ADVENTURER OF EDEN

ADVENTURER OF EDEN
4.6 "Informasi"


__ADS_3

"Bentrokan sengit" tadi terjadi, membuat para warga penasaran. Leonard diketahui oleh mereka sebagai orang yang bentrok tadi, namun dia tidak memberitahu siapa yang dia lawan.


"Sir Leonard! Anda disitu rupanya!"


"Tadi yang bentrok di langit adalah anda, benar?!" tanya mereka berdua, Benzu dan Sarah "Ksatria Bintang kursi ketujuh dan Ksatria Bintang kursi kedelapan"


"Ah, Benzu dan Sarah, bagus kalian datang." Leonard melihat dua dari mereka. "Hibari sudah mengizinkan aku keluar, namun jika dia tahu aku "bentrok" dengan Shiki, aku bisa mendengar suara ocehannya."


Benzu dan Sarah heran mendengar itu. Tapi terkejut juga, Shiki adalah yang Leonard lawan, dan dia adalah "Petualang Terkuat di Guild"


"Tolong jangan beritahu soal ini pada Hibari, ok?"


"Ok." Benzu mengangguk.


Sarah lalu bicara soal sesuatu. "Benar juga, Sir Leonard, Ksatria Hibari mendapatkan informasi soal Count Erick dan Sir Rackham dari Sir Walter."


"Huh?" Leonard kaget juga. "Apa yang Walter beritahu?"


"Aku tidak tahu ini cuma asumsi dia atau bukan, tapi...dia bilang kalau Count Erick dan Sir Rackham adalah kolabolator NARAKU." Benzu beritahu, dia juga tahu informasi ini.


Leonard mengerutkan dahinya mendengar itu, dan apakah Leonard harus percaya pada informasi simpang-siur ini?


***


Shiki dan Yui kembali ke apartemen, Reina menyambut mereka berdua dengan ramah. "Selamat siang, Shiki-san, Yui-san, apa kalian menikmati jalan-jalan kalian?"


"Nah, cuma sebentar saja!" Yui sebal dan duduk di atas kasur.


"Maaf, maaf, aku bergairah saat melihat rival lamaku." Shiki jawab itu, nyengir. "Memang kami tidak bertarung sengit, namun cepat atau lambat kami akan bertemu dan bertarung lagi, kok!"


Reina terkekeh mendengar itu. "Shiki-san sangat bersemangat."


"Lalu kemana cewek merepotkan satunya lagi?"


"Alicia-san?" Reina jawab dengan agak menunduk. "Dia pergi begitu kami sedikit mengobrol. Aku pikir dia pergi mencari kalian."


Shiki tidak terkejut, memang bukan ide bagus membiarkan Alicia dan Reina bersama. Keras kepalanya Alicia dan kecanggungan Reina, serta "masalah masa lalu" mereka takkan membuat kedua tuan putri ini berbaikan dalam waktu dekat.


"Shiki-san...sebenarnya apa salahku dengan Alicia-san?" Reina tiba-tiba bertanya itu.


Shiki berkedip dengar itu. "Apa kau tidak ingat soal itu?"


"Aku... Tidak tahu. 3 tahun lalu, Alicia-san bilang padaku kalau dia membenciku, aku tidak mengerti apa salahku. Aku tidak tahu apa aku pernah membuatnya marah..." Reina menggeleng. "...namun melihat Alicia-san selalu dingin padaku, membuatku merasa risih."


"Yah, itu wajar." Shiki kaget cewek ini merasa begitu. "Aku akan bicara pada Alicia soal hubungan kalian jika mood dia sedang bagus nanti."


"Membosankan, aniki. Biarkan saja mereka berbaikan dengan sendirinya." Yui komentar setelah menguap.


"Aku maunya begitu." Shiki menaikkannya kedua pundaknya. "Namun aku sudah terlanjur terjun ke masalah merepotkan kedua bangsawan ini."


Shiki sudah pasrah dengan keadaan jika dia harus menyelesaikan masalah Alicia dan Reina dengan caranya sendiri. Masih ada banyak pertanyaan soal hubungan mereka, namun Reina nampak pelupa dan harga diri Alicia terlalu tinggi untuk membicarakan ini.


Meski begitu, Shiki yakin dia bisa menemukan "clue" yang bisa memperbaiki hubungan mereka berdua.


***


Alicia berada di sebuah mansion, dia menemui Freddy, pedagang kaya di Central Area dan salah satu dari 5 anggota Parlemen yang mereka temui. Freddy adalah orang yang mengirim Kira dan Mira pada Alicia, tentu orang ini harus diinterogasi Alicia demi mendapatkan informasi lebih banyak soal NARAKU.

__ADS_1


"Aku disini ingin bicara soal Kira dan Mira seperti yang aku mau lakukan." Alicia berkata pada Freddy; "Pertama, aku berterimakasih kepadamu, Freddy. Berkatmu aku bisa bertemu Kira dan Mira, lalu membuat beban diriku menjadi ringan setelah apa yang terjadi pada kedua orangtuaku."


"Namun kau adalah orang pertama yang harus aku interogasi soal mereka. Kau yang merekomendasikan Sebastian, jadi aku tahu kau punya hubungan dengan mereka." Alicia berkata lagi; "Jadi...apa mungkin kau sebenarnya kolaborator NARAKU?"


"Tidak!" Freddy menjawab tegas, dia bukan kolaborator. "Aku sendiri tidak tahu siapa mereka aslinya! Seseorang juga merekomendasikan aku Kira dan Mira! Seseorang yang bernama Odin!"


"Odin..." Alicia mengulang nama itu, tahu kalau dia salah satu Jendral NARAKU.


"Itu benar, dan dia adalah Jendral NARAKU juga, kan?" Freddy nanya memastikan hal yang sudah dia tahu.


Freddy juga cerita bagaimana soal Odin pada Alicia, dia yang "memberikan" Kira dan Mira padanya, kemudian merekomendasikan mereka berdua pada Alfred, butler keluarga Romanova sebagai ajudan pribadi Putri Alicia yang sedang kesulitan saat itu.


"Jadi kau tidak bertemu langsung "Odin" ini, namun Kira dan Mira langsung datang kesini. Kau juga yang merekomendasikan mereka pada Alfred soal menjadi ajudan pribadiku." Alicia menyilangkan tangannya.


"Be-benar! Tapi sejujurnya itu bukan ideku! Kira dan Mira yang bilang itu!" Freddy bilang dengan panik. "Aslinya aku juga tidak mau, tapi mereka memberikan sebuah hadiah padaku!"


"Hadiah apa?" Alicia nanya, dia yakin bukan uang karena itu sudah cukup untuk pria seperti Freddy.


"Rio! Bawakan gulungan itu!" Freddy meneriaki pelayannya bernama Rio itu.


Seorang pelayan membawa sebuah gulungan warna jingga dan memberikannya pada Freddy. "Bukan kekuatan yang besar, tapi cuma sebuah gulungan sihir..." Freddy membuka gulungan itu langsung di depan Alicia saat berkata itu; "...meski itu sangat berguna untuk ini!"


"AHHH!!" Alicia menjerit karena dirinya disengat listrik cukup kuat yang melumpuhkan seluruh tubuhnya sampai jatuh.


Listrik itu keluar dari gulungan itu, sebuah gulungan sihir yang berbahaya.


"Ahahaha!" Freddy tertawa: "Ini adalah akhir dari gadis sombong sepertimu, Putri Alicia!"


Freddy menunjuk Alicia yang jatuh dari sofa, kemudian seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan akibat efek paralisis.


"Aku berterimakasih pada NARAKU ini! Aku akan menjadi kolabolator mereka demi mendapatkan banyak barang berguna untuk menyingkirkan semua yang menghalangiku!" Freddy berkata penuh kemenangan.


"Namun pertama, mari kita cicipi dirimu!" Freddy berniat semena-mena pada Alicia. "Gadis tercantik di kerajaan, huh... Aku perlu bukti untuk itu!"


Freddy menyuruh Rio mengambil borgol untuk mengikat Alicia, dan disaat itu pula Alicia mengarahkan tongkat sihirnya ke arah Freddy.


Rio menyadari itu. "Bos! Awas!"


"Huh?"


"Wind Blast."


Freddy dihantam ledakan angin kuat sampai dia terlempar menabrak bagian atas mansion-nya yang juga hancur akibat serangan Alicia.


Freddy jatuh kencang bersamaan bagian atas rumahnya hancur. Rio tadi ketiban reruntuhan dan Freddy yang terluka-luka tidak percaya. "Bagaimana bisa...kau langsung bergerak...?"


"Simpel saja, regenerasi Romanova bukan hanya mengobati semua luka dengan cepat, namun juga memiliki resistansi kuat terhadap sihir yang menyebabkan poison, stun, sleep, ilusion, burn atau freeze." Alicia menjelaskan pada Freddy.


"Alasan kenapa Kira dan Mira tidak membunuhku dengan racun karena aku punya itu dan sayang sekali kau sendiri tidak secerdas mereka, Freddy."


"Gghh.." Freddy kesal.


"Sekarang, apa hukuman yang pantas untukmu? Aku sudah memikirkan beberapa hal, dan..." ucap Alicia, namun Freddy menyelanya.


"Jangan hukum aku..." Freddy babak belur bilang begitu, "...aku akan memberitahumu...siapa saja kolabolator NARAKU yang kau tahu..."


Alicia melihat Freddy serius, dan apa dia akan menerima negosiasi pria ini?

__ADS_1


***


Di mansion Keluarga Edelweiss yang ada di ibukota, Erick bicara pada Sir Rackham melalui Call Chip. "Aku akan kembali ke Pelabuhan Besar hari ini."


"Dimengerti." Sir Rackham mengerti. "Tapi "pria itu" menghubungiku lagi, Erick, bilang apa kita mau bergabung dengan NARAKU sebagai salah satu "Jendral Jahat..."


"Sudah aku bilang padanya waktu itu, aku tidak tertarik!" Erick bilang, membentak itu pada Rackham.


"(Aku tahu. Tapi mereka, NARAKU, memang mengincar kekayaan dirimu dan kekuatanku, Erick. Mereka mungkin akan mencoba cara lain jika kita menolak ini."


"(Kau takut pada mereka, Rackham? Seseorang seperti dirimu?)"


Sir Rackham, Ksatria Suci kursi kedua. Seorang pria paruh baya dengan rambut abu-abu yang disisir rapih ke belakang. Sebuah pedang besar diletakkan berdiri di dekatnya, itu adalah senjata milik Rackham.


"Waspada dan takut adalah hal berbeda. Mendengar apa yang mereka lakukan selama ini, mereka serius mau menghancurkan keseimbangan tiga dunia." ucap Rackham, dia mengerti tujuan besar NARAKU yang tidak tertandingi; "Jika kau bergabung dengan mereka, mungkin akan ada keuntungan besar, tapi...jika kau menolak, kita harus siap menanggung resiko apapun."


Erick diam dengar itu, pilihan yang berat baginya. Namun apa keputusan dari sang pemilik Pelabuhan Besar ini?


***


Besok paginya, Shiki dan ketiga heroine-nya bersiap berangkat ke Kota Romanova. Alicia memberitahu Shiki informasi yang dia dapatkan dari Freddy, informasi yang membuat Alicia menangguhkan nyawa Freddy yang mencoba menjebaknya.


"Count Erick Edelweiss adalah kolabolator NARAKU dan si Freddy itu mendapatkan informasi itu dari Ksatria Bintang kursi ketiga, Sir Walter." Shiki mengerti.


"Memangnya itu penting bagi kita????" Shiki nanya itu dengan heran.


"Tentu! Itu penting! Kita bisa tahu siapa yang perlu diwaspadai sebagai "musuh" kita!" Alicia jengkel komikal, dan gadis rambut jingga itu menjelaskan lagi;


"Ditambah, Sir Rackham itu sangat kuat. Jika dia menjadi Jendral NARAKU, bahkan Leonard bakal kalah melawannya."


"Analisa yang bagus, tapi kenapa tidak di Rackham itu yang menjadi kursi pertama kalau begitu?" Shiki penasaran, dan dia mengerti alasannya karena langsung menduganya;


"Ah, aku mengerti. Leonard memenangkan tiga turnamen beruntun sebelum ini dan tiga turnamen itu mengalahkan Rackham, benar?"


Shiki masih ingat bagaimana kemampuan berpedang Leonard dari dua tahun lalu. Adaptasi dengan lawannya sangat bagus, dan dengan pedangnya, Leonard bisa melawan pengguna sihir mana pun.


Di satu sisi, Shiki belum pernah melihat bagaimana Sir Rackham bertarung, jadi dia tidak bisa menganalisa. Namun celah antara Leonard dan Rackham pastinya sangat tipis.


Dan sama seperti melawan Shiki, saat mereka bertarung, tidak ada yang bisa menebak siapa yang akan menang.


"Yup." Shiki setuju juga. "Aku belum begitu percaya, namun jika kita mendapatkan bukti, maka tidak ada pilihan lain selain percaya."


"Hei, aniki! Alicia! Jangan kelamaan!" Yui teriak dari kuda gerobak, dia juga turun menghampiri Shiki dan Alicia, lalu kesal pada mereka.


"Dan jangan berduaan membicarakan hal aneh! Banyak orang yang akan menganggap kalian berdua pacaran nanti!"


Alicia heran mendengar itu. "Kau berlebihan."


"Dan kemana Reina? Bukankah dia harusnya bersamamu?" Shiki nanya soal wanita itu, dan Yui menaikkan kedua pundaknya tidak tahu. "Entah, tadi dia bawa barang sendiri ke kereta kuda, dan saat aku kesana, dia tidak ada."


Alicia menggeleng. "Uh, cewek itu...! Ayo tinggalkan saja dia!"


"Kau bodoh? Dia nanti juga akan kembali, ditambah tanpa Reina, kita tidak bisa lakukan apapun pada GATE." ucap Shiki, dan Alicia tidak ada pilihan lain selain menunggu.


...


Di dekat sana, Reina bertemu dengan dua orang Priest Sanctum.

__ADS_1


"Mama sangat khawatir, anda pergi begitu saja dan cu


"Begitu ya, Mama memintaku untuk segera kembali." Reina mengerti, "tolong bilang padanya aku akan kembali, setelah quest-ku dengan Shiki si Petualang Terkuat berakhir."


__ADS_2