
Setelah perpisahan yang mengharukan, Allenz kembali ke barak. Dia ditemani oleh Woulle dan Finn. Allenz tau bahwa mungkin saja dia tidak akan kembali dalam waktu dekat, atau bisa saja dia tewas di medan perang.
Setelah sekembalinya di barak, ternyata raja dan keluarga kerajaan juga mendatangi barak, bahkan ada beberapa ksatria khusus kerajaan, yang biasanya ditugaskan untuk menjaga keluarga kerajaan. Disana juga ada para ksatria wanita, perasaan Allenz, Finn, dan Woulle tidak enak dengan situasi ini.
Kemudian semua prajurit berkumpul dan berbaris, menurut peleton mereka. Ada yang bertanya kenapa mereka dikumpulkan, ada yang saling berbisik pada yang lain.
Hingga raja membuka suara. "Terimakasih atas kehadiran kalian disini, dan juga terimakasih atas orang-orang yang telah menjadi pembimbing dari para kandidat prajurit kita dimasa depan. Kini, aku akan menyampaikan sesuatu hal sangat penting, dan mungkin juga akan menjadi masalah besar bagi kehidupan kerajaan ini kedepannya."
Semuanya kebingungan, namun ada beberapa yang sudah mengetahui apa yang akan disampaikan oleh raja.
"Kita akan menyatakan perang pada Spadeforia." Ucap raja singkat, tentu membuat para tentara terkejut bukan main, bahkan anggota kerajaan dan Finn hanya bisa melirik sekitar, seolah mereka tidak ingin memberitahukan hal ini pada orang lain.
Para prajurit disana terkejut semuanya menaikkan alis mereka, dan mata mereka terbelalak mendengar ucapan raja.
Woulle kemudian maju dan mencoba menenangkan mereka, dia sebisa mungkin membuat mereka agar tidak takut dan gentar menghadapi perang nanti. Bahkan komandan militer bagian wanita juga ikut membantu Woulle untuk menenangkan para prajurit.
Hingga Woulle menyebutkan hal yang mengejutkan orang-orang. "Tenang semuanya, kita memiliki anak Arthur Ironion Hearterra disini."
Allenz yang mendengar itu juga sama terkejutnya, dia tidak menyangka namanya akan disebut.
"Anak mantan komandan kerajaan?"
"Ini bohong, 'kan?"
Hingga Woulle sendiri meminta Allenz untuk maju dan berdiri disampingnya. Dengan Finn juga ikut maju dan berdiri bersama Woulle, Allenz, dan raja.
Mereka menyakinkan para prajurit, raja juga akan mengerahkan seluruh tentara kerajaan jika perang besar ini akan berkepanjangan.
Para prajurit juga bertanya pada raja, kenapa Allenz ikut meski dia adalah keponakan raja sendiri, namun, apa tidak masalah jika membawanya ke perang?
"Yang mulia, apa tidak masalah jika membawanya ke medan perang?" Tanya salah satu prajurit.
Raja menjelaskan jika Allenz sudah siap, dan juga tidak akan di taruh di garda depan, karena raja tau tidak mungkin dia menaruh Allenz di sana.
Setelah itu, raja mengadakan pelatihan dan pertemuan dengan para komandan kerajaan untuk menyusun strategi perang nanti. Allenz juga ikut dalam persiapan ini, dia bersama dengan Finn dan Woulle memberi saran untuk strategi nanti, dimana saat para prajurit pria akan berperang maka para prajurit wanita dan beberapa pasukan khusus kerajaan akan melindungi wilayah kerajaan Hearterra jika saja adanya serangan di wilayah kerajaan mereka.
Raja kemudian menanyakan sihir apa yang bisa digunakan oleh Allenz. "Allenz, sihir apa saja yang bisa kau gunakan?"
Allenz yang mendengar pertanyaan raja, dia menjawab. "Angin, Yang Mulia. Untuk yang lainnya masih sihir dasar, saya hanya berfokus pada sihir angin lebih dulu."
"Begitu, sudah sampai tingkat berapa sihirmu itu?" Tanya raja sekali lagi."
"Dua belas." Jawab Allenz dengan cepat.
Raja, Woulle, dan Finn terkejut, anak sekecil ini sudah mencapai tingkat dua belas? Berapa lama dia belajar sihir?
"K-kau, serius?!" Tanya Finn tidak percaya.
"Aku serius, mana mungkin aku berbohong, kalian bisa coba menggunakan alat pengukur sihir." Saran Allenz.
Mengikuti saran Allenz, Woulle mengambil alat pengukur sihir, yang menyerupai bentuk kotak seperti koper. Kemudian menaruh pada meja disana, dan meminta Allenz menaruh tangannya di atas benda itu. Dengan cepat, alat itu mengukur semua jenis sihir milik Allenz.
- Sihir angin : 12
- Sihir api : 1
- Sihir air : 3
- Sihir tanah : 0
- Sihir tanaman : 2
__ADS_1
- Sihir petir : 4
- Sihir es : 1
- Sihir cahaya : 2
- Sihir kegelapan : 2
- Sihir penyembuh : 5
- Sihir tambahan : 3
Dari sini sudah terlihat bahwa Allenz ahli dalam bidang sihir angin, terlihat tingkatnya sudah mencapai tingkat 12, sedikit lagi mencapai tingkat akhir.
"A-apaan itu?! meski sihir yang lain cukup rendah, tapi sihir anginnya sudah mendekati tingkat tinggi." Ucap Woulle yang terkejut.
Finn terkesan dengan tingkat sihir Allenz, apalagi tingkat anak itu sudah 12, mendekati tingkat 15 yang merupakan tingkat akhir dari sihir.
"Nak Allenz, berapa lama kau berlatih sihir angin ini?! Butuh bertahun-tahun untuk mencapai tingkat itu?!" Ucap raja.
"Tiga atau empat tahun, itu pun aku berlatih hampir seharian. Bahkan harus secara diam-diam. Dan mungkin saja jika aku berlatih lagi selama dua sampai tiga tahun lagi mungkin bisa mencapai tingkat akhir, jika aku punya waktu." Jelas Allenz.
Raja tidak menyangka, anak Arthur akan memiliki kemampuan sehebat ini, meski hanya satu sihir saja yang memiliki tingkat tinggi, namun memiliki kemampuan yang tidak boleh diremehkan.
"Melihat status ini, kurasa Allenz bisa menjadi aset bagus dalam perang, apalagi dalam garda depan, tapi tidak mungkin aku menaruhnya disana, pengalamannya belum cukup. Namun, ini menjadi keuntungan bagi kita saat berperang nanti." Ucap Woulle.
"Aku setuju." Ucap Finn yang menyetujui ucapan Woulle.
Raja kemudian memanggil Allenz. "Allenz, setelah aku melihat ini, aku tidak bisa berkata-kata, kau menjadi aset berharga Hearterra, dengan kekuatanmu itu, mungkin Hearterra bisa mencapai kemenangan pada perang nanti. Aku mohon kerjasamanya."
"Aku siap! Bahkan di garda depan sekalipun." Ucap Allenz dengan yakin.
Dengan demikian, Allenz menjadi salah satu harapan bagi Hearterra pada perang ini, dia bisa menyingkirkan musuh dengan mudah dengan sihir anginnya. Maka raja dan yang lain melanjutkan strategi mereka dalam perang, dengan posisi bentuk U saat berperang, agar menghimpit musuh dari depan dan kanan-kiri, dan menempatkan para penunggang kuda di paling depan pasukan.
Bayangan kayu mengarah pada batu bagian atas kiri, menunjukkan angka jam sebelas siang. Allenz melapor bahwa sebentar lagi perang akan dimulai, raja, Woulle dan Finn keluar dan bersiap. Begitu pula dengan Allenz, dia menggunakan baju khususnya, pakaian serba hitam, dengan jubah hitam juga, dan tudung yang menutupi kepalanya. Lalu dia juga mengambil sebuah tengkorak cockatrice dan mengenakannya layaknya topeng.
Semua orang langsung bersiap, raja mengambil kereta kudanya, kereta emas yang ditarik oleh empat kuda khusus yang dilatih untuk perang dan menarik kereta itu. Woulle dan Finn juga mengambil kuda mereka dan bersiap disamping raja.
Mereka pun pergi, dengan membawa pasukan yang jauh lebih banyak dari perang sebelumnya, raja dan pasukannya berangkat ke medan pertempuran, bahkan berita ini sangat mengejutkan bagi kerajaan Hearterra, perang ini terlalu tiba-tiba, banyak orang yang khawatir dari hasil perang nanti.
Sekitar 3000 pasukan dibawa oleh raja, dengan banyaknya pasukan, menandakan bahwa perang ini benar-benar serius.
Mereka pun pergi ke lembah yang cukup luas, dengan padang rumput yang masih hijau, pohon-pohon yang berjarak berjauhan, lalu beberapa bebatuan besar yang timbul, dan sebuah sungai kecil mengalir di tengah padang rumput itu.
Tempat yang terlihat tenang dan indah itu akan menjadi sebuah medan perang besar dan menjadi saksi atas pecahnya dua kerajaan.
Sesampainya disana, semua orang membuat kemah, mereka membuat kemah-kemah seperti dibarak, dari kemah gudang, kemah perawatan, kemah raja dan sebagainya. Sambil menunggu yang lain membuat kemah, Allenz diperintahkan untuk pergi mengawasi dari atas untuk menjaga kemah mereka tidak serang dari musuh.
Terbang di atas ketinggian 70 meter, yang dia dapatkan adalah dua kehadiran dari dua kerajaan lain yaitu Diamondnia dan Clubnesia. Terlihat bendera dari kedua kerajaan itu telah berkobar di kemah mereka. Allenz tidak menduga hal ini, ini perang besar empat kerajaan secara serempak, dia tidak yakin kekuatan militer Hearterra bertahan dari ini.
Dari arah tempat kemah mereka, Spadeforia berada di Utara, Diamondnia di Timur, Hearterra di Selatan dan Clubnesia di barat. Arah mata angin mereka sesuai seperti dipeta.
Dengan cepat Allenz langsung turun dan mencari raja, informasi ini sangat penting, dan pengaruh pada kekuatan militer mereka di medan perang.
"Yang mulia! Yang mulia! Gawat!!" Ucap Allenz yang langsung pergi ke kemah raja berada.
Raja kemudian dan Finn muncul, disusul dengan Woulle dan beberapa orang. Mereka bertanya pada Allenz, kenapa dia berteriak keras.
"Ada apa Allenz?! Kenapa kau panik seperti itu?!"
"Yang mulia, dari barat datang Clubnesia, mereka sepertinya sudah lebih dulu sampai, dan disisi timur ada Diamondnia yang baru juga sampai. Jarak mereka kira-kira 1-2km dari sini." Ucapan itu menggemparkan orang-orang disana.
__ADS_1
Mereka kedatangan dua kerajaan lain yang datang tanpa diundang, kenapa dua kerajaan itu datang? Padahal mereka tidak menyatakan perang pada kedua kerajaan itu, dan hanya berfokus pada Spadeforia.
Tak hanya itu, mereka juga di awasi oleh beberapa burung pengawas milik Clubnesia, sepertinya keberadaan Hearterra dan Spadeforia sudah diketahui akan mengadakan perang juga ditempat ini.
"Kirim pesan pada ketiga kerajaan itu sekarang!!" Titah raja dengan keras.
Dengan begitu dikirimkan beberapa orang dengan maksud membawa pesan pada mereka, terutama pada Clubnesia dan Diamondnia yang baru datang.
Raja sangat cemas akan hal ini, pasukannya mungkin bisa menandingi kekuatan militer lain, namun demikian mental semangat mereka akan dikuras habis, tempat ini benar-benar menjadi kuburan masal akibat perang.
Setelah satu jam berselang, para pembawa pesan malah membawa pesan yang kurang mengenakkan, para raja masing-masing kerajaan malah saling menyalahkan pada kerajaan lain. Seperti Hearterra yang merasa Spadeforia yang menjebak mereka sebelumnya, lalu Clubnesia menyebutkan bahwa Diamondnia telah membuat beberapa desa pinggiran mereka hancur dan memakan korban, namun Diamondnia merasa tengah di invasi oleh Spadeforia.
Raja jadi kebingungan, masing-masing kerajaan memiliki alasan mereka menyatakan perang pada kerajaan lain, bahkan berbeda-beda.
Hingga tak lama suara sangkakala terdengar ditiup, membuat Allenz naik ke langit dan memantau tempat itu, dimana Clubnesia sudah lebih dulu bersiap, Spadeforia malah sudah lebih dulu menyerang pada ketiga kerajaan, dengan bagaimana ada tiga batalion yang menyebar ke arah tiga kemah kerajaan itu.
Raja yang sudah melihat keadaan yang tidak bisa diatur ini langsung mengumpulkan para prajurit, dan bahkan raja langsung bersiap tanpa berpidato seperti biasa, keadaan ini sudah buruk, pidato hanya akan memperlambat mereka.
Setelah bersiap raja langsung tanpa pikir panjang menyatakan perang langsung, terompet sangkakala ditiup, disusul dengan sangkakala lain dari kerajaan lain. Dengan strategi sebelum yang dibuat bentuk U, namun dengan mengerahkan tiga batalion pada tiga kerajaan lain.
Perang yang tidak pernah terjadi sebelumnya di tanah Warsawa akan terjadi, belum pernah terjadi keempat kerajaan mengalami konflik disaat yang bersamaan.
Raja kemudian masuk ke dalam kemahnya, dia menyusun strategi baru untuk situasi ini, dibantu oleh Woulle dan beberapa orang lain.
Setelah tiga batalion itu pergi, Finn dan Allenz bersiap, karena mereka akan tampil setelah ini. dengan mengeluarkan Finn di bagian kedua mungkin akan membuat musuh akan takut.
Kemudian Finn dan Allenz bersiap, Finn langsung bersiap dengan kudanya, dia langsung berada di depan tiga batalion ini, dia akan menjadi pemimpin batalion ini, bersama Allenz yang sudah bersiap juga dengan baju serba hitamnya.
Hingga Finn berteriak dengan keras, sambil mengarahkan pedangnya kedepan, dan kudanya yang berdiri dengan dua kaki.
Para pasukan itu langsung ikut memasuki arena pertempuran, Allenz dengan cepat langsung menuju tengah medan perang. Dengan Whistling Spell dia dengan mudah membelah musuh yang mendekat, bahkan musuh saja sulit untuk mendekati, tidak peduli Clubnesia, Spadeforia, atau Diamondnia, Allenz membantai mereka yang menghalanginya. Finn juga cukup terkesan, Allenz mampu menyerang orang-orang itu yang lebih muda, dan tidak ada kendala apa-apa, padahal dia baru berusia 13 tahun.
"Allenz!! Kau hanya diijinkan digarda belakang!?" Perintah Finn, dia menjadi tanggung jawab Allenz selama dimedan pertempuran ini, akan sangat buruk jika Allenz sampai tewas.
Disisi lain, raja dan Woulle mencoba menyusun strategi baru, mereka kemudian membuat rencana dimana kali ini tidak hanya tiga batalion yang turun, melainkan juga tiga kapal udara ikut diatas mereka. Dengan begitu, maka mereka akan memborbardir daerah musuh yang belum di buat mundur.
Menebas, membelah itu yang dibuat dari sihir Whistling Spell milik Allenz, bahkan dengan mudah dan tidak terlihat serangan itu datang membuat kebingungan pihak musuh. Ketiga pasukan itu mulai mewaspadai Allenz, dia terlihat kecil namun mematikan, ditambah kadang Allenz berterbangan di atas mereka yang membuat susah mereka untuk mengincarnya.
Hingga ada beberapa orang yang menginformasikan kepada raja-raja lain tentang kengerian Allenz, hal ini juga membuat mereka terkejut, bahwa Hearterra memiliki prajurit mengerikan setelah Finn.
"Hindari anak kecil itu, perintahkan para pasukan di medan perang dan kemah untuk mewaspadai orang berpakaian hitam itu, aku tidak mau berurusan dengan anak itu lagi?!" Ucap raja Diamondnia.
"Jangan biarkan orang itu mendekati kemah kita, dan awasi dia, orang itu patut diwaspadai." Titah raja Clubnesia.
Berbeda dengan dua raja lain, raja Spadeforia malah mengirim beberapa orang terkuat dan beberapa pahlawan Spadeforia untuk menghadapi Allenz, dia terlihat meremehkan Allenz. Dengan berharap dengan menyerang Allenz secara bersamaan membuat Allenz akan kalah. "Suruh beberapa orang hebat kita untuk menyerang orang misterius itu, singkirkan dia!"
Finn dengan kudanya terus menerobos para prajurit musuh, dia cukup kesulitan dengan adanya tiga pasukan dari tiga kerajaan lain.
"Allenz!! Allenz!! Apa yang kau lakukan?! Kau tidak sepantasnya di garda terdepan!!" Teriak Finn yang mulai mendekati Allenz.
"Tapi, bagaimana caranya memukul mundur musuh, jika aku tidak berada di depan?!" Protes Allenz.
Mendengar ucapan Allenz. "Raja tidak memerintahkanmu untuk digarda ini?! Kembalilah digarda belakang!!" Perintah Finn.
Ucapan Finn mungkin benar, dia tidak sepantasnya disini, raja memerintahkannya untuk dibelakang, agar dirinya aman. Ini adalah perang pertamanya, namun menjadi perang mengerikan antar empat kerajaan.
"Baiklah, aku akan kembali." Ucap Allenz yang hendak kembali ke garda belakang.
Namun, muncul beberapa orang yang terlihat kuat mendekati mereka, hal ini membuat Finn panik. "Allenz cepat pergi!!"
Allenz yang sadar ada sekitar lima orang yang terlihat kuat mendekati Finn menjadi bimbang, antara harus kembali atau membatu Finn menghadapi lima orang itu.
__ADS_1
Allenz bisa saja pergi dengan terbang ke udara dan menjauh namun keselamatan Finn juga dipertaruhkan disini.
"Ckh." Allenz langsung memutar arahnya dan kembali pada Finn untuk menolong pria botak itu.