sebagai "Odin" dan "Master", mereka berdua berasal dari NARAKU. Mereka juga menjelaskan kenapa aku masih bisa hidup, sesuatu yang tidak pernah aku duga sebelumnya.
"Ini sudah tiga bulan sejak pemberontakan di Kerajaan Rowen. Kau ditusuk oleh sebuah tombak di lehermu dan tewas. Saudari kembarmu juga dibawa oleh mereka."
"Tentu dia pasti mengira kau sudah mati, namun kau disini masih hidup."
Aku mengerutkan dahi dengar itu. "Apa kalian yang menghidupkan aku kembali?"
"Bisa dibilang begitu, namun aslinya 'kekuatanmu' lah yang membuatmu tidak mati saat itu."
"Kekuatan...?!"
"Benar, dirimu memiliki kekuatan regenerasi. Luka tusuk di leher itu bisa kembali normal berkat itu. Namun itu membutuhkan waktu yang lama, sekitar tiga bulan dan itu juga Odin perlu menstabilkan energi magismu."
Pria bernama Master ini memberikan penjelasan mengejutkan.
Penjelasan berikutnya juga lebih mengejutkan aku. Master bilang bahwa keluarga Rowen merupakan turunan dari keluarga Romanova yang ada di Kerajaan Asteria. Kakek buyutku adalah seorang Romanova, namun bukan turunan utama, alias lahir dari selir atau istri kedua.
Dia pergi dari Asteria dan mendirikan Kerajaan Rowen di benua barat. Kekuatan regenerasi-ku berasal darinya, namun tidak seperti regenerasi turunan utama, hanya ada peluang 30% saja regenerasi itu bisa bangkit.
Setelah 4 turunan, regenerasi Romanova itu bangkit di dalam diriku.
Tetapi... "GAAAAAH!"
Kedua tanganku dipotong untuk menguji regenerasi Romanova. Namun rasa sakitnya dengan cepat menghilang bersamaan kedua tanganku tumbuh kembali.
"Apa yang...?!"
"Ini semua berkat Master." ucap Odin itu.
"Master telah "mengutukmu", rasa sakit akibat serangan akan menjadi regenerasimu. Semakin banyak kau terkena serangan, semakin banyak rasa sakit yang kau terima, kau akan semakin cepat beregenerasi."
Aku terkejut dan Master memberikan tangannya padaku.
"Mari kita selamatkan saudarimu. Dengan kekuatan regenerasi spesial itu, satu negara pun tidak akan sanggup melawan-mu."
Balas dendam digaungkan, mengingat apa yang di derita olehku, apa yang terjadi padaku, saudariku dan kedua orangtuaku...
Amarah pada "mereka semua" bangkit dan berkobar.
Dengan kekuatanku, Master melihat seberapa kuat diriku menghabisi semua orang yang menghalangi. Tidak peduli mereka memohon, mencoba bicara, dan tidak peduli seberapa banyak mereka menyerangku, tidak ada dari mereka yang sanggup membunuhku.
"1000...? Sudah berapa banyak yang aku bunuh? Apa lebih dari itu?"
"Ah, sial... Aku rasa Jeanne sudah menungguku. Aku harus ke tempatnya."
...
Saat serangan ke ibukota, pasti dia dibawa oleh mereka. Aku merasa frustasi, harusnya aku tidak membuang waktu untuk balas dendam.
Aku membuka topeng serigala itu dan merusaknya untuk melepas rasa kesal.
Begitu setelahnya, suara ledakan besar terdengar dari arah selatan. Itu adalah arah menuju wilayah pinggiran kerajaan.
Aku berlari kesana secepat yang aku bisa dan sampai disana.
Api berkobar pada rombongan kereta kuda yang membawa para petinggi kerajaan. Seseorang menghancurkan rombongan itu, seorang pria tua dengan sebuah tombak dan dia bersama Master dan Odin.
"Terima kasih atas bantuannya. Kau boleh pergi."
Pria tua itu pergi dari sana setelah mendengar ucapan Master.
Seorang wanita dibawa oleh Odin, dan itu adalah Jeanne, saudariku.
"Jeanne!!"
"Jonathan..." Jeanne kaget melihatku masih hidup, dan tentu saja aku langsung memeluknya dengan senang.
Namun Jeanne melotot saat melihat diriku penuh darah, setelah itu dia mengerti apa yang terjadi. Dengan sebuah tongkat sihir di tangan, dia memanggil seekor singa dari sihir cerminnya dan singa itu langsung menerkam-ku.
"Aku mengerti apa yang terjadi! Kalian semua yang telah menghancurkan ibukota!"
Jeanne mengeluarkan sihir lainnya, kali ini tiga ekor beruang, tiga ekor harimau dan tiga ekor ular untuk menyerang Master dan Odin.
Jeanne berlari dari sana, namun semua hewan buas yang Jeanne panggil dihancurkan oleh Odin dengan mudah.
Jeanne panik, dan aku berhadapan dengannya.
"Kau...!"
"Menyerahlah, saudariku." Aku bilang itu padanya. "Aku disini untuk menyelamatkanmu."
"Menyelamatkan...!? Kau sudah tidak waras! Siapa kau sebenarnya?! Kau bukan Jona! Kau adalah Monster! Jangan mendekat padaku, iblis!"
Amarah Jeanne jelas padaku, dia bukanlah anak kecil dan semua ekspresi trauma serta amarah tergambar jelas. Aku pernah lihat ekspresi itu sebelumnya, tiga bulan lalu, namun kali ini lebih parah.
"Jangan berkata begitu pada saudaramu sendiri, Putri Jean." Master bicara. "Kau tidak ada pilihan lain selain bersamanya sekarang."
Master memegang dagu Jean dan bilang. "Mari kita bicara baik-baik, aku juga punya hal yang perlu aku bicarakan padamu."
***
__ADS_1
Setelah semua yang terjadi, Kerajaan Rowen telah hancur karena banyak orang di ibukota dihabisi. Aku tidak peduli lagi dengan mereka, hanya menghitung waktu sampai negeri itu tidak ada lagi.
Kami berada di sebuah kapal, dan Jeanne baru saja kembali dari pertemuannya dengan Master.
"Jean!"
Aku langsung memeluknya, dia tanpa ekspresi menerima pelukanku, kemudian bertanya;
"Kenapa kau melakukan itu? Kenapa kau sejauh itu hanya untuk menyelamatkan aku?"
"Kenapa kau tidak langsung kembali padaku dan melakukan hal bodoh itu? Kau tidak pernah bisa diandalkan sejak dulu. Itulah kenapa ayah tidak pernah ingin kau menjadi Raja."
"Kau tidak berguna."
Aku memeluknya dan dia bilang itu. Darah keluar dari perutku, tidak sakit saat Jean bilang itu dan sakitnya cuma sementara saat dia menusukku.
Aku cuma bisa mengatakan padanya ini. "Itu karena aku tidak akan membiarkanmu mati. Aku akan hidup selama kau hidup, dan jika kau mati, maka aku harus mati juga."
"...itu karena kita adalah kembar."
Jeanne senyum mendengar itu dan bilang "bodoh", aku rasa hubunganku dengannya membaik sekarang.
Jean menceritakan apa yang terjadi selama tiga bulan itu. Semua orang memperlakukan dia dengan baik meski dia dipenjara. Niat mereka aslinya ingin membuat Jeanne hidup di Rowen dengan normal.
Namun saat serangan-ku kepada mereka, Jeanne dibawa pergi dan berniat untuk dijadikan penguasa Kerajaan Rowen dan NARAKU mencegat, serta menghancurkan mereka.
Pembicaraan dengan Master juga berjalan baik, dan Master mengagumi sihir Jeanne, menyebut dirinya sebagai "Valkyrie", kemudian pria paruh baya itu akan "memberikan kekuatan" pada Jeanne.
"Kekuatan...?" Aku mengulang
Jeanne senyum dan berkata. "Kekuatan besar... Sihir ini akan menjadi "kartu as" Master dalam kampanyenya untuk menghancurkan Eden. Aku akan menjadi milik Master selamanya..."
Aku kaget dengar itu, apa yang pria tua itu lakukan pada saudariku...?!
Aku sadar bahwa Jean sudah jatuh terlalu dalam oleh rayuan Master.
Tidak, bukan hanya dia, aku juga...
Aku terpengaruh balas dendam dan kekuatan yang ingin aku dapatkan lebih lagi.
Tanganku telah membunuh lebih dari seribu orang yang tidak berdosa.
Aku tidak bisa dimaafkan. Karena itulah aku akan mengikuti jalan dosa ini.
Selama aku masih hidup, aku takkan membiarkannya mati.
Namun jika aku gagal, maka aku harus mati juga.
"Kata-kata yang bagus. Itu adalah perwujudan rasa sayangmu pada saudarimu."
"Kalian adalah duo kembar terkuat. Ini sudah lima tahun sejak saat itu, bukan? Sekarang, kalian merupakan "Jendral Jahat" NARAKU."
Master memberikan kedua tangannya ke kepala kami.
"Mira berarti Mirror (cermin) dan Kira berarti Killer (pembunuh)...mulai hari ini, itu adalah nama kalian berdua..."
💠💠ðŸ’
Sekarang; Shiki menebas satu tangan Kira sampai putus. "GGH!!" Kemudian mengincar satu tangan lainnya dan berhasil menebasnya.
"ARGH!" Kira menjerit kesakitan, dan Mira mengkhawatirkan Kira; "Jona...!"
"Berhenti khawatir padaku! Apa kau lupa? Aku pernah membantai semua orang di Ibukota! Aku adalah Killer, pembunuh!" Teriak Kira malah menguatkan intensitas energi magisnya.
Kira menembak bola api padat dari mulutnya, dan Shiki berhasil mengelak itu. Tapi sedikit lengah, Shiki kena serangan Kira dari cakar-cakar di kakinya, menendang tepat di perutnya; "GUH!"
Alicia khawatir; "SHIKI!!"
Kira membentuk sebuah tangan dari energi magis berwarna merah gelap dan teriak; "Cuma segitu saja takkan bisa membunuhmu!"
Kira mengincar kepala Shiki, namun Shiki nyengir dan menebas Kira duluan dengan Angin Pemotong; GAKH!
(Si brengsek ini bisa menyerang duluan dariku!) pikir Kira kesakitan.
Shiki juga melepaskan cakar kaki Kira, dan Alicia melihat Shiki khawatir; "Shiki..."
Shiki memberikan kode bahwa dia baik-baik saja dengan jempolnya. Alicia senyum, namun melihat Shiki begitu bersemangat dan nyengir seperti itu membuat Alicia tersipu; (Shiki...kau sangat keren...)
Mira melihat itu, dan sadar kalau Alicia memiliki perasaan kepada Shiki.
...
(Ini adalah energi magis kutukan...! Namun regenerasiku melemah karenanya.) pikir Kira; "Namun asalkan bisa mengalahkanmu...itu tidak ada masalah, SHIKI!"
Kira melesat super cepat ke Shiki dan dengan kedua mata menjadi warna pelangi, Shiki bisa dengan jelas melihat datangnya serangan Kira. Shiki berputar, dan kemudian CRATZ! Dia menebas badan Kira sambil berputar di udara; "GUWAKH!"
(Bagaimana bisa...dia lebih cepat dari kecepatan itu!) pikir Kira tidak percaya.
Namun Kira masih bertahan dan menyerang Shiki yang ada di atasnya. Shiki bersemangat lagi, dan kemudian bentrokan kuat antara pisau hitam dan cakar serigala kutukan itu terjadi sampai menimbulkan ledakan angin yang kuat.
"(La, la, la, la... La~ la~ la~)"
Bersamaan dengan bentrokan, aliran energi magis Shiki terasa berbeda. Suara nyanyian terdengar lagi di kepalanya dan berpikir; (Ah, suara nyanyian ini lagi...)
__ADS_1
...Bab 3.8 "Kira dan Mira" - selesai...