ADVENTURER OF EDEN

ADVENTURER OF EDEN
3.6 "Mode Majin"


__ADS_3

Disaat yang sama, Alicia telah mengalahkan Lava Golem dan membuat monster keras dengan lava itu menjadi abu, hancur berkeping-keping.


"Fyuh..." Alicia menghela nafas, dia lega dan cukup percaya diri juga dengan kekuatannya tadi.


Gadis rambut jingga itu melihat pertarungan Shiki dan Yui melawan Minotaurus, lawan mereka ada di level berbeda dibanding dua Monster yang dikalahkan oleh Dion dan dia sendiri.


(Apa aku harus membantu mereka? Ah, tidak. Mereka berdua bertarung bersama, harga diri mereka sebagai petarung klan Haruna begitu tinggi jadi tak mungkin mereka mau menerima bantuan disaat mereka kewalahan.) pikir Alicia tahu seperti apa Shiki dan Yui.


Di pertarungan itu, Shiki dan Yui melompat mengelak serangan Minotaurus yang mengayunkan kapaknya.


"Serangan dia semakin barbar, sekali kena ayunan itu kita akan terlempar jauh seperti bola kasti yang dipukul." ucap Shiki bersamaan dia turun dengan Yui.


"Benar! Apalagi kalau kenanya tanpa menahan ayunan itu, maka habislah sudah...!" balas Yui.


Minotaurus bersiap lagi, dia melompat dan kali ini mengincar Shiki. Mino menghancurkan tanah begitu kapaknya dihantam kencang, dan Shiki menghindari itu dan ada di atasnya.


Dia menembak "Angin Pemotong" mengincar leher belakang Mino, namun ditangkis oleh tangan sampai berdarah.


"Cih!' Shiki kesal, dia melepaskan lagi yang lebih besar "Angin Pemotong Besar" dan dengan sekuat tenaga, Minotaurus itu menghancurkan serangan Shiki dengan ayunan kapaknya.


"Ggh!" Shiki kesal, semua serangan yang bisa dia keluarkan sudah dihentikan.


"Hei, aniki! Jika terlalu lama, kita yang akan rugi. Bukan tidak mungkin dua orang itu akan mengeluarkan Monster lagi setelah ini, kan?" tanya Yui ke Shiki memprediksi itu.


"Mungkin. Mereka memanfaatkan jeda ini untuk mengisi kekuatan dan melepaskan serangan Monster besar-besaran lagi sementara kita bertarung tanpa mengganggu mereka." jawab Shiki, dia setuju, apalagi si Mira itu memiliki Apollon, senjata mulia milik Romanova.


"Ditambah, kekuatan Monster ini adalah fisiknya, pertarungan lama melawannya memang tidak dapat dihindarkan." ucap Shiki lagi.


"Yup, itulah kenapa aku akan menggunakan ini untuk menembus pertahanannya." Yui bilang dengan serius, dia akan menggunakan kartu asnya; "Mode Majin."


"Huh?" Shiki kaget.


Kemudian Yui memancarkan energi magis tidak biasa, dan Minotaurus itu melihat ke Yui dan mengincarnya; "WOH!"


"Aku pernah mendengar soal "mode Majin" klan Haruna. Aku tidak menyangka Yui bisa menguasainya..." Shiki senyum, kemampuan Yui melampaui ekspektasinya.


"Hehe, ayah mengajarkanku dengan baik. Meski awalnya dia marah, namun demi bisa berada di sisimu, aku akan terus menjadi kuat, aniki!" Yui beritahu itu dan senyum, Shiki tersipu kecil mendengar itu, dedikasi Yui padanya luar biasa.


Sekarang rambut Yui menjadi coklat terang dan memanjang ke bawah melepas kuncirnya. Kulitnya menjadi coklat juga, seperti seorang gal. Tatapan Yui menjadi lebih dingin, dan membuat Shiki merinding.


"WOH!" Minotaurus itu berlari ke arah Yui, kapak sudah diangkat ke atas, namun gadis itu melesat dengan menebas tangan kiri Minotaurus; CRATZ!


"!!?" Shiki kaget lihat itu harusnya sangat sulit menebas tebalnya kulit Minotaurus.


"Aku menebak kau pasti berpikir "kenapa tidak digunakan sejak tadi saja?" Dan jawabannya adalah, mode Majin ini sangat berbahaya." Majin Yui beritahu itu sambil senyum pada abangnya.

__ADS_1


"Mode ini sangat berbahaya, aniki..." Yui memberitahu abangnya.


Berbahaya, itu sudah jelas. Shiki melihat perbedaan mencolok Majin Yui dibanding Yui yang biasa. Selain penampilan, pada energi magis milik Yui mirip dengan energi magis kutukan dari para Monster, namun memiliki perbedaan jelas, mirip bukan berarti sama.


Shiki cuma pernah mendengar sedikit soal mode Majin, dan ini pertama kalinya dia melihat anggota klan Haruna menggunakannya.


"Aku bisa menggunakannya, namun aku tidak bisa mengendalikannya dan menguasainya. Mode Majin seperti itu, jika digunakan terlalu lama... Aku benar-benar akan menjadi iblis." Yui beritahu, Shiki diam mendengar itu, dan itu konsekuensi yang besar.


Yui bersiap lagi, sekarang Minotaurus yang luka parah di tangannya melihat Yui dengan serius.


"Itu Alicia..." Majin Yui melihat Alicia datang, dan gadis rambut pirang itu kaget melihat penampilan Yui sekarang; "Huh? Itu Yui? Kenapa dia..."


"Aniki, serahkan Monster banteng ini kepadaku. Kau dan Alicia pergi ke tempat dua dalang dari serangan para Monster ini!" Majin Yui mengambil kuda-kuda dan siap bertarung.


"Aku mengerti." Shiki mengangguk, dengan kekuatan Majin Yui, dia bisa mengalahkan Minotaurus ini dengan mudah.


Bahkan Shiki yakin, mode Majin ini membuat Yui menjadi lebih kuat darinya.


"Ayo, Alicia!" Shiki membawa gadis rambut pirang itu, berlari ke samping Minotaurus yang juga langsung mengincar mereka.


"Tu...tunggu! Jangan tarik aku!" protes Alicia, dan kaget melihat Minotaurus mengejar mereka; "Dan Monster itu mengejar kita-!"


"Lawanmu adalah aku, Monster!" Yui menyerang dari samping Minotaurus. Monster banteng itu terluka di pundaknya, dan Majin Yui berusaha mengincar leher.


Yui menggunakan tebasan andalannya, dan tiga langkah cepat kilat bahkan membuat Minotaurus tidak bisa mengantisipasi serangan ketika Yui memberikan serangan pamungkasnya untuk mengalahkan sang Monster banteng;


"Lightless, Three-Steps Thrust!"


Tiga serangan beruntun mengenai leher Minotaurus dengan telak sampai bolong menembus lehernya; "GWORGH!"


"ED...EN..." Minotaurus langsung jatuh, menjadi abu beberapa detik kemudian, dan Majin Yui berhasil mengalahkannya dengan mudah, berkedip dengar ucapan Minotaurus; "Eden...?"


Majin Yui melepaskan modenya, dan kembali menjadi Yui, dan terkapar kelelahan disana.


"Aku capek banget, benar-benar menguras tenagaku. Aku mau membantu aniki dan takkan membiarkan Alicia berduaan saja dengannya, tapi aku rasa memang lebih baik serahkan ini pada mereka..." ucapnya sebelum Yui tertidur kelelahan setelah itu.


***


Tiga Monster dikalahkan dan begitu juga semua ular piton raksasa. Hanya tinggal dua ancaman tersisa, yaitu Kira dan Mira, salah satu dari "Jendral Jahat" NARAKU.


Ketua Silva di kota fokus pada evakuasi dan pengobatan semua Petualang, dia juga meminta Vira dan Theo untuk mencari para petarung garis depan dan membawa mereka kembali untuk diobati.


"Semua berjalan dengan baik setelah 30 menit lebih pertarungan berjalan. Meski kerusakan dan korban cukup besar pada akhirnya."


Silva ingat kemunculan tujuh ular piton raksasa itu membuat setengah bagian dari kota hancur dan membuat Guild memiliki banyak korban.

__ADS_1


Namun masalahnya sekarang adalah dua dalang utama dari penyerbuan ini, Kira dan Mira, mereka masih hidup; "Selama mereka masih ada, para Monster akan bermunculan menyerang lagi. Dan karena itu, ancaman mereka takkan berakhir sampai mereka benar-benar dikalahkan!"


***


Dan saat Shiki dan Alicia sampai di tempat Kira dan Mira, kedua kakak beradik kembar itu sudah menunggu mereka.


"Jika kalian disini maka "3 Monster kuat" itu kalah. Bahkan Minotaurus sekalipun yang Master sebut sebagai "tangguh" juga mati oleh kalian!"


Shiki diam dengar itu, namun senang Yui berhasil menang. Alicia berwajah serius melihat mantan dua ajudannya itu.


"Hei, kau cewek..." Shiki maju dan bicara. "Sangat mengesankan kau memiliki sihir pemanggilan Monster dari Abyss. Aku penasaran apa katalis yang membuatmu dapat memanggil mereka? Aku yakin seseorang yang kalian sebut sebagai "Master" itu telah melakukan banyak hal hingga kalian sampai ditahap bukan sebagai manusia lagi."


Alicia melihat Shiki yang bicara begitu pada Kira dan Mira. Shiki ingin mengorek informasi dari mereka, meski tidak yakin bisa mendapatkan informasi soal seseorang yang disebut "Master"


"Itu benar, eksperimen selama 5 tahun bukanlah waktu yang cepat. Selama itu demi Master, aku akan melakukan apapun, bahkan mati sekalipun."


Kira kesal, dia memang tidak suka kesetiaan Mira kepada Master itu. "Cih...!"


"Shiki, kau mundurlah." Alicia beritahu, dia berjalan dan melihat ke Mira dan Kira, kedua ajudan pengkhianatnya itu.


"Aku tidak akan pernah memaafkan kalian. Namun kalian harus menyerah sekarang, mengembalikan Apollon padaku dan aku akan membantu kalian membuat kehidupan kalian lebih baik!"


Shiki melihat Alicia serius; (dia...) tidak menyangka mendengar kata-kata naif itu.


"Itu omong kosong, tawaran bodoh dan sangat naif, seperti dirimu memang." balas Mira.


"Benar." Kira setuju. "Tujuan kami adalah membunuhmu, nona putri, kemudian membunuh Shiki si Petualang Terkuat dan satu orang lainnya. Bahkan kami berdua saja sudah cukup untuk meratakan kota para Petualang!"


"Kau benar-benar meremehkan kami, ya. Pantas saja NARAKU tidak mengeluarkan kekuatan tempur terkuatnya melawan kami." Shiki senyum simpul, fakta bahwa semua Monster yang dipanggil mereka sudah kalah adalah hal yang tidak bisa dianggap remeh.


"Para Monster kalah bukan karena seorang Petualang..." Kira berkata itu, dengan perlahan dia menjadi seekor manusia serigala dengan bulu merah dihadapan Shiki cs, lalu menjadi lebih besar.


"Huh?" Mira melihat dengan terkejut, begitu pula Shiki dan Alicia yang tidak percaya.


Alicia tidak percaya; "Dia menjadi Monster...!"


"Bahkan jika cuma kau saja, kau tidak bisa melindungi Guild Petualang dari para Monster Abyss! Benar, kan? SHIKI!" Kira menjadi Monster berwujud serigala sekarang, yang terlihat buas dan kejam.


"Monster serigala, Werewolf! Itu adalah kekuatanku!" Kira mengumumkan kekuatannya; "Aku akan mencabik-cabik satu persatu bagian tubuh kalian berdua dan setiap orang di Guild Petualang!"


Shiki senyum mendengar itu, semakin berapi-api. Semakin bersemangat karena lawannya menunjukkan kekuatan terkuatnya.


"Boleh juga! Namun langkahi dulu mayatku!" Shiki mengeluarkan kedua pisau hitamnya, siap bertarung lagi.


...Bab 3.6 "Mode Majin" - selesai...

__ADS_1


__ADS_2