
""APA?! KAU MEMUTUSKAN UNTUK PENSIUN?!""
Teriakan kompak terdengar di telinga Shiki, di apartemennya. Rekannya sesama Petualang Terkuat di Guild yang disebut 4 Pilar Petualang adalah orang yang Shiki percaya untuk mendengar informasi dia mau pensiun lebih awal.
Setelah masalah Yui, Shiki mengajak Dion, Vira dan Warren ke apartemennya. Dengan Reina dan Yui juga, mereka tiba di apartemen Shiki untuk berpesta lagi namun kecil-kecilan.
Shiki yang memasak untuk mereka bilang ke tiga sobatnya itu kalau dia sudah memutuskan untuk pensiun sebagai petualang.
"Benar. Setelah quest-ku dengan Reina usai." Shiki menegaskan itu; "Kau bisa bilang quest terakhir dengan Putri dari Duke Robert Stardust ini, dia orangnya."
"EH!" Mereka bertiga kaget lagi, dan Reina membungkuk sopan menyapa mereka.
...
Seporsi spaghetti besar sudah disiapkan, ditambah dua botol arak yang dibawa Warren serta satu tong bir dari Guild juga sudah siap. Mereka makan dan minum nongkrong di apartemen Shiki.
Yui dan Reina juga ikutan. Mereka terkejut Yui dari klan Haruna, dan Vira ingat kalau Shiki pernah bilang dia memang dirawat oleh klan Haruna.
Shiki juga cerita perkembangan quest terakhirnya. "Kami baru saja kembali dari Star Island, dan langkah kami berikutnya adalah mencari GATE...sebuah benda kuno yang tersebar di Asteria."
"GATE... Aku baru dengar." balas Dion.
"Tentu orang awam jarang mendengar nama benda kuno itu. Kau harus menempuh sejarah untuk mengetahuinya." Vira beritahu, dia minum araknya.
"Aku pernah dengar soal GATE, benar itu sebuah benda kuno dan ada 6 tersebar di Kerajaan Asteria. Dikatakan GATE adalah sebuah gerbang, sesuai namanya, dan mereka adalah gerbang yang membuka dimensi menuju dua dunia..."
Vira menjelaskan lagi apa yang ia tahu soal GATE. "Eden dan Abyss."
Shiki nanya lagi ke wanita rambut ungu itu. "Lalu apa kau tahu dimana letak GATE? Semuanya?"
"Tidak, setidaknya cuma dua saja yang letaknya ditulis di buku, yaitu di Gunung Romus di South Area dan Hutan Carnea di Central Area di ibukota." Vira jawab itu.
"South Area, itu berarti dekat sini." komentar Warren, dan dia ingat soal Gunung Romus; "...dan Gunung Romus bukanlah tempat yang menyenangkan."
"Bukan tempat yang menyenangkan?" Reina mengulang.
"Ya, disana adalah markas bandit 'Blood Sun' yang disebut kelompok Bandit terkuat di Kerajaan." Warren bilang itu dengan wajah serius, menandakan dia memperhitungkan seberapa bahaya kelompok Bandit bernama Blood Sun ini.
...
Kelompok Bandit Blood Sun bukanlah nama sembarangan. Anggota Parlemen menetapkan mereka sebagai buronan tingkat 'A' yang dianggap berbahaya, namun alasan kenapa mereka dianggap berbahaya tidak pernah disebar di publik.
Shiki dan Guild Petualang pernah beberapa kali berkonfrontasi dengan Blood Sun. Shiki pernah mendapat quest untuk menyerang mereka sekitar 7 bulan lalu, dan saat itu nama mereka tidak dikenal sebagai 'terkuat' dan cuma kelompok Bandit biasa.
Sekarang Shiki penasaran kenapa mereka disebut terkuat oleh anggota Parlemen. Meski pada akhirnya, Blood Sun tetaplah kelompok Bandit dan bukan tandingan dari Guild Petualang.
"Yah, aku yakin mereka bukan masalah besar buat 'Pemburu Bandit' kita!" Warren tertawa setelah bilang itu.
Shiki menghela nafas, tidak menyangka julukan Pemburu Bandit sudah terdengar ke telinga teman-temannya.
__ADS_1
Mereka melanjutkan pesta sampai malam, kemudian membicarakan banyak hal. Yui dan Reina juga menikmati pesta kecil itu dan tidur di apartemen Shiki berdua, dan Shiki akan tidur di tempat Warren malam ini.
💠💠ðŸ’
Esok paginya, perjalanan ke Gunung Romus dimulai. Naik kuda gerobak yang disewa, Shiki bersama Reina dan Yui menuju arah utara dengan jarak selama 2 jam dengan kuda gerobak.
Gunung Romus letaknya berdekatan dengan sebuah kota kecil bernama "Kota Gari". Pengendara kuda gerobak itu cerita apa yang terjadi di kota Gari selama sebulan ini;
"Huh? Kota Gari tidak boleh dimasuki warga biasa?" Shiki mengulang itu cukup kaget.
"Benar, itulah kenapa aku tidak bisa mengantarmu sampai ke kota, Petualang Terkuat. Aku mendengar kalau ksatria kerajaan sedang mempertahankan kota itu dari serangan Bandit Blood Sun yang ada di Gunung Romus."
Shiki berkedip dengar itu, dan pengendara itu cerita lagi.
"Warga kota itu sudah banyak yang mengungsi, meski ada sebagian dari mereka yang masih menetap di kota dan dilindungi oleh ksatria kerajaan."
"Begitu ya, aku tidak pernah dengar soal ini. Apa mungkin pertarungan melawan Blood Sun itu sengaja disembunyikan?" Shiki penasaran. Pengendara itu setuju, memang mungkin untuk disembunyikan agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
Pada akhirnya Shiki ingin tahu seberapa kuat Blood Sun ini sampai ksatria kerajaan yang turun untuk menghentikan mereka. Jika kelompok Bandit kecil, Guild Petualang bisa mengurusnya dan Shiki yakin jika mereka bisa mengurus Blood Sun jika ada yang memberi quest besar.
Sekarang Shiki tidak sendiri, dia bersama Reina, wanita dengan sihir luar biasa dan Yui, adik perempuan yang punya kemampuan bertarung tingkat tinggi.
Konfrontasi dengan Blood Sun tak terhindarkan jika Shiki mau mencari GATE. Meski cuma bertiga, Shiki tetap pede karena Blood Sun pada akhirnya cuma sekelompok bandit.
***
Sampai di Kota Gari, sebuah kota kecil di kaki Gunung Romus. Saat Shiki dan kedua heroine-nya tiba, mereka tidak diperbolehkan masuk oleh beberapa penjaga.
"Kalian menolak kami masuk, apa kalian tidak tahu siapa cewek ini?" Shiki menggunakan Reina tentunya, cara paling jelas dan paling ampuh; "Putri Reina Stardust! Anak perempuan Duke Robert Stardust yang 6 bulan lalu menghilang!"
"EH!" Para penjaga kaget; "Mustahil! Dia Putri Reina?!"
"Memang benar dia tidak pernah terlihat, dan sekarang dia bersama seorang petualang?!"
"Uh, itu benar. Aku dan Shiki-san sedang dalam quest. Jadi aku meminta kalian membiarkan kami bertiga masuk ke kota." Reina bilang itu dengan sopan.
Kesopanan Reina membuat penjaga langsung melunak. "Baik, tapi kami perlu kalian bertemu dengan kapten kami, "Ksatria Bintang" kursi kesebelas, Duma di kamp."
"Benar, kami perlu mengkonfirmasi apa beliau Putri Reina asli atau bukan..."
"Kami tidak tahu Kapten Duma pernah bertemu anda atau tidak, tapi di kamp sedang ada Putri Alicia, aku rasa kalian berdua saling mengenal, benar?"
"EH?" Shiki dan Reina kaget dengar itu, ternyata Alicia ada di kota ini juga; "...kenapa tidak bilang dari tadi?!"
...
Alicia ada di kota ini, sejak berpisah dengan Shiki dan Reina kemarin, dia pergi ke pangkalan militer kerajaan, kemudian berangkat ke Kota Gari untuk mencari GATE juga.
"Yah, aku tidak terkejut kalian disini karena kota ini memang paling dekat dengan Guildtown. Ditambah, akulah yang memberitahu kalian untuk mencari GATE." ucap Alicia.
__ADS_1
Mereka berada di dalam tenda besar di sebuah kamp yang menjadi markas ksatria kerajaan Asteria.
"Siapa lagi dia, aniki? Dari gelagatnya, cewek ini pasti bangsawan kerajaan lainnya!" Yui kesal, kesan pertamanya pada Alicia langsung dengan mudah menebak identitas Alicia.
"Siapa bocah bandel ini, Shiki?" Gadis rambut jingga itu nanya soal Yui dan menyebutnya bocah bandel, membuat Yui jengkel dan mengenalkan dirinya seperti dia mengenalkan diri pada Reina.
"INCEST!" Alicia kaget dan kesal; "Kau biadab! Tidak senonoh! Bisa-bisanya kau membuat saudari perempuanmu menjadi calon istrimu!"
"Diam! Bisakah kau tidak langsung menuduh?! Yui bukanlah adik kandungku!" Shiki jengkel, reaksi yang selalu dia dapatkan jika bersama Alicia.
Alicia menyimpangkan tangannya mengerti. Yui berasal dari klan Haruna, sebuah klan yang dikenal di kalangan bangsawan dengan nama yang jelek.
"Klan Haruna, huh. Pantas saja kesan pertamaku padamu bikin aku kesal, kau berasal dari klan barbar itu." ucap Alicia.
"Kau..." Yui kesal, dia mau mengeluarkan katana untuk menebas Alicia.
Gadis rambut jingga itu juga mengeluarkan sebuah tongkat sihir untuk melawan.
Shiki tahu ini bakal merepotkan jika Yui bertemu Alicia, mereka pasti bakal sulit akur karena keduanya beda latar belakang.
"Kenapa kau marah? Bukankah benar kalau klan Haruna adalah klan bar-bar? Kalian tidak ada bedanya dengan para bandit, itulah kenapa kerajaan ini memusuhi kalian." Alicia semakin mengompori Yui.
"Mulut cewek ini..." Yui benar-benar jengkel.
"Alicia." Shiki maju ke depan Yui; "Aku tahu kalau nama klan Haruna tidak bagus di depan mata bangsawan sepertimu..."
"...namun setidaknya, jangan bicara buruk soal kami di depan Yui. Apa kau mau mengompori Yui? Apa kau cuma mau menunjukkan arogansimu itu?" tanya Shiki serius; "Klan Haruna adalah penyelamatku, aku takkan segan melukaimu jika kau berkata soal kami lebih dari ini."
Shiki menatap serius, dia marah pada Alicia. Klan Haruna adalah keluarganya, penyelamatnya, dan melindungi harga diri mereka juga penting bagi Shiki.
Yui senyum senang dengar Shiki membela klan Haruna, dan tentu jelas karena Shiki adalah bagian dari klan ini.
Sementara reaksi Alicia diam, kedua pipinya sedikit tersipu dan meminta maaf. "Maafkan aku, aku minta maaf karena tidak bisa menahan diriku, Shiki."
"Aku juga minta maaf padamu...adiknya Shiki. Aku baru pertama kali bertemu dengan anggota klan Haruna, dan tentu kesanku adalah seperti itu karena itulah yang sering digemborkan di kerajaan soal kalian."
Alicia meminta maaf, menjelaskan itu semua. "Kalian bermusuhan dengan keluarga Blackmore, benar? Merekalah yang membenci kalian entah karena alasan apa..."
"Ya, mereka juga yang membunuh ibuku. Aku membenci mereka. Jika kau adalah Blackmore, aku pasti sudah..."
Alicia mengerti itu, dia mengangguk. "Aku tahu, namun aku rasa kau belum tahu soal ini..."
"Soal apa?" Yui berkedip.
"Keluarga Blackmore sudah tidak ada, mereka sudah tewas setahun lalu." Alicia cerita itu pada mereka.
Shiki dan Yui kaget dengar itu. "Apa?!"
"Ini adalah informasi top secret yang hanya diketahui oleh petinggi di Kerajaan. Setahun yang lalu, semua anggota keluarga Blackmore tewas dibunuh oleh Pangeran Kedua Kerajaan Asteria, "Artha Blackmore", dengan tangannya sendiri!" Alicia beritahu informasi super rahasia itu dengan wajah serius.
__ADS_1
...Bab 2.2 - "Pencarian GATE dimulai" - selesai...