ADVENTURER OF EDEN

ADVENTURER OF EDEN
3.10 "Shiki dan Anna"


__ADS_3

"Pesta! Pesta meriah!"


"Untuk kemenangan kita, kemenangan Guild Petualang!"


"Kira semua berhasil selamat dari serbuan para Monster!"


Para Petualang mengadakan pesta besar di aula kantor Guild Petualang. Mereka bersulang, memakan makanan sisa yang bisa mereka dapatkan.


Meski keadaan kota hancur, kemenangan masih boleh dirayakan. Para penduduk juga setuju merayakannya, karena tidak ada dari mereka yang tewas. Jumlah penduduk di Guildtown ada sekitar 400an orang dan jumlah Petualang adalah 200 orang.


Mereka semua berhasil selamat setelah melarikan diri ke luar kota, ke desa dekat kota. Namun Petualang kehilangan belasan rekan mereka dan puluhan petualang terluka.


Meski kerusakan paling berat adalah kehancuran 60% kota, namun mereka lega bisa meminimalisir terjadinya korban.


Kredit tentu disematkan pada 4 Pilar Petualang dan 3 Putri yang dibawa oleh Shiki. Theo juga sangat membantu dan begitu juga ketua Silva sebagai pemimpin mereka.


Namun sesuai informasi yang mereka dapatkan, serangan ke Guild Petualang bukanlah akhir dari teror NARAKU. Bukan tidak mungkin di masa depan nanti, NARAKU akan menyerang Guild Petualang kembali.


...


Shiki dan Alicia menceritakan informasi yang mereka dapat dari Mira pada Silva di ruangannya.


"Begitu. Informasi nama Jendral mereka adalah informasi penting. Meski memang bakal sulit mendapatkan informasi siapa ketua mereka sebenarnya." ucap Silva di mejanya.


"4 nama Jendral mereka adalah "Pangeran Pembantai" yang sudah jelas dia Artha Blackmore. Pangeran kedua Kerajaan Asteria yang membantai keluarganya sendiri setahun yang lalu."


"Odin yang Bijaksana; aku baru pertama kali mendengar nama itu. Meski dari namanya, aku rasa dia merupakan seorang mage yang kuat, atau bisa saja tidak..."


Alicia juga berpikir begitu soal Odin. "Aku juga berpikir begitu soal Odin ini, jika dia seorang mage yang kuat, itu berarti dialah yang mengutak-atik Apollon ini, dan..."


"... MEMBUATNYA TIDAK BISA DIGUNAKAN OLEHKU!" Alicia teriak jengkel sambil membanting Apollon ke lantai.


""Jangan dibanting juga!"" Shiki dan Silva membentak komikal.


"Sudah sejauh ini aku bertarung, tapi Apollon tidak bisa digunakan! Aku mau menangis, tapi aku tidak mau menangis." Alicia jadi merasa sedih dan kecewa, dia benar-benar tidak percaya Apollon tidak bisa digunakan olehnyaย 


"Jangan khawatir, Putri Alicia. Kami akan siap membantu tentunya. Setelah ini aku akan mengumpulkan Vira dan para mage, lalu berdiskusi lah soal ini dengan mereka." Silva beritahu itu pada Alicia.


"Terima kasih ketua Silva, itu akan sangat membantu." jawab Alicia, meski kekecewaan pada wajahnya masih ada.


"Kemudian Silver Wolf, bagiku, nama ini paling mengejutkan. Mereka adalah nama kelompok bandit yang menguasai Norden State, negara terbesar di benua utara." Silva beritahu Shiki dan Alicia.


"Benarkah?!" Shiki kaget.


"Tunggu, kau mau bilang salah satu Jendral NARAKU ini adalah kelompok bandit?!" Alicia kaget dengar itu.


"Kemungkinan begitu, namun bisa saja ketua mereka lah yang merupakan Jendral NARAKU." Silva berkata.


"Siapa nama ketua mereka?" tanya Shiki penasaran.


Silva menggeleng. "Entahlah. Nama ketua mereka tidak tersebar di publik, namun fakta bahwa Silver Wolf adalah penguasa Norden State adalah benar." jawab Silva.


"Tapi kau tahu sebanyak itu ketua...apa mungkin kau berasal dari benua utara?" tanya Alicia.


"Ya." Silva mengangguk; "Dan sejak dulu Norden State bukanlah negeri yang damai, itulah kenapa aku pergi ke Asteria."


"Dan Silver Wolf sudah menguasai Norden State setidaknya sejak 10 tahun yang lalu." Silva beritahu lagi.


"Begitu ya, bandit lagi." Shiki mengerti, dia tidak mau berurusan lagi dengan mereka, namun jika Silver Wolf adalah kelompok bandit dan juga berafiliasi dengan NARAKU, maka konfrontasi akan datang cepat atau lambat.


"Norden State yang sekarang adalah negara tanpa hukum, dan para bandit menguasainya. Ada kemungkinan yang cukup besar jika NARAKU markasnya ada disana." tambah Silva beritahu.


"Tapi kita perlu menginvestigasi itu, masih banyak hal yang perlu kita cari tahu soal NARAKU." Alicia mengatakan itu, tentu masih banyak yang harus dilakukan, NARAKU adalah kelompok ******* yang sangat berbahaya.


"Nama terakhir adalah Dr. Goblin..." Silva membicarakan soal pria berwujud Monster yang dilawan para Petualang saat serangan kemarin.


"Dia mengenalku dan kau, Shiki, namun aku sendiri tidak mengenalnya."


"Ada jendral lain yang datang selain Kira dan Mira?" Shiki baru tahu. Alicia berkedip, dia tahu Vira bilang soal seseorang yang dilawan oleh ketua Silva.


"Ya, dia tidak ke garis depan, itulah kenapa kalian tidak melihatnya. Aku rasa dia melarikan diri setelah Kira dan Mira itu dikalahkan meski tujuannya adalah mengincar Anna, ditambah dia diledakkan oleh serangan Vira tadi, namun aku yakin dia masih hidup."


BRAK! Shiki menggebrak meja kaget dengar itu; "Anna diincar?!"


"Sekarang Anna baik-baik saja, kau tidak perlu panik. Namun aku akan menyuruh dia menunda resign nya itu, dan-"


Shiki kaget; "Anna mau resign?!"


Silva kaget; "Kau tidak tahu?!"


...


"Aku keceplosan." Silva menghela nafas, Shiki pergi dari sana mencari Anna.


Alicia memejamkan matanya saja, dia tahu perasaan Shiki pada Anna dan cinta adalah sesuatu yang tidak bisa dipaksakan. Alicia yakin Shiki mengetahuinya lebih baik dari siapapun, sebab cintanya pada Anna itu adalah cinta buta.


***


Shiki berlari mencari Anna di kota yang sibuk dengan semua orang masih gotong royong untuk membangun kembali kota. Tadi Shiki bertemu Gina di meja resepsionis, dan dia bilang Anna masih di kosan mereka;


"Sekarang siapa yang melindungi Anna?!" tanya Shiki panik.


"Aku tidak tahu! Dia pergi sendiri tadi! Dan jangan seenaknya marah padaku, bodoh...!" Gina jengkel dan Shiki juga menunjukkan wajah yang jengkel sebelum dia pergi dari sana;


"Oi, Aniki! Kemari!" Teriak Yui memanggilnya, namun Shiki tidak dengar dan keluar dari Guild.


"Senpai begitu terburu-buru, aku yakin dia sangat sibuk hari ini." ucap Theo disana.

__ADS_1


"Terburu-buru untuk menemui resepsionisnya, mungkin iya!" Yui jengkel, dan Warren tertawa disana; "Itu sudah jelas sih!"


Yui merengut sebal, dia tidak mengerti kenapa Shiki masih menyukai wanita bersuami seperti Anna. Yui jadi merasa down soal ini, karena dia tahu, jika Shiki akan serius pada sesuatu/seseorang yang dia sukai.


...


Dengan terengah-engah, Shiki sampai di tempat Anna; kontrakannya rusak berat akibat serangan ular piton raksasa yang muncul di tengah kota.


"Hah..." Anna menghela nafas; "Padahal tinggal seminggu sebelum aku- huh? Shiki-kun?"


Anna menyadari Shiki datang dari samping kirinya. Shiki mengatur nafasnya, membuat dirinya tenang sebelum dia bertanya pada Anna soal ini; "Anna... Apa kau serius mau resign sebagai resepsionis?"


Anna terkejut Shiki tahu, dan dia senyum. "Begitu, jadi kamu sudah mengetahuinya."


"Ya, namun resign sekarang bukan waktu yang tepat. Kau diincar oleh NARAKU! Jika kau pergi dari kota ini, aku takut...tidak ada yang bisa melindungimu!" Shiki teriak itu pada Anna.


"Ya, aku sudah tahu, banyak orang yang bilang aku diincar oleh NARAKU saat pertempuran. Aku juga berpikir begitu, ketua sudah memintaku untuk memikirkan resign ini." balas Anna dengan sedikit senyum.


"Namun Shiki-kun... Aku akan tetap tinggal di kota ini-"


Shiki senang mendengar itu. "kau serius?!"


"Yup, tapi aku akan membawa suami dan anakku kemari." Anna senyum, dan reaksi Shiki langsung berubah 180ยฐ jadi kesal dengan mengerutkan dahinya;


"Itu adalah pilihan lain. Apalagi aku sedang hamil sekarang, dan dengan suamiku berada di sisiku, aku yakin aku bisa melupakan perasaanku padamu, Shiki-kun." Anna bilang itu, niatannya pada Shiki.


Shiki hanya bisa melongok, terkejut mendengar Anna sedang hamil dan niatannya membawa suaminya ke kota ini agar bisa melupakan perasannya pada Shiki.


๐Ÿ’ ๐Ÿ’ ๐Ÿ’ 


Dua tahun yang lalu, itu berarti sudah satu tahun sejak aku menjadi seorang Petualang. Tidak ada yang spesial saat aku menjadi Petualang selama setahun itu, namun menyenangkan karena semua Petualang di Guild adalah orang-orang baik.


Ketika aku berpikir kehidupan sebagai Petualang menjadi membosankan, seorang wanita datang ke kehidupanku.


"Aku Anna, mulai hari ini aku adalah resepsionis "5", jadi mohon bantuannya."


Wanita dewasa itu mengenalkan dirinya dengan sopan di depan para Petualang. Aku ingat wanita itu, pengenalan dirinya bukanlah pertama kali aku melihat dia.


Aku pikir aku pernah bertemu Anna sebelumnya, namun setelah aku bertanya, dia bilang ini pertama kalinya kita bertemu.


Mungkin cuma mimpi? Kita mungkin pernah bertemu di mimpi! Ucapku saat itu dan Anna terkekeh dengan lembut.


Itulah kali pertama aku tersipu, hatiku berdenyut kencang, mungkin ini adalah cinta masa muda. Namun aku tidak bisa memungkirinya, Anna adalah...


Wanita yang pertama kali membuatku jatuh cinta...


๐Ÿ’ ๐Ÿ’ ๐Ÿ’ 


Anna mengatakan pada Shiki, dia memutuskan untuk membawa suami dan anaknya ke kota para Petualang demi menjauh dari teror NARAKU. Kemudian agar bisa melupakan perasannya pada Shiki karena dia sedang hamil anak kedua sekarang.


"Begitu. Aku rasa itu memang keputusan terbaik yang bisa diambil." ucap Shiki, senyum simpul.


"Saat kau pergi ke Star Island bersama Putri Reina, aku kembali ke rumah suamiku. Kami mengetahui bahwa aku hamil, dan keputusanku untuk resign pun sudah bulat saat itu." Anna menjelaskan lagi; "Aku merasa sudah waktunya bagiku memulai ulang lagi... Dengan melupakan perasaan ini dan lebih mencintai keluarga kecilku."


"Begitu ya, memang sejak awal perasaan kita sangat bodoh." balas Shiki dan dia pun minta maaf; "Aku minta maaf padamu, Anna, selama dua tahun ini, aku menjadi laki-laki yang merepotkanmu, membuatmu merasakan perasaan yang mengkhianati suami yang kau cintai."


"Aku mencoba untuk merebutmu dari suamimu, namun aku sadar kau tidak pernah-"


Anna mengelus kepala Shiki, kemudian memeluknya. "Jangan berkata seperti itu. Aku menikmati semua kenangan kita berdua selama dua tahun ini. Jadi...kau juga, Shiki-kun..."


"...jangan lupakan kenangan kita bersama, ok?"


Shiki tersipu dan senyum mengerti. "Tentu saja!"


Setelah Shiki pergi dan Anna duduk menghela nafas tidak percaya. Dia tidak berbohong, dia jujur kepada Shiki dan tentunya itu memang rencana Anna untuk tinggal di kota meski bukan sebagai resepsionis lagi.


Namun Anna tahu seperti apa Shiki; meski dia gundah, ada perasaan lega saat melihat reaksi Shiki sebelumnya.


"Aku benar-benar mengatakannya, Shiki-kun memang pria dewasa yang pengertian; dia akan mudah bisa move on dariku, sebab dia sendiri sedang dekat dengan tiga wanita itu."


***


Yui berpesta dengan para Petualang, dan Alicia berdiskusi dengan Vira dan para mage soal Apollon. Saat keduanya masih sibuk di Guild sore menjelang malam, Shiki kembali ke apartemennya dengan wajah putus asa;


Tapi... "Shiki-san!" Reina senang saat Shiki tiba.


"Reina..." Shiki berkedip lihat wanita rambut hitam itu.


Kemudian mereka berdua masuk ke dalam apartemen; Reina aslinya mau masuk, tapi dia tidak tahu kunci apartemen dibawa oleh Shiki. Jadi dia menunggu Shiki sejak 30 menit lalu setelah kembali dari membantu orang-orang di kota.


Shiki menyediakan cemilan dan es sirup untuk Reina, dan nanya; "Jadi...apa yang kau lakukan di kota?"


"Aku membantu banyak warga tadi, dan aku lumayan berkeringat! Beruntung Shiki-san memberikanku es sirup, ini akan melegakan." ucap Reina sebelum dia meminum sirupnya.


Shiki cuma senyum. Wajah dia masih down setelah Anna mengatakan itu sebelumnya. Dia tidak ingin Reina menyadari itu, namun wanita rambut hitam ini memiliki kepekaan yang kuat;


"Shiki-san... Uh, apa terjadi sesuatu? Raut wajahmu menjadi tidak biasa." tanya Reina, dia sadar itu.


"Benarkah? Mungkin aku cuma lelah."


"Aku tidak pernah melihatmu lelah."


Shiki heran mendengar itu.


Shiki melihat Reina, wanita itu khawatir padanya. Shiki mewajarkan itu karena dia adalah kliennya dan Shiki adalah petualangnya, jika hal seperti ini mengganggu Quest mereka, maka akan lebih merepotkan nantinya.


"Aku mau cerita padamu sesuatu...tapi jangan tertawakan aku, ok?"

__ADS_1


"Huh? Memangnya itu cerita lucu?"


Shiki terkekeh. "Mungkin!"


...


Reina terkejut mendengar cerita Shiki soal hubungannya dengan Anna yang menginginkan mereka mengakhiri perasaan masing-masing. Anna akan membawa suami dan anaknya ke kota ini demi menghindari teror NARAKU;


"Aku menduganya. Salah satu dari kalian akan mencoba mengakhiri perasaan kalian dan memang Anna lah yang harus melakukannya karena dia punya suami dan anak." ucap Reina.


"Aku rasa satu-satunya hal yang bisa Shiki-san lakukan adalah "menerima ini" dan "move on", itu jauh lebih baik dibandingkan merenung terus tanpa disadari."


"Itu memang cara paling mudah, namun...aku tidak bisa! Aku pernah bilang, kan? Anna adalah cinta pertamaku, dan aku-"


"Ahahaha..." Reina tertawa, dan Shiki melihatnya serius karena wanita itu tertawa; "Kenapa tertawa?"


"Tidak, aku belum pernah jatuh cinta sebelumnya. Namun aku menyukai mendengar curhatan soal cinta. Jadi aku ingin bilang padamu...aku yakin Shiki-san bisa move on dengan mudah, karena..." Reina senyum dan beritahu alasannya;


"Kau memiliki "kami bertiga" yang berada di sisimu dalam quest terakhirmu, Shiki-san!"


Shiki terdiam, merenungkan apa yang Reina ucapkan, dan itu memang ada benarnya. Dekat dengan ketiga tuan putri, Shiki tidak pernah merasa seberuntung ini sebelumnya;


"Ah, kau benar." Shiki senyum; "Kalian adalah "haremku" soalnya."


Reina terkekeh. "Aku yakin jika Yui-san dan Alicia-san yang dengar, mereka tidak senang disebut "harem"..." Shiki terkekeh, setuju dengan apa yang Reina duga soal Alicia dan Yui.


"Bicara soal mereka, ayo kita masak makan malam." Shiki mengajak Reina memasak bersama.


"Ok!" Reina senang.


...


Benar-benar favorit Shiki, begitu dia melihat Reina menguncir rambut hitamnya dan memakai apron. Shiki langsung tersipu, apalagi dia memakai pakaian khasnya, yang menampilkan paha dan belahan dadanya.


"Reina..." Shiki memanggil wanita rambut hitam yang sedang masak.


"Kau mengatakan kita pernah bertemu dua tahun lalu, bukan? Aku tidak ingat soal itu."


"Ah, benar, itu cuma kebohongan." Reina terkekeh bilang itu.


Shiki kaget dengar itu. "Itu cuma bagian dari aktingmu?!"


"Uh, maaf..." Reina jadi merasa bersalah. "Semua yang aku bilang saat itu memang kebanyakan akting, termasuk bagian imbalan aku menikahimu."


"Itu bukan hal baru, kau pernah bilang itu sebelumnya." Shiki menaikkan kedua pundaknya.


"Shiki-san... Kemarin, aku bilang padamu kalau Shiki-san harus bertanggung jawab...kan?"


"Tanggung jawab...?" Shiki memiringkan kepalanya bingung.


"Uh, Shiki-san pasti tidak mendengarnya. Aku meminta tanggung jawab-mu, Shiki-san!" Reina mematikan kompornya dan bilang pada Shiki yang sedang memotong sayuran.


Shiki tersipu, kaget tentunya. Cewek ini tiba-tiba saja meminta tanggung jawab seakan-akan mereka berdua pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya.


Tapi dengan tubuh yang menggoda seperti yang Reina miliki, tidak mungkin tidak ada pria yang menginginkannya dengan Reina.


"Aku mengerti, jadi tanggung jawab apa yang kau mau." Shiki bilang itu.


"Bagus, aku cuma mau tanggung jawab darimu. Untuk menyelesaikan quest ini sampai selesai." Reina bilang itu sambil terkekeh, dan dia memegang kedua tangan Shiki.


Shiki senyum dengar itu, tensinya naik tadi dan Reina bilang hal yang sudah jelas begitu.


"Kenapa kau meragukan-ku soal komitmen pada quest-mu? Aku akan menyelesaikannya dengan baik." ucap Shiki, sebenarnya dia tidak suka komitmennya diragukan, namun ucapan Reina adalah sebuah bukti kalau komitmen wanita ini untuk mencari ayahnya sangat serius.


Shiki tidak tahu apakah ini akting atau bukan, tapi dia tidak mau meragukan Reina. Dia ingin mempercayai wanita ini, seorang wanita yang mungkin adalah jodohnya di masa depan nanti.


"Itu benar, Shiki-san adalah pria yang seperti itu." Reina memalingkan wajahnya, tersipu dan hatinya sangat hangat sekarang.


Mereka berdua masih berpegangan tangan, Shiki melihat Reina, wajah mereka berhadapan satu sama lain. Jantung Shiki juga berdegup kencang, perasaan ini adalah sesuatu yang Shiki rasakan sebelumnya pada Anna.


"Shiki-san, satu lagi...ada yang ingin aku katakan padamu."


"Soal apa?" Shiki penasaran, wanita ini memecah momen tadi dengan sebuah pertanyaan.


"Hei, cepat! Kau kelamaan, Alicia!"


"Aku tahu! Jangan buru-buru! Shiki juga takkan kemana-mana!"


"Ups, nampaknya mereka berdua datang." Reina melepaskan genggaman tangannya. "Jika mereka tahu kita sedang dalam suasana romantis, mereka bakal marah-marah deh."


"Benar." Shiki setuju. Tadi memang bisa dibilang suasana romantis, namun hubungan mereka berdua cuma sebatas petualang dan klien saja. Hubungan formal seperti dia dan Anna.


Alicia dan Yui membuka pintu, dan Yui teriak "Aniki! Apa kau baik-baik saja?!"


"Ini bukannya aku khawatir padamu, namun aku sudah menduga kau sedang masak enak!"


"Selamat datang, Alicia-san! Yui-san!" Reina senyum pada mereka.


"Duduklah, ayo kita adakan makan-makan kecil-kecilan." ucap Shiki senyum.


"GAH!" Mereka berdua kaget saat melihat Shiki dan Reina masak bersama. Namun mereka bertiga tetap makan bersama, suasana ramai bersama tiga heroine-nya. Shiki yang membawakan makanan melihat mereka bertiga mengobrol dengan baik.


(Aku rasa Anna benar, dan Reina mengatakannya dengan jelas. Aku bisa move on darinya dengan mudah, berkat mereka bertiga...) pikir Shiki senyum.


...Bab 3.10 "Shiki dan Anna" - selesai...


...Arc 03: Guildtown - selesai...

__ADS_1


__ADS_2