
Shiki bersiap melawan Kira Werewolf. Pria berambut merah itu menjadi sosok monster manusia serigala yang buas dan besar. Cakar-cakar itu keluar dengan tajam dan taring Kira terlihat di wajah serigalanya.
Shiki sudah berpengalaman, jika Kira menjadi seekor serigala, maka kecepatan adalah kekuatan utamanya.
Namun melawan manusia serigala seperti ini adalah sesuatu yang jarang dan kesempatan emas. Sudah lama Shiki menantikan lawan kuat yang akan datang padanya dan melawan Kira Werewolf adalah keinginan yang terwujud baginya.
"Hehe!" Shiki bersemangat dan Alicia kaget melihat cengiran pemuda berambut hitam itu.
(Lihatlah cengiran itu...dia bersemangat sekali) pikir Alicia heran.
Shiki dan Kira siap-siap sekarang, mereka berdua lalu berteriak bersamaan.
""Maju!!!""
Keduanya sama-sama melesat, bentrokan kuat terjadi sampai melepaskan hembusan angin kuat. Dua bilah pisau hitam Shiki bentrok dengan cakar serigala Kira.
Bentrokan sengit terjadi seimbang, sama-sama cepat dan kuat. Mereka sama-sama mundur begitu menyelesaikan bentrokan kilat tadi. Alicia dan Mira tidak melihat, kedua wanita itu saling berhadapan sekarang;
"Mira, aku tahu ini bodoh. Tapi sekali lagi, aku memintamu untuk menyerah." Alicia bilang itu. "Para Monster yang kau panggil telah dihabisi tanpa sisa, Shiki akan menang melawan Kira dan..."
"'Kau takkan bisa mengalahkan aku' itu yang mau kau bilang, bukan? Jangan bodoh. Perbedaan kekuatan kita begitu jelas sekarang, kau lemah, kau menyedihkan, kau tidak pantas menjadi putri jenius yang disenangi semua orang!" ucap Mira, dia mencoba menjatuhkan mental Alicia.
Alicia mengambil nafas dalam-dalam dan melepaskannya. "Itu memang benar, aku lemah dan menyedihkan." balas Alicia mengeluarkan tongkat sihirnya; "Namun aku bukan seorang pengecut!"
"Aku penuh kebanggaan, putri dari Romanova, namaku Alicia!" Teriak Alicia sebelum dia menembak Mira dengan "Wind Blast!"
Mira mengelak dari serangan angin itu, Shiki dan Kira menyadari Mira dan Alicia sudah bertarung sengit sekarang.
Mira memanggil dari cermin, beberapa Monster keluar dari sana; "Tiga ekor Golem" keluar dari cermin yang disiapkan Mira. Alicia bersiap lagi, dia memikirkan strategi untuk melawan satu, tidak... Tiga Monster keras ini.
...
"Nona putri akan selesai jika dia tidak bisa berpikir cepat. Dengan Apollon, Mira mampu memanggil banyak Monster yang sudah diregistrasikan pada dirinya sekuat yang dia bisa." Kira senyum, menjelaskan sedikit soal kekuatan adik perempuan kembarnya.
"Diregistrasikan, huh." Shiki mengulang itu, dia agak penasaran dengan metodenya.
"!!?" Kira menggunakan itu sebagai pengalih perhatian, dan menyerang Shiki yang mampu ditangkis dengan kedua pisau hitamnya.
"Cih!" Kira kesal dan Shiki berkata; "Aku melihatnya dengan kedua mata ini, kemungkinan kau menyerangku!"
...
Alicia vs. Mira di dekat sana.
Tiga ekor Golem itu bergerak mengincar Alicia, dan gadis berambut pirang panjang itu berlari menjauhi mereka.
(Aku tidak memiliki cara untuk mengalahkan makhluk ini!!) pikir Alicia, dia tahu kesulitan melawan Golem seperti di Star Island dan Lava Golem sebelumnya.
Alicia bisa saja menggunakan sihir pamungkasnya, namun butuh persiapan lama dan para Golem itu akan menyerangnya begitu dia sedang bersiap.
Sekarang, Alicia menyadari Mira tidak bergerak setelah memanggil para Golem tadi. (Mira pasti sudah memaksakan dirinya...) pikir Alicia agak kasihan, dan...
Tiga Golem datang sekarang, dan Alicia ingat bagaimana Reina menghancurkan satu Golem dengan "Rhongomyniad", sebuah tombak suci bercahaya yang diciptakan dari senjata mulia Stardust "Cahaya Ilahi" dan Alicia tadi menghancurkan satu Lava Golem dengan sihir pamungkasnya.
Disaat Alicia bengong, tiga Golem menghantamnya bersamaan sampai merusak tanah.
"Alicia!" Shiki khawatir, namun Kira Werewolf terus mengejarnya.
"Dia tak mati, energi magisnya masih menyala." Mira masih merasakan energi magis Alicia dan dari tanah tadi; "Firebolt!"
Api menjalar besar ditembak ke arah tiga Golem itu. Meski mampu mengikis ketahanan keras dari makhluk itu, Alicia perlu memikirkan cara berikutnya untuk mengalahkan para Golem.
"Ya!" Alicia mengerti. "Ini adalah caranya!"
"Hantam sekali lagi, para Golem!" Teriak Mira, namun ide Alicia lebih cepat dari para Golem melaksanakan perintah Mira;
"Gabungan sihir api dan angin dasar terkuat!" Alicia menembak serangan sihir ini pada tiga Golem menggunakan dua tongkat sihir; "Firebolt! Wind Blast!"
Ledakan angin dibarengi dengan api menjalar dilepaskan dalam waktu berdekatan; Shiki dan Kira kaget lihat itu, dan Mira tidak percaya; "Sialan!"
__ADS_1
Tiga Golem itu hancur menjadi abu dan Alicia bangun dari bawah tanah. Alicia penuh percaya diri sekarang, dan optimis tentunya bisa mengatasi semua yang Mira keluarkan untuknya;
"Aku penasaran apa kau punya trik lain? Itu belum cukup untuk mengalahkan aku...!" Alicia senyum bersemangat.
"Kau cukup pintar tadi, namun tidak masalah. Yang hanya bisa kau lakukan hanya menembak sihir dasar saja." ucap Mira tahu seberapa banyak kekuatan Alicia. "...kau tidak bisa menggunakan sihir lanjutan, namun kau disebut Putri Jenius karena kau mampu menggunakan lima elemen sihir."
Shiki mendengar itu, dia baru tahu. Harusnya satu orang cuma bisa menggunakan satu elemen, namun pengecualian jika mereka seorang mage. Vira hanya bisa menggunakan satu elemen sihir, yaitu api dan dia adalah mage yang kuat.
Alicia pun bisa menggunakan lima elemen sihir, namun tidak bisa menggunakan sihir lanjutan dari lima elemen itu. Shiki terkesan, namun kekurangan Alicia jelas.
Aslinya kekurangan itu bisa ditutupi dengan keberadaan Tongkat Sihir Matahari, Apollon yang dimiliki keluarga Romanova dan bahkan membuat Alicia menjadi salah satu mage terkuat di kerajaan, namun sekarang Apollon dicuri dan Alicia memiliki keterbatasan dalam penggunaan sihirnya.
"Apa kau masih ingat bagaimana tongkat sihir matahari Apollon berfungsi?" tanya Mira, namun langsung dia jawab; "Ini adalah tongkat sihir yang mampu menggandakan energi magis penggunanya; 2 menjadi 4, 4 menjadi 8, 8 menjadi 16, 16 menjadi 32 dan 32 menjadi 64, dan 64 menjadi 128..."
"Benar-benar tongkat sihir yang luar biasa, bukan? Sangat cocok bagi seorang mage atau seorang summoner sepertiku." ucap Mira; "Aku bisa menggunakannya karena aku seorang Valkyrie dan dikutuk oleh Master kami"
Alicia tidak terkejut, namun masuk akal sekarang. Mira seorang Valkyrie yang diberi kekuatan (dikutuk) oleh seseorang yang disebut Master, dan Apollon bisa digunakan olehnya pasti perbuatan Master juga.
"Tapi mustahil seseorang bisa sampai ke kelipatan 16 atau 32... Bahkan Sage pun tidak bisa. Meski kau Valkyrie, kau hanya bisa sampai kelipatan 16 saja dan itu juga Apollon malah menyerang balik dirimu dengan kuat..." Alicia sudah tahu konsekuensi Mira menggunakan Apollon.
"Itu adalah proteksi diri Apollon dari entitas jahat sepertimu. Bahkan jika seseorang dari NARAKU telah mengutak-atik, senjata mulia Romanova tetap hanya bisa digunakan dengan baik oleh keturunan utama Romanova."
"Apollon akan membunuhmu, dan kematian akan datang padamu setelah pertempuran ini berakhir..." lanjut Alicia memperingatkan Mira soal itu.
"Omong kosong!" Mira memanggil para Monster lagi menggunakan tiga cermin.
Kemudian Wyvern, Cyclops dan Warg keluar, masing-masing jumlah mereka adalah 5, 6 dan 8 ekor.
"Ggh!" Alicia sempat gentar.
Shiki kesal; "Monster sebanyak itu! Yang benar saja!"
"Wahahaha Kira tertawa. "Habis sudah!"
"Semua Monster ini akan mengakhiri pertarungan kita, "nona putri", kau takkan menang melawanku!" Mira berkata serius, dan Alicia menelan ludahnya dengan serangan balik Mira sudah di depan matanya.
...
Kira, pria berambut merah jabrik yang sekarang berwujud serigala itu tertawa senang; "Haha! Habis sudah! Ini adalah akhir darimu, nona putri!"
Tiga jenis Monster dipanggil oleh Mira melalui cerminnya. Pertama adalah Warg, serigala buas yang pernah Alicia lawan di Gunung Yoru, dan jumlah mereka adalah 8 ekor sekarang. Alicia tahu kecepatan dan gigitan mereka akan mencabik manusia sampai mati.
Kedua adalah Cyclops, Monster humanoid besar yang memiliki satu mata dan bertanduk. Membawa gada batu sebagai senjata mereka. Jumlah mereka ada 6 orang dan fisik mereka tentu saja adalah hal yang bisa membuat Alicia tewas.
Ketiga adalah Wyvern, Monster terbang dengan kedua sayap dan kaki. Mereka seperti naga dalam cerita-cerita, dan mereka adalah sub-spesies dari naga memang. Tentu mereka kuat, cepat dan bisa menembak serangan api dari mulutnya.
Meski Alicia tidak tahu penjelasan di atas, namun dia tahu mustahil baginya menang melawan para Monster ini karena betapa berbahayanya mereka semua.
Namun Alicia berusaha tenang, tidak panik dan berpikir jernih. Meski memanggil sebanyak itu, pasti ada kekurangannya.
Benar, Alicia tahu apa kekurangannya...
"Sialan, Alicia dalam bahaya!" Shiki bersiap membantu Alicia, namun Kira tidak akan membiarkannya; "Kau pikir bisa menyentuh adik kembarku, Shiki!"
Kira datang dengan cepat dari samping, Shiki mengetahui serangan itu berkat mata sihirnya dan mengelak dalam beberapa detik.
Shiki berputar dengan satu tangannya sebagai pijakan, kemudian CRATZ! "GWOGH!" Shiki memberikan satu tebasan telak pada tubuh serigala Kira sampai berdarah.
"Sialan...!" Kira kesal dan menyerang balik, namun Shiki sudah mengelak sebelum serangan yang merusak tanah itu mengenainya.
Di tempat Mira, dia... "GAKH!" Mira memuntahkan darah banyak, warna darahnya ungu dan Alicia kaget dengan itu; "!!?"
'Cih...! Semakin parah saja!' Kira khawatir, namun Shiki datang menyerangnya dan bilang; "Tidak ada waktu mengkhawatirkan adikmu saat kau bekerja!"
Kira terluka di tangannya karena tebasan Shiki barusan, dan melukai pinggang Shiki dengan tangannya yang kena serang tadi.
"Ggh!" Shiki agak kesakitan, dia terkena serangan cukup meski dia bisa melihat serangan tadi, tetapi tubuhnya kalah cepat daripada badan Kira.
Shiki dan Kira sama-sama mundur, dan Shiki berada di dekat Alicia yang bilang padanya. "Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku, Shiki. Aku akan baik-baik saja."
__ADS_1
"Apa kau serius?" tanya Shiki terkejut juga. "Selama kau bertarung bersamaku, aku punya hak untuk mengkhawatirkan dan melindungimu."
Alicia tersipu kecil mendengar itu. "Nice sekali, tapi aku tidak masalah, percaya padaku. Duelku dengan Mira adalah takdir sejak awal dan menghentikan penderitaannya adalah tugasku." ucap Alicia bersiap, dia menggunakan dua tongkat sihir.
Shiki tahu satu tongkat sihir adalah milik Alicia dan satu tongkat sihir itu, nampaknya milik Vira...
"Kalau begitu jangan sampai mati."
"Jangan khawatir, aku sulit untuk mati karena aku adalah Romanova!" Alicia berlari menyerang Mira setelah membalas ucapan itu;
"Sekarang, serang wanita itu!" Alicia memerintahkan beberapa Monster bergerak menyerang, 3 Warg dan seekor Cyclops.
"Hanya segini saja sekarang, namun harusnya itu cukup mengalahkan wanita bodoh itu." ucap Alicia.
Dan 3 Warg berlari dari sisi yang sama, dan dibelakang ada satu Cyclops. Alicia mengambil sesuatu dari belahan dadanya;
Sebelumnya, Vira yang mau pergi ke tempat ketua Guild memberikan dua tongkat sihirnya pada Alicia yang tentu kaget melihat itu;
"Satu tongkat sihir saja belum cukup untuk "putri jenius" meski yang kau punya adalah merk paling mahal dan berkualitas." Vira berkata itu.
"Vira... Aku belum menanyakan ini padamu sebelumnya; sebagai seorang mage, apakah aku layak disebut "Putri Jenius" oleh semua orang?" tanya Alicia penasaran pendapat Vira padanya.
"Setiap pendapat orang berbeda, namun yang paling penting apa kau bisa membuktikan bahwa kau adalah "Putri Jenius"...? Membuktikannya pada orang lain memang bagus, namun yang paling penting adalah membuktikan pada dirimu sendiri dan mengatasi keraguan yang kau miliki." Vira beritahu itu dengan senyum.
Alicia menganga dengar ucapan bijak itu dan berterimakasih. "Terimakasih Vira..."
...
Sekarang, ketika para Monster itu maju menyerang Alicia menciptakan tembok tanah besar.
"Wall of Terra!" Tembok tanah besar muncul dihadapan para Monster yang menyerang.
"Trik murahan!" Mira teriak, dan pada Monster tersisa maju menyerang dari samping tembok.
(Aku mengerti kenapa Vira memberikanku dua tongkat sihir lagi, dan miliknya itu cukup bagus. Meski bakatku kurang, jika wadahku mumpuni maka aku bisa menggunakan sihir dengan lebih baik....) Pikir Alicia; (Dalam kasusku, tiga tongkat sihir yang aku punya bisa membuatku menggunakan sihir yang sama berkali-kali...)
(Harusnya saat menggunakan Apollon bisa seperti ini, namun aku terlalu fokus pada sesuatu yang tidak aku bisa dan kurang percaya diri akan hal itu.)
Alicia mulai melakukan penebusannya. Dia ingin melepaskan semua keraguan dari dalam dirinya dan menjadi wanita yang lebih baik.
Melawan Mira, bukan karena dia ingin balas dendam. Namun karena ingin merebut Apollon dan juga ingin menjadi lebih kuat.
Alicia menggunakan dua tongkat sihir dan menciptakan tembok yang lebih besar lainnya; "Big Wall of Terra!"
Mira kaget, dan teriak; "Hancurkan semua tembok tanah itu!"
Para Wyvern menembak api sampai tembok tanah hancur, dan para Cyclops juga merusaknya dengan gada batu mereka. Semua Monster yang dipanggil Mira menerobos, kemudian membunuh Alicia.
Namun gadis berambut jingga itu tidak ada disana karena dia sedang melompat-lompat tembok tanah yang hancur, kemudian menggunakan "Gust!" beberapa kali sampai cukup tinggi sebagai pelontar untuknya terbang.
"Huh?" Shiki melihat ke atas dan penasaran apa yang akan Alicia lakukan; "Apa yang Alicia rencanakan?"
"Hei, kita sudah sepakat untuk tidak menganggu mereka," ucap Kira.
Shiki heran mendengar itu; "Kapan kita sepakat akan hal itu?"
"Meski begitu..." Shiki balas; "Kita sama, bukan? Aku percaya pada Alicia dan kau percaya pada Mira, bahkan jika kau tahu bahwa adik kembarmu itu akan mati setelah pertempuran ini berakhir."
"Aku takkan membiarkan Mira mati, aku akan memberikan kepalamu pada "Master" sebagai tumbal untuk kehidupan Mira!" teriak Mira menyerang lebih cepat.
"Heh!" Shiki semangat; "Cobalah kalau bisa! Anjing gila!" Shiki dan Kira bentrok lagi.
...
Bersamaan, Alicia bersiap menggunakan dua tongkat sihirnya dari atas. Mira senyum simpul; "Itu pasti sihir gabungan angin dan api seperti tadi! jadi! Terbang dengan cepat, Wyvern!" Mira memberikan perintah pada ketiga naga sub-spesies itu; "Bunuh dia!"
"Maaf karena tebakanmu salah, Mira. Karena..." Alicia membentuk serangan gabungan lima elemen dari kedua tongkat sihirnya;
"Lima elemen, komponen dunia! Mereka adalah kekuatanku! Kebangganku!" ucap Alicia merapalkan mantra serangan sihir besarnya;
__ADS_1
"GUNDR!"